
Begitu keluar dari lapas Iwa segera menuju kantor pusat PE Corporation. Ia dibantu oleh Baron dan Refan segera menganalisis penyebab penurunan harga saham.
"Apa ada faktor lain selain berita di media massa?" tanya Iwa sembari mengamati grafik pergerakan saham
"Hanya itu saja, faktor kepercayaan publik sangat dominan, jadi kesalahan sedikit saja bisa fatal akibatnya," jawab Refan
"Kalau begitu aku akan membuat konferensi pers untuk menjawab pemberitaan di media," jawab Iwa
"Tidak perlu, aku sudah merilis pernyataan resmi ketua geng Cobra Hitam ke media sosial, dan web resmi kami. Kamu hanya perlu memantau siapa saja pemilik saham baru dan siapa yang paling menonjol diantara mereka. Aku yakin PE Corporation bisa melacak identitas Setiap pemegang saham," jawab Baron
"Baiklah, terimakasih atas bantuan kalian," jawab Iwa
Baton segera menyalakan laptopnya dan memulai memulai live di situs resmi Cobra Hitam. Ia bahkan sengaja menyiarkan secara langsung di akun media sosial juga sehingga saat pertama kali ia memperkenalkan sang Ketua Cobra Hitam untuk pertama kalinya ke publik langsung mendapatkan sambutan yang antusias dari para pengunjung.
Bukan hanya pujian, namun umpatan dan sumpah serapan banyak membanjiri kolom komentar media sosialnya.
**********
Kantor pusat DM Company.
"Apa kau tidak melihat tranding topik di Twitter hari ini?" tanya Bisma kembali menyambangi Daniel di ruang kerjanya
"Ada news apa Hari Ini, aku belum sempat membuka ponsel karena dari kemarin aku masih belum bisa berpikir tenang karena Virus sialan itu," sahut Daniel geram
Bisma segera membuka ponselnya dan memperlihatkan video Baron dan Refan yang sedang life di media sosial resmi milik Cobra Hitam.
Daniel tersenyum sinis menatap keduanya.
"Jadi mereka juga ingin bermain-main denganku. Baiklah ayo kita lihat saja, siapa yang akan menjadi pemenang dalam misi kali ini," Daniel segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
*Seek, sreek!!
Baron menyeringai ketika mendengar suara derap langkah mendekatinya.
"Bersiaplah, sepertinya rencana kita berhasil," ucap lelaki itu segera mengakhiri siaran langsungnya.
Ia segera mengambil Kerambit dan memasangnya di kedua tangannya. Begitupun dengan Refan, ketua Cobra Hitam itu segera memakai baju kebesarannya dan bergabung bersama Baron.
"Mari kita Perlihatkan kepada dunia kalau Cobra Hitam itu masih ada," ucap Refan kemudian melangkah keluar menyambut kedatangan musuh-musuhnya.
*Buughh!!
*Wushhh!!!
Refan segera menyambut kedatangan musuh-musuhnya dengan pukulan Kerambit yang seketika melumpuhkan lawan-lawannya.
Hanya dalam waktu singkat Refan dan anak buahnya segera melumpuhkan semua musuh-musuhnya dengan mudah.
"Gila!, mereka menyiarkan penyerangan di markas mereka secara live!" seru Bisma kebakaran jenggot
"Bagaimana jika anak buah mu membuka mulutnya?" tanya Bisma
"Tidak mungkin, tidak akan ada satupun anak buah ku yang akan berani membuka suaranya," jawab Daniel meradang
"Bagaimana dengan virusnya?" tanya Daniel kepada seorang ahli IT
"Sepertinya hanya yang membuat virus ini yang punya penawarnya," jawab lelaki itu
"Apa sesulit itu membersihkan virus Valentine?"
"Ini adalah virus yang kompleks dan hanya bisa di retas oleh hacker terbaik di Indonesia," jawab lelaki itu
"Apa kau mengenalnya?" tanya Daniel berbinar-binar
"Tentu saja, semua hacker di ibukota pasti mengenalnya,"
"Kalau begitu beritahukan padaku dimana aku harus menghubunginya," sahut Daniel
Lelaki itu kemudian memberikan nomor ponsel kepada Daniel.
"Terimakasih,"
Malam itu Daniel sengaja mengundang sang hacker di sebuah cafe tak jauh dari DM Company.
Lelaki itu terlihat tak sabar menunggu kedatangan sang tamu hingga berkali-kali melirik kearah jam tangannya.
"Apa memang kebiasaan orang Indonesia yang selalu datang terlambat??" gerutunya setelah menunggu selama setengah jam
Tidak lama seorang pemuda dengan gaya casual menghampirinya dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Selamat malam Tuan Daniel," sapanya sembari mengulurkan tangannya.
"Selamat malam, silakan duduk," jawab Daniel mempersilakannya duduk
Lelaki itu kemudian membuka kacamata hitamnya dan menatap lekat pria di depannya.
"Kau!!!!" seru Daniel begitu terkejut melihat Baron ada di depannya.
"Kenapa anda begitu kaget, apà aku terlihat menakutkan seperti malaikat pencabut nyawa?" tanyanya menertawakan ekspresi wajah Daniel
"Apa kau benar seorang hacker??" tanya Daniel ragu-ragu
Baron kemudian memberikan kartu nama kepadanya.
"Silakan kau check saja nama itu, dan ini KTP ku," jawab Baron memberikan Kartu penduduknya kepada Daniel.
"Aku bukanlah seorang penipu, ataupun pengecut yang selalu menggunakan identitas orang lain untuk menutupi kejahatannya," sindir Baron
"Barry Likumahuwa??" Daniel mengernyitkan keningnya menetap Baron
"Itu nama asliku dan aku masih satu marga dengan polisi yang kau bunuh Gilbert Likumahuwa," imbuhnya
"Kenapa kau malah membicarakan hal lain, bukankah tujuan kita bertemu di sini untuk membahas Virus yang menyerang semua perangkat lunak komputer di kantor ku?" ucap Daniel mengalihkan pembicaraan mereka
"Aku punya penawarnya, namun ada harga yang harus kau bayar jika kau ingin mendapatkan anti virus itu," jawab Baron
"Katakan saja berapa yang kau mau aku pasti akan membayarnya," jawab Baron enteng
Lelaki itu kemudian menyodorkan sebuah cek kosong kepadanya.
"Isi saja, berapapun yang kau mau," tegasnya lagi
"Aku tidak butuh uangmu Daniel, tapi aku ingin menukar anti virus ini dengan beberapa pertanyaan?" jawab Baron
"Katakanlah apa yang ingin kau tanyakan dariku?" tantang Daniel
Akhirnya, kau masuk perangkap juga.
Baron kemudian menyalakan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video kepada Daniel.
Mendadak wajah Daniel berubah merah padam setelah melihat video itu, ia mengepalkan tangannya dan menatap tajam kearah Baron dengan mata berapi-api.
"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Daniel menyembunyikan kemarahannya
"Aku hanya penasaran, kenapa kau selalu memakai nama lansia itu untuk menyembunyikan identitas mu, apa kau sengaja melakukannya agar kejahatan mu tak terendus oleh kepolisian?" ucap Baron sembari membaca ekspresi wajah Daniel.
"Apa yang kau maksud, aku sungguh tidak tahu kenapa kau bertanya seperti itu. Lagipula aku tidak mengenal wanita itu lalu untuk apa aku memakai namanya," jawab Daniel begitu tenang
Kau boleh saja menutupi kejahatan mu, tapi kita lihat saja, apa ekspresi mu setelah melihat video selanjutnya.
Baron kemudian memutar video lain dan mempertahankannya kepada Daniel.
Kali ini Daniel tak bisa berkutik saat wanita dalam video itu mengakuinya sebagai anaknya.
"Apa dia benar-benar ibumu??" tanya Baron berusaha meyakinkan Daniel yang sudah berkaca-kaca, setelah melihat video itu.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya, katakan padaku dan jangan berbelit-belit?" tanya Daniel penuh penekanan.
"Aku ingin kau mengakui semua perbuatan jahatmu. Pertama kau telah membunuh Gilbert, dan memalsukan kematiannya menjadi bunuh diri. Kau juga yang sudah menyerang markas Cobra Hitam dan memerintahkan semua gengster untuk menyerang Wastu Ares,"
"Kau benar aku memanglah pelakunya, tapi apa kau bisa membawaku ke penjara dengan bermodalkan pernyataan ku saja. Ingat anak muda kau harus punya cukup bukti untuk menyeret ku ke jeruji besi. Sekarang aku sudah menjawab pertanyaan mu, jadi sekarang berikan anti virusnya," jawab Daniel menyeringai