
HEY KALIAN IYA KALIAN YANG LAGI BACA CERITA INI JANGAN LUPA LIKE AND COMEN YAH
JADI LAH PEMBACA YANG BAIK
...~•.🎀🎀🎀.•~...
Semua sahabat Fauza dan termasuk Gibran dan keluarganya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Fauza kembali bahagia.
Dan sekarang lihat dia sudah baik-baik saja seakan kemarin tak terjadi apa pun.
Pagi-pagi sekali ia bersama para sahabat nya sudah pergi kesekolah. Tentu saja mereka menghabiskan banyak waktu untuk tertawa.
"Jadi bestie sekarang jujur sama kita orang apa Lo masih sayang sama Gibran?" Tanya Aprilia.
"Iya Lo masih sayang sama dia yah?" Tanya Nur.
"Apaan si ya enggak lah, mana mungkin gw sayang sama orang lain selain suami gw,"
Setelah mengatakan hal itu Fauza langsung terdiam, yah suami nya yang sangat ia cintai, tapi apa yang ia lakukan kepadanya? Hanya ada luka!
"Okee okee kita ganti pembahasan topik yah, gimana kalo kalian ngidep di rumah gw beberapa hari ini, gw butuh temen ortu gw lagi pada pergi semua," ucap Nandia.
"Ya ampun kasian banget si Bestie, yuk lah gas," ucap Aprilia.
"Yuk,"
•~•~•~•~•~•
Fauza dan para sahabatnya berjalan ke arah taman belakang sekolah. Dan tanpa di sengaja Fauza berpapasan dengan Satya.
Mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa adanya kata-kata diantara mereka.
"Tunggu!" Ucap Satya yang mengentikan langkah Fauza.
Fauza enggan berbalik namun tetep diam di tempat nya dan Satya pun pergi ke hadapan gadis itu.
"Kamu marah sama aku?" Tanya Satya yang menatap Fauza.
"Gk! Ngapain saya marah sama orang asing," jawab Fauza.
"Orang asing? Aku--"
"Apa? Anda siapa? Anda bukan siapa-siapa saya tuan! Jangan bersikap seolah-olah anda adalah orang yang penting bagi hidup saya! Siapa pun itu yang menghina saya akan menjadi tidak ada harga nya lagi! Apa kau paham itu!!!" Ucap Fauza dan langsung pergi ke dalam perpustakaan.
"Rasain tuh! Gk enak kan!" Cibir Aprilia.
"Sakit banget loh, tapi lebih sakit Fauza kemarin si," ucap Nur.
"Ada yang merasa bersalah nih bestie, tapi kayak nya percuma deh, ya gk si," ucap Nandia, Aprilia dan Nur pun bersorak.
Fauza dan para sahabatnya menghabiskan waktu di perpustakaan, hanya tempat ini lah yang aman bagi Fauza, Satya tidak akan mengganggunya jika ia berada di perpustakaan.
Satya sangat sadar apa yang telah ia lakukan sudah sangat berlebihan sehingga membuat hati Fauza menjadi hancur karena ulahnya itu.
Lagi dan lagi ia hanya bisa menyakiti Fauza dengan semua sikap nya.
Semua nya berlangsung membaik bagi kehidupan Fauza dan para sahabatnya, mereka terus menerus mengabiskan waktu bersama.
"Fauza balik bareng gw yok," ajak Gibran.
"Gk! Dia balik bareng gw!" Ucap Satya yang tiba-tiba muncul.
"Kamu pulang bareng aku," ucap Satya yang menarik tangan Fauza.
Fauza pun menepis tangan Satya. "Gw gk mau balik bareng Lo! Dan gw juga gak akan pulang kerumah Lo!!!"
"Kamu akan pulang kerumah! Tinggal dirumah kita!" Ucap Satya.
Gibran tak mengerti semua ini, rumah kita? Apa maksudnya Satya dan Fauza tinggal bersama?
"Maksudnya kalian tinggal dirumah yang sama?" Tanya Gibran.
Fauza dan Satya pun hanya menatap satu sama lain, tak ada yang tau tentang pernikahan mereka kecuali beberapa orang kepercayaan saja.
"Iya! Karena dia istri gw! Lo liat ini? Cincin ini adalah cincin pernikahan gw sama Fauza, jadi tolong jangan deketin istri gw lagi,"
"Hah? Kalian udah suami istri?"
"Iyaa, kenapa masih kurang buktinya? Harus liat album pernikahan gw dulu?" Tanya Satya dan Gibran pun hanya terdiam.
Astaga dia sudah kehilangan penuh akan Fauza, Fauza sudah menjadi istri dari Satya dan hancur lah semua harapan nya untuk bisa bersama Fauza lagi.
"Ayo kita pulang,"
"Jangan buat aku ngelakuin cara yang gk akan kamu suka,"
"Emang apa lagi yang bisa Lo lakuin kak selain itu? Hah? Apa? Lo cuman bisa ngelakuin apa pun yang Lo suka! Ya kan!"
"Fauza kita pulang! Sekarang!" Ucap Satya penuh penekanan.
"Atas hak apa Lo nyuruh-nyuruh gw?!"
"Hak apa? Aku punya semua hak atas diri kamu! Kita pulang jangan banyak bantah," ucap Satya yang menggendong paksa Fauza dan Fauza pun memberontak.
"Lepasin gw! Gw gk mau pulang sama Lo! Lepasin gw kak!!!"
Percuma saja karena Satya tidak akan mendengar ucapan Fauza. Ia harus membawa istrinya pulang dan membicarakan semua masalah di antara mereka.
Di sepanjang perjalanan Fauza hanya diam saja, ia tak ingin berbicara pada Satya walaupun hanya satu kata.
"Ayo masuk," ajak Satya.
"Gw bisa jalan sendiri!" Tepis Fauza.
"Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumussalam," jawab orang tua Fauza dan Satya yang sudah berkumpul dirumah mereka.
"Ayo sini duduk dulu,"
Mereka pun duduk bersama-sama untuk membahas semua persolan.
"Satya jujur mamah kecewa banget sama kamu, mamah rasa Fauza gk ngelakuin kesalahan apa pun sampa buat kamu marah sama dia, kenapa kamu gituin Fauza? Dia istri kamu Satya! Kalo kamu emang mau pisah! Bilang jangan siksa anak saya!" Ucap Mira.
Sari dan Aldi hanya diam karena emang ini adalah kesalahan anak mereka.
"Tolong Mira aku minta maaf tentang semua hal ini, tapi jangan jadiin perceraian jalan dari segala nya, aku tau kesalahan anak aku itu gk bisa di maafin gitu aja, tapi tolong kasih mereka kesempatan, umur pernikahan mereka juga masih muda banget," ucap Sari.
"Apa menurut kamu aku bisa sabar Sari? Di sini anak aku yang di rugiin, dan kamu tolong bilangin ke anak kamu itu! Jangan berbuat seenaknya aja!" Ucap Mira.
"Iya Mira kita omongin semua nya baik-baik yah," ucap Sari.
"Satya kalo emang kamu gk sayang sama anak papa, jangan buat dia sedih kayak gini, bilang sekarang kalo kamu mau mengakhiri segalanya, jangan kayak gini, anak papa bukan boneka yang bisa kamu mainin gitu aja," ucap Erik.
"Kamu denger itu Satya?! Kamu udah keterlaluan! Papa rasanya gk percaya kalo kamu anak papa yang paling papa sayang bisa berbuat kayak gini! Kamu mempertanyakan harga dari istri kamu?! Itu sama aja kamu menanyakan sendiri berapa harga kamu! Karena kamu suami nya!!!" Ucap Adli.
"Aku minta maaf atas semua kesalahan Satya, Satya tau Satya udah salah besar, gk seharusnya Satya ngelampiasin amarah Satya ke Fauza, tapi tolong jangan pisahkan Satya dari Fauza, tolong kasih Satya dan Fauza waktu buat memperbaiki semua permasalahan ini," ucap Satya.
"Apa kamu akan bisa berubah? Gimana bisa mama percaya sama semua omongan kamu itu? Kamu beneran tulus sama anak nya atau enggak?" Tanya Mira.
"Saya sangat tulus mah sama Fauza, talong kasih Satya satu kesempatan aja buat memperbaiki segalanya,"
"Apa yang mau Lo perbaikan kak? Gada udah hancur semua nya! Bukan gw yang jauhin Lo tapi Lo yang mau gw jauhin Lo!!!" Ucap Fauza.
"Baiklah bukan kah kalian sudah berumahtangga, jadi kalian berdua lah yang harus menyelesaikan semua masalah ini, kami sebagai orang tua tidak bisa ikut campur, tapi Satya! Dengerin bunda! Kalo kamu sampe nyakitin Fauza sekali lagi! Bunda pastiin Fauza gk akan pernah sama kamu lagi!!!" Ancam Sari.
Dan para orang tua pun pergi setelah membicarakan semua permasalahan ini, mereka harus belajar menyelesaikan masalah mereka sendiri.
Satya pun duduk di samping Fauza dan menggenggam tangannya.
"Sayang maafin aku yah, kamu boleh hukum aku, apa pun yang kamu perintahkan pasti aku lakuin, tolong maafin aku, kemarin aku udah begitu salah dengan ngelampiasin semuanya ke kamu,"
"Minggir gw mau mandi!" Ucap Fauza yang menepis tangan Satya.
"Sayang?" Panggil Satya dan Fauza sama sekali tak menghiraukannya.
Apa kah ia akan kehilangan Fauza? Satya benar-benar menyesal telah mengatakan hal seperti itu kemarin kepada Fauza.
Ia tau Fauza sangat terluka karena semua perkataan nya, tapi ia juga begitu menyesal telah mengatakan semua itu.
Penyesalannya makin bertambah karena sikap Fauza yang sangat menyakiti dirinya, ada apa dengan Fauza? Kenapa ia menjadi seperti ini kepada Satya?
Akan jauh lebih baik jika Fauza menghukum nya dari pada bersikap seperti ini karena ini begitu menyakiti Satya.
Diam nya Fauza mampu membuat Satya terbunuh.
...~•.👑👑👑.•~...
HEY YOU JANGAN LUPA LIKE AND COMEN YAH
LIKE & COMEN
THANKS
SEE YOU GUYS