
Najwa sangat penasaran ada apa dengan Renata, hingga membuat Reyhan menangis, untuk itu ia memutuskan bertanya
" Mas, sebenarnya ada apa dengan Renata?"
" Renata sudah meninggalkan aku bersama papah."
" Maksud mas apa?"
" Renata meninggal saat papah juga meninggal, bahkan hari itu hanya berbeda 3 jam dengan papah, setelah aku mendapat kabar dari Bunda Kalau papah meninggal, lalu setelah 3 jam kemudian Renata juga meninggal."
Wajah Reyhan semakin di banjir dengan air mata, ia memang sangat terpuruk atas meninggalnya adik perempuan satu-satunya, apa lagi Renata meninggal setelah papahnya meninggal, hingga ia tidak bisa menghadiri pemakaman papah nya, karena dulu Reyhan sedang ada di Perancis. Najwa menjadi tidak enak hati, ia langsung berdiri, lalu langsung memeluk Reyhan yang masih dengan posisi duduk
" Aku minta maaf mas, aku tidak tau tentang hal itu."
" Tidak apa-apa Najwa."
" Tapi kalau boleh tau, Renata kenapa mas? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
" Renata memiliki penyakit kangker, itu kenapa aku tinggal di Perancis, aku berharap Renata bisa sembuh saat itu, tapi ternyata tetap saja, Renata tidak bisa di selamatkan, memang mamah bilang harusnya aku bersyukur, karena tidak melihat Renata tersiksa oleh penyakitnya, tapi tetap saja, aku belum siap kehilangan Renata, kadang aku selalu berpikir, kenapa tidak aku saja yang memiliki penyakit itu, kenapa tidak aku saja yang meninggal, usia Renata masih terlalu muda, bahkan dalam hidupnya, tidak pernah merasakan bahagia."
Renata memang sudah memiliki penyakit kangker saat usianya 17 tahun, bahkan seharusnya di usia 17 tahun itu sedang asik main-main bersama teman-temannya, tapi Renata harus selalu berobat jalan, hingga di usia 21 tahun, Renata meninggal dunia. Najwa juga ikut sedih dan terharu, sedih karena mendengar Renata sudah meninggal, dan terharu pada Reyhan, pria yang mau menemani Renata di sisa hidupnya, bahkan Reyhan ingin dirinya yang sakit, dan itu artinya menurut Najwa, Reyhan sangat tulus mencintai Renata
" Renata, kamu beruntung memiliki hati mas Rey, pria yang sangat baik dan mencintaimu, bahkan hingga sisa hidupmu, mas Rey ada di sampingmu. Sekarang aku tau kenapa saat itu mas Rey tidak datang ke pemakaman papah nya, ternyata karena Renata juga meninggal, pasti tidak mudah untuk menjalani kehidupannya, karena harus kehilangan orang yang di sayangi dan orang yang di cintai dalam waktu sehari." batin Najwa
Reyhan semakin erat memeluk Najwa, bahkan kepalanya ia tenggelamkan di dada milik Najwa, ia memang terlihat baik-baik saja, selalu tersenyum dan seolah-olah tidak pernah ada beban di hatinya, tapi ternyata Reyhan sangat terpuruk atas meninggalnya papah dan adiknya, tidak ada yang tau kalau hidup Reyhan sangat menyedihkan, termasuk adik laki-laki yaitu Rendi, bahkan ia tidak pernah tau kalau Reyhan masih belum mengiklaskan Renata. Najwa hanya membelai kepala Reyhan, ia bingung harus berbicara apa lagi, dan ia yakin kalau Reyhan masih mencintai Renata, apa lagi di saat seperti ini, terlihat jelas oleh Najwa kalau Reyhan masih sangat mencintai Renata
" Lalu apa maksudnya, kata Bunda mas Rey memiliki perasaan padaku, tapi aku bisa melihat Kalau mas Rey masih sangat mencintai Renata." batin Najwa
Reyhan yang awalnya akan membicarakan tentang Renata, kalau Renata adalah adik kandungnya, tapi ia bahkan sudah hanyut oleh masa lalu terlebih dahulu, membuat ia tidak bisa menceritakan kebohongan yang di buat dulu pada Najwa, entlah, setiap kali mengingat Renata, hatinya sangat sakit, ia selalu mengingat Renata saat-saat tersiksa oleh penyakit yang di deritanya, apa lagi saat-saat terakhir bersama Renata, itu adalah hari paling menyedihkan, tapi yang jelas Reyhan bersyukur karena ia tidak meninggalkan untuk menemui pemakaman papah nya, kalau ia pergi, ia akan lebih menyesalinya karena tidak ada di saat-saat terakhir adiknya
" Tidak apa-apa mas, aku mengerti pasti mas sangat sulit untuk menerima kenyataan, apa lagi kalian saling mencintai."
Reyhan tidak sanggup untuk berbicara lagi, ia hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, masih sambil terus memeluk Najwa. Najwa yang melihat jawaban Reyhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak tau artinya, tapi ia juga tidak ingin membuat suasana semakin kacau. Jujur saja hati Najwa sangat sakit saat melihat pria yang di cintainya menangis, tapi ia tidak cemburu, ia hanya sedih melihat pria yang selalu memberikan semangat lewat pesan suara setiap harinya saat di Ausi, tapi hidupnya sangat menyedihkan
" Mas Rey, maafkan aku, bahkan aku tidak tau apa-apa saat kamu benar-benar terpuruk, aku selalu saja mencoba untuk membencimu, walaupun hasilnya selalu nihil, aku tidak pernah bisa benci denganmu, dan aku selalu menghindarimu, aku tidak pernah tau kalau kamu sekarang seorang duda." batin Najwa
Setelah terus berbicara di dalam hatinya, Najwa ingat kalau Renata saat itu sedang mengandung
" Mas Rey, lalu bagaimana dengan kandungan Renata? Apa bayi yang ada di dalam kandungan Renata selamat?"
Reyhan hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia enggan untuk membuka suara, ia masih sangat sedih dengan hal masa lalunya. Najwa yang melihat jawaban dari Reyhan, ia bisa menyimpulkan kalau bayi yang ada di dalam kandungan Renata tidak selamat
" Mas Rey yang sabar, ini semua sudah takdir, dan ikhlaskan Renata mas, walaupun aku tau pasti sangat berat harus kehilangan orang yang di cintai."
Bagaimana pun juga Najwa pernah kehilangan orang yang di cintai, jadi ia mengerti posisi Reyhan, walaupun posisi ia sangat berbeda, ia saat itu kehilangan Reyhan menjadi terpuruk berbulan-bulan. Reyhan lagi-lagi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah pikirannya tenang, Reyhan langsung melepaskan pelukannya, ia langsung mendongkakan kepalnya untuk menatap wajah Najwa yang masih berdiri
" Maaf, sudah membuat bajumu basah."
" Tidak perlu minta maaf mas, aku senang mas mau berbagi cerita padaku."
Reyhan langsung memegang tangan kanan Najwa
" Najwa, aku mohon, jadikan aku sebagai Deddy nya Leo, aku sangat menyayangi Leo, kamu maukan menikah denganku?"
Najwa hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak tau harus menjawab apa, di sisi lain ia juga sangat mencintai Reyhan, tapi di sisi lain lagi, hati Reyhan masih tertulis nama Renata, bahkan tadi baru saja Reyhan menangis oleh Renata, walaupun ia tau Leo sangat menginginkan Reyhan menjadi seorang Deddy, tapi tetap saja ia tidak ingin menikah hanya sebatas kasihan, bahkan dulu juga hidupnya baik-baik saja selama 6 tahun, tanpa sosok seorang pria di sampingnya, jadi untuk itu ia lebih baik menolak Reyhan, ia takut sakit hati di kemudian hari
" Maaf mas, aku tidak bisa menikah denganmu, jika hatimu masih tertulis nama orang lain. Aku tidak butuh kasihan darimu, dan masalah Leo, kamu tidak perlu ikut campur, suatu saat Leo juga akan mengerti dengan seiringnya waktu, apa lagi kamu juga bukan Deddy Leo, jadi sekali lagi, berhenti untuk mengejarku, aku tidak ingin sakit hati lagi."