My Immortal

My Immortal
Perisai



"Halo...."


Iwa berusaha melepaskan ikatan tangannya begitu ketua Geng Kalajengking meninggalkannya.


Ia segera bersembunyi di balik pintu saat Harry kembali ke ruangannya.


Assisten pribadi Daniel sekaligus ketua Geng Kalajengking itu begitu terkejut saat kembali dan melihat Iwa tidak ada di ruangan itu.


"Anj*ng!!!, kemana bajing*n itu!!" teriaknya membuat semua anak buahnya segera memasuki ruangan itu.


"Aku yakin dia masih belum jauh dari sini, cari dia dan penggal kepalanya!" serunya dengan suara lantang.


Saat semua anak buahnya pergi meninggalkan ruangan itu, tiba-tiba Iwa muncul dan mengalungkan Kerambit di lehernya.


"Anj*ng, bagaimana bisa kau muncul tiba-tiba seperti setan," umpatnya


"Kau tahu kenapa aku selalu lolos dari maut??" bisik Iwa


"Aku tidak percaya kau memiliki seribu nyawa seperti yang ku dengar," sahut lelaki itu


"Karena aku adalah Dewa Gede Kebo Iwa yang terlahir untuk melindungi tanah airku dari manusia laknat seperti kalian. Dan aku tidak pernah bisa membiarkan orang-orang jahat seperti kalian hidup di muka bumi ini," jawab Iwa kemudian menyayat lelaki itu hingga jatuh terkulai di lantai.


Iwa segera berlari meninggalkan ruangan itu, namun anggota geng Kalajengking langsung menghadangnya.


Tak ada pilihan lain bagi Iwa selain melawan para anggota geng itu.


Dengan Kerambit di tangannya pemuda itu berhasil menjatuhkan musuh-musuhnya satu persatu.


Ia tahu jika kemenangan baginya sangat mustahil mengingat dirinya berada di markas lawan seorang diri.


Pemuda itu sengaja menggunakan taktik bertahan mengingat dirinya kalah jumlah dengan musuh yang dihadapinya.


Dengan pertahanan yang kuat dan kemampuan beladiri yang mumpuni Iwa berhasil melumpuhkan separuh anggota geng Kalajengking.


Tak mungkin bagiku menghadapi ratusan musuh di sarangnya sendirian, sebaiknya aku harus mencari cara untuk bisa melarikan diri dari tempat ini,


Melihat ada celah Iwa segera melarikan diri dari markas besar Kalajengking. Ia menghentikan langkahnya saat puluhan anggota geng kalajengking lain berdatangan dan mengepungnya. Pemuda itu menghela nafas untuk mencari cara meloloskan diri dari kepungan lawan. Senyumnya mengembang ketika melihat jendela kaca di sebelahnya, tanpa basa-basi ia segera melompat menerjang kaca itu untuk melarikan diri dari sergapan lawan.


Iwa merasakan tubuhnya begitu remuk saat terjatuh dari ketinggian, ia segera bangun dan berlari menghindari kejaran musuh.


Suara tembakan membuat Iwa harus berlindung di belakang mobil yang terparkir di halaman markas Kalajengking.


Ia berusaha masuk kedalam mobil itu agar bisa kabur, namun sayangnya mobil-mobil itu terkunci.


"Sial!!" pekiknya begitu geram.


Ia tidak bisa berlari bebas karena musuh memegang senjata api di tangannya. Salah langkah saja Iwa bisa mati terkena timah panas itu.


Jika kau terjebak maka hanya ada satu jalan keluar, lawan.


Iwa sengaja menggembosi semua ban mobil yang ada di parkiran itu dan merayap mendekati sebuah motor yang ada di ujung parkiran.


Ia menyunggingkan senyumnya saat melihat kunci motor itu masih tergantung di sana.


Ia segera membuka tangki bensin motor itu dan menyiramnya di parkiran mobil.


Suara letusan senjata api membuat Iwa segera segera menggulingkan tubuhnya ke samping dan bersembunyi dibelakang mobil.


Ia merogoh celananya mencari-cari korek api.


"Sialan, dimana korek api itu!!" Ia begitu panik saat anggota geng Kalajengking semakin mendekat kearahnya.


Saat para gengster itu menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan kepadanya, jemarinya menyentuh sebuah benda kecil di ujung saku celananya.


Tanpa berpikir panjang Iwa segera mengambil korek api itu dan menyalakannya. Ia kemudian melemparkannya tepat saat para gangster itu melepaskan tembakan kearahnya.


Kobaran Api yang begitu besar membuat para gengster kesulitan mengejar Iwa. Mereka justru sibuk menyelamatkan diri. Saat kekacauan dimulai Iwa segera meluncur meninggalkan markas Geng Kalajengking.


**********


"Dasar brengsek, kau bilang sudah menghancurkan ponselnya, lalu bagaimana bisa video itu bisa beredar!" hardik Daniel memarahi anak buahnya.


"Mungkin dia menguploadnya sebelum kita menyergapnya Bos,"


"Ah, kalian memang tidak becus. Sekarang tangkap segera jalankan rencana ke tiga." ucap Daniel dengan kilatan kemarahan di matanya


"Aku tidak mau tahu, kali ini kalian harus berhasil. Aku tidak mau menerima kekalahan lagi, sebentar lagi pasti polisi akan menangkap ku jadi lakukan yang terbaik," imbuhnya


Seperti prediksi Daniel, tidak lama polisi datang dan menangkapnya.


Bisma merasa begitu senang saat melihat Daniel di masukan kedalam sel tahanan.


"Syukurlah, akhirnya kebenaran terungkap juga," ucap Bisma menyambut kedatangan sahabatnya itu.


"Hmm, jangan bangga dulu sobat, aku mungkin tak akan lama disini. Berbeda denganmu yang harus mendekam lama untuk mempertanggung semua kesalahan yang telah engkau perbuat," bisik Daniel menepuk pundak Bisma


Bisma tersenyum simpul mendengar ucapan Daniel.


"Tetap saja aku merasa bahagia karena usahaku tidak sia-sia, tetaplah waspada karena sesuatu yang lebih besar sudah mengintai mu," sahut Bisma


"Kita lihat saja sobat," jawab Daniel dingin


Di kantor pusat DM Company.


"Siapa yang berani meng-upload video itu?" tanya istri Daniel


Seorang ahli IT segera memberikan nama akun dan nomor ponsel yang mengirim video pernyataan Melanie.


"Siapapun dia, aku sangat suka dengan keberaniannya. Cari pemuda itu dan bawa kehadapan ku,"


"Baik nyonya,"


***************


Setibanya di Wastu Ares Iwa segera berganti pakaian dan bergegas menuju kantor PE Corporation.


Setibanya di kantor, Leona segera menyambut kedatangan dengan setumpuk dokumen di tangannya.


"Hari ini harga saham kita kembali anjlok Tuan, sebaiknya lupakan agenda anda untuk menyelesaikan kasus Daniel. Sebaiknya anda Fokus dulu ke perusahaan," ucap wanita itu


"Baiklah, lagipula masalah Daniel sudah selesai jadi aku bisa fokus meningkatkan penjualan produk kita untuk memicu pergerakan harga saham perusahaan," jawab Iwa


"Syukurlah kalau anda paham, silakan dibaca dokumen-dokumen itu kemudian tanda tangani."


"Ok,"


Saat Iwa tengah sibuk dengan pekerjaannya, Amy terlihat begitu ketakutan saat beberapa orang preman terus membuntutinya.


Ia berusaha menghubungi Adrian, namun pemuda itu tak kunjung mengangkat ponselnya.


"Ayo angkat Rey!" ucapnya penuh harap


Ia tak putus asa dan terus mencoba menghubungi kekasihnya itu.


"Tolong aku Rey!!!" serunya saat dua orang lelaki berbadan besar membekap dan menyeretnya menuju ke sebuah mobil jip.


"Kerja bagus!!" ucap seorang wanita saat melihat Amy di markas besar geng Kalajengking.


Wanita itu kemudian membuka lakban yang menutupi mulut Amy.


"Sayang sekali wanita secantik dirimu harus terlibat dalam kasus ini, berdoa saja semoga kekasihmu cepat datang menolong mu atau kau akan mati di tangan ku," ancam wanita itu memainkan pisaunya di wajah Amy.


"Menangislah agar dia segera datang menjemput mu," imbuhnya sembari menusukkan ujung pisaunya ke leher Amy.


Setelah puas merekam wajah ketakutan Amy, wanita itu segera mengirim Video itu kepada Iwa.