My Immortal

My Immortal
Melawan Arus



*Wuuushhh!!!


Saat semua motor melaju dengan kecepatan tinggi. Regan terlihat begitu bersemangat saat berhasil menduduki posisi pertama disusul oleh Sean dan pembalap lain di belakangnya.


Balapan berjalan mulus sesuai yang direncanakan oleh Refan. Di saat semua penonton sedang menggila dan berteriak histeris menyemangati Refan, tiba-tiba suasana lomba menjadi sedikit kacau.


Di lap kedelapan, persaingan mulai terlihat antara para pembalap. Suasana menjadi semakin panas dan tegang saat seorang pembalap mulai bermain kasar saat menyingkirkan pembalap lain dengan menendangnya hingga terjungkal dari arena balap.


Ambisi untuk menjadi juara membuat semua pembalap kini mulai memakai segala cara untuk mencapai garis finish. Permainan fair play yang diharapkan hanya teori saja, karena pada kenyataannya tak sedikit pembalap yang melakukan trik kotor hanya untuk mencapai garis finish.


Sementara itu Harry membisikkan sesuatu kepada Daniel membuat lelaki itu langsung mengerutkan alisnya.


"Sudah kuduga, aku tahu pasti ada yang tidak beres, untuk itulah aku sengaja mempersiapkan rencana kedua. Aku harap mereka akan bersemangat dengan rencana kejutan ini," ucap Daniel menyeringai


Setelah Refan melakukan pengisian bahan bakar dan pengecekan mesin di Pit Stop, ia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan motornya.


"Anj*r, kenapa jadi seperti ini. Pasti ada yang tidak beres," gumamnya sembari terus menyeimbangkan kecepatan motornya.


Saat berada di track menikung, Refan berusaha menyalip Sean yang ada di depannya dengan m-elakukan Cornering


(teknik memacu motor di tikungan dengan memiringkan motor dan menurunkan satu kaki (merebahkan motor).


Alhasil ia berhasil menyalipnya meskipun terjadi gangguan pada motornya setelah melakukan Cornering. Ia merasakan motornya terus bergetar hebat membuat pemuda itu sedikit terganggu saat mengendarai motornya.


*Brakkkkk!!!


Refan kembali di kejutkan saat seorang pembalap lain sengaja menabrak motornya dari belakang.


"Semuanya mulai ga cengli ( bermain tidak fair), baiklah Lo jual gue beli," batin Refan kemudian segera memutar gas motornya dan melakukan stut ( mendorong motor lawan dengan kaki)


"Mampus kau!!"


*Braakkkk!!


Seorang pembalap jatuh tergelincir dan tersingkir dari arena balap.


"Itulah akibatnya kalau kau memancing kemarahan cobra Hitam,"


Refan segera melakukan akselarasi ( menambah kecepatan motor dengan memutar handel gas) saat Sean berusaha menyalipnya di track lurus.


Semua penonton kembali bersorak saat Refan kembali memimpin jalannya pertandingan.


Saat tinggal dua lap terakhir suasana semakin memanas, Sean yang biasa bermain cantik tiba-tiba berubah menjadi sosok yang brutal dan penuh ambisi.


Ia sengaja melakukan stut saat di track tikungan tajam. Pemuda itu sengaja melepaskan tendangan kearah Refan hingga membuat Refan kehilangan keseimbangan. Saat itulah ia segera menabrak motor Refan


hingga motor Refan terpelanting dan hampir tertabrak motor dibelakangnya yang melaju kencang.


Daniel tersenyum bahagia saat melihat motor Refan tergelincir. Lelaki itu segera menuju bandar Judi dan mengubah taruhannya.


"Aku mempertaruhkan semuanya untuk kekalahan Ifan," ucapnya menyeringai.


Baron yang terus mengawasi gerak-gerik Daniel segera menghampiri Iwa dan membisikkan sesuatu padanya.


"Sepertinya Daniel sengaja membalikkan keadaan," bisik Baron


"Apa dia menginginkan kekalahan Refan sekarang??" tanya Iwa


"Benar, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres sehingga membuat rencana kita berantakan," sahut Baron


"Tapi bukankah memang seharusnya Refan kalah kan di pertandingan ini agar kita bisa memenangkan taruhan di meja judi,"


"Itulah masalahnya, sepertinya Daniel tahu rencana kita sehingga ia sengaja merubah taruhannya," jawab Baron


"Coba jelaskan lebih detail agar aku lebih paham lagi," desak Iwa


"Kalau begitu kita harus bergerak sekarang, jangan biarkan musuh menginjak-injak harga diri kita. Kita harus berani melawan arus saat banjir bandang menyerang. Kita tunjukkan kepada lawan kita bahwa kita bukanlah seorang pecundang," Iwa segera beranjak dari duduknya dan menuju bandar Judi.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan??" tanya sang Bandar dengan senyum mengembang


"Aku ingin merubah taruhan ku," jawab Iwa kemudian mengeluarkan cek dari tasnya.


"Sial, kenapa malam ini semua orang merubah taruhannya. Sebenarnya apa yang terjadi sehingga mereka mudah sekali merubah taruhannya," ucap lelaki itu dongkol


"Itu karena mereka sedang menunggu harta Karun yang akan segera keluar dari tempat ini," jawab Iwa enteng


Pemuda itu kemudian segera menuju Pit stop dan menemui Refan yang sedang melakukan pengecekan mesin motornya.


"Kali ini kau harus memenangkan pertandingan Fan, musuh sudah tahu jika kau berencana untuk kalah dalam perlombaan ini. Aku yakin kau masih bisa mengejar ketertinggalan mu di lap terakhir. Mari kita tunjukkan kepada bedebah Daniel bahwa kitalah yang terbaik," ucap Iwa menyemangatinya.


Selesai mengecek kondisi motornya Refan kembali lagi ke sirkuit. Ia kemudian kembali ke area balapan dan kembali mengejar ketinggalannya. Refan menambah kecepatan motornya dan melesat meninggalkan lawan-lawannya.


Seperti mendapat energi baru Refan terus melakukan akselarasi untuk menyalip lawan-lawannya. Ia sengaja mengurangi kecepatannya saat di tikungan tajam, ia sengaja melakukan deselerasi untuk mengecoh Sean yang sudah bersiap melakukan stut kepadanya.


Ia kembali melesat saat berada di track lurus dan sengaja melakukan manuver membuat Sean terkejut dan mengurangi kecepatannya.


Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Refan, ia segera memutar handel gas motornya dan melesat meninggalkan Sean menuju garis Finish.


"Yeay!!!" Iwa berteriak histeris melihat Refan berhasil memenangkan pertandingan.


Daniel yang merasa kecewa dengan kekalahan Sean segera mengambil pistolnya dan mengarahkannya kepada Refan yang masih melakukan selebrasi di arena balap.


*Buughh!!


Iwa segera melepaskan tendangan keras kearah Daniel membuat pistolnya terlepas dari tangannya.


*Dor!!


Semua orang yang ada di Tribun VIP segera menjerit ketakutan dan berhamburan keluar setelah mendengar suara tembakan.


Melihat Daniel diserang membuat Harry segera meminta bantuan anak buah Kalajengking untuk menghadapi Iwa dan Baron.


Melihat suasana tribun menjadi arena pertempuran membuat Refan tak tinggal diam, ia segera melajukan sepeda motornya dan menabrak semua anggota Kalajengking yang berlari hendak menyerang Baron dan Iwa.


Ia kemudian segera turun dari motornya dan segera bergabung bersama Baron dan Iwa.


"Pakai ini!" seru Refan memberikan sepasang Kerambit kepada Iwa


"Senjata ini, aku sudah tidak asing lagi," sahut Iwa segera memasang Kerambit di telapak tangannya.


Ketiganya kemudian segera melesat menyerang para anggota Kalajengking yang merangsek menyerangnya.


"Karena ini di luar rencana kita, sebaiknya kita mundur saja. Lagipula tidak mungkin kita bisa mengalahkan ratusan anggota Kalajengking di tambah anak buah Daniel. Sebaiknya kita berpencar untuk mengecoh mereka, kita akan bertemu di parkiran VIP," ucap Iwa kemudian segera memisahkan diri dari Refan dan Baron


Lelaki itu seperti seekor singa yang begitu cepat menghabisi musuh-musuhnya hanya dengan satu pukulan.


Iwa segera memancing anggota geng Kalajengking menuju untuk mengikutinya ke parkiran.


Lelaki itu sengaja mengeluarkan sebuah bensin dari bagasi mobilnya dan menyiramnya di area itu.


Setelah melihat para anggota Kalajengking mendekat kearahnya ia segera menyalakan korek dan melemparnya ke atas bensin yang sudah tercecer di tempat itu.


Api dengan cepat menyambar apapun yang ada di dekatnya.


*Duarrr!!


Sebuah Mobil sengaja di ledakan untuk mencegah anggota geng Kalajengking mengejar mereka.


Melihat anggota Kalajengking berjatuhan membuat Iwa segera masuk kedalam mobilnya dan melesat menjemput Refan dan Baron.