My Husband

My Husband
Satya or Satria?



HEY KAMU.... IYA KAMU YANG LAGI BACA CERITA INI... JANGAN LUPA LIKE AND COMEN YAH


JADI LAH PEMBACA YANG BAIK


...~β€’.🌾🌱🌿.β€’~...


Hari ini Fauza sudah pulang dan di rawat di rumah, gadis itu tak ingin berlama-lama di rumah sakit karena ia tak nyaman ketika berada di tempat itu.


Di pagi hari yang cerah gadis itu masih terlelap dalam tidurnya denganΒ  seorang pria yang tiduran tepat di samping nya dan menatap wajah nya begitu lekat.


"Eunghhhh..."


Fauza mulai membuka matanya dan kaget saat melihat Satya berada di dekat nya.


"Ihh ngagetin aja deh kak,"


"Gimana keadaan Lo? Masih sakit?" Tanya nya.


"Enggak, udah baik-baik aja kok,"


Lo? Apa apaan ini kenapa jadi seperti ini panggilan nya kepada istrinya sendiri.


"Kak? Ini bukan Lo yah? Pasti Satria ya kan?" Tanya Fauza.


Pria itu pun tersenyum, "Tau dari mana Lo?"


"Udah keliatan sikap nya beda, gw gk papa gausah khawatir gitu," ucap Fauza yang mulai bangkit.


"Mau kemana?"


"Mandi lah kemana lagi, udah Lo di situ aja," ucap Fauza dan langsung berjalan ke kamar mandi.


Gadis itu pun membersihkan dirinya, mandi di pagi hari membuat tubuhnya begitu baik.


"Kak Lo gk mandi?" Tanya Fauza pada Satria.


"Udah, tadi Satya yang mandi dari subuh," ucap nya dan Fauza pun mengangguk.


"Kak Satya kenapa emang nya? Kok dia di gantiin kakak? Emang bisa ganti-gantian gitu yah?" Tanya Fauza yang duduk di ranjang.


"Gw yang maksa masuk, gw khawatir sama Lo makanya gw masuk pas tau Lo abis di sekap," ucap Satria.


"Gw gk papa kok, kak Satya mana yah? Gw ngomong kak," ucap Fauza


Wajah Satria pun langsung berubah seketika, entah kenapa tapi ia merasa tak suka jika Fauza terus menerus menanyakan Satya ketika bersama nya.


"Dia lagi istirahat," jawab Satria.


"Ihh kak gw mau ngomong sama suami gw loh pliss tolong banget," ucap Fauza.


Dan Satria menyadari sesuatu, bahwa dirinya dan Satya adalah dua orang yang berbeda sikap dan semua sifat mereka sangat lah berbeda.


Dan Satya lah yang memiliki hak penuh atas Fauza dan bukan dirinyam.


"Kak? Kok diam? Kenapa?" Tanya Fauza


"Enggak,"


"Sebelum Satya balik gw boleh minta satu hal gak sama Lo, tolong abisin waktu bareng gw, sebentar aja," ucap Satria.


Fauza terdiam entah kenapa ia merasa tak nyaman dengan semua sikap Satria.


"Eumm iya boleh, kita mau ngapain kak?"


"Nonton film boleh, terserah apa pun yang Lo suka aja,"


"Hmm oke kita nonton aja, bentar gw ambilin susu coklat hangat sama cemilan biar tambah lengkap," ucap Fauza dan beranjak kedapur.


"Ehh non lagi nyiapin buat siapa? Sini biar bibik aja," ucap bibik.


"Gausah bik biar saya aja, ini buat saya sama Satria," jawab Fauza.


"Satria?" Kaget bibik


"Iya kenapa emang nya bik? Kok bibik kayak kaget gitu?"


Bibik pun berbisik kepada Fauza, "Dia orang nya kasar non, beda Banget sama den Satya, dia kalo marah bisa ngelukain banyak orang dan emang susah di bilangin gitu, pokoknya orang nya keras gitu," ucap bibik.


"Oh iya? Tapi enggak kok, dia sama Fauza baik, lembut gk pernah kasar," jawab Fauza.


"Kok gitu yah?" Gumam bibik heran.


"Non hati-hati yah, bibik takutnya dia suka sama non, kan kita gatau dia gimana, sikap nya beda banget bibik takut aja kalo nanti dia terus terusan yang muncul bukan nya den Satya," ucap bibik.


Fauza pun menjadi kepikiran akan hal ini, bagaimana jika benar Satria menyukai nya? Astaga.


"Iya bik, yaudah saya ke kamar dulu yah," ucap Fauza dan pergi ke kamar nya.


Satria sedang asik menonton film, dan Fauza sebenarnya masih binggung dengan semua hal ini, Satria dan Satya berada di satu tubuh yang sama.


"Ini kak coklat sama cemilannya,"


"Makasih," ucap Satria dengan senyumannya.


"Iyaa,"


"Kak kalo Lo yang lagi di tubuh kak Satya, terus kak Satya kemana? Terus kok Lo bisa ada di tubuh dia? Jujur gw masih binggung sama semua hal ini, kalian berdua ada di satu tubuh yang sama dengan dua orang yang berbeda,"


"Satya ada di tempat gw kalo kayak gini, gw juga gk tau si gimana cerita nya tapi satu yang gw tau, Satya selalu ngerasa kesepian, yah jujur gw juga gk mau kayak gini sebelum nya tugas gw sebenarnya cuman jagain Satya udah gitu aja," ucap Satria.


"Terus cara nya biar Lo bisa pisah dari tubuh ini gimana kak?" Tanya Fauza.


"Kenapa? Lo gk nyaman kalo sama gw?" Tanya Satria.


"Ya enggak gitu Fauza cuman mau kak Satya hidup normal aja kayak manusia lain, jujur Fauza bingung kalo gini jadinya kan Fauza udah nikah sama kak Satya terus Fauza Deket sama kak Satria kan itu gk baik kak, gimana kalo suami Fauza cemburu?" Tanya nya


"Gw gk bermaksud untuk ngusir Lo kak, tapi kalo kayak gini pun gk baik, Lo tau kak kalo Lo sama kak Satya tuh berbeda dan gw nikah sama dia bukan sama Lo, gw takut aja kalo kayak gini malah timbul dosa,"


"Hmm Lo bener, terus mau Lo apa? Gw pergi dari tubuh Satya untuk selama nya?"


"Emang gada cara lain yah? Lo gk bisa balik ke tubuh Lo sendiri? Gw cuman mau kalian tuh tetep ada tapi gk di tubuh yang sama, Lo ngerti kan?" Tanya Fauza.


"Tapi itu gk bisa za, gw yang harus pergi kalo emang Lo mau Satya hidup normal,"


"Terus Lo mau pergi kemana? Lo akan kemana?"


"Gw juga gk tau,"


"Yaudah deh nanti aja bahas ini, sekarang kita nonton dulu," ucap Fauza dan Satria pun menyetujui gadis itu.


Mereka berdua menonton film bersama dan sesekali juga bercanda bersama.


Satria makin sadar bahwa Fauza bukan lah milik nya, dan sampai kapan pun ia tidak akan pernah bisa menjadi milik nya.


Ia pun memejamkan mata nya, sudah cukup saat nya dia pergi dan Satya harus kembali kerena istrinya telah menantinya.


Fauza asik menonton dan Satria tertidur hingga 30 menit.


Tiba-tiba Satya bangun dan dia langsung berjalan ke kamar mandi, dia mencuci wajah nya.


"Kak?" Panggil Fauza dan Satya hanya diam.


"Kak kamu kenapa?" Tanya nya


"Enggak, aku harus pergi ada urusan OSIS," ucap Satya dan langsung pergi begitu saja.


Fauza pun menatap heran Satya, apa kah ia urusan OSIS atau yang lain? Bukan kah ia baru saja sadar? Karena tadi Satria lah yang mengisi tubunya.


"Apa gw ikutin yah?" Gumam Fauza


"Ehh tapi gausah deh, nanti dia marah lagi, dah lah biarin aja," ujar Fauza yang tetep berada di rumah.


Satya keluar dengan membawa motornya, perasaan nya begitu gelisah, apa kah ini harus terjadi?


Ia pergi kerumah David untuk menceritakan semua kegelisahan nya itu.


"Ehh tumben Lo ke sini? Kenapa? Berantem sama istri?" Tanya David.


"Enggak,"


"Terus kenapa? Muka Lo kayak kanebo kering aja Sat,"


"Ck! Gw binggung harus gimana, Satria mau pergi dia bilang dia gk akan bisa kalo di badan gw lagi, dan satu fakta yang buat gw makin kaget dia suka sama Fauza, terus gw harus gimana?"


"Apa! Gila si Satria, terus Lo mau nyerahin Fauza? Lo harus milih antara mereka Sat, tapi lo punya tanggung jawab sama Fauza, Lo gk bisa kayak gini, lagi pula kalo Satria pergi biarin aja pergi, kalo dia di tubuh Lo dia akan makin sakit saat liat Lo sama Fauza,"


"Gw gatau harus gimana,"


"Udah gini aja Lo balik kerumah, Lo juga ngapain kabur ke sini bukan nya ngomong sama istri Lo, Fauza istri Lo dan dia tanggung jawab Lo, biarin Satria pergi kalo emang itu yang dia mau, Lo juga gk bisa maksa dia kan," ucap David.


"Hmm Lo bener, yaudah ayo temenenin gw ke laut," ajak Satya.


"Ngapain anjir?"


"Satria mau pergi di laut, dia minta gw untuk ke laut, dan setelah itu dia akan pergi,"


"Yaudah ayo,"


Mereka pun pergi ke laut sesuai permintaan Satria, sesampai nya di laut rasa nya begitu berat saat Satya harus merelakan Satria pergi, selama ini dia lah yang menemani nya lalu sekarang mereka harus berpisah?


"Lo harus relain dia Sat, masih ada gw, Galang dan Brian, kita semua akan terus sama Lo," ucap David yang menepuk pundak Satya.


"Hmm, thanks,"


Satria pun pergi dari tubuh Satya, waktunya sudah habis sekarang, dan bukan kah sudah ada Fauza? Ia akan terus menjaga Satya dan merawatnya.


Tubuh Satya melemas karena sebagian energi nya tersedot oleh Satria yang pergi dari tubuhnya.


"Ehh Lo kenapa, ayo gw anterin balik," ucap David yang memapah Satya.


Tak lama mereka pun sampai dirumah, dan lihat Fauza langsung panik melihat Satya yang seperti ini.


"Dia kenapa?" Tanya Fauza pada David.


"Itu zaa Satria dia pergi dari tubuh nya Satya makanya dia jadi gini, Lo gausah khawatir bentar lagi dia pasti sembuh, mungkin ini efek dari pergi nya Satria, mereka udah sama-sama selama ini," ucap David.


"Yaudah thanks ya vid Lo udah mau nganterin kak Satya,"


"Sama-sama za, yaudah gw balik yah,"


"Iyaa,"


Fauza pun langsung mengompres Satya, suhu tubuhnya sangat tinggi.


"Kak Lo gapapa kan? Kita kerumah sakit aja yah?"


"Gk usah,"


Entah kenapa tapi Fauza merasa Satya sangat dingin terhadap nya, ada apa ini? Kenapa Satya tak sehangat biasanya?


...~β€’.πŸ’šπŸ’œπŸ€.β€’~...


HEY HEY JANGAN LUPA LIKE YAH


LIKE & COMEN


THANKS


SEE YOU GUYS