Najwa

Najwa
BAB. 42 Restu orang tua Reyhan



Seperti yang di janjikan Reyhan akan membawa Najwa ke rumah orang tuanya, malam ini Reyhan mengajak Najwa untuk makan malam di rumah orang tuanya. Sekarang Reyhan dan Najwa masih di mobil depan rumah orang tua Reyhan


" Ayo turun Najwa."


" Tunggu mas, aku masih gugup."


" Najwa, ini bukan pertama kalinya kamu bertemu dengan mamah, bahkan kamu juga sudah pernah pergi berdua bersama mamah dua hari yang lalu."


Memang ini bukan pertama kalinya Najwa akan bertemu dengan ibunya Reyhan, tapi tetap saja ia takut, takut di hina dengan statusnya yang memiliki anak di luar nikah. Najwa berkali-kali menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan-lahan, tapi tetap saja dada Najwa berdebar tidak karuan


" Najwa, ayo turun, kita sudah 10 menit di dalam mobil."


" Tapi mas, aku takut, bagaimana kalau mereka menolakku dan menghinakku?"


Jujur saja Najwa sekarang sangat takut, bukan hanya takut di tolak, tapi ia juga belum siap di hina oleh orang tua Reyhan


" Ada aku di sini Najwa, kalau sampai mereka menghinamu aku tidak akan tinggal diam."


" Tapi mas, aku."


Sebelum Najwa menyelesaikan pembicaraannya, Reyhan langsung menarik Najwa ke dalam pelukannya. Najwa juga membalas pelukan dari Reyhan, dan pelukan itu membuat Najwa sedikit menghilangkan rasa takutnya. Reyhan langsung melepaskan pelukannya, lalu ia langsung mencium kening dan bibir Najwa sekilas, setelah itu ia langsung turun dari mobil, lalu langsung membukakan pintu mobil untuk Najwa. Najwa langsung turun dari mobil, mereka langsung bergandengan tangan masuk ke dalam rumah itu


" Malam om, malam Tente."


" Malam juga."


Bagas, Rika dan Alvin menjawab bersamaan sambil menoleh ke arah Najwa dan Reyhan. Leo yang melihat Najwa dan Reyhan, ia langsung lari ke arah mereka


" Mommy! Deddy!"


Leo langsung memeluk Najwa


" Ayo makan dulu, Leo sudah merengek ingin makan."


Suara Bagas sangat hangat, rasa takut yang Najwa kuatirkan ternyata tidak menjadi kenyataan, Bagas tersenyum ramah pada Najwa termasuk Rika dan Alvin


" Baik pah."


Reyhan tersenyum bahagia, saat melihat papah tirinya tersenyum ramah pada Najwa, itu artinya papah tirinya benar-benar menerima Najwa sepenuhnya. Mereka langsung makan sambil mengobrol-ngobrol santai, tidak ada tatapan sinis atau pun sindiran yang di takuti Najwa tadi. Setelah selesai makan, mereka langsung mengajak Najwa melanjutkan obrolannya di ruang keluarga. Sedangkan Leo masih saja menempel di kedua orang tua Reyhan, seakan-akan orang tua Reyhan adalah kakek dan neneknya


" Leo ke kamar dulu iya sama om Alvin, opah sama Oma mau berbicara dulu sama mommy mu."


Leo hanya mengangguk, saat mendengar ucapan dari Bagas, ia langsung lari dengan lincah menaiki tangga dan di kejar oleh Alvin. Sedangkan wajah Najwa menjadi sedikit tegang, ia yakin kalau kedua orang tua Reyhan akan berbicara serius padanya. Bagas menyadari kalau wajah Najwa sudah menjadi sedikit tegang


Semua orang tertawa, saat mendengar ucapan Bagas. Reyhan langsung mengelus-elus punggung Najwa, ia mengerti sekarang Najwa sudah tegang


" Kemarin om dan Tante sudah datang menemui Bundamu, Najwa."


Najwa melongo saat mendengar ucapan Bagas, karena kemarin ibunya tidak mengatakan apa-apa pada Najwa


" Kami sudah mendengar cerita tentangmu dari Reyhan dan Bundamu. Sebenarnya om sudah mengetahui kedekatan kalian saat Reyhan pergi ke Ausi untuk menemuimu, dan di situ Om sangat mengerti kenapa saat itu Reyhan membenci Om, mungkin karena papah Reyhan menikah dengan Bundamu, sedangkan Reyhan mencintaimu, ini semua memang salah om, hingga membuat hubungan kalian terhambat."


Bukan Najwa saja yang terkejut, tapi Reyhan juga sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Bagas


" Sebenarnya Om selalu mengawasi gerak-gerik Reyhan semenjak Papah kandungnya meninggal, walaupun Reyhan tidak bisa menerima om saat itu, tapi om sudah menganggap Reyhan seperti anak kandung om sendiri, untuk itu om selalu mengawasinya karena om takut Reyhan terjerumus ke jalan yang salah."


Reyhan langsung menundukkan kepalanya, ia tidak menyangka ternyata selama ini papah tirinya begitu peduli padanya, selama ini Reyhan selalu saja tidak bisa menerima kehadirannya


" Maafkan aku pah, aku tidak pernah tau kalau selama ini papah sangat peduli padaku."


Bagas langsung tersenyum lebar, sekarang hidupnya merasa sangat sempurna, ia sekarang yakin kalau Reyhan menerimanya sepenuhnya


" Tidak perlu minta maaf nak, itu tugasku sebagai papahmu."


Najwa sedikit terharu dengan sikap Bagas yang sangat menyayangi Reyhan


" Ternyata om Bagas benar-benar orang yang sangat baik." batin Najwa


Walaupun Najwa tau kalau Bagas yang merusak rumah tangganya sendiri dan rumah tangga orang tua Reyhan, tapi Najwa tetap menilai Bagas sebagai orang baik


" Najwa, om juga mau jujur, awalnya om keberatan saat Reyhan menyukaimu dengan statusmu, sebelum Reyhan menceritakannya pada Om, tapi setelah om galih informasi lebih dalam lagi, akhirnya om mengerti kalau kamu adalah Gadis satu-satunya yang di cintai Reyhan, dan om menjadi tau kenapa Reyhan dulu menjadi guru, itu semua Reyhan lakukan hanya untuk bersamamu, untuk itu om dan Tante tentu akan merestui hubungan kalian, terlebih lagi dengan kehadiran Leo, om sangat suka dengan anakmu, Leo sangat lucu, pintar, sopan. Om dan Tante sudah menganggap Leo sebagai cucu kandung kami sendiri."


Najwa langsung meneteskan air mata, ternyata mereka menerima Leo dengan baik, menerima statusnya yang memiliki anak di luar nikah, hatinya begitu tersentuh, ternyata di dunia ini masih ada yang menerima Leo dengan baik selain ibunya dan Reyhan. Reyhan langsung menggenggam tangan kiri Najwa sambil tersenyum. Bagas dan Rika sangat terkejut saat melihat Najwa meneteskan air mata


" Kenapa kamu menangis? Kalau sampai melihatnya, pasti Leo mengira om dan Tante sudah jahat sama kamu, Najwa."


" Terimakasih kalian sudah mau menerima kehadiran Leo di sini. Bahkan papah kandungnya dan keluarganya saja tidak mau menerima kehadiran Leo, tapi kalian yang orang asing begitu tulus memperlakukan anak saya dengan baik. Terima kasih karena kalian Leo bisa merasakan kasih sayang dari seorang kakek dan nenek selain dari ibu saya."


" Najwa."


Najwa langsung mendongakkan kepalanya, menatap mata Rika yang menatap Najwa dengan penuh keibuan


" Tante tidak berhak menghakimi masa lalumu, dulu Tante juga pernah melakukan hal yang tidak seharusnya Tante lakukan, tapi sebagai seorang wanita, Tante sangat bangga dengan keberanianmu yang mempertahankan Leo dan membesarkan Leo seorang diri. Najwa, Tante dulu memang selalu menginginkan Reyhan memiliki pendamping hidup yang baik, tapi kamu juga adalah ibu yang baik untuk Leo, dan itu membuat Tante yakin kalau kamu bisa menjadi istri yang baik untuk Reyhan. Selamat datang di keluarga Sanjaya, Najwa. Kami merestui hubungan kalian, dan masalah nama marga Leo, Tante terserah Reyhan, mau memakai marga Nugraha atau Sanjaya, keputusan itu ada di tangan Reyhan, Tante tidak akan ikut campur untuk masalah itu."


Najwa langsung menganggukkan kepalanya. Air mata Najwa terus mengalir deras saat mendengar orang tua Reyhan merestui hubunganya, bahkan untuk sekedar mengucapkan terima kasih saja ia tidak bisa