Najwa

Najwa
BAB. 13 Deddy



Sudah 6 tahun Najwa tinggal di Ausi, sekarang ia berprofesi sebagai pengacara di Ausi, seluruh berita yang ada di koran selalu saja muncul nama Najwa, yang tidak pernah gagal dalam menyelesaikan sebuah kasus, bahkan model papan atas atau pun artis selalu meminta Najwa untuk menjadi pengacaranya, tapi Najwa selalu menolak untuk di ambil gambarnya, biarkan namanya yang selalu menjadi berita. Sekarang Najwa sudah ada di bandara bersama putranya yang bernama Leo Vernando, Najwa memang memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya, ia sudah merindukan sosok wanita yang sudah melahirkannya. Najwa berjalan sambil menarik kopernya, meningikuti langkah putranya yang berlari kecil, karena bahagia akan bertemu dengan Neneknya. Leo yang terus berlari hingga tidak sengaja menabrak seseorang


Bruk..


Leo terjatuh. Pria itu langsung berjongkok membangunkan Leo yang terduduk


" Kamu tidak kenapa-kenapa?"


Leo yang awalnya fokus pada lututnya, tapi setelah mendengar suaranya tidak asing, ia langsung melihat ke orang tersebut


" Deddy."


Hanya kata itu yang keluar dari mulut Leo, ia langsung memeluk pria itu. Reyhan juga langsung membalas pelukan dari pria kecil yang tidak ia kenal, tapi dari suaranya sama sekali tidak asing buat Reyhan. Setelah itu Reyhan dan Leo langsung melepaskan pelukannya


" Orang tuamu kemana dan namamu siapa?"


" Leo."


Najwa yang melihat dari jauh, ia terus saja berlari kecil, karena melihat putranya terjatuh


" Leo, apa tidak apa-apa sayang?"


Najwa langsung melihat ke seluruh tubuh putranya, ia sama sekali tidak peduli dengan pria yang di tabrak Leo


" Tidak mommy, lihat, itu Deddy."


Leo memang memanggilnya dengan panggilan mommy, walaupun Najwa sudah berkali-kali memperingatkan Leo agar memanggil mamah atau Bunda, tapi putranya sama sekali tidak menggubris perkataan Najwa. Najwa langsung mengalihkan pandangannya, ia melihat Reyhan


" Mas Rey."


" Najwa."


Mereka berdua hanya saling menatap sambil tersenyum. Najwa ingin sekali memeluk pria yang ia rindukan, pria yang sudah memberikan semangat setiap hari. Reyhan memang selalu mengirim pesan suara tiga kali sehari pada Najwa, memperingatkan Najwa untuk makan dan istirahat yang cukup, bahkan dua kali sehari Reyhan menelpon Najwa, untuk memastikan Najwa baik-baik saja, bukan hanya itu, Reyhan juga pernah menemui Najwa dua kali saat Najwa 1 tahun di Ausi, dan yang kedua kalinya saat Najwa sudah 3 tahun di Ausi, walaupun Reyhan berbohong pada Najwa, Reyhan mengatakan ada pekerjaan di Ausi, untuk itu ia sekalian menemui Najwa. Reyhan juga ingin sekali memeluk Najwa, wanita yang ia rindukan selama 6 tahun ini, wanita yang ia tunggu selama ini, bahkan usianya sekarang sudah 36 tahun, tapi ia masih tetap menunggu Najwa. Leo yang masih melihat mereka hanya tersenyum, ia langsung memanggil mereka berdua


" Mommy, Deddy, kenapa kalian hanya diam?"


Najwa yang mendengar putranya memanggil Deddy pada Reyhan, ia sangat terkejut, ternyata selama ini putranya masih sama seperti dulu. Dulu Leo selalu saja bertanya di mana ayahnya, tapi setelah Najwa mengatakan ayahnya sudah meninggal, Leo tidak pernah lagi bertanya tentang ayahnya, Najwa pikir Leo sudah lupa tentang itu, tapi ternyata Leo masih tetap sama, Leo masih menginginkan ayahnya


" Sayang, dia bukan Deddy Leo."


" Mommy, bohong, itu Deddy, Leo masih ingat wajah Deddy, Deddy setiap hari mengirim mommy pesan, tapi mommy bilang kalau Deddy sudah meninggal."


Walaupun Leo berusia 5 tahun, tapi cara bicara Leo sudah seperti orang dewasa.Tangisan Leo langsung pecah, sambil memeluk Reyhan yang masih berjongkok sejajar dengan Leo. Reyhan langsung menggendong Leo, sambil mengelus-elus punggung Leo


" Sudah jangan menangis, Kalau Leo nangis, nanti Deddy juga ikut sedih."


" Tapi mommy jahat, mommy bilang Deddy sudah meninggal, hiks...hiks..."


" Leo itu memang kenyataannya sayang."


" Najwa! Jangan buat Leo semakin menangis."


" Maaf."


" Apa Deddy sama mommy berantem? Kenapa mommy marah sama Deddy?"


" Tidak Leo, mommy dan Deddy tidak beratem."


" Tapi kenapa mommy bilang Deddy sudah meninggal? Jelas-jelas Deddy selalu mengirim pesan suara, dan Leo tau Deddy masih hidup, tapi Leo tidak bertanya lagi, takut buat mommy marah."


Leo memang sering membuka pesan WhatsApp dari Reyhan, karena pesan itu menggunakan pesan suara, jadi Leo bisa memutar suaranya, dan Leo juga sudah tau foto Reyhan, untuk itu ia pikir Reyhan adalah ayahnya, hanya itu yang Leo tau, walaupun Reyhan pernah menemuinya di Ausi, tapi Leo sama sekali tidak mengingatnya, ia hanya tau Reyhan lah yang selalu mengirim pesan, untuk itu ia berpikir kalau Reyhan adalah ayahnya


" Iya, mungkin mommy marah, karena Deddy sangat sibuk."


Leo hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Najwa, kau pulang sama siapa?"


" Andi, sebentar lagi juga datang mas."


" Oh iya."


Reyhan di bandara memang akan menjemput Cristi, dia adalah yang akan bekerja sama dengan perusahaannya. Reyhan melirik ke samping, ia melihat Sinta yang masih setia melihat wajah Najwa


" Sinta, kenalin itu Najwa."


" Iya pak."


Sinta langsung mengulurkan tangannya. Sebelum menyambut uluran tangan Sinta, Najwa menatap Sinta tidak suka, lalu ia langsung menjabat ulang tangan itu


" Sinta."


" Najwa."


Setelah kenalan, Najwa masih melihat ke arah Sinta, ia melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki. Reyhan yang melihat Najwa, masih menatap asisten pribadinya, ia seakan-akan tau apa yang ada di dalam pikiran Najwa


" Sinta baru berusia 18 tahun, dia baru saja lulus SMA."


" Oh gitu."


" Apa Gadis ini akan menjadi korban selanjutnya oleh mas Rey, belum cukup dulu menyakitiku dengan menikahi wanita lain, dan sekarang Gadis ini juga dekat dengan mas Rey, lalu drama apa lagi yang akan di buat mas Rey, apa dia akan mengatakan sudah memiliki istri?" batin Najwa


Najwa memang melihat penampilan Sinta tidak seperti seorang asisten, apa lagi berdiri sejajar dengan Reyhan, memakai baju kemeja dan celana jeans, jadi tidak mungkin kalau sebelah Reyhan itu adalah asisten Reyhan


" Sin, kamu tau siapa Najwa?"


" Tau pak, dia."


Sinta menghentikan ucapannya, ia bingung harus bilang apa, kalau ia bilang istrinya pak Rey, ia takut salah, kalau ia bilang mantan istri pak Rey, takut salah juga, kalau bilang pacar pak Rey, Najwa sudah memiliki anak, membuat ia bingung harus bilang apa. Reyhan yang melihat wajah bingung Sinta, ia langsung memberi tau siapa Najwa


" Najwa adalah orang yang kamu kagumi Sin, bukan'kah kamu sering sekali membaca koran tentang berita Najwa?"


" Maksud bapak dia adalah pengacara yang sudah terkenal namanya?"


Reyhan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Sinta langsung melihat ke arah Najwa dengan mata yang berbinar-binar, ia memang sangat mengidolakan Najwa, karena namanya sudah terkenal