My Husband

My Husband
Posesif



HEY KALIAN IYA KALIAN YANG LAGI BACA CERITA INI JANGAN LUPA LIKE AND COMEN YAH


JADI LAH PEMBACA YANG BAIK


...~•.🌻🌻🌻.•~...


Waktu perlombaan pun tiba, semua nya berjalan sesuai jadwal masing-masing.


"Ehh Lo tau gk si za siapa yang jadi perwakilan kelas kita buat fashion show pasangan," tanya Aprilia.


"Gk tau gw emang siapa?"


"Kita orang juga gk tau si," ucap Nandia.


"Bestie bestie OMG gawat Bestie," ucap Nur yang berlari-lari dari dalam kelas.


"Kenapa?" Tanya Nandia


"Jadi perwakilan kelas kita buat fashion show pasangan adalah Fauza sama Fatir," ucap Nur.


"Apa! Gk mau gw! Ihhh!!!" Tolak Fauza.


"Udah di pilih za sama Bu Eka, Lo gk bisa bantah," jelas Nur yang membuat Fauza langsung sedih.


Tiba-tiba saja Fatir datang menghampiri nya. "Za? Ayo latihan untuk fashion show nya,"


"Tapi gw,"


"Gw tau Lo gk mau kan? Tapi gw juga gk akan bisa nolak, Lo tau sendiri kalo Bu Eka udah ngambil keputusan kayak gimana,"


"Hmm bener, yaudah lah ayo,"


Fauza pun latihan dengan Fatir, mau tidak mau dia harus mau kan? Ini adalah tugas nya ia akan menyelesaikan semua nya dengan baik.


"Sayang-"


Satya terdiam saat melihat Fauza sedang menggandeng tangan Fatir. Apa apaan ini! Tidak cukup kah pak Raka? Lalu sekarang Fatir?! Orang-orang ini ingin sekali merebut istrinya!!!


"Ehh iya kak kenapa?" Tanya Fauza yang menghampiri Satya.


"Ngapain barusan?"


"Latihan buat fashion show,"


"Kenapa harus kamu? Kenapa gk yang lain aja? Aku gk suka!" Ucap Satya yang sangat marah.


"Kak ini udah di pilih, kamu pikir aku mau? Ya enggak lah, tapi ini juga terpaksa, jangan marah yah pliss,"


"Okee latihan nya bareng aku, kamu latihan sama aku dan Lo Fatir Lo cari pasangan!"


"Lah kak kan-"


"Apa?"


Jika sudah begini maka Fauza hanya bisa diam dan pasrah, apa pun yang akan di lakukan Satya gadis itu tidak akan bisa menghentikan nya.


"Ayo sini latihan sama gw," ajak Satya yang mengulurkan tangannya.


Fauza pun menerima uluran tangannya dan mulai latihan untuk fashion show nanti.


"Inget gw izinin Lo nyentuh tangan Fauza! Udah itu aja gk lebih, jangan coba-coba untuk nyentuh pinggang dia! Atau tangan Lo akan gw patahin langsung, lakuin sesuai kayak apa yang udah di pelajarin tadi, jangan coba ngambil kesempatan atau Lo akan gw kasih hukuman!!!" Ancam Satya pada Fatir.


"Iya kak," ucap Fatir yang ketakutan.


"Yaudah gw pergi dulu, bye," ucap Satya pada Fauza.


"Bye,"


"Gila yah za ngeri banget kak Satya," sahut Aprilia.


"Bener woy ngeri ihh," ucap Nur.


"Posesif banget seriusan deh," ucap Nandia.


"Udah ah ayo jajan, pengen ngemil gw," ucap Fauza dan mereka pun pergi ke kantin untuk jajan.


"Pada mau pesen apa nih?" Tanya Nur.


"Jus jambu, capuccino cincau, sama Boba," sahut Fauza, Aprilia dan Nandia.


"Okee lah bentar,"


Nur pun memesan semua yang di inginkan oleh sahabatnya itu, terlihat ia sangat kesusahan membawa semua nya dan Fauza pun membantu nya.


"Sini biar gw bantuin,"


Namun saat beberapa langkah tiba-tiba kaki Fauza tersandung yang membuat nya langsung terjatuh. Astaga sial nya dia menumpah nya semua minuman itu di meja kantin seorang guru.


"Ehhh pak ya ampun, aduh ini gimana berkas nya basah semua pak, duh saya minta maaf ya pak, seriusan saya tadi gk sengaja," ucap Fauza yang meminta maaf.


Pak Raka? Astaga tamat lah riwayat Fauza, bagaimana ini dia membuat Masalah dengan guru baru dan guru itu juga sangat tidak di sukai oleh suami nya.


"Eumm saya bakalan tanggung jawab deh pak, nanti saya bantuin buat berkas nya,"


"Kamu yakin?"


Fauza pun menganggukkan kepalanya, ini adalah salah nya jadi dia harus bertanggung jawab bukan?


"Yaudah nanti pulang sekolah Dateng keruangan saya," ucap pak Raka.


"Baik pak,"


"Yaudah sana pesen lagi minuman nya, tunggu apa lagi kamu?" Tanya pak Raka yang melihat Fauza masih diam di tempat nya.


"Ehh iya pak sekali lagi maaf, saya permisi dulu,"


Fauza pun pergi dan kembali memesan minuman untuk sahabatnya, Raka hanya tersenyum melihat gadis itu, entahlah tapi Fauza sangat membuat nya tergila-gila, gadis itu sangat unik dan berbeda diantaranya yang lain.


akhirnya jam pulang pun tiba, seperti biasa Satya telah menunggu Fauza di depan kelas nya.


"Kak aku masih ada urusan di sekolah gapapa kan?" ujar Fauza.


"Urusan apa? aku juga masih ada rapat OSIS sih bentar lagi,"


"Ada lah... yaudah kamu rapat aja dulu, aku mau ngerjain urusan aku yah, aku gk jauh-jauh kok orang masih di sekolah ini juga," ujar Fauza.


"Emang urusan apa si sayang?" tanya Satya.


"eumm ada tugas yang harus aku selesain," alibi Fauza.


"oh yaudah tapi jangan jauh-jauh oke, aku cuman sebentar doang kok rapat osis nya, yaudah hati-hati yah, bye sayang," ujar Satya yang mengacak-acak rambut Fauza dan pergi ke ruang OSIS.


"byee,"


Fauza pun menghembuskan nafas nya lega, akhirnya ia bisa selamat dari Satya, ia terpaksa harus berbohong dengan suami nya itu karena jika sampai Satya tau bahwa Fauza ingin menemui pak Raka maka ia akan mengamuk.


dengan cepat Fauza langsung berjalan menuju ruangan pak Raka, ia harus menyelesaikan semua tugas nya sebelum Satya selesai dari rapat OSIS.


"Assalamualaikum pak," ujar Fauza yang mengetuk pintu ruangan pak Arka.


"Wa'alaikumussalam, sini Fauza masuk," ujar nya.


"Iya pak, jadi tugas apa yang harus saya kerjain pak?" tanya Fauza pada pak Raka.


"Nih kamu salin semua ini di word yah, nih laptop nya,"


Fauza hanya diam menatap kertas yang begitu banyak, astaga ia harus cepat mengerjakan semua itu.


dengan cepat Fauza mengetik di laptop itu, bahkan pak Raka sampai terkejut dengan kecepatangan tangan Fauza dan kejelian mata nya.


"Pelan aja ngetik nya, kamu kayak di kejer setan aja, nanti laptop saya rusak gimana coba?" tanya pak Raka.


"aduh bapak mending bapak teh diam aja yah, saya lagi fokus ini, saya di kejar waktu pak, dan tenang aja laptop bapak gk akan rusak, percaya deh sama saya pak," ujar Fauza yang masih mengebut mengetik di laptop pak Raka.


pak Raka pun terkekeh, lihat murid nya ini, entah ada apa dengan nya tapi satu yang Raka tau gadis ini sangat menggemaskan.


tidak-tidak dia juga baik, dan bertanggung jawab, di usia nya yang segini sangat lah mengagumkan jika gadis itu telah bisa menjadi pribadi yang sangat baik dan yah dia adalah gadis yang selama ini Raka cari.


sementara Fauza terus fokus mengerjakan tugas nya, pak Raka hanya diam dan menatap gadis itu, entah lah tapi menatap wajah Fauza memberikan nya begitu banyak kebahagiaan.


setengah jam sudah Fauza mengetik tanpa henti, dan akhirnya semua tugas nya sudah selesai juga.


"Nih pak, udah semua yah tugas nya, saya minta maaf sekali lagi soal kejadian tadi, kalo gitu saya permisi ya pak, assalamualaikum," ujar Fauza yang langsung berlari keluar ruangan Raka.


"lah saya kan belom ngejawab, wa'alaikumussalam murid cantik," ujar Raka dan tersenyum manis.


dengan cepat Fauza pun berlari ke kelas nya dan duduk di sana sambil mengerjakan tugas nya. astaga lagi dan lagi mtk membuat kepala nya sakit.


"sayang... udah selesai belom tugas nya?" tanya Satya yang datang ke kelas Fauza.


"belom kak, gatau pusing aku tuh gk bisa MTK," cibir nya.


istrinya sangat menggemaskan bukan, Satya akan mengajarkan Fauza nanti ketika dirumah, kasian sekali istrinya itu kesulitan dan jika bukan Satya lalu siapa lagi yang membantu istrinya itu?


Satya tersenyum dan mengelus lembut rambut Fauza, "Bisa sayang, ntar kita belajar lagi di rumah oke, sekarang kita pulang yuk udah sore juga nih,"


"hmm iyaa, yaudah ayo,"


...~•.🍑🍑🍑.•~...


HEY YOU JANGAN LUPA LIKE AND COMEN YAH


LIKE & COMEN


THANKS


SEE YOU GUYS