
Ifan segera berlari dan bertukar posisi dengan Refan setelah menemui Daniel.
Lelaki itu segera melepaskan pakaian balapnya dan memberikan kepada Refan.
"Selamat berjuang, good luck!" seru pemuda itu kemudian meninggalkannya.
Refan segera berlari menuju sirkuit, sedangkan Ifan bergegas meninggalkan tempat itu.
Dari kejauhan Harry yang terus memperhatikan keduanya dari kejauhan segera berlari mengejar Ifan. Lelaki itu segera menarik pundak Ifan dan membekapnya.
Harry segera menyeret Ifan menemui Daniel.
Daniel menyeringai ketika melihat pemuda itu.
"Jadi kalian berusaha mengelabui ku," ucapnya sinis.
Ia kemudian melepaskan tinjunya ke wajah Ifan hingga pemuda itu jatuh tersungkur di lantai.
Ia kembali menghampiri pemuda itu dan menjambak rambutnya.
"Kau tahu akibatnya jika mencoba mengkhianati ku," ucapnya kemudian membenturkan kepala Ifan ke lantai berkali-kali hingga pemuda itu tak sadarkan diri.
"Singkirkan dia," ucapnya kemudian segera membersihkan tangannya yang berlumuran darah.
"Kita lihat saja Rex, siapa yang akan menjadi pemenang malam ini,"
**************
*Ciiittt!!!
Iwa terpaksa menghentikan mobilnya saat sebuah truk menghadangnya.
"Sial!" seru Refan
Ia kemudian turun dari mobil diikuti oleh Baron dan Iwa. Ketiganya seketika langsung menganga saat melihat sosok lelaki yang turun dari truk tronton itu.
"Daniel??"
Lelaki itu berjalan menghampiri ketiganya dengan senyum khasnya.
"Kau pikir bisa kabur dariku setelah mencuri semua milikku," ucap Daniel sinis
Lelaki itu segera membuka jasnya, "Aku akan membiarkan kalian pergi, jika bisa mengalahkan aku," ucap Daniel memamerkan otot lengannya.
"Wkwkwkwk, pamer. Belum tahu aja dia siapa lawannya," sahut Refan
"Kuy gas Rex," tukas Baron mendorongnya
"Bukan gue kali yang akan menghadapi Daniel," bisik Refan
"Kalau buka Lo terus siapa?" tanya Baron.
"Noh, jagoan kita," ucap Refan melirik kearah Iwa
"Kalau kalian takut menghadapi aku satu persatu, maka majulah semuanya. Aku tidak takut menghadapi bajing*n kecil seperti kalian!" tantang Daniel
"Anj*r, sombong banget nih tua Bangka!" seru Refan dengan mata membara.
Ia segera berjalan maju mendekati lelaki itu.
"Good, suatu kehormatan bisa berduel dengan Rex si ketua Cobra Hitam," ucap Daniel menyeringai
"Hiaaat!!"
Refan segera melepaskan tinjunya kearah Daniel, namun lelaki itu dengan cepat menahan pukulannya dan kemudian memelintir lengannya hingga Refan menjerit kesakitan.
Melihat Refan yang kesakitan membuat Baron segera melepaskan tendangan kearah Daniel. Dengan cepat Daniel segera merobohkan badannya yang begitu lentur sehingga tendangan Baron tak mengenainya.
Ia kembali melepaskan pukulan beruntung kearah Daniel, namun lelaki itu selalu saja bisa menghindarinya. Begitupun dengan Refan ia berkali-kali melancarkan serangannya kearah lelaki itu, namu bukannya bisa menyentuhnya ia justru yang di buat babak belur oleh Daniel.
Iwa masih diam tak berkutik melihat pertarungan mereka, pemuda itu mencoba membaca tak-tik yang dipakai Daniel untuk melumpuhkan dua lawan-lawannya.
*Arrgghhh!!!
Refan menjerit keras saat Daniel mematahkan kakinya dan menghantam sebuah kunci Inggris ke kaki pemuda itu.
*Buuggghhh!!!
Sebuah tendangan melintang membuat Daniel terhuyung-huyung ke belakang dan gagal mengeksekusi Refan dengan belatinya.
"Bawa dia pergi dari sini," ucap Iwa meminta Baron membawa pergi Refan yang terluka parah.
"Baik Rey," sahut Baron segera memapah Refan
"Akhirnya aku bisa juga mencoba kebolehan mu Rey. Lumayan juga tendangan untuk seorang bocah ingusan seperti dirimu," ucap Daniel mengusap darah di sudut bibirnya.
Daniel segera berlari kearah Iwa untuk membalas serangannya. Dengan tenang Iwa melepaskan tendangan lurus hingga membuat lelaki itu langsung terhempas ke tanah.
Daniel segera bangkit dan kembali melepaskan tinjunya ke wajah Iwa.
"Terimalah ini!!" serunya kemudian melepaskan tendangan keras ke ulu hatinya hingga Iwa jatuh terjugkal.
"Kalian mencoba menipu dan merampokku, jadi terimalah pembalasan dariku," serunya kemudian mengambil kunci Inggris yang tergeletak untuk menyerang Iwa.
Iwa segera mengambil sebuah baton untuk menangkis serangan Daniel yang begitu cepat menyabetkan kunci Inggris kearahnya.
*Buuggghhh!!
Sebuah tendangan melesat kearah Iwa hingga membuat pemuda itu terjungkal.
*Arrgghhh!!
Daniel segera menghantamkan kunci Inggris ke tubuh pemuda itu hingga terdengar jeritan keras Iwa. Ia segera menangkis serangan Daniel saat lelaki itu akan menebaskan kunci Inggris kearahnya untuk kali keduanya.
Ia mendorong tubuh Daniel hingga lelaki itu terhempas menjauhinya.
Ia segera bangun dan segera memasang kuda-kuda bersiap menyerang Daniel.
"Aku tidak akan melepaskan mu kali ini!" seru Daniel berlari menyerangnya.
*Prang!!
Iwa segera menahan serangannya sekuat tenaga, namun Daniel yang sudah terbakar amarah kembali melepaskan dengkurannya ke ulu hati pemuda itu.
Melihat pertahanan Iwa yang sudah mulai goyah membuat Daniel kembali melepaskan tendangannya hingga lelaki itu tersungkur ke lantai.
Iwa mencoba bangun dan meraih batonnya, namun Daniel kembali melepaskan tendangannya hingga pemuda itu kembali tersungkur bersimbah darah.
"Sekarang kita lihat saja, apa kau benar-benar bisa lolos dari kematian kali ini?" ucapnya sembari menjambak rambut Iwa
Ia mendongakkan wajah pemuda itu dan menatapnya nyalang.
"Sekarang matilah kau bedebah sialan!" serunya kemudian melesatkan kunci Inggris kearah Iwa.
"Arrgghhh!!" Daniel mengerang kesakitan saat sebuah Kerambit menancap di lengannya.
"Kenapa kau kembali lagi, pergi dari sini!" seru Iwa saat melihat Baron melemparkan sebuah Kerambit kearah Daniel.
"Aku tidak akan meninggalkan temanku sendirian dalam bahaya," jawab Baron menghampirinya.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, apa kau lupa siapa aku?" jawab Iwa balik bertanya
"Tentu saja aku tahu siapa dirimu, tapi meskipun kau memiliki seribu nyawa tetap saja aku tidak akan membiarkan mu sendirian menghadapi psikopat seperti dia!" sahut Baron menunjuk kearah Daniel
"Baguslah kau kembali," ucap Daniel segera menyerangnya.
Baron segera melindungi wajahnya saat lelaki itu melepaskan tinju beruntun kearahnya. Daniel terus memukulinya tanpa memberi ampun, berhasil melepaskan tinju ke wajah pemuda itu. Daniel tak menyia-nyiakan kesempatan ia segera menarik baju Baron dan melepaskan tendangan keras kearahnya hingga ia jatuh terkulai ke tanah.
Baron segera bangun dan melepaskan serangan balik kearahnya, namun dengan cepat Daniel menjatuhkannya dengan sekali tendangan.
Saat ia akan melepaskan tendangan terakhir kearah Baron Iwa segera menebaskan baton ke perut Daniel.
"aaarrrggghhhh!!" jerit Daniel
Baron segera bangun dan melepaskan tinju beruntun kearahnya dan mengakhiri serangannya dengan tendangan melintang.
*Buuggghhh!!!
Iwa segera menyeret Daniel dan kembali melepaskan tandukannya kepada lelaki itu.
Melihat Daniel yang masih bisa bangun dan menyeringai ke arahnya membuat Iwa kembali melepaskan jap beruntun kearahnya, ia mengakhiri serangannya dengan tendangan maut yang langsung membuat Daniel tak sadarkan diri.
"Kita harus segera pergi dari sini sebelum polisi datang," seru Baron menarik lengan Iwa
Mereka segara masuk kedalam mobil dan meluncur meninggalkan tempat itu.
*********
Pagi harinya di kantor pusat PE Corporation.
"Selamat Tuan, semua usaha anda tidak sia-sia, sekarang harga saham kembali merangkak naik meskipun belum signifikan," ucap Leona menyambut kedatangannya.
"Syukurlah," jawab Iwa kemudian masuk ke ruangannya.
"Tinggal selangkah lagi aku akan menjebloskan mu ke penjara Daniel, aku hanya tinggal menunggu satu saksi kuat yang bisa membuat mu tak berkutik lagi." ucap Iwa mengepalkan tangannya.
*Flashback
"Bagaimana dengan laporan ku Komandan?" tanya Iwa saat melaporkan kejahatan Daniel kepada pihak kepolisian
"Kami perlu menyelidikinya dulu Tuan Prawiro. Lagipula bukti-bukti dari anda terlalu lemah dan belum cukup untuk menyeretnya ke penjara. Kau tahu kan dia bukan orang biasa, jadi berikan kami bukti yang konkret sehingga membuatnya tak bisa berkutik." jawab sang polisi
"Apa semua bukti-bukti ini belum cukup?" tanya Iwa tak percaya.
"Alibinya begitu kuat apalagi ia memiliki tim pengacara hebat, susah untuk menjebloskan ke penjara hanya dengan bukti-bukti itu,"
"Oh ternyata dia begitu istimewa sehingga sulit tersentuh hukum. Baiklah aku akan membawakan mu satu bukti yang tidak akan pernah Daniel lupakan seumur hidupnya." ucap Iwa menepuk pundak polisi itu dan meninggalkannya.
*Flashback off
************
Rumah Sakit Harapan Kasih
*Tak, tak, tak!!
Seorang pemuda tampan berjalan penuh kharisma menuju bangsal perawatan VIP rumah sakit.
Ia tersenyum simpul saat memasuki ruangan itu dan menghampiri Daniel yang duduk bersandar di brankarnya.
"Selamat siang papih, bagaimana kabarmu?" sapanya kemudian mencium bibir Daniel.
"Aku baik sayang, bagaimana kau tahu aku disini?" jawab Daniel mengusap lembut wajah lelaki itu
"Apa kau lupa jika aku bisa merasakan apa yang kau rasakan, meskipun kau sudah mencampakkan diriku, tetap saja aku tidak bisa mengacuhkan dirimu," jawabnya cemas
"Tetap saja aku tidak mau kau terluka jika dekat dengan ku, itulah alasannya aku menjauh darimu."
"Apa bukan karena pembalap itu," jawab lelaki itu segera beranjak dari duduknya
"Sean hanyalah rekan bisnis, kau tahu kan aku menaruh banyak aset ku di judi balap liar. Tidak ada yang lebih spesial untuk ku selain dirimu," jawab Daniel kemudian mencumbu pemuda itu.
*************
Regan terlihat mengajak Iwa menuju ke sebuah Club malam.
Kedua lelaki itu segera mencari bangku kosong dan memesan minuman.
"Kenapa kau mengajakku ke tempat ini?" tanya Iwa
"Kita akan mencari bukti yang kita butuhkan untuk menjebloskan Daniel ke penjara di tempat ini," jawab Refan
"Disini??"
"That's right baby," jawab Refan segera meneguk bir didepannya.
"Sekarang saatnya," ucap Refan segera menuju stage pertunjukan penari striptis di Bar itu.
"Sial, dasar brengsek kenapa kita harus melihat pertunjukan murahan seperti ini," gerutu Iwa segera beranjak dari duduknya
"Wait, jangan pergi dulu Rey. Justru inilah yang kita tunggu-tunggu," jawab Refan
"Bilang saja kalau kau menyukai tarian seperti ini," sahut Iwa memalingkan wajahnya.
"Diamlah dan nikmati pertunjukannya," Refab segera bergegas mengikuti para penari striptis itu setelah pertunjukan selesai
"Pertunjukan sudah selesai jadi untuk apa mengikuti ku," ucap seorang lelaki menghentikannya.
"Aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu, kau bisa kan?" tanya Refan mengusap lembut wajah pemuda itu.
"Maaf aku sudah punya pacar dan tidak menerima layanan kencan," tolak lelaki itu kemudian menepis lengan Refan
"Bukan denganku, tapi dengan bosku," sahut Refan menunjuk Adrian yang sedang menikmati minumannya
"Sudah ku bilang aku hanya seorang penari dan tidak menerima layanan kencan, lebih baik kau cari saja yang lain," tolaknya lagi
"Benar kau tidak tertarik dengannya??" ucap Refan kemudian memanggil Iwa
Iwa segera berjalan menghampiri keduanya.
Pemuda itu tak berkedip saat menatap wajah Iwa di hadapannya.
"Baiklah aku setuju," jawab lelaki itu menelan salivanya.
Refan menyeringai saat pemuda itu menerima tawarannya.