
Konferensi pers dadakan yang diadakan Adit atas permintaan Andra tersebut langsung menjadi berita viral dan trending di mana-mana. Banyak yang terkejut tapi ada pula yang biasa saja. Beberapa yang biasa saja merasa sudah menebak akan hal tersebut karena chemistry Andra dan Zanita di TCD bukan hanya sekedar rekan kerja.
Beberapa orang yang sudah mengikuti Andra dari pertama kemunculannya tentu memahami jika Andra tidak akan pernah dekat dengan wanita hingga seperti itu jika tidak ada hubungan.
Konferensi tersebut akhirnya di ketahui oleh semua orang. Mulai dari Restu, Hunang, dan Vanka. Wanita itu yang saat ini masih terbaring lemah di rumah sakit tentu sangat terkejut dengan berita yang tengah jadi perbincangan hangat.
" Bagaimana ini bisa. Kok Zanita bisa menikah dengan Andra."
" Kenapa Van?"
Vanka menunjukkan ponselnya kepada Raffan. Ia melihat suaminya itu tidak terkejut sama sekali. Vanka tentu heran akan hal tersebut.
" Kok kamu nggak kaget."
" Aku udah tahu."
" Apa?"
Raffan lalu menjelaskan semuanya kepada Vanka apa yang dia ketahui. Vanka tentu sangat terkejut. Pada hari mereka menikah rupanya Zanita juga menikah. Tanpa sadar sebenarnya Vanka telah menyiapkan jodoh yang luar biasa untuk Zanita. Wanita itu tergugu. Apa yang dia lakukan tidak pernah membuat Zanita menderita tapi malah semakin bahagia.
Vanka menangis di sana. Ia lalu menceritakan semua yang terjadi kepada Raffan. Bagaiman dulu ia berteman baik dengan Zanita dan sampai ia bisa mengenal Raffan.
Pria itu tentu terkejut tapi seperti yang dibilang, nasi sudah menjadi bubur. Percuma disesali tidak akan kembali lagi ke wujud semula. Seperti kaca yang pecah, semua nya tak akan kembali indah. Retakan-retakan itu jelas terlihat meskipun sudah dicoba ditempel kembali.
" Sudahlah, ini sudah jadi takdir. Apa kau sudah merasakan balasanmu? Apakah kau merasa sakit mu ini adalah karma yang kau lakukan karena menipuku dan menipu sahabatmu?"
Vanka tak mampu lagi bicara ia menangis sejadi-jadinya. Sombong, angkuh, dan semaunya sendiri menyakiti hati orang lain. Beruntung ISK yang dialami belum merusak ginjalnya sepenuhnya. Dengan pengobatan intensif maka penyakitnya tersebut tidak lah mengancam nyawanya.
" Aku ingin menemui Zanita."
" Nanti aku akan mencoba memintanya."
" Jangan, aku ingin menemuinya sendiri dan bukannya meminta dia untuk menemui ku. Raff, maafkan aku. Aku sungguh wanita yang sangat buruk. Aku akan berhenti di dunia entertainment. Kau akan belajar jadi istri yang baik."
" Baiklah, sekarang mari kita hidup dari awal. Kau dan aku bersama karena sebuah kesalahan. Jadi aku harap kita bisa membenahi ini semua."
Tiba-tiba kah? mungkin iya. Tapi seseorang yang berubah pasti hatinya sudah tersentuh oleh belas kasihan Tuhan. Dan saat ini Vanka sedang berada dalam fase ini. Tampak wanita itu kembali menangis. Kesalahan yang ia perbuat mungkin sudah terlalu banyak.
Tring
Restu, Riana, dan Tia membuka ponsel mereka yang berdering bersamaan. Saat ini Riana sedang berbicara dengan Restu mengenai keinginannya untuk kembali ke kampus dan berhenti dari dunia entertainment.
Semua saling berpandangan, seakan mereka tahu apa yang akan mereka sampaikan sekarang.
" Apa kalian juga mendapatkan pesan dari Vanka?" tanya Restu kepada Riana dan Tia dan keduanya mengangguk. " Akhirnya dia sadar juga." imbuh Restu.
Tapi seketika Restu juga pusing, dalam pesan yang ia terima Vanka mengatakan akan berhenti juga dari agensi. Ia akan mundur dari dunia showbiz ini.
" Tidak masalah kak, daddy akan membayarnya. Kemarin daddy aku bilang jika memang ada pinalti yang harus dibayar daddy siap aja."
Restu membuang nafasnya kasar, untuk Riana tentu pinalti sebesar 100 juta tidak jadi masalah. Restu akhirnya mengangguk paham. Dia juga sudah berkonsultasi dengan Gibson dan pimpinan CA itu menyetujui hal itu.
" Ini kenapa pada rame-rame mau hengkang sih."
Riana tertawa mendengar ucapan Restu yang lebih seperti gerutuan. Melihat Restu seperti itu Riana jadi sedikit berpikir, andai dia punya kakak seperti Restu pasti akan sangat seru. Terlebih Restu adalah seorang kakakable yang sangat mengayomi.
" Kak Res, mau nggak jadi kakak ku?"
" He? Jangan deh, asli adikku udah banyak. Nggak sanggup kalau harus nambah lagi."
Riana seketika memanyunkan bibirnya dan tawa Restu meledak saat itu juga. Riana sungguh gadis yang menyenagkan, jika dia punya adik sepereti Riana pun Restu juga pasti akan senang.
" Jika sudah tidak di CA, temui saja aku atau hubungi aku jika mau. Aku akan siap."
Riana tersenyum, di rumah sendirian membuat gadis itu kesepian juga. Maka dari itu dia memutuskan terjun ke dunia entertainment agar bisa bertemu dengan banyak orang dan berteman.
*
*
*
" Kampreeeet lo nyet, lo udah kewong nggak ngabar-ngabari gue sih. Ish, tega bener. Dasar temen lucknut!"
Adra menjauhkan ponselnya saat Hunang begitu keras berteriak. Jika di dengar dari nada bicaranya sang teman terlihat begitu mara dan kesal.
" Udah deh woles, rencana gue bakalan ngasih tahu lo nanti, saat~'
" Saat premiere?"
Andra seketika tertawa terbahak-bahak. Rencana nya memang seperti itu. Saat premiere film Hunang ia akan mengatakan bahwa dirinya sudah menikah dan akan berhenti dari segala aktifitas keartisan. Ia juga hanya akan menyelesaikan kontraknya di NO sampai akhir tahun ini.
Bahkan Andra sudah bicara jauh-jauh hari kepada Juna. Tepatnya setelah dia menikahi Zanita. Tentu Jun apun tidak masalah akan hal tersebut, karena itu adalah hak pribadi seseorang.
" Ok lah An, gue ucapin selamat buat pernikahan lo, asli gue kaget banget berita lo seviral itu. Mana gue juga ikut di datengi wartawan lagi buat konfirmasi. Konfirmasi apa coba, gue nggak ngerti apa-apa juga."
" Hahaha, sorry bro. Sorry, gue juga nggak nyangka bakalan jadi rame. Tapi thanks Hun untu doanya."
Andra meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia lalu kembali memeluk sang istri yang saat ini sudah tertidur lelap di sampingnya. Terlihat wajah Zanita begitu lelah. Ia tidak pernah menyangka bahwa akan menikahi wanita yang dulu sorot matanya begitu membencinya. Andra tersenyum lalu mencium pucuk kepala Zanita.
" Haish, kamu pasti sangat syok dengan pemberitaan tersebut. Maaf ya. Tapi tenang saja komentar buruk tentang mu akan ku buat hilang dengan sekejap. Tidak akan kubiarkan mereka merusak kesehatan mentalmu. Haish, aku nggak nyangka bisa sesayang ini sama kamu Za. Maafkan aku ya jika masih menyusahkan mu. Tapi aku janji ini tidak akan lama. Kita akan punya keluarga normal seperti yang lainnya yang tidak tercium media."
TBC