
#MY_HUSBAND
#PART_28
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hay Gaeyss ....
Vote+komen ya😁
___________________
🌻Happy reading🌻
Uswa menatap bangun mewah tiga lantai di depannya, saking indahnya gadis itu tidak berkedip sama sekali.
"Nak, ayo masuk," ajak Rena.
"T-tapi, Tan, Aku tida-" perkataan Uswa terpotong saat Rena menariknya untuk masuk kedalam.
"Tante tidak mau mendengar penolakan, Nak. Kamu sudah menyelamatkan hidup Tante." Rena manarik tangan Uswa untuk masuk kedalam rumahnya.
Dengan terpaksa Uswa mengikuti Rena yang sudah menariknya kedalam rumah.
Saat sampai kedalam, Uswa kembali terpanah dengan isi rumah tersebut yang ternyata lebih mewah dari luar dan tentunya banyak maid, bukan hanya satu atau dua, tapi Uswa lihat lima maid dan beberapa pria berseragam hitam layaknya bodyguard.
"Duduklah, bibi akan membawakan mu minuman, Tante ke atas dulu," pamit Rena setelah Uswa duduk.
"T-tapi, Tan, Usw-"
"Tante sudah bilang, kalo Tante gak suka ada penolakan."
"B-baik, Tan."
Wanita paruh baya yang bernama Rena itupun naik kelantai atas sedangkan Uswa duduk dengan nyaman di sofa yang empuk.
Tidak lama Uswa duduk, tiba-tiba seorang remaja lewat di hadapannya. Namun, pria remaja itu tidak melihat maupun menyadari kehadiran Uswa, dia hanya meneruskan langkah naik ke lantai atas.
"Kenapa aku seperti perna melihatnya, tapi dimana?" tanya Uswa pada dirinya sendiri.
***
"Kenapa Mas gak cerita sama Aza?" tanya Aza kesal setelah pintu ruangan Zhafran tertutup rapat.
"Maaf Sayang, biar surprise," ujar Zhafran sembari memeluk istrinya.
"Aza gak suka," lirih Aza.
"Adek gak suka Mas mengajar disini?" tanya Zhafran.
"Aza suka, tapi merek-"
"Jangan pikirkan mereka, cukup Adek fokus ama belajar, karena sebentar lagi ujian,"
"Aku ndk bisa fokus kalo Mas Zhafran ada disini,"
"Tapi Mas gak mau Adek pergi sendiri tanpa ada mahramnya,"
"Iya-iya, Aza tau, tapi kalo mereka tau Mas Zhafran suami Aza gimana?" tanya Aza cemas.
"Mereka tidak bakalan tau dek, percaya sama Mas,"
"Aza percaya, tapi kalo mereka tau Mas harus bertanggungjawab,"
"In syaa Allah."
" ... Solat duha yuk," ajak Zhafran.
"Aza kan masih datang bulan, Mas,"
"Astaghfirullah aladzim, Mas lupa, Sayang."
"Mas solat disini aja gak usah solat di mesjid,"
"Kenapa?" tanya Zhafran heran.
"Gak baik untuk Mas,"
Zhafran terkekeh kecil mendengar perkataan Istrinya.
"Iya, Mas akan solat disini aja," ujar Zhafran. "Tapi Adek di sini iya, jangan keluar sampai Mas selesai solat."
"In syaa Allah, Mas."
Zhafran pun keluar untuk mengambil air wudu sebelum melaksanakan solat duha, sedangkan Aza duduk di kursi milik Zhafran yang ada di ruang tersebut.
Sedangkan disisi lain Ali baru saja mengajar dan solat duha, dia langsung pergi ke rumah Kiai Rasyid untuk menemui Umi Halimah sekaligus makan siang.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Umi, Abi," salam Ali pada Kiai Rasyid dan Umi Halimah yang sedang berada di ruang keluarga.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," balas Kiai Rasyid dan Umi Halimah bersamaan.
Ali duduk di sofa setelah menyalami keduanya.
"Nak, makan geh, Umi sudah siapkah di meja makan," ujar Umi Halimah.
"Iya, Umi, bentar."
"Kenapa?" tanya Kiai Rasyid saat melihat raut wajah Ali terlihat sangat lesu.
"Tidak ada, Bi."
"Jangan bohong sama Abi, Abi sudah mengenalmu sejak kecil," ujar Kiai Rasyid.
"Apa Ali cocok dengan Uswa?" tanya Ali tiba-tiba.
"Dia terlalu kecil untukmu," jawab Umi Halimah membuat Ali semakin hilang semangat hidupnya.
"Umi, jangan ngomong gitu,"
"Benar, Mas, Uswa itu masih umur 15 tahun sedangkan Ali udah 25 tahun, jauh banget perbedaannya."
"Cuman 10 tahun, Umi," timpa Ali.
"Saat Uswa 20, kamu sudah 30, astaghfirullah aladzim, nanti di kira Uswa nikah ama bapaknya," canda Umi Halimah.
"Umi gak ngertiin Ali,"
"Tunggu dia umur 17 atau 19 tahun," ujar Kiai Rasyid.
"Kalo sekarang dia masih kecil,"
"Kalo ada yang duluan, gimana?" tanya Ali cemas.
"Berarti bukan jodoh kamu,"
***
Jam 15:00 sore
Zhafran dan Aza baru saja tiba di rumah Zaid. Rencananya selesai solat ashar mereka akan pindah ke apartemen Zhafran.
Pria itu sudah membeli sebuah apartment yang yang dengan sekolah Aza.
Ini keputusan Zhafran bersama Aza, mereka sudah memutuskan untuk tinggal di apartemen satu bulan.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Zhafran dan Aza saat memasuki rumah.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Haliza yang sedang bersantai didepan tivi bersama Kitti, kucing Aza.
"Meong ... meong ...," panggil Aza pada kucingnya.
Mendengar suara majikannya, sang kucing tersebut langsung turun dari pangkuan Haliza dan berlari kearah Aza.
Sedangkan Zhafran langsung menyalami tangan Haliza dengan sopan.
"Ayah belum pulang, Bun?" tanya Zhafran sekedar basa-basi.
"Belum, Nak," jawab Haliza.
" ... Bagaimana hari pertama mengajar, lancar?" lanjut Haliza bertanya.
"Alhamdulillah, lancar, Bun."
"Alhamdulillah, yasudah, kalian ganti baju terus makan, makan sudah siap di meja,"
"Oke, Bun," jawab Aza.
" ... Ayo, Mas."
"Bun, Zhafran ke kamar dulu," pamit Zhafran.
"Iya, Nak."
****
"Mas, mau langsung mandi?" tanya Aza setelah mereka sudah sampai di dalam kamar.
"Iya, Sayang," jawab Zhafran.
"Oke, kalo gitu Aza beres-beres dulu," ujar Gadis itu dengan semangat.
Sebenarnya mereka tidak lapar, karena sebelum pulang mereka singgah ke tempat makan untuk mengisi perut Aza yang sudah demo minta jatah dan akhirnya mereka singgah untuk makan.
Sementara Zhafran sedang melaksanakan ritual mandinya, Aza sibuk dengan barang-barang yang akan mereka bawah ke apartemen.
Setelah beberapa menit, Zhafran pun keluar dari kamar mandi.
KREK ...!
"Adek," panggil Zhafran.
Aza langsung menoleh dan tersenyum. "Iya, Mas."
"Mandi geh," pinta Zhafran.
"Nanti aja, Mas," tolak Aza.
"Ini udah sore loh, dek," ujar Zhafran.
"Baru juga jam tiga," jawab Aza dengan malas.
"Ya udah, tapi harus mandi iya, gak boleh gak," ujar Zhafran.
"Iya, Mas, masa Aza halangan gak mandi,"
"Mas, solat dulu,"
"Siap, Mas Zhafran jangan lupa doain Aza."
"Tanpa Adek minta pun Mas selalu doain."
***
"Assalamu'alaikum warahmatullahi," salam Zhafran ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri solat asarnya.
Setelah salam Zhafran berzikir dan membaca doa.
"Udah selesai?" tanya Zhafran setelah menyelesaikan doanya dan berjalan kearah Aza yang sedang bersantai diatas ranjang.
"Alhamdulillah udah, Mas," jawab Aza sembari meletakkan ponselnya lalu tersenyum.
"Apa ayah udah pulang?" tanya Zhafran.
"Aza juga ndk tau, Mas. Biasanya ayah pulang jam lima sore," jawab Aza.
"Mas punya sesuatu untukmu," ujar Zhafran.
"Apa?" tanya Aza tidak sabar dengan sesuatu itu.
"Bentar, Mas ambil dulu." Zhafran berjalan kearah meja belajar Aza kemudian mengambil sesuatu dalam tas-nya.
Setelah mendapatkan sesuatu itu Zhafran kembali pada tempatnya semula.
"Ini." Zhafran memberikan sebuah buku pada istrinya.
"Buku?" tanya Aza menaikan satu alisnya.
"Iya, Sayang."
"Istri-istri calon penghuni surga dan calon penghuni neraka," ucap Aza saat membaca tulisan yang ada di sampul buku tersebut.
"Ini untuk Aza, Mas?" tanya Aza.
"Iya, Dek, Mas pengen istri Mas ini bisa menjadi bidadari surga." Zhafran mencubit pipi istrinya gemes.
TBC