My Husband

My Husband
Sederhana



HEY KAMU... IYA KAMU YANG LAGI BACA CERITA INI, JANGAN LUPA LIKE & COMEN


JADILAH PEMBACA YANG BAIK


...~•.🌿🌷🌿.•~...


Di malam hari seorang gadis sedang memasak di dapur, entahlah ia ingin sekali memakan mie instan dengan toping yang sangat lengkap.


Ia begitu terkejut saat tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perutnya. Siapa lagi pelakunya jika bukan Satya.


"Awas kak!"


"Gk!"


Benar-benar menjengkelkan, Fauza membiarkan suami nya, terserah apa pun yang akan ia lakukan Fauza sudah sangat pusing menghadapinya.


"Kamu laper?" Tanya Satya yang meletakkan kepala nya di bahu Fauza.


"Menurut Kaka aja gimana,"


Satya semakin mempererat pelukannya, dan ia juga mendusel-dusel di leher Fauza, hal itu membuat Fauza merasa geli karena deruan nafas Satya mengenai leher nya.


"Kak geli tau gk, awas ihh!" Ucap Fauza yang melepaskan diri dari Satya.


Tentu Satya tidak akan tinggal diam melihat hal itu dia kembali mengikuti Fauza yang sekarang duduk di sofa.


Satya terus memperhatikan istrinya yang sedang memakan mie instan itu.


"Kalo mau masak sendiri," cibir Fauza.


"Enggak, orang aku maunya kamu,"


Fauza pun langsung menatap Satya, "Mau apa? Hmm?"


Mengerikan sekali bukan istrinya ini, "Mau tidur sayang kan udah malam,"


Satya pun meletakkan kepala nya di pangkuan Fauza. Padahal gadis itu sedang makan.


"Awas kak, nanti kena kuah mie instan!"


"Gk!"


"Keras kepala banget si heran!" Sengut Fauza dan kembali melanjutkan makan nya tanpa mempedulikan Satya.


"Maaf, maaf, maaf ya," ucap Satya tiba-tiba.


"Gw butuh waktu gk bisa maafin gitu aja atas apa yang udah Lo bilang ke gw kemarin! Awas!" Ucap Fauza yang langsung bangkit begitu saja.


Mengingat semua yang Satya katakan kemarin membuat hatinya menjadi sakit kembali. Tidak-tidak dia masih mempunyai harga diri! Apa Satya pikir setelah mengatakan itu semua Fauza akan memaafkannya begitu saja? Tidak-tidak!


Fauza langsung berjalan ke kamar, gadis itu menyiapkan banyak bantal di tengah kasur nya dan Satya.


"Ngapain?"


"Buat Bates! Dan kakak gk boleh ngelewatin ini! Awas kalo sampe di lewatin aku tidur di lantai!" Ancam Fauza.


"Sayang--"


"Stop panggil gw kayak gitu kak! Kenapa gk Lo-Gw lagi? Kemarin gitu kan?"


"Kemarin aku salah sayang-"


"Kak tolong! Gw udah gk percaya lagi sama Lo, sama semua ucapan Lo! Jadi tolong jangan bertingkah sok manis karena itu gk akan ngerubah pandangan gw tentang Lo!"


Setelah mengatakan semua yang ingin gadis itu katakan ia pun tidur membelakangi Satya.


Satya hanya menatap sedih Fauza yang seperti nya sangat membencinya. Tapi ia tak akan menyerah begitu saja.


"Good night my wife," ucap Satya dan tertidur dengan menatap punggung Fauza.


~•Pagi Hari•~


Lihat jam berapa sekarang dan Satya belum juga bangun? Jika biasanya Satya lah yang selalu membangunkannya Fauza seperti nya kali ini harus gadis itu yang membangunkannya.


"Kak? Kak bangun ini udah siang, nanti Lo telat kesekolah, kan lucu kalo Lo ngehukum diri Lo sendiri," ucap Fauza yang berjalan mendekati Satya.


"Kak ayo bang--- ehhh,"


Fauza begitu kaget saat tiba-tiba Satya menarik nya, dan sekarang Fauza tepat berada di atas tubuh Satya.


"Lepasin!" Ucap Fauza yang mencoba melepaskan diri dari Satya.


"Kenapa sayang?" Tanya Satya dengan suara deep voice nya.


Fauza menjadi bergidik ngeri mendengar suara itu, dan tatapan Satya juga seperti nya sangat berbahaya.


"Gw mau siap-siap!"


"Kemana hmm?"


"Ya sekolah lah kemana lagi!" Ucap Fauza.


Satya pun tertawa mendengar ucapan Fauza, Astaga istrinya ini ada ada saja.


"Sayang ini tanggal merah, kamu mau ngapain kesekolah? Mau bersih-bersih hmm?" Tanya Satya.


Fauza pun kaget mendengar ucapan Satya, tanggal merah? Apa kah ia? Astaga!


Satya tertawa puas menertawakan Fauza yang sudah sangat siap untuk berangkat kesekolah.


"Gk lucu kak!" Cibir Fauza.


"Iyaa iya, yaudah sana ganti baju kamu, emang mau make baju sekolah gitu hmm?"


"Iya ini mau ganti! Makanya cepet lepasin!"


"Kalo aku Gamau gimana?"


Fauza pun menatap kesal ke arah Satya.


"Kak jangan aneh-aneh plis!"


Lagi-lagi Satya tertawa puas karena telah berhasil mengerjai istrinya itu.


"Yaudah sayang silahkan ganti baju, apa mau aku gantiin hmm?" Tawar Satya.


Fauza benar-benar jengkel melihat Satya, rasanya ia ingin memberikan pria itu pelajaran!


"Gk perlu! Makasih!"


Alangkah baiknya jika Fauza mengganti pakaiannya sekarang dari pada harus meladeni suami nya itu yang sangat menjengkelkan.


Mereka berdua memasak bersama, dan lihat sekarang Satya menyuruh bibik untuk pergi dan meninggalkan Satya dan Fauza berdua di dapur.


"Lagi masak hmm?" Tanya Satya yang memeluk Fauza dari Belakang.


"Ngapain si kak! Awas! Panas tau gk!" Sengut Fauza.


"Panas hmm? Biar aku elapin keringet nya yah sayang,"


Satya pun mengambil tisu dan mengelap keringat Fauza, kasian sekali bukan istrinya ini sampai harus berkeringat karena ingin memasak untuk suami nya.


"Apa yang bisa aku bantu?"


"Gk perlu! Pergi aja sana!" Usir Fauza.


"Kalo aku nya gk mau gimana hmm?" Tanya Satya yang mendekatkan wajah nya ke Fauza dari samping.


"Jangan sampe ini Sutil nabok pipi kamu yah!" Ancam dan Satya pun tertawa mendengar ancaman istinya itu.


"Baiklah kayaknya istri aku butuh bantuan ya kan, ini ada wortel mau di potong kan?" Tanya Satya yang bersiap memotong wortel itu.


"Gk usah! Nanti malah jadi ancur!" Ucap Fauza yang langsung mengambil pisau dari tangan Satya.


"Enggak sayan-"


Fauza pun tanpa sengaja menodongkan pisau ke Satya. Hal itu membuat Satya dan Fauza kaget, tentu saja gadis itu kaget bagaimana bisa dia menodong suami nya sendiri?


"Sayang itu pisau loh,"


"Terus kenapa? Udah deh kek sana gausah ganggu!" Ucap Fauza.


"Oke-oke aku akan diam dan ngeliatin kamu aja," ucap Satya yang berdiri di tempat nya dan tersenyum manis.


"Awas kamu yah ganggu aku! Tidur di luar nanti malam!" Ancam Fauza dan Satya pun hanya diam menatap istrinya galak sekali bukan?


"Istri siapa si ini galak banget, kalo udah ngancem pasti ngeri banget," gumam Satya.


"Bilang apa Lo kak!" Tanya Fauza yang menatap tajam Satya.


"E-engak kok, bukan apa-apa," alibi Satya.


Dan Fauza pun kembali fokus memasak, Satya hanya membuat nya semakin pusing! Lebih baik jika dia fokus memasak dan tak memperdulikan Satya yang hanya menguras semua emosinya.


"Sayang ini beneran gk butuh bantuan?" Tanya Satya sekali lagi.


"Tadi kan aku dah bilang gausah!!!"


"Iyaa iyaa,"


Apa kah ini yang di rasakan para suami? Apa pun yang ia lakukan selalu saja salah, padahal niat nya sangat baik tapi lihat istrinya itu selalu saja marah kepadanya.


Lihat lah sekarang Fauza sedang mengambil tepung, dan Satya ia akan mengambil minum di meja makan, tanpa di sengaja mereka bertabrakan yang membuat tepung itu terlepas dari tangan Fauza dan terlempar ke atas.


"Uhukk... Uhukk..."


"Uhukk... Uhukk..."


Satya dan Fauza terbatuk-batuk akibat tepung yang menimpah kedua nya.


Satya tertawa melihat wajah Fauza yang penuh dengan tepung. Dan Fauza bersiap akan memberikan pelajaran kepada Satya! Bukan kah ia sudah melarang nya untuk kemana-mana dan tetap diam di tempatnya!


"Ohh Lo ketawa yah! Liat apa yang akan gw kasih ke Lo!!!" Ucap Fauza yang langsung mengejar Satya.


Tentu saja Satya harus menyelamatkan dirinya sendiri, ia berlari ke halaman depan rumah.


"Sini Lo kak! Jangan kabur!!" Ucap Fauza yang tetep berusaha untuk mengejar Satya.


"Tangkap aja kalo Lo bisa!" Ledek Satya.


"Wah kurang ajar dia nantangin gw!!!" Ucap Fauza yang menambah kecepatan berlari nya dan yah dia mendapatkan Satya.


"Mau kemana hmm?" Tanya Fauza yang menjewer kuping Satya.


"Aww sakit sayang, aduh kuping aku bisa merah,"


"Terus aku perduli gitu? Enggak!" Ucap Fauza yang menarik Satya.


Namun sangat di sayangkan ketika dia berjalan kaki gadis itu tersandung dan hampir saja terjatuh.


Dengan cepet Satya menangkap Fauza, dengan tangan yang melingkar di pinggang gadis itu. Fauza pun memejamkan mata nya ia takut terjatuh.


Satya yang melihat hal itu tentu saja tidak akan melewatkan momen untuk meledek Fauza.


Ia meniup wajah Fauza sehingga Tepung-tepung di wajah gadis itu menjadi berterbangan kesegala arah.


"Kak! Lo tuh yah!!!" Sengut Fauza dengan emosi yang sempurna.


"Kenapa? Apa?" Tanya Satya yang menarik turunkan alisnya.


"Kenapa! Lepasin gw!" Ucap Fauza dan Satya pun langsung melepaskan gadis itu hingga ia terjatuh.


Bughhh...


"Aduh ya Allah," keluh Fauza yang kesakitan.


"Kok Lo lepasin gw si kak!"


"Tadi yang minta di lepasin siapa?" Tanya Satya seperti orang tak bersalah.


Sudah cukup! Satya memang harus di berikan pelajaran yang setimpal, Fauza mengambil keran air dan menyemprotkan nya ke Satya.


"Sayang basah!" Keluh Satya yang menghindari semprotan air dari Fauza.


"Mampos! Rasain itu! Dan bukan ini doang hukuman Lo ya kak! Nanti malam Lo tidur di luar!!!" Ucap Fauza yang terus memberikan pelajaran untuk Satya.


"Oh ya? Kamu udah buat aku basah loh! Sekarang gantian kamu juga harus basah," ucap Satya yang mengambil selang air satu lagi dan menyemprotkan nya ka Fauza.


Dan akhirnya mereka pun bermain air bersama, seperti anak kecil yang sangat bahagia hanya dengan hal-hal sederhana.


...~•.💜🤍💜.•~...


HEY TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA


TAPI TOLONG LIKE AND COMEN NYA YAH


THANKS


SEE YOU