My Immortal

My Immortal
Perburuan Sang Raja



"Akhirnya aku bertemu juga denganmu Adrian," ucap Steve menyeringai


Lelaki itu berjalan memasuki apartemen dan segera mengeluarkan senjata apinya, begitupun dengan anak buahnya yang sudah mengokang senjata api mereka.


Sial, mereka semua membawa senjata api.


Mengetahui mereka dalam bahaya, Baron segera menarik Adrian dan menerobos dinding kaca apartemen untuk menyelamatkan diri dari Steve dan anal buahnya.


*Pranggg!!!!


"Cepat kejar mereka, jangan biarkan keduanya lolos!" seru Steve memberikan komando kepada anak buahnya.


Jangan pikir kalian bisa lepas dariku, bahkan ke lubang semut pun aku bisa menemukan kalian.


*Bruugghh!!


Baron dan Adrian segera bangun dan berlari menuju ke mobilnya.


Adrian segera menabrak semua anak buah Steve yang berusaha menghadang mereka.


Pemuda itu melesatkan mobilnya Denda kecepatan tinggi, meninggalkan halaman parkir apartemen.


Suara tembakan tak menghentikan Rey terus melaju dan menabrak palang parkir yang sengaja di tutup atas perintah Steve.


Dua buah mobil sedan segera menyusul mobil Adrian.


Aksi kejar-kejaranpun terjadi di jalanan padat Ibukota. Anak buah Steve bahkan menembaki mobil Rey untuk bisa menghentikan pemuda itu.


"Kamu mau apa Rey!" seru Baron terkejut saat tiba-tiba Rey memutar balik mobilnya dan melaju kencang kearah mobil musuh.


"Ambil bensin di belakang dan segera tumpahkan!" seru Rey menambah kecepatan mobilnya


"Jangan gila kamu Rey," sahut Baron


"Bakar dan segera keluar dari mobil begitu aku menabrakkan mobil ku ke mobil depan," ucap Rey sembari mempercepat lagi laju kendaraannya.


*Dor!!


Ia segera merunduk saat rentetan tembakan menghancurkan kaca mobilnya.


"Now!!" seru Rey menghantamkan mobilnya ke mobil musuh


*Brakkkk!!!


Ia segera keluar dari dalam mobil dan tak lama ledakan keras terdengar dari mobil Rey yang meledak.


Melihat anak buah Steve terkapar setelah terkena ledakan mobil Rey dan Baron segera melarikan diri meninggalkan tempat itu.


Keduanya terlihat semakin mempercepat larinya dan melompati apapun yang ada di hadapannya saat mengetahui anak buah Steve yang lain mengejar mereka.


"Kau memang cerdik Rey, tapi kita lihat saja, apa kecerdikan mu bisa menyelamatkan dirimu dari kematian.


Steve segera turun dari mobilnya dan meminta anak buahnya mengirimkan sebuah motor padanya.


Tak lama sebuah motor sport menghampiri lelaki itu. Tanpa ragu Steve segera menyalakan motor itu dan melesat mengejar Adrian.


Ia mempercepat laju motornya untuk mengejar Adrian yang sengaja masuk ke gang untuk menghindari kejaran anak buah Steve yang mengejarnya menggunakan mobil.


Mengetahui ada seseorang yang mengejarnya menggunakan sepeda motor membuat Rey langsung menghindari gang dan menuju jalan sempit. Namun Steve tak menyerah, ia segera mengambil jalan pintas untuk menjegal pemuda itu.


Pria itu menyeringai saat bisa menghadangnya di depan gang.


"Menyerahlah, kita lihat apa Dewi Fortuna masih berpihak padamu sekarang?" tanyanya menyeringai.


Melihat Rey terjebak Baron segera melemparkan Kerambit kearah Steve dan menarik Rey pergi dari gang itu.


Namun belum jauh keduanya berlari anak buah Steve langsung menghadangnya.


"Sial!"


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Baron


"Bertahan dan hadapi mereka," jawab Adrian segera memasang kuda-kuda


"Baiklah, mari kita tunjukkan kepada mereka siapa kita sebenarnya," sahut Baron


"Cepat naik!" seru Leona.


Baron dan Adrian segera naik kedalam mobil itu sementara Leona menembaki anak buah Steve yang mencoba membunuh kedua pria itu.


Wanita itu segera melemparkan sebuah senapan kepada kedua pria itu sebelum ia melesatkan mobilnya.


"Pakai itu dan lindungi aku agar bisa mengemudi dengan tenang," ujarnya sembari mempercepat laju kendaraannya.


"Leona si gadis sialan itu, ternyata kau masih punya nyali menghadapi ku!" Steve kemudian menghubungi seseorang dan meninggalkan tempat itu.


"Sampai kapan Dewi keberuntungan akan selalu memaihakmu," tandasnya


Leona terus fokus menyetir, sementara itu Baron dan Adrian terus menembaki mobil musuh-musuhnya.


*Ciiittt!!!


Leona tiba-tiba mengerem mendadak mobilnya saat sebuah truk tronton tiba-tiba menghadang laju kendaraannya.


"Cepat turun!" seru Leona


Adrian dan Baron segera turun dari mobil itu. Melihat kedua pemuda itu sudah turun Leona segera melesatkan mobilnya dan menghantam truk tronton itu.


"Gila, dia benar-benar psikopat!" seru Adrian saat mengetahui Leona sengaja menabrakkan mobilnya untuk meledakkan bom bunuh diri yang dibawa oleh sang sopir truk.


"Lea, kenapa kamu harus berbuat konyol hanya demi menyelamatkan kami," sesal Baron


"Sebaiknya kita cepat pergi dari sini dan jangan sia-siakan pengorbanan Leona," sahut Rey segera bergegas pergi.


*************


Rumah sakit Umum Dr. Herman,


Seorang wanita berjalan terburu-buru menuju ke bangsal perawatan VIP. Ia terus menoleh kebelakang untuk memastikan tidak seorangpun yang membuntutinya.


Pelan-pelan ia membuka paviliun Kenanga dan melangkah masuk menemui seorang pasien yang terbaring sendirian di ruangan itu.


"Ada kabar apa Rachel?" tanya lelaki itu seakan sudah tahu siapa yang datang


"Hari ini Steve berniat membantai Rey dan Baron, tapi untungnya keduanya selamat atas pertolongan Leona. Gadis itu sengaja melakukan bom bunuh diri demi menyelamatkan kedua sahabatnya itu," jawab wanita itu membantunya duduk bersandar di ranjangnya.


"Jadi Adrian masih hidup??" tanya Daniel


"Benar Bos,"


"Kalau dia masih hidup kenapa dia tidak menampakkan dirinya di depan umum, apa dia merencanakan sesuatu?" ucap Daniel begitu penasaran.


"Mungkin dia sengaja menyembunyikan diri untuk membalas dendam kepada Steve. Besar kemungkinannya dia juga sudah tahu jika Steve adalah pembunuh Amy tunangannya," jawab wanita itu


"Kalau begitu lindungi dia, aku membutuhkan kesaksiannya untuk menjebloskan dia ke penjara." jawab Daniel


"Aku yakin dia bisa di hukum mati karena terlihat dalam pembunuhan berencana," jawab Daniel


"Baik Bos, aku akan melakukan seperti perintah mu," jawab wanita itu kemudian bergegas meninggalkannya.


Baru saja ia menutup pintu, tiba-tiba dua orang berseragam dokter langsung menikamnya hingga ia tewas.


Kedua lelaki itu segera melangkah masuk kedalam ruangan dan menuju brankar tempat Daniel berbaring.


Salah seorang dari mereka segera mengamankan cctv, sedangkan yang lainnya langsung menusuk seorang yang dikira Daniel. Setelah mengiranya tewas lelaki itu segera membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh pasien.


Betapa terkejutnya lelaki itu saat tahu yang ditusuknya adalah sebuah bantal.


"Sial!" gerutu lelaki itu kemudian segera melongok ke jendela.


Ia mengepalkan tangannya saat melihat seorang berbaju pasien berjalan tertatih menuju parkiran.


Ia segera bergegas turun untuk mengejar Daniel. Namun kedua lelaki itu kembali gigit jari saat melihat Daniel sudah tidak terlihat lagi di sana.


"Aku yakin dia belum jauh dari sini," Kedua lelaki itu kembali mencari Daniel di parkiran rumah sakit.


Daniel segera bersembunyi di balik sebuah mobil saat melihat dua anak buah Steve hampir memergokinya.


Tiba-tiba seorang lelaki langsung menyekapnya membuat Daniel berusaha melawannya.