My Immortal

My Immortal
Bermain api



"Saya akan memperkenalkan sebuah program baru untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada PE corporation. Program berbelanja sambil bersedekah, jadi kita akan menyisihkan beberapa rupiah dari harga produk kita untuk disedekahkan kepada panti sosial. Jadi selain kita bisa meningkatkan penjualan produk kita juga bis meningkatkan kepercayaan publik terhadap PE corporation," ujar Iwa memperkenalkan program terbarunya


Semua orang yang hadir seketika memberikan tepuk tangan meriah untuk presentasi Iwa kecuali Bisma dan Daniel yang meremehkan programnya.


"Anak kemarin sore saja tahu kalau program mu itu tidak akan bisa menaikan harga saham secara signifikan. Kalau kau ingin harga saham kita naik lagi maka mundurlah dari posisimu dan biarkan kami para Investor yang akan memilih siapa yang pantas untuk menjabat sebagai CEO PE Corporation," sahut Daniel


"Silakan saja Tuan Daniel, bagi saya saat ini yang terpenting adalah bagaimana bisa menaikkan kembali harga saham kita dipasaran. Apapun caranya pasti aku akan melakukannya,"


"Termasuk mundur dari jabatan mu?" tanya Daniel


"Why not, lakukan saja jika itu bisa menaikan harga saham," jawab Iwa begitu percaya diri


"Baiklah kalau begitu, kita akan mengadakan rapat pemilihan CEO sementara untuk menggantikan Adrian Prawiro," tutur Daniel kemudian meninggalkan ruangan rapat.


"Apa kau tidak curiga dengan gelagatnya yang tiba-tiba mengiyakan keinginan kita?" tanya Bisma begitu cemas


"Dia pasti melakukan hal itu untuk mendapatkan simpati dari para direksi. Posisinya sedang terjepit jadi dia akan melakukan apapun demi menyelamatkan nama baiknya." jawab Daniel kemudian bergegas naik ke dalam mobilnya.


"Tetap awasi gerak-geriknya dan laporkan padaku," seru Daniel sebelum melaju meninggalkan Parkiran PE Corporation.


**********


*Tak, tak, tak!!


*Krieet!!!


Seorang wanita segera terbangun dari tidurnya saat merasakan seseorang membuka pintu kamarnya.


"Apakah itu kau," ucapnya lirih


Lelaki itu berjalan menghampiri wanita itu dan duduk di sisi ranjangnya.


Ia merebahkan tubuhnya dipangkunya dan wanita itu segera mengusap lembut kepalanya.


"Kau pasti sedang banyak masalah, katakan pada ibu apa yang membuat mu gusar?" tanya wanita itu


"Sampai kapan aku akan terus hidup menderita karena dirimu Ibu. Aku sudah mencoba menjadi anak yang berbakti padamu dan tak pernah meninggalkan dirimu meskipun kau dulu membuang ku. Jika kau ingin melihatku bahagia setidaknya pergilah dari hidupku dan biarkan aku hidup bahagia tanpa bayang-bayang mu Ibu," jawab lelaki itu menatapnya tajam


"Maafkan ibu nak jika aku selalu membuatmu menderita, jika meninggalkan dirimu bisa membuat mu bahagia maka aku akan melakukannya untuk mu. Mulai besok Ibu akan menghilang dari kehidupan mu, untuk selamanya. Semoga kau bisa hidup bahagia tanpa ibu disisi mu," jawab wanita itu berkaca-kaca


Setelah lelaki itu pergi, wanita itu kemudian mengambil obat dari laci mejanya dan meminum semua obat itu dalam sekali teguk.


Ia kemudian terjatuh di lantai dengan mulut berbusa setelah meminum obat itu. Sementara itu lelaki itu hanya melihatnya tanpa menolongnya ataupun membawanya ke rumah sakit.


Terimakasih Ibu, sudah seharusnya kau berbuat seperti itu demi anakmu. Lagipula percuma kau hidup jika hanya menjadi benalu bagi putramu.


Lelaki itu segera pergi meninggalkan panti Jompo setelah memastikan tak ada seorangpun yang melihat kedatangannya.


**************


Pagi itu Daniel dan Bisma begitu bersemangat mengumpulkan para investor dan segenap direksi PE Corporation.


Keduanya sengaja mengumpulkan mereka untuk memilih CEO baru menggantikan Adrian.


"Bagaimana semuanya, apa kalian sependapat denganku untuk memilih Bisma Haryono sebagai CEO PE Corporation yang baru?" tanya Daniel dengan penuh percaya diri


"Tapi kita perlu kandidat yang benar-benar tanggung dan bisa membalikkan keadaan pasar yang sedang memburuk. Sedangkan Tuan Bisma...kita tahu selama ia menjabat sebagai CEO sementara dia juga tak banyak melakukan perubahan untuk perusahaan. Jadi bagaimana kami bisa memilih dia kembali?" sahut salah seorang Direksi menentangnya


***************


Malam harinya..


"Selamat Bisma, Akhirnya kau berhasil menjadi CEO PE Corporation menggantikan Adrian," ujar Daniel mengangkat winenya dan bersulang dengan Bisma


"Thanks Niel, semuanya tidak akan terwujud tanpa bantuan mu," sahut Bisma kemudian meneguk wine nya


Keduanya kemudian merayakan kemenangan Bisma sembari menikmati minuman keras disebuah Bar.


Sementara itu Baron dan Iwa masih sibuk dengan projek mereka.


Baron berhasil meretas data dari kementerian perdagangan. Setelah berhasil mengambil beberapa dokumen penting ia kemudian menguploadnya di media sosial dan web resmi PE Corporation.


Tak lupa Baron juga mengekspos beberapa photo syur Daniel bersama seorang lelaki yang diduga adalah kekasihnya ke sebuah akun gosip selebriti.


Pagi harinya semua orang dibuat heboh dengan kemunculan berita mengenai Daniel yang ternyata menyukai sesama jenis.


Melihat pemberitaan miring tentangnya membuat Daniel murka dan segera memboikot semua media yang memberitakan skandal dirinya.


"Sial, siapa yang berani bermain api denganku!!" serunya dengan wajah berapi-api


"Tuan, harga saham kita juga semakin anjlok dipasaran karena pemberitaan tentang skandal anda," ucap asisten pribadi Daniel memberikan tabletnya kepada lelaki itu.


Daniel segera mengecek grafik pergerakan saham pagi itu.


"Sial, Kenapa saham PE Corporation juga ikut anjlok??" Daniel memperbesar tampilan grafik untuk memperjelas penglihatannya


"Ada news apa hari ini kenapa harga saham PE corporation semakin memburuk??" tanya lelaki itu membulatkan matanya


"Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru tentang suku bunga pinjaman dan juga pajak ekspor. Tentu saja ini mempengaruhi saham PE Corporation mengingat pinjaman dana Almarhum CEO Prawiro Edy berasal dari luar negeri." sahut lelaki itu memberikan dokumen tentang pinjaman dana PE Corporation.


"Sial, aku kira PE Corporation adalah perusahaan besar yang tidak mempunyai hutang tapi ternyata dugaan ku salah. Perusahaan ini banyak berhutang ke bank-bank internasional, kalau begini aku bisa rugi. Saham ku bisa saja hilang karena perusahaan bangkrut. Sepertinya ucapan bocah itu ada benarnya jangan membeli saham di saat harganya jatuh karena itu sama saja kita menangkap pisau yang berjatuhan. Brengsek!!!"


"Bedebah itu, kenapa diam saja dan tidak menghentikan ku. Apa dia sengaja agar aku membantunya untuk merebut posisi CEO darau Adrian, Hah!!!" seru Daniel begitu geram


**************


Sementara itu terdengar suara ******* dari ruang kerja Bisma. Lelaki itu begitu bergairah saat menindih sekretarisnya di ruang kerjanya.


Keringat bercucuran membasahi wajahnya, membuat keduanya semakin bergelora melampiaskan hasrat terlarang mereka siang itu.


*Brakkkk!!


Keduanya segera menghentikan aksi mereka saat Daniel mendongkrak pintu ruangan itu.


Sekretaris Bisma segera memakai pakaiannya dan meninggalkan ruangan itu buru-buru.


"Dasar brengsek, kenapa kau tidak memberitahukan aku jika perusahaan ini memiliki banyak hutang di luar negeri!" seru Daniel memporak-porandakan isi meja kerja Bisma


"Apa yang kau bicarakan, aku benar-benar tidak tahu," jawab Bisma segera memakai bajunya


Daniel begitu geram mendengar jawaban Bisma. Ia kemudian melemparkan dokumen yang dibawanya ke wajah lelaki itu.


"Lihat dan baca dokumen itu baik-baik!"