My Husband

My Husband
Berakhir?



HEY KALIAN IYA KALIAN YANG LAGI BACA CERITA INI JANGAN LUPA LIKE AND COMEN YAH


JADI LAH PEMBACA YANG BAIK


...~•.🌤️🐱🪐.•~...


Seluruh sikap Satya berubah semenjak pergi nya Satria dari tubuhnya. Terlebih lagi kepada Fauza, sikap nya menjadi sangat dingin.


Fauza tak mengerti apa pun tentang semua sikap Satya kepada nya itu, dan lihat sekarang bahkan Satya dan Fauza berangkat menuju sekolah masing-masing.


Satya berangkat begitu pagi dan meninggalkan Fauza, bahkan ia tak berbicara bahwa akan berangkat duluan kepada istrinya itu.


"Non ini makan dulu," ucap bibik.


"Gk usah deh bik, Fauza udah telat banget ini," ucap Fauza dan langsung berangkat menuju sekolah mengendarai mobil nya.


Sesampainya di sekolah, gerbang nya sudah di tutup, astaga tamat lah riwayat Fauza, bagaimana ini ia pasti akan di hukum oleh suami nya langsung.


Gerbang di buka dan Fauza pun masuk, tapi tentu tak akan semudah itu ia harus di hukum oleh anggota OSIS.


"Kenapa telat?" Tanya Satya dengan nada dingin nya.


"Ketiduran," jawab Fauza


Satya pun pergi, "Ikut gw,"


Gw? Apa ini? Apa ia mengajak Fauza untuk bertengkar di pagi hari?


"Lari lapangan 3× kalo udah hormat ke tiang bendera 2 jam," ucap Satya membuat Fauza membelalakkan matanya kaget.


"Kak Lo yang bener aja! Lo mau ngehukum gw atau mau bunuh gw!!!" Sengut Fauza.


"Cepetan lakuin!" Sinis Satya.


Sialan kenapa Satya begitu mengesalkan! Rasa nya Fauza sangat membencinya sekarang! Entah apa kesalahannya tapi hingga Satya bersikap begini.


Fauza pun melakukan semua perintah Satya tanpa bantahan sedikitpun.


Para sahabatnya yang melihat itu menjadi tak tega dengan Fauza.


"Satya! Lo gila apa gimana? Lo tau kan Fauza masih belom sehat banget karena kejadian penculikan kemarin!" Ucap Galang.


"Gw gk peduli!" Jawab Satya.


"Lo gila banget! Lo kenapa si? Dia istri Lo Satya!" Ucap Brian.


"Terus? Biarin gw ngelakuin apa pun, dia istri gw dan gw punya hak,"


"Tapi gk gini juga! Lo bukan Satya yang gw kenal! Kenapa Lo berubah gini? Sama Fauza lagi! Lo punya otak gk Sat! Kemarin Satria udah pergi tanda nya dia percaya kalo Lo bisa mencintai Fauza melebihi dia! Tapi liat sekarang! Apa yang Lo berbuat!!!" Bentak David.


Satya hanya terdiam dalam kesuyian, ia tak peduli dengan semua orang sahabat nya itu katakan.


"Udah ayo biarin aja! Ntar juga nyesel kalo Fauza lebih milih pria lain!" Ucap David yang langsung pergi.


"Lo akan nyesel saat Fauza gk ada lagi di sisi Lo Sat," ucap Galang.


"Percaya omongan gw ini, kalo Lo gini terus Fauza akan makin benci sama Lo! Dan liat aja dia yang akan buang Lo dari hidup nya," ucap Brian.


Disisi lain Gibran juga datang terlambat, dan tentu nya dia sengaja melakukan hal ini karena ia tau bahwa hari ini juga Fauza datang terlambat.


Sekarang lihat mereka di hukum bersama, hormat kepada tiang bendera berdua.


"Hay cantik, kok bisa Lo telat? Nonton drakor nih pasti makanya sampe kesiangan," tuduh Gibran.


"Gigi Lo ompong! Gk lah gw tidur tepat waktu!" Jawab Fauza.


"Oh ya? Kok bisa telat?" Tanya Gibran.


"Bukan urusan lo!"


"Iya iya, btw kenapa tuh si Satya yang katanya pacar Lo itu, dia tega ngehukum Lo kayak gini?" Tanya Gibran.


"Entah, bodo amat lah gw gk mau pusing! Biarin aja dia mau apa," ucap Fauza


Gibran pun tersenyum, jika sudah berada di fase ini pasti Fauza sudah sangat lelah dengan Satya, akan di pastikan tak lama lagi Fauza akan membuang Satya dari hidup nya, persis seperti Gibran.


Satya melakukan kesalahan yang sama seperti Gibran, lihat saja nanti dia pasti akan menyesal, tapi Gibran tak perduli dengan hal itu, ini adalah keuntungan baginya, dia bisa jauh lebih dekat lagi dengan Fauza tanpa gangguan dari Satya.


"Awas! Gw gk perlu!"


"Suka-suka tangan gw lah! Lo gk bisa ngatur gw!"


"Tapi gw gk butuh!"


"Tapi cantiknya gw butuh," Ucap Gibran membuat Fauza menatap nya.


Fauza pun hanya menatap malas kepada mantan pacar nya itu, menjengkelkan sekali.


"Ya ampun Fauza!!! Lo ngapain?" Tanya Aprilia.


"Berjemur biar sehat," jawab Fauza.


"Dihukum lah aneh Lo!" Sengut Gibran.


"Kok lo yang nyolot si!" Cibir Aprilia dan Gibran pun hanya diam menatap nya.


"Lo dihukum sama kak Satya? Tega banget ya Allah, pacar nya sendiri loh," ucap Nur


"Bukan pacar gw kali makanya begini, sikap nya berubah gw gk paham," ucap Fauza.


"Ya ampun emang gk jelas banget tuh kak Satya, aduh kasian bestie gw, nih minum dulu," ucap Nandia yang memberikan minuman untuk Fauza.


"Makasih guys," ucap Fauza yang meminum minuman itu.


Ia pun tak tega melihat Gibran di samping nya, ia juga pasti haus bukan?


"Nih Lo juga minum," ucap Fauza yang memberikan minuman nya kepada Gibran.


"Ini beneran?"


"Kenapa? Gk mau?" Tanya Fauza yang bersiap mengambil botol air minum nya.


"Ehh ya mau lah," ucap Gibran yang langsung meminum semua air nya.


"Haus banget Lo kayak nya, kayak abis nyangkol di sawah aja," cibir Nandia.


Gibran tak memperdulikan ucapan sahabat dari Fauza itu, baginya ini adalah momen yang indah ketika Fauza kembali perhatian kepadanya.


"Enak," ucap Gibran.


"Iyalah orang Lo habis di jemur jelas minuman apa pun pasti enak," ucap Nur.


"Bukan itu karena ini ada bekas Fauza," ucap nya yang langsung membuat Fauza memukulnya tanpa henti.


"Lo yah kurang ajar!!!"


"Sakit zaa! Ampun," ucap Gibran yang kesakitan dan seluruh sahabat Fauza pun hanya menyaksikan Fauza dan Gibran itu.


Sementara itu di sisi lain ada yang melihat semua kejadian di lapangan itu.


"Kenapa Lo? Gk cemburu? Kalo gw jadi loh bakalan cemburu dan merasa gk berguna banget jadi suami, liat istri Lo terlihat jauh lebih bahagia sama orang lain ketimbang sama Lo yang notaben nya suami nya sendiri," Sindir David.


"Gk ngapain gw cembur! Gk penting!"


"Penting atau enggak nya itu semua akan terlihat saat Fauza benar-benar pergi dari hidup Lo, dan saat hal itu terjadi jangan sedih karena Lo sendiri yang ngusir dia secara perlahan dari kehidupan Lo," ucap David dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Satya.


Satya hanya diam melihat Fauza dan Gibran di lapangan, mereka terlihat begitu bahagia bukan? Jujur ada perasaan sakit saat melihat mereka bersama tapi Satya tak ingin perasaan nya itu bertambah besar! Tidak! Dia harus mengakhiri segalanya.


Satya ingin semua nya berakhir, mungkin akan lebih jika dia dan Fauza tidak bersama. Entah apa yang ada di otak Satya sampai bisa berpikir seperti ini.


Ia akan mengakhiri segalanya Sekarang? Alasan nya? Apa hanya karena Satria? Atau bagaimana? Kenapa ia menjadi sangat berubah seperti ini?


...~•.🥐🍟🍒.•~...


HEY YOU JANGAN LUPA LIKE AND COMEN YAH


LIKE & COMEN


THANKS


SEE TOU GUYS