My Immortal

My Immortal
Zonk



Baron diam-diam memasuki ruangan VIP karaoke saat Refan memadu kasih dengan Helen. Mengetahui Baron memasuki ruangan itu Refan segera memindahkan posisi Helen agar tak melihat kedatangan rekannya.


Dengan cepat Baron mengambil ponsel Helen dan segera meretasnya. Setelah selesai Baron tidak lupa memasang penyadap di ponsel tersebut.


***********


Siang itu Iwa sengaja menemui Robby di tempat fitnessnya.


"Hai Iwa?" sapa Robby segera menghampirinya begitu melihat Iwa memasuki tempat fitness itu


"Bagaimana tidurmu semalam?"


"Ah, aku benar-benar gak bisa tidur karena dirimu. Aku sungguh ketakutan dengan cerita mu," jawab Robby


"Sebenarnya itu bukan cerita menakutkan tapi lebih ke cerita mitos," sahut Iwa kemudian berganti pakaian


"Tubuhmu bagus sekali Iwa, bagaimana kamu merasa selama ink?" tanya Robby mengusap dada bidang Iwa


"Olahraga teratur dan nikmati hidup," jawab Iwa


"Kamu suka olahraga apa?" tanya Robby lagu


"Lari dan berenang,"


"Pantas saja tubuhmu begitu atletis, jadi gemes sama kamu," ucap Robby memeluknya erat


Tidak lama beberapa orang berbadan kekar menghampiri Robby.


"Bawa dia!" serunya membuat dua orang langsung menyeret Robby keluar dari tempat fitness


"Apa-apaan ini, aku gak punya urusan sama kalian, jadi lepasin!" seru Robby


"Lo emang gak ada urusan sama kita, tapi kita butuh Lo untuk memancing seseorang keluar!" sahut lelaki itu menyeringai


Robby terus meronta membuat Iwa segera menghampirinya.


"Lepaskan dia!" ucap Iwa dengan suara lantang


"Jangan ikut campur jika kau masih sayang dengan nyawamu," jawab lelaki itu menepuk pundak Iwa


"Lepaskan dia atau kalian yang akan ku kirim ke Neraka!" ancam Iwa


"Ck, ck, ck!!" decih lelaki itu kemudian melesatkan pukulannya kearah Iwa


Iwa segera menangkis pukulannya dan mendengkul lelaki itu hingga ia menjerit kesakitan.


Ia kemudian melompat dan melepaskan tendangan keras kearah dua lelaki yang menyekap Robby hingga keduanya terjungkal.


Robby segera berlari menghampiri Iwa dan bersembunyi di belakangnya.


"Dasar bedebah sialan, beraninya kau ikut campur urusan ku!" lelaki itu kembali menyerang Iwa namun dengan cepat Iwa segera membalikkan serangannya dan melepaskan tendangan hingga pria itu tersungkur ke lantai.


"Aku tidak punya urusan dengan kalian, jadi pergilah," ucap Iwa kemudian menghampiri Robby


"Kamu gak papa?" tanya Iwa


"I'm Ok, thanks Iwa," jawab Robby segera memeluknya


"Kenapa mereka menyerang mu?" tanya Iwa lagi


"Sepertinya mereka mengincar sesuatu dariku," jawab Robby


"Apa itu?" tanya Iwa


"Sesuatu yang dititipkan kepadaku," jawab Robby


Lelaki itu kemudian memberikan sebuah USB kepada Iwa.


"Apa ini??" tanya Iwa membulatkan matanya


"Ini yang mereka cari, sepertinya benda ini akan aman jika aku titipkan padamu. Jadi tolong jaga baik-baik USB ini,"


"Hah, Kenapa aku??" tanya Iwa terkejut


"Karena aku percaya kau adalah lelaki yang bisa dipercaya," jawab Robby menggenggam erat jemari Iwa


"Jangan mudah percaya orang jika ku tak mau kecewa dikemudian hari," sahut Iwa


"Aku sudah mengenal banyak sekali bajing*an dan aku bisa melihat ketulusan dalam sorot matamu," jawab Robby kemudian mencium bibir Iwa.


Keduanya kemudian segera masuk kembali ke tempat fitness.


Iwa dengan cepat menyambar ponsel milik Robby saat pemuda itu sedang berganti pakaian.


Baron yang sudah lama menunggu segera mengeksekusi ponsel Android itu dan memberikannya kembali kepada Iwa setelah selesai meretasnya.


"*********


Malam harinya di Wastu Ares,


"Cheers!!" seru Refan, Baron dan Iwa merayakan kemenangan mereka.


"Tidak sia-sia usahaku samapai harus menahan nafas saat bercumbu dengan tante-tante kesepian," celetuk Refan


"Bilang aja Lo bahagia karena dapat rejeki nomplok. Coba bayangkan Lo jadi Rey yang harus bercinta dengan sesama pria, enek gak tuh!" goda Baron


"Sial, jangan ungkit lagi kenangan pahit itu, aku bisa gak nafsu makan kalau mengingat ciuman tadi," sahut Iwa disambut gelak tawa Baron dan Refan


"Rasanya gimana Rey?" ledek Refan


"Nano-nano, manis asam asin rame rasanya," jawab Iwa


"Anj*r, nano-nano wkwkwk!" seru Refan terkekeh


"Sue!" cibir Iwa


"Mari kita lihat, informasi apa saja yang sudah kita dapatkan dari kedua orang itu," Baron segera menyalakan laptopnya dan menghubungkannya dengan USB miliknya.


"Sial, tidak ada informasi penting, hanya ada foto-foto Daniel dengan pemuda itu." gerutu Baron


"Bagaimana dengan ponsel istrinya?" tanya Refan


"Sepertinya Daniel memang tak pernah menganggap wanita itu sebagai istrinya. Tidak ada informasi apapun tentang Daniel di ponselnya, bahkan fotonya pun tidak ada. Yang ada hanyalah curhatan seorang istri kesepian yang diabaikan suaminya." sahut Baron


"Terus apa rencana kita selanjutnya dengan semua informasi ini?" tanya


Baron hanya mengangkat bahunya, sedangkan Refan masih terus berpikir mencari jalan keluar


"Tidak ku sangka Daniel begitu rapi menyimpan semua bukti-bukti kejahatannya." sahut Baron


"Bagaimana kalau kita up ke media hubungan Daniel dengan Robby??" ucap Baron


"Benar, aku yakin jika imagenya rusak maka kita lebih mudah menghancurkannya," jawab Refan


"Bagaimana dengan isi USB Robby?" tanya Iwa


"Kenapa kau tidak memberikannya dari tadi," sahut Baron


"Sorry aku lupa," sahut Iwa memberikan USB itu kepada Baron.


"Isinya hanya sebuah sandi, aku masih mencoba mencari tahu arti sandi-sandi itu," Baron berusaha mengungkap rahasia sandi-sandi di laptopnya.


"Aku yakin USB itu bisa menjadi bukti kuat untuk menjebloskan Daniel ke penjara," jawab Iwa


"Iya Rey, aku masih memecahkan kode-kode sandi ini," Baron kemudian memindahkan USB itu ke laptop lainnya.


Pemuda itu langsung melotot saat melihat ia berhasil membaca sandi itu.


"Ini sebuah password?" ucap Baron tak percaya


"Password apa??" tanya Refan penasaran


"Password dan kode-kode rahasia dalam sebuah transaksi bisnis," jawabnya lirih


Baron kembali mengutak-atik isi flashback itu.


"Bravo, kita mendapatkannya!" seru Baron begitu bahagia


"Mendapatkan apa??" tanya Iwa penasaran


"Harta Karun Daniel," jawab Baron


Baron menunjukkan sebuah alamat dari sandi-sandi rahasia tersebut.


"Kalau begitu malam ini kita beraksi, kita jarah semua harta kekayaan Daniel agar ia tidak bisa berkutik lagi," sahut Refan


"Ok,"


Tidak lama ketiganya segera bersiap-siap untuk menuju ke alamat yang ada dalam USB itu.


"Kau yakin itu benar-benar gudang harta Karun Daniel?" tanya Refan memastikan


"Tentu saja, dia menulis dengan jelas dan berulang-ulang," jawab Baron


Refan menghentikan mobilnya di sebuah area peti kemas daerah Jakarta Utara.


"Sial, tempat ini di jaga sangat ketat. Bagaimana kita bisa menerobos sistem keamanannya," ujar Refan


"Menurut informasi dari flashdisk ini ada sebuah pintu rahasia yang hanya bisa di pakai oleh Daniel," jawab Baron


"Kalau begitu dimana pintu rahasia itu?" tanya Iwa


"Sabar Rey," jawab Baron


"Pintu rahasia ada disebelah timur, dan dijaga oleh beberapa orang pembunuh bayaran," ucap Baron..


"Biar aku yang menghadapi mereka, kalian fokus untuk mendapatkan semua bukti-bukti kejahatan Daniel," ucap Iwak


"Good, let's rock!" seru Refan


Ketiganya segera berpencar, sedangkan Iwa langsung menuju ke sebuah gudang yang dijaga oleh dua orang berkepala plontos.