
#MY_HUSBAND
#PART_41
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hay Gaeyss ....
Vote+komen ya😁
___________________
🌻Happy reading🌻
Setelah makan malam bersama Zaid, Haliza serta pasutri muda Zhafran dan Aza sedang duduk di sofa yang ada diruang tamu.
Iya, beberapa menit yang lalu keluarga tersebut baru saja menyelesaikan makan malam bersama.
"Khmmm ...!" Zaid sengaja berdehem agar Zhafran dan Aza menoleh padanya dan benar saja pasutri yang sedang asyik bercanda satu sama lain itupun menoleh padanya.
"Kenapa, Yah?" tanya Aza setelah menoleh pada Ayah.
"Tidak apa-apa," ujar Zaid.
"Oh ...!" lirih Aza.
"Aza," panggil Zaid pada Putrinya.
"Hmm ... apa, Yah?" sahut Aza dengan sopan.
"Apa udah berisi?" tanya Zaid membuat Aza menarik satu alisnya keatas bingung mendengar pertanyaan Ayahnya yang dia tidak fahami apa maksud.
"Berisi?" ulang Aza menatap bingung ke Ayahnya.
"Aza, udah isi belum?" tanya Zaid. Namun, Aza tidak konek dengan pertanyaan Ayahnya.
Gadis itu menaikan satu alisnya heran. Melihat putrinya ketidak peka, Zaid tersenyum tipis, sedangkan Zhafran dan Haliza hanya terdiam tidak mau ikut campur.
"Perutnya sudah ada isinya belum?" tanya Zaid masih tidak di mengerti oleh Aza.
Setelah beberapa detik terdiam Aza tertawa. "Iya, isinya nasi, buah, dan lauk yang Aza makan barusan."
Mendengar jawaban sang putri Zaid hanya mampu menepuk keningnya dan menggeleng, sedangkan Zhafran dan Haliza terkekeh geli.
"Maksud Ayah, apa kamu udah hamil," jelas Zaid membuat Aza membulatkan matanya dengan lebar.
"Doain aja, Yah," ujar Zhafran dan Aza langsung menoleh pada suaminya.
"Ayah gak sabar gendong cucu, rekan-rekan kerja ayah udah pada punya cucu, tinggal ayah yang belum," ujar Zaid.
"Ayah udah kebelet punya cucu iya?" tanya Aza.
Zaid mengangguk sebagai jawaban.
"Baiklah, Aza akan buatkan cucu untuk Ayah kembar tiga," ujar Aza membuat Zhafran tersedak dengan air liurnya sendiri.
Betapa terkejutnya Zhafran saat mendengar kembar tiga. Jangan sampai itu terjadi, bukannya dia tidak ingin memiliki anak, tapi kembar tiga Zhafran tidak mampu melihat Aza tersiksa mengandung bayi kembar tiga.
"Dek, itu terlalu banyak!" bisik Zhafran pada Aza.
"Aza maunya kembar 4, Mas, dua cowok, dua cewek," balas Aza.
"Tapi, Sayan-"
"Ayah tunggu lho, jangan boong, dosa," potong Zaid tersenyum.
Sedangkan Haliza hanya tersenyum. "Emangnya kalian pikir mengandung bayi itu gampang apa."
"Gampang ko, Bun," balas Aza. "Apa lagi ngidam, hmmm."
Aza membayangkan dirinya mengidam dan membuat Zhafran kewalahan menuruti segala keinginannya.
Membayangkannya itu membuat Aza terkekeh geli sedangkan Zhafran sudah gelisah memikirkan keinginan Istrinya yang ingin anak kembar tiga.
Zhafran pikir jika ingin membuat bayi kembar tiga langsung jadi apa? dasar.
***
"Lu gak usah takut," ujar Azka pada Uswa yang masih berdiri di samping ranjang dimana dirinya berada di atas ranjang menampilkan senyumannya membuat Uswa merinding.
Bagaimana tidak takut, saat ini Azka tidak menggunakan baju dan itu membuat Uswa berpikir dua kali sebelum naik ke atas tempat tidur.
Melihat Uswa tidak menuruti perkataan membuat Azka geram dan langsung menarik Uswa agar gadis itu naik ke atas ranjang.
"Kalo Gue ngomong itu di dengar, jangan cuman diam kaya patung," ujar Azka.
"I-iya!" lirih Uswa terbata-bata.
"Satu lagi, ngomong sama Gue jangan menunduk, kita udah sah, jadi Lu bebas mandang Gue sepuasnya,"
"I-iya!" lirih Uswa.
"Pinter." Tanpa malu, Azka mencium pipi Uswa.
"Lu udah cinta gak sama Gue?" tanya Azka dibalas Uswa menggeleng jujur.
Uswa mengangguk.
"Gue gerah liat Lu pake jilbab," ucap Azka.
Uswa langsung mendongak menatap Azka. "A-apa Uswa harus buka jilbab?"
"Terserah Lu, gue gak maksa, tapi gue pengen Lu buka jilbab, lagi pula kita 'kan udah sah."
Uswa hanya diam.
"Gak usah di buka, kalo Lu keberatan," lanjut Azka.
" ... Sekarang tidurlah, Lu tenang aja, Gue gak akan maksa Lu untuk melakukan ritual malam pertama,"
Uswa mengangguk, satu yang harus dia syukuri dari Azka, karena pria itu tidak memaksanya untuk melakukan hal-hal yang menurut Uswa sangat sulit.
Uswa membalikkan badannya memunggungi Azka, kemudian mematikan lampu dan hanya lampu tidur yang menyala.
"Maafkan Uswa, Ustad Ali!" batin Uswa.
Hanya kata maaf iya dia mampu ucapkan saat mengingat nama Ali.
Tanpa Uswa sadari air matanya menetes membasahi bantal yang dia kenakan.
Sedangkan Azka menatap punggung Uswa. Gadis itu menggunakan baju tidur berwana hitam lengang panjang dan longgar.
"Gak baik memunggungi suami seperti itu," ujar Azka menyindir Uswa.
Sedangkan Uswa langsung menghapus air matanya dan mengubah posisinya. "Maaf."
"Peluk Gue, sekarang," perintah Azka.
"T-tapi, Kak Azka gak p-pake b-baju!" lirih Uswa masih didengar jelas oleh Azka.
"Justru itu, Gue kedinginan,"
"P-pake selimut, Kak, biar gak dingin."
"Selimut bernyawa lebih enak." Azka langsung menarik Uswa kedalam dekapannya. "Hmmm, enak."
"Tidurlah, sebelum Gue berubah pikiran."
"Ya Allah, maafkan hamba karena masih memikirkan laki-laki lain yang bukan mahram hamba," batin Uswa.
" ... Maafkan Uswa, kak Azka, Uswa belum bisa mencintai Kak Azka sebagaimana seorang istri yang harus mencintai suaminya," lanjutnya.
Meskipun raga milik Azka, tapi hati Uswa tetap milik Ali sampai saat ini.
Cintanya ke pada Ali tidak mudah hilang begitu saja. Uswa sadar ini adalah kesalahan, tapi Dia tidak memiliki kemampuan untuk menghilangkan rasa ini secepat kilat.
Azka tersenyum saat merasakan nafas Uswa sudah beraturan bertanda gadis itu sudah tertidur.
"Gue gak tau, Lu nangis karena apa, tapi Gue akan berusaha membuat Lu selalu bahagia, Uswa."
Azka tau, Istrinya ini meneteskan air mata sejak tadi, dia dapatkan merasakannya.
***
"Oke google, gimana caranya membuat bayi kembar tiga," ujar Aza pada google.
Keinginannya memiliki bayi kembar tiga ternyata bukan hal yang main-main, buktinya sejak tadi gadis itu mencari cara membuat bayi kembar tiga.
Mendengar pertanyaan Istrinya pada Google membuat Zhafran menggeleng tidak percaya.
"Sayang, gak usah cari gituan," ujar Zhafran membuat Aza mengehentikan aksinya.
"Kenapa?" tanya Aza. "Aza pengen punya anak kembar tiga, pasti lucu."
"Membuatnya aja belum!" lirih Zhafran.
"Iya juga, hahahaha." Tawa Aza pecah saat itu juga.
"Sayang, ketawanya jangan kaya gitu, gak baik," tutur Zhafran.
"Gak apa-apa, kamar ini kedap suara, jadi bebas."
"Ayo buat bayi," lanjut Aza membuat Zhafran membulatkan matanya terkejut.
"M-mau melakukannya sekarang?" tanya Zhafran memastikan.
"Iya, Aza 'kan udah lulus, ngapain di tunda-tunda lagi?"
Alasan karena udah lulus bukan alasan utama Aza ingin memiliki bayi dan melakukan tugasnya sebagai seorang istri, tapi gadis itu mendengar ceramah yang ada di YouTube yang mengatakan tugas-tugas sebagai seorang istri.
Dan itu membuat hati Aza terbuka untuk itu, karena dia takut Allah dan malaikat-Nya melaknat dirinya karena tidak melakukan kewajibannya tersebut. Apalagi Zhafran sudah menguraikan keinginan untuk hal tersebut.
"Baiklah, kita solat sunah dulu," ujar Zhafran tersenyum lebar.
"Harus iya?" tanya Aza.
"Iya Sayang, biar Allah ridho."
"Baiklah."
TBC