My Immortal

My Immortal
Amarah Iwa



Bisma segera mengeluarkan pistolnya dan menodongkan kearah Amy saat gadis itu sibuk melakukan Video Call dengan Iwa.


"Ayah??" seketika senyumnya memudar saat melihat Bisma menodongkan pistol kepadanya


Ia membalikkan badannya dan dengan cepat Bisma langsung membekapnya.


"Dasar brengsek, apa yang aka kau lakukan padanya," ucap Iwa meradang


"Kalau kau ingin dia selamat, cepat datang ke rumahku sekarang!" sahut Bisma


"Baiklah, aku akan segera kesana!" Iwa segera mematikan ponselnya dan bergegas pergi


"Kau mau kemana Rey??" tanya Baron menghentikannya


"Aku harus menyelamatkan Amy," sahut Iwa


"Kalau begitu aku ikut,"


"Jangan, aku takut ini jebakan. Sebaiknya kau bantu aku untuk mengungkap kejahatan Bisma dan melaporkannya ke polisi. Semua data-datanya ada di laptop ku," ucap Iwa kemudian meluncur menggunakan sepeda motornya.


Baron segera menuju kamar Adrian dan membuka laptopnya.


Pemuda itu kemudian mencari informasi tentang siapa Bisma dan hubungannya dengan Leona.


Aku penasaran, bagaimana bisa Leona bekerjasama dengan Bisma. Padahal selama ini Rey memperlakukannya dengan baik. Sejak kapan Lea berubah menjadi sosok wanita sadis,


Baron terus berselancar di dunia Maya untuk mencari semua informasi tentang Leona dan juga Bisma.


Setibanya di Kediaman Bisma beberapa anak buah lelaki itu sudah menghadangnya di depan pintu gerbang.


*Buuggghhh!!


Iwa jatuh tersungkur dari sepeda motornya saat anak Buah Bisma memukul punggungnya dengan balok kayu.


Ia segera mendorong lelaki yang menyerangnya dan menendangnya hingga ia terhempas menghantam rekan-rekannya.


Iwa segera segera melepaskan pukulannya menjatuhkan satu per anak buah Bisma.


Melihat anak buahnya berjatuhan satu persatu membuat Bisma geram dan segera menarik pelatuk pistolnya.


"Berhenti atau aku akan memecahkan kepalanya!" ancam Bisma


Iwa segera berhenti menyerang anak buah Bisma dan meletakkan tangannya diatas kepala.


*Buuggghhh!!!


Iwa kembali tersungkur setelah anak buah Bisma kembali menghantamnya dengan balok kayu.


Beberapa menit kemudian saat Iwa membuka matanya ia mendapati dirinya berada di tepi Roof top gedung pencakar langit.


"Apa yang kau inginkan Paman?" tanya Iwa tanpa rasa takut sedikitpun


"Aku ingin kau memberikan semua warisan ayahmu padaku. Aku tahu kau tidak suka berbisnis bukan, so biarkan aku yang akan menjalankan PE Corporation mulai sekarang," ucap lelaki itu tersenyum sinis


"Aku tidak masalah memberikan semuanya padamu, tapi lepaskan dulu Amy," sahut Iwa


"Hahahaha, apa kau benar-benar menyukai anak gembel ini!" seru Bisma menjambak rambut Amy


"Kenapa kau memperlakukan putrimu seperti itu, bukankah dia darah daging mu sendiri jadi kenapa kau merisaknya?" tanya Iwa


"Asal kau tahu, dia bukan putriku. Selama ini aku sengaja merawatnya dengan penuh kasih sayang khusus untuk hari ini. Aku sengaja mendekatkan kalian agar aku bisa mudah menekan mu," sahut Bisma


"Dasar iblis, bahkan binatang tahu bagaimana memperlakukan anak angkatnya, tapi kau sengaja menjadikannya sebagai umpan untuk kepentingan bisnis mu," ucap Iwa


"Jangan banyak bac*t, sekarang cepat tanda tangani surat pernyataan ini," ujar Bisma


"Lepaskan dulu ikatan ku, baru aku akan menandatanganinya," sahut Iwa dengan enteng


Bisma kemudian memerintahkan anak buahnya untuk melepas ikatan tangannya.


"Jangan macam-macam Rey, atau aku akan mendorong kursi mu hingga kau jatuh seperti beberapa bulan lalu," ancam Bisma


"Santai aja paman, aku bukan seorang pecundang seperti dirimu. Seorang kesatria tidak akan berbuat sesuatu yang bisa merugikan dirinya dan orang lain." sahut Iwa kemudian mengambil pena dari tangan Bisma


Bisma yang selalu waspada masih menyandera Amy dengan pistolnya. Lelaki itu seakan tahu pasti jika ia dan anak buahnya tidak akan bisa menang melawan Adrian.


Saat melihat Iwa mulai menandatangani surat pernyataan itu, lelaki itu mulai sedikit melonggarkan cengkramannya.


Melihat Bisma mulai melunak membuat Iwa segera melemparkan pena yang di tangannya hingga mengenai netra Bisma.


Ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan segera melepaskan tendangan kearahnya hingga lelaki itu tersungkur.


Amy segera berlari dan berlindung dibelakangnya, saat anak buah Bisma mengepungnya.


Dengan kemampuan bela dirinya Iwa dengan mudah melumpuhkan anak buah Bisma dengan cepat membuat lelaki paruh baya itu ketakutan.


Bisma menyeringai saat Bridav dan anak buahnya datang menghampirinya.


Bridav segera memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Iwa.


Saat Iwa tengah bertarung menghadapi para algojo Bridav, lelaki itu segera menjambak rambut Amy dan menyeretnya.


"Aarrgghh, Rey tolong aku!" seru Amy berteriak kesakitan.


"Berhenti, atau aku akan membunuhnya," ujar Bridav saat Iwa berhasil melumpuhkan Leona dan kawan-kawannya.


Seketika Iwa langsung berhenti dan meletakkan balok kayunya. Melihat Iwa menyerah Leona langsung memukuli pemuda itu dengan balok kayu.


Wanita itu kemudian membuka helmnya dan melepaskannya pukulannya bertubi-tubi kearahnya hingga Iwa terkapar di tanah.


"Bunuh dia, lagipula aku sangat membencinya karena dia adalah anak musuhku," ujar Bisma berjalan menghampirinya.


Bridav mengangguk dan menyeringai mendengar perintah Bisma.


********


Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.


"Tidak mungkin!!" seru Daniel tak percaya mendengar ucapan anak buahnya.


Lelaki itu segera terduduk lemas di lantai, ia merasakan separuh jiwanya sirna dan dadanya begitu sesak sampai ia harus memukul-mukulkan tangannya untuk menghilangkan rasa sakitnya.


Ia juga kehilangan semangat hidupnya dan seketika mati rasa.


"Tuan, jadi apa yang harus kita lakukan??" tanya anak buahnya


"Lepaskan aku dari sini, aku harus menolongnya. Setidaknya aku harus melihatnya untuk terkahir kalinya," ucap Daniel dengan wajah pias.


"Sepertinya itu sulit Tuan, dan tidak akan pernah bisa." Jawan Pengacaranya pesimis.


Tidak lama kemudian seorang pemuda muncul dan menghampiri mereka.


"Aku bisa membantunya keluar dari," ucap lelaki itu seketika memberikan harapan kepada Daniel.


Lelaki itu berseri-seri dan tersenyum kearahnya.


"Aku berhutang budi padamu dan aku tidak akab pernah melupakannya seumur hidupku," ucapnya lirih.


Daniel merasakan kekuatan dan harapan baru setelah pemuda itu berjanji akan mengeluarkannya dari sel tahanan.


#Roof top Gedung PE Corporation.


"Aaarrrggghhhh!!" Amy berteriak sangat keras saat Bridav menarik rambutnya hingga tercabut dari kulit kepalanya.


Darah segar terlihat menetes dari kepalanya membuat Bridav semakin bersemangat dan menarik kembali rambut gadis itu.


Gadis itu terisak dan begitu kesakitan saat lelaki botak itu kembali merisaknya dengan mencabuti rambutnya.


Wajah Iwa seketika memerah menampakan kemarahan yang luar biasa saat melihat Bridav menyiksa Amy.


Ia mengepalkan tangannya dan matanya berkilat menandakan betapa ia tidak bisa memaafkan perbuatan lelaki itu kepada kekasihnya.


Aku sudah berjanji pada diriku untuk melindunginya dan tak akan ku biarkan seseorang menyentuh apalagi menyakitimu. Meskipun aku harus kehilangan nyawaku,


"Arrrrrghhh!!!" Iwa segera bangkit dan menangkap balok kayu yang mengarah kepadanya kemudian melemparkannya kearah Bridav hingga lelaki itu terjungkal dan melepaskan Amy. Ia kemudian menghajar aatu persatu musuh-musuhnya dan menghempaskannya mereka hingga berjatuhan dari atas gedung.


Lelaki itu benar-benar melampiaskan amarahnya dengan menghabisi semua musuh-musuhnya dengan bengis.


Bridav segera bangun dan mengejar Amy yang berusaha melarikan diri.


"Aaarrrggghhhh!!" seru Amy saat lelaki itu berhasil menangkapnya.


"Rey, tolong aku!" serunya membuat Bridav langsung menyumbat mulutnya dengan tangannya.


"Hiaaat!!" Iwa melepaskan tendangannya kearah Baridav hingga lelaki itu jatuh terjerembab ke lantai.


*Dor!!!


Seketika Amy jatuh tersungkur sembari memegangi dadanya yang terkena tembakan.


Dengan tangan gemetar Amy berusaha menutup lukanya untuk menghentikan perdarahan yang tak kunjung berhenti.


"Bukan aku yang membunuh Amy, tapi kamu Rey...kamu yang sudah membunuhnya. Kamu yang memaksaku untuk membunuhnya jadu salahkanlah dirimu sendiri!" celoteh Bisma


"Dasar Iblis!" seru Iwa meradang


"Hahahaha, sekarang kau sudah tahu siapa aku bukan jadi bersiaplah menyusul kedua orang tua mu ke Neraka!" seru Bisma kemudian membidikknya.


*Dor!!!


*Bruugghh!!!