My Immortal

My Immortal
Jebakan



"Di flashdisk itu berisi password untuk membuka brangkas harta Karun milik Daniel." Bisik Robby


"Kenapa kau memberitahukannya padaku," jawab Iwa menatap pemuda itu


"Anggap saja itu hadiah dariku karena sudah menyelamatkan nyawaku," jawab Robby


"Gunakan lencana ini jika kau sudah bisa memecahkan sandinya," imbuhnya


***********


Seorang pria terlihat menikmati rokoknya dan mengepulkan asapnya membentuk bulatan-bulatan kecil di angkasa.


Lelaki itu segera beranjak dari duduknya dan menahan Iwa yang menghampirinya.


"Dilarang melintas daerah sini nak, carilah jalan lain karena ini bukan jalan umum," kata lelaki itu dengan suara berat


Iwa segera memberikan sebuah medali kepada lelaki itu membuatnya langsung menatap wajah Iwa dengan seksama.


"Darimana kau mendapatkan lencana ini?" tanya lelaki itu


"Kau tidak perlu tahu darimana aku mendapatkan lencana ini, yang jelas aku datang kemari atas permintaan Sang pemilik lencana," jawab Iwa


Lelaki itu tidak langsung percaya dengan perkataan Iwa, ia kemudian mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


Ia kemudian menghampiri Iwa dan mengijinkannya memasuki gudang itu.


"Silakan," ucapnya mempersilakan Iwa masuk kedalam gudang


Iwa berjalan dengan penuh hati-hati saat memasuki gudang itu.


Kenapa perasaanku tidak enak, kenapa rasanya aneh mendapatkan sesuatu yang berharga dengan mudah, apa ini jebakan???.


Iwa mengedarkan pandangannya ke kanan-kiri untuk memastikan semuanya aman.


Lelaki itu kemudian mengajak Iwa menuju ke sebuah ruangan.


"Silakan, ini brangkasnya yang perlu anda buka," ucap lelaki itu memperlihatkan sebuah brankas kepada Iwa.


"Apa maksudmu??" tanya Iwa curiga


"Bukankah kau datang untuk mengambil harta Karun ini, so tunggu apalagi silakan buka jika bisa," jawab lelaki itu


"Sudah kuduga," sahut Iwa mengeratkan giginya


Lelaki itu tersenyum sinis menatap Iwa, dan beberapa orang bertubuh kekar berdatangan ke ruangan itu menutup pintu keluar kamar itu.


"Aku tahu kau pasti bisa memecahkan sandi itu, jadi sekarang bukalah brangkas itu," ucap Robby tiba-tiba memasuki ruangan itu.


"Aku sudah menduganya, thanks Rob atas kepercayaannya. Tapi aku bukan orang jenius yang bisa memecahkan angka-angka itu," jawab Iwa kemudian memberikan USB itu kepada Robby


"Jangan bohong, aku tahu kau berteman dengan hacker terbaik di Indonesia, so tunggu apalagi sayang, kuy buka brangkasnya atau kau memilih kehilangan dua sahabatmu," ucap Robby mengancamnya.


*Buuggghhh!!


Iwa tertegun saat melihat anak buah Robby membawa Refan dan Baron yang diikat dengan wajah babak belur.


"Sial, ternyata kau sudah merencanakannya dengan matang Rob," ucap Iwa sinis


"Tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup dari gudang ini, jadi jangan berpikir panjang atau aku akan menghabisi nyawa dua orang ini," ucap Robby menarik pelatuk pistolnya kearah Refan


"Ok, aku mengaku kalah, jangan sentuh mereka jika kau menginginkan aku membuka brangkas itu,"


"Good, I like it," jawab Robby tersenyum senang


"I know you are the best honey, maafkan aku karena baru menyadarinya," ucap Daniel menghampiri Robby


"Never mind," jawab Robby kemudian mengecup bibir Daniel


Iwa segera menghampiri brangkas itu dan menekan password untuk membukanya.


Daniel menyeringai ketika melihat Iwa berhasil membuka brangkas itu.


"Akhirnya aku berhasil juga membuka brangkas itu," ucap Daniel segera mendorong tubuh Iwa dan membuka brangkas itu.


"Hahahahaha!!" lelaki itu tertawa terbahak-bahak saat melihat tumpukan heroin di brangkas itu.


"Akhirnya aku berhasil mendapatkan kembali harta Karun ku," ucapnya kemudian mencoba serbuk putih itu.


"Aku sudah tidak sabar untuk merayakan kemenangan kita hari ini," ucap Daniel memeluk Robby


"Bagaimana jika kita rayakan dengan membunuh ketiga berandalan itu," ucap Robby menunjuk kearah Iwa dan dua temannya.


"Habisi mereka!" seru Daniel kemudian meninggalkan tempat itu bersama dengan Robby.


"Dasar brengsek, apa kau pikir semudah itu menyingkirkan ku," ucap Iwa segera memasang kuda-kuda.


"Jika kalian memang petarung sejati, maka lawan aku satu persatu," tantang Iwa


"Tentu saja, aku pasti akan mengabulkan keinginan terkahir mu anak muda," jawab lelaki itu enteng.


Ia segera berjalan menghampiri Iwa yang sudah bersiap-siap dengan kuda-kudanya.


"Hiaaat!!" Keduanya langsung saling serang,


Duel berlangsung begitu lama, lelaki itu begitu kuat sehingga mampu menepis semua serangan dari Iwa.


Kenapa dia begitu kuat,


Iwa kini hanya menghindari serangan lawannya dan membaca kekuatan lawan.


Tidak ada satupun manusia yang tidak punya kelemahan, aku yakin jika aku tak bisa menemukan kelemahannya maka, alat vital adalah kelemahannya.


Iwa segera melepaskan tendangan keras kearah lelaki itu hingga ia terjungkal ke lantai. Lelaki itu segera bangun dan sengaja memasang badan saat Ia hendak melepaskan serangannya kembali.Ia kembali melepaskan tendangan melintang kearah pria itu namun kali ini lelaki itu tetap kokoh berdiri dan menyeringai membuat Iwa tersenyum kecut menatapnya.


Ia kembali melepaskan sikutan keras tepat mengenai tengkuknya. Saat Lelaki itu masih mengerang kesakitan Iwa segera melepaskan dengkulan keras kearah alat vitalnya membuat lelaki itu seketika roboh ke lantai.


Melihat pimpinannya roboh membuat anak buahnya segera merangsek maju menyerang Iwa.


"Lepaskan kami!" seru Refan


Iwa segera berlari kearah kedua temannya dan melepaskan mereka. Dengan cepat Iwa melepaskan ikatan kedua temannya itu.


Refan segera melemparkan dua buah Kerambit kearah Iwa.


"Pakai itu!" serunya kemudian menyerang anak buah Daniel.


Ia berhasil menjatuhkan satu persatu musuhnya dengan Kerambit di tangannya.


Melihat anak buahnya berjatuhan tentu saja membuat Daniel geram , lelaki itu segera mengambil pistolnya dan mengarahkannya kepada Iwa.


*Dor!!


Iwa segera melompat kesamping menghindari timah panas yang melesat kearahnya.


*Wuuushhh!!!


Iwa segera melemparkan Kerambit kearah Daniel saat lelaki itu kembali menarik pelatuk pistolnya.


"Aarrgghh!!" Daniel mengerang kesakitan saat senjata tajam itu menancap di lengannya.


Ia kemudian mencabutnya dan melepaskan tendangan keras kearah Iwa.


*Bugghhh!!


Darah segar mengalir dari pipi Iwa saat Daniel berhasil menggoresnya dengan Kerambit di tangannya.


"Kau boleh lolos dariku kemarin, tapi tidak kali ini," ucap Daniel kemudian melepaskan jasnya


Lelaki itu segera melompat dan melepaskan jap beruntun kearahnya membuat Iwa kewalahan menahan serangannya.


*Buuggghhh!!


Iwa jatuh tersungkur saat pukulan keras menghantam pelipisnya.


"Aku sudah geram melihat aksi sok jagoan mu Rey," Daniel mengambil sebuah baton dan memukulkannya ke tubuh Iwa.


Melihat Iwa dalam bahaya, Baron segera melesatkan tendangan keras kearah Daniel. Namun Daniel dengan cepat menghindari serangannya, ia justru segera membalas serangan Baron dengan sikutan maut hingga pemuda itu sempoyongan. Saat melihat Baron kembali akan melepaskan tendangannya ia segera menahan serangan Baron dan menghujamkan baton ke kaki Baron.


"Arrgghhh!!"


Daniel kembali menyerang Baron dan menarik pemuda itu kemudian menghempaskan tubuhnya menghantam dinding gudang.


Refan segera melepaskan sebuah balok kayu saat melihat Daniel berusaha menodongkan pistolnya ke pada Iwa.


Karena geram usahanya di gagalkan Refan, lelaki itu segera menghampiri pemuda itu dan melepaskan jap beruntun kearahnya. Ia mengakhiri serangannya dengan tendangan keras yang berhasil merobohkan Refan.


"Berandal kecil seperti kalian jangan harap bisa menyentuh ku!" serunya kemudian mengambil kembali pistolnya yang tergeletak, ia kemudian berjalan menghampiri Refan yang berusaha bangun dan meraih baton di hadapannya.


"Matilah kau Rex!!" serunya menarik pelatuk pistolnya.