
"Mulai sekarang kau tidak perlu lagi menjadi sopir pribadiku, kau juga pewaris sah PE corporation jadi tidak sepantasnya kau menjadi jongos kakakmu sendiri. Mulai besok kau akan berkerja di PE Corporation, aku akan memberikan posisi CEO bagian perencanaan dan pengadaan untukmu, tinggallah di wastu Ares. Biar aku yang akan pergi dari rumahku," ucap Iwa kemudiaan berjalan meninggalkan ruang perawatannya
"Jika aku tinggal di rumahmu lalu kau akan pergi kemana?" tanya Regan lagi
"Dimana pun aku tinggal kau tidak perlu tahu,"
*********
*Tak, tak, tak!!
Amy berjalan mengendap-endap mendekati Adrian yang sedang membaca buku.
Kejutan!!" seru gadis itu menutup mata Adrian
Regan segera melepaskan tangan Amy saat wanita itu menutup matanya.
"Aku bukan Rey," ucap Refan menatapnya
"Refan, kenapa kau ada di sini?" tanya Amy penasaran
"Rey memberikan kamar ini untukku," jawab Refan membuat Amy semakin kebingungan
"Kalau kamar ini untukmu, lalu dia tinggal dimana?" tanya Amy lagi
"Entah," jawab Refan mengangkat bahunya
"Kenapa kau tidak tanya dia tinggal dimana?" kata Amy gusar
"Sudahlah, dia sudah dewasa dia juga bukan orang susah, jadi dimana pun ia tinggal itu pasti tempat terbaik untuknya. Lagipula kau bisa menelponnya?" jawab Refan
"Kau menyebalkan sekali Fan," tukas Amy kemudian meninggalkan kamar itu
Berkali-kali Amy menelpon Adrian, namun ponselnya tidak aktif. Wajah cantik Amy tiba-tiba berubah pias, ia begitu khawatir dengan Adrian.
Dimana pun kau berada, jangan lupa makan ya Rey,
Di sebuah warteg tepi jalan, Iwa terlihat begitu lahap menikmati makanannya.
"Masse ngelih opo doyan, kok akeh temen mangane, wis telung piring masih nambah maning, ish...ish!" ucap seorang wanita pelayan warteg dengan logat Tegalnya yang begitu medok.
"Tambah lagi Bu?" ucap Iwa memberikan piringnya
"Nambah maning?" jawab wanita itu menepuk keningnya
Iwa hanya mengangguk sambil tersenyum menatapnya. Iwa kembali menyantap makanan ke limanya dengan lahap.
"Berapa bu?" tanya lelaki itu setelah selesai makan
"Tujuh puluh lima ribu," jawab wanita itu
Iwa segera memberikan selembar uang ratusan ribu padanya.
"Susuke mas," kata wanita itu memberikan kembalian padanya
"Ambil aja Bu,"
"Ya ampun masse baik temen ya, matur nuwun mas,"
"Sama-sama," jawab Iwa berjalan meninggalkan tempat itu.
Iwa menghentikan langkahnya saat merasa seseorang mengikutinya. Ia membalikkan badannya dan menoleh ke belakang memastikan siapa yang terus mengikutinya.
*Dap, dap, dap!
Ia berjalan pelan dan menarik seorang lelaki yang bersembunyi dibalik tembok.
"Siapa kau, kenapa kau mengikuti ku?" tanya Iwa menarik kerah bajunya
"A...a...aku laper," jawab lelaki itu terbata-bata
Iwa segera melepaskan lelaki itu dan memberikannya selembar uang ratusan ribu.
"Terimakasih," jawab lelaki itu kemudian berlari meninggalkannya.
Iwa kembali berjalan menuju apartemennya, ia segera merebahkan tubuhnya keatas kasur setelah tiba di kediamannya.
"Kenapa hidupku begitu rumit, apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucapnya
************
Kantor Pusat PE corporation.
*Braakkk!!
Bisma begitu geram saat mengetahui bahwa Adrian memberikan posisi CEO Eksekutif kepada Refan.
"Apa-apaan ini, apa dia pikir dia bisa seenaknya sendiri mengangkat seorang CEO tanpa persetujuan dewan direksi ataupun pemegang saham!" tukas Bisma membanting semua file di atas meja kerjanya.
Lelaki itu segera keluar dari ruangannya dan menuju ruang kerja Adrian.
Ia segera keluar dan mencoba menghubungi keponakannya itu.
"Dimana kamu?" tanyanya dengan nada tinggi
"Aku ada di ruang rapat direksi," jawab Iwa
Bisma segera mematikan ponselnya dan bergegas menuju ruang rapat.
*Brakkkk!!
Semua orang seketika menatap kearah Bisma yang datang dengan wajah penuh emosi.
"Baiklah, Karena semuanya sudah hadir, maka kita mulai saja rapat hari ini," ucap Iwa begitu santai.
Ia kemudian mempersilakan Refan untuk segera memperkenalkan diri kepada Dewan Direksi.
"Perkenalkan dia adikku Refan, mulai hari ini dia akan menjabat sebagai CEO bagian Perencanaan dan Pengadaan menggantikan Paman Bisma, karena beliau akan menjabat sebagai direksi PE FOOD," ucap Iwa
"Silakan perkenalkan dirimu, agar semua Direksi dan para pemegang saham mengenal dirimu, jangan lupa sampaikan juga visi dan misi mu," imbuhnya
"Perkenalkan Saya Refan Aditya Prawiro, mulai hari ini saya akan mengemban tugas sebagai CEO Bagian Perencanaan dan Pengadaan, mohon bimbingannya," ucap lelaki itu
"Bagaimana bisa seorang sopir yang hanya lulusan SMA bisa menjabat sebagai seorang CEO, yang benar saja. Bisa hancur perusahaan ini kalau di pimpin oleh seseorang seperti itu," cibir salah seorang direksi
Seketika senyum Bisma mengambang setelah mendengar ucapan itu.
"Sebelum perusahaan ini hancur, lebih baik kalian segera menjual saham kalian atau kalian akan kehilangan aset kalian," tukas Bisma dengan tatapan mengintimidasi kedua kakak beradik itu.
"Tidak perlu terburu-buru paman, meskipun aku seorang sopir aku bisa membuktikan kepada kalian bahwa aku bisa memajukan perusahaan ini dibawah kepemimpinan ku." sahut Refan mencoba meyakinkan Dewan Direksi
"Tapi mana bisa seorang lulusan SMA menghandle perusahaan besar seperti PE corporation, ingat nak...ini perusahaan besar bersekala internasional, bukan perusahaan kaleng-kaleng,"
"Jika kalian menginginkan seorang pemimpin lulusan Universitas ternama, apa Ijasah dari Monash University ini cukup untuk membuat kalian percaya padaku?" tanya Refan memamerkan ijazahnya.
Semua orang yang hadir di sana seketika tercengang melihat Ijazah Refan.
"Wah tidak ku sangka anak assisten rumah tangga itu, lulusan Universitas ternama di luar negeri," umpat salah seorang dari mereka
Inilah yang merusak kinerja perusahaan pribumi, mereka lebih mementingkan selembar kertas bernama Ijazah daripada skill seseorang dalam merekrut karyawan.
Iwa kemudian meninggalkan ruangan itu dengan senyuman sinis.
"Sial, bagaimana bisa dia mengacak-acak PE Corporation dan menjadikan anak haram itu sebagai CEO menggantikan posisi ku!!" seru Bisma begitu geram
"Tenanglah, kita bisa mengatasinya nanti," jawab Daniel
"Bagaimana aku bisa tenang, jika semuanya tiba-tiba kacau seperti saat ini. Kau tahukan siapa Kartika, dia itu ular...ular berbisa yang siap mematuk siapapun yang berusaha menghalangi jalannya."
"Kenapa kau harus takut menghadapi seorang wanita seperti dia, kau masih punya aku yang selalu mendukungmu, so don't worry bro," sahut Daniel
"Kau berkata seperti itu karena belum tahu siapa dia. Sekarang musuh kita bukan hanya Adrian tapi juga Kartika. Kita harus berjuang lebih keras untuk menyingkirkan mereka berdua agar bisa memiliki PE Corporation seutuhnya," tukas Bisma
"Aku tahu siapa Kartika, tentu saja aku tahu siapa dia. Kau benar...kita memang tidak bisa meremehkan wanita itu. Keberhasilannya membawa anak haram itu menjadi CEO PE Corporation tidak bisa diragukan lagi. Bahkan bocah itu sudah mempercayakan posisi strategis padanya."
*********
*Tak, tak, tak!
Seorang wanita cantik berjalan memasuki lobby kantor pusat PE corporation. Semua mata tak berkedip menatapnya, membuat wanita itu tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya kepada siapapun yang di temuinya.
"Haish, ada apa ini, kenapa semua orang menatapku seperti itu, apa ada yang salah pada diriku," Amy menghentikan langkahnya dan segera mengeluarkan cermin kecil dari tasnya.
"Sepertinya make up ku gak tebel, dan lipstik ku juga gak terlalu mencolok. Ah... memang orang-orang itu tak biasa melihat wanita cantik makanya semua terpesona melihat kecantikan ku, hahahaha!" ucap wanita itu tersipu
Ia kembali melangkahkan kakinya menuju ke lift.
"Permisi!" serunya mencoba memasuki lift yang sudah penuh itu.
*Ting!!
Amy segera melangkah keluar saat pintu lift terbuka di lantai tujuh.
Karena terburu-buru gadis itu tak melihat papan pemberitahuan lantai licin di depannya. Ia terus melangkah hingga ia terpeleset dan hampir jatuh ke lantai.
"Aaaaa!!"
*Grep!!!
Seorang pria yang melintas di depannya segera menangkap tubuhnya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya lelaki itu tersenyum padanya
"Kau???" jawab Amy terkejut melihat siapa yang menolongnya.
Sementara itu Iwa menatap keduanya dari kejauhan dengan tatapan penuh kecemburuan.
Kau boleh mengambil apapun dariku, tapi tidak dengan Dinda Prameswari?.