My Immortal

My Immortal
Kepercayaan



Tidak ada satupun tempat yang aman untukku, lalu aku harus kemana???.


Baron terlihat gusar saat truk sampah itu berhenti.


************


Siang itu, Iwa sengaja mengunjungi Daniel di Lapas Cipinang.


"Ada apa kau datang menemui ku?" tanya Daniel acuh


"Aku hanya ingin meminta bantuan mu?" jawab Iwa


"Apa ada yang mengusik mu?" tanya Daniel lagi


Lelaki itu dengan santainya menyalakan rokoknya kemudian menghisapnya.


"Berikan ponselmu," ucap lelaki itu kemudian mengepulkan asap rokoknya ke udara.


Iwa memberikan ponselnya dan Daniel segera mengetik sesuatu di ponselnya.


"Datanglah ke tempat itu, dan temui Bridav. Hanya dia yang tahu semua informasi tentang para gengster." ucap Daniel memberikan ponsel Iwa kembali


"Jadi bukan kau pelakunya?" tanya Iwa mengernyitkan keningnya


"Hahahaha, sudah kuduga kau akan berkata seperti itu. Sayang sekali aku belum bisa menemukan begundal sialan itu. Dia sengaja menjebak ku dengan membunuh istriku," karena Daniel dengan santainya.


"Baiklah, aku akan segera mendatangi tempat itu," ucap Iwa mengambil ponselnya.


"Temui ketua Geng Kalajengking, jika kau kesulitan menemui Bridav," imbuh Daniel


"Ok,"


"Btw aku turut berdukacita atas kematian Rex,"


"Terimakasih banyak," jawab Iwa kemudian meninggalkan Daniel


Pemuda itu segera melesatkan mobilnya kembali ke kantor pusat PE Corporation.


Setibanya di kantor, pemuda itu segera mencari Leona.


"Dimana dia, kenapa di saat genting seperti ini dia malah menghilang," celoteh Iwa saat mengetahui Leona tidak ada di ruangannya.


Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi sekretarisnya itu.


"Dimana kamu?"


"Maaf Tuan, aku ijin pulang cepat karena sedang tak enak badan. Tapi aku sudah siapkan semua dokumen yang harus anda tandatangani dan agenda kerja hari ini diatas meja kerja Anda," jawab Leona


"Baiklah, sebaiknya kau cepat berobat. Aku pasti akan kesulitan jika kau tidak ada," ucap Iwa


"Baik Tuan," jawab Leona mengakhiri panggilannya.


"Ah sial, kenapa semuanya jadi seperti ini. Perusahaan kacau, Leona sakit, Baron hilang di telan bumi, aaarrrggghhhh!!" seru Iwa melampiaskan kekesalannya.


Pemuda itu segera mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan kantornya.


Iwa lebih memilih untuk melatih kemampuan bela dirinya sore itu, daripada menghabiskan waktunya di kantor.


Sementara itu Baron diam-diam mencari informasi tentang Adrian dan perusahaannya di sebuah Warnet.


Dengan memakai Hoodie dan menutupi wajahnya dengan masker pemuda itu dengan cepat berselancar di dunia Maya untuk mengupdate semua informasi orang-orang terdekatnya.


Aku harus mengirimkan sesuatu kepada Iwa, tapi aku tak bisa memakai ponsel atau email ku. Sepertinya hanya ada satu cara untuk bisa menemuinya,


Baton segera memakai kacamata hitamnya dan bergegas meninggalkan warnet.


********


#Wastu Ares


Amy begitu terkejut saat melihat Adrian sedang berlatih pedang. Gadis itu perlahan menghampirinya dengan tatapan penuh tanya.


"Kau terlihat sangat berbeda Rey, kau bukan Rey yang dulu aku kenal." ucapnya sembari menatapnya penuh keraguan.


"Rey yang aku kenal tidak suka berkelahi apalagi memegang pedang seperti dirimu. Katakan padaku siapa kau sebenarnya?" tanya gadis itu membuat Iwa segera mengakhiri latihannya.


Lelaki itu berjalan mendekatinya, "Kau benar Dinda, aku memang bukan Rey. Secara fisik memang ini tubuh Rey, tapi sukmanya adalah milik orang lain. Maka jangan heran jika Rey yang sekarang berbeda dengan Adrian yang dulu," terang Iwa


"Lalu siapa kamu?" tanya Amy lagi


"Aku adalah seorang yang terdampar di dunia yang berbeda," jawab Iwa kemudian memakai kembali kemejanya


"Hanya kau yang tahu siapa diriku," imbuhnya kemudian meneguk segelas air putih dihadapannya.


"Apa kau adalah seseorang yang melakukan perjalanan waktu??"


"Jika dilihat dari bicaramu, kau seperti berasal dari jaman kerajaan, apa itu benar??"


"Benar Dinda, kebetulan aku berasal dari kerajaan Bali di abad ke 14. Namaku adalah Kebo Iwa," sahut pemuda itu membuat Amy semakin tercengang.


*******


Malam harinya, seperti pesan Daniel Iwa mendatangi sebuah bar dikawasan Jakarta Pusat.


Pemuda itu sengaja merubah penampilannya seperti seorang badboy seperti saran dari Daniel.


Saat akan memasuki pintu masuk seorang lelaki bertato segera menghadangnya dan memeriksanya.


"Tunjukkan kartu member mu!" ucapnya dengan suara berat


Iwa segera memberikan sebuah member card kepada lelaki itu.


"Silakan masuk," tutur lelaki itu mempersilakan Iwa masuk ke ruangan itu.


Suara hingar bingar musik DJ terdengar menggema di ruangan itu, bau alkohol membuat Iwa segera menahan nafas untuk sejenak.


Ia segera menuju ke bartender dan memesan minuman.


"Apa kau tahu dimana aku bisa menemui Tuan Bridav?" tanya Iwa kemudian meneguk minumannya


"Itu dia," jawab sang bartender menunjuk seorang lelaki plontos yang sedang berpesta bersama wanita penghibur.


"Ok terimakasih," Iwa segera menghabiskan minumannya dan menghampiri lelaki itu.


"Maaf mengganggu, boleh kita bicara sebentar," ucap Iwa duduk di depan lelaki itu


"Siapa kau, beraninya kau menganggu kesenangan ku," jawab lelaki itu menarik kemeja Iwa


Iwa segera melepaskan lengan lelaki itu dan menatapnya nyalang.


"Aku hanya ingin berbisnis denganmu, jika kau tak keberatan ikutlah denganku," imbuhnya


"Cih, kau pikir siapa dirimu berani memerintah ku!" hardik lelaki itu


Ia kemudian melepaskan pukulannya kearah Iwa namun dengan cepat pemuda itu langsung menahannya.


"Brengsek, beraninya kau!!" seru lelaki itu berang


Hanya dengan satu tendangan keras Bridav jatuh terjungkal menghantam kursi-kursi. dibelakangnya.


Beberapa pria bertubuh kekar berjalan menghampiri Iwa. Mereka kemudian menyerangnya bersamaan membuat Iwa langsung menghindari serangannya.


Pemuda itu dengan cepat membalas serangan anak buah Bridav dan melumpuhkan mereka satu demi satu.


Sebuah tendangan keras berhasil membuat pemuda itu sempoyongan dan sempat kehilangan keseimbangannya.


"Siapa kau berani membuat onar di tempat ku!" hardik seorang lelaki paruh baya menghampirinya


Tatap matanya begitu gahar menandakan kemarahannya.


Iwa segera berdiri tegap dan merapikan penampilannya.


"Siapa kau berani membuat onar di tempat ku!" hardiknya dengan mata berkilat- kilat


"Maaf Ketua, dia adalah keponakan Tuan Daniel. Dia sengaja datang mencari mu atas perintah dari beliau," tukas seorang lelaki menengahi keduanya


"Daniel...." ucap lelaki itu menatap Iwa dari ujung rambut hingga ujung kaki


"Kenapa kau tidak langsung menemui ku anak muda, kenapa kau malah membuat onar dengan menghajar anak buah ku," tutur lelaki itu mengelilinginya


Iwa segera mengambil menghampiri lelaki plontos yang masih terkapar di lantai dan segera menghabisinya dengan Kerambit di tangannya.


Lelaki itu hanya menyeringai melihat Iwa membunuh anak buahnya.


"Kau sangat berani anak muda, kau bahkan lebih berani daripada Daniel si psikopat itu," tutur lelaki itu


"Aku tidak suka jika ada seorang yang membohongi ku, aku tak segan-segan untuk membunuhnya meskipun dia adalah orang kepercayaan mu," ujar Iwa menghampiri lelaki itu


"Hahahaha, aku suka gayamu anak muda. Kau benar-benar mewarisi jiwa psikoat pamanmu itu. Tapi sayang sekali aku juga tidak mudah percaya dengan orang yang baru saja aku kenal," lelaki itu segera melepaskan tendangan keras kearah Iwa membuat pemuda itu terhempas menghantam meja bartender.


Semua wanita menjerit ketakutan saat Bridav mengeluarkan pistolnya dan menembak keatas untuk memberikan peringatan.


Semua pengunjung Bar segera berlarian keluar meninggalkan tempat itu, tidak terkecuali anggota geng Kalajengking yang membantu Iwa atas perintah dari Daniel.


Saat situasi mulai kacau seorang Pemuda menarik Iwa menjauh dari tempat itu.


"Baron!!!" ucapnya begitu terkejut melihat pemuda itu.