My Haters To Be My Wife

My Haters To Be My Wife
HW 36. Serius, atau Keluar Agency



Di CA, Gibson terlihat memijit pangkal hidungnya pelan. Ia sedikit menyesali perbuatannya yang menolak membantu Restu. Setelah dipikir-pikir, Restu tidak pernah memiliki track record yang buruk. Selama 6 tahun menjadi manager artis, semuanya mengatakan bahwa Restu adalah pria baik dan pekerja keras. Beberapa artis yang pernah diasuhnya pun mengatakan bahwa Restu sosok yang bertanggung jawab.


" Gue harus nemuin Restu. Gue telpon dulu."


Gibson pun mengambil ponselnya dari kantong celana dan hendak menghubungi Restu. Tapi ternyata Restu melakukan panggilan kepada Gibson terlebih dahulu.


" Res, panjang umur. Baru gue mau nelpon lo."


" Kenapa Gib, oh iya aku baru dapat panggilan dari kru series yang Vanka dan Riana audisi, mereka menanyakan keberadaan Vanka. Jika memang tidak ada maka Vanka tidak jadi dapat kesempatan casting."


" Apa? Tck, Vanka benar-benar sesukanya sendiri. Oke Res, thanks. Gue yang akan coba nyari tuh bocah. Oh ya Res soal uang operasi~"


" It's oke Gib, nggak apa-apa. Alhamdulillaah aku udah dapet. Siang ini Ibu langsung di operasi."


Gibson seketika bertanya-tanya. Dari mana Restu mendapat uang secepat itu. Apakah meminjam kepada bank? Ingin kembali bertanya Gibson tidak jadi karena panggilannya sudah di tutup Restu. Gibson teringat kata-kata Restu mengenai Vanka.


" Tck wanita itu benar-benar. Jika begini bukannya agency gue untungnya tapi malah buntung."


Gibson berjalan keluar dari ruangannya. Ia mencari Tia asisten Vanka. Rupanya Tia ada di ruang make up dengan beberapa artis lainnya. Tapu tidak ada Vanka.


" Tia!"


" Ya bang, ada apa ya?"


" Mana Vanka."


Tia terdiam saat bos CA itu menanyakan keberadaan Vanka. Meskipun Gibson juga seorang artis tapi posisi di CA adalah seorang bos. Mereka semua merasa segan dengan Gibson. Tia terlihat sedikit merasa takut saat bos CA itu menelisik wajahnya.


Tia tentu tahu dimana Vanka dan apa yang dilakukan wanita itu bahkan pernikahan Vanka pun Tia tahu. Dia berada di sana saat itu. Berdalih menghadiri kondangan Vanka membawa Tia bersamanya agar agency tidak curiga. Pasalnya waktu pernikahan Vanka itu bersamaan dengan diadakannya gathering CA. Meskipun hanya di kantor tapi semua artis yang tidka sedang ada syuting diwajibkan datang.


" Tia, iku gue. Kita bicara di ruangan gue."


" Ba-baik bang."


Tia mengekor. Perasaannya campur aduk. Ia tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari Gibson. Taruhannya adalah pekerjaan. Tia tentu tidak mau kehilangan pekerjaannya.


" Duduk, sekarang katakan kepadaku kemana Vanka. Mengapa beberapa hari ini dia tidak datang ke kantor meski hanya sekedar absen. Dalam kurun waktu dua bulan ini juga Vanka tidka ada kegiatan. Sekarang ada casting dia nya malah mangkir."


Tia masih diam. Gadis berusia 22 tahun belum membuka mulutnya. Kedua tangannya saling bertaut dibawah meja. Keluar keringat dingin dari kedua telapak tangannya, ya kebiasaan Tia kala dia mengalami kekhawatiran dan ketakutan berlebih.


" Tia jawab jangan diam saja!"


" Maaf bang, maaf. Vanka, dia tidak datang ke casting series itu karena ... Karena ...."


" Tia, ngomong yang benar. Jangan membuatku emosi!"


" Vanka keguguran bang."


Duaaar


Gibson, memang benar dia mendirikan agency ini atas dukungan orang tuanya terutama ayahnya. Tapi meskipun begitu dia serius. Dia ingin membuat agency nya berkembang dengan baik dan minus skandal. Dia tidak ingin artis-artis di agency nya terkenal karena sebuah skandal.


" Apa lo yakin itu?"


" Dia sendiri yang bilang bang, ini chat nya. Abang bisa lihat sendiri."


Gibson mengambil ponsel milik Tia dan membaca semua percakapan Vanka dengan Tia. Gibson benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan wanita itu. Bagaimana dia bisa semudah itu melakukan pernikahan dan apa tadi keguguran, tanpa pernah memberitahukan apapun ke agency. Gibson tentu sangat marah. Ia kemudian meminta Tia untuk meng-screenshoot percakapan melalui chat tersebut untuk dikirimkan kepadanya.


" Apa abang bakalan mengeluarkan Vanka dari agency?"


" Kita lihat tadi, tapi orang yang minim prestrasi sungguh nggak dibutuhkan di agency ini. Selama ini wanita itu bersikap semaunya sendiri dan susah diatur. Gue bakal ngasih ketegasan sama dia."


Tia paham, selama ini mengikuti Vanka memang wanita itu kebanyakan gaya. Terlebih sikap sombong yang ditunjukkan Vanka kepada junior-juniornya membuat para junior menjadi tidak respect kepada Vanka.


Gibson memasuki mobilnya, ia akan mendatangai apartemen wanita itu. Sebagai bos tentu ia tahu dimana tempat tinggal vanka terlebih Vanka sudah bergabung dengan dirinya sekitar 3 tahun lalu. Meskipun agency yang dibuat Gibson baru., akan tetapi Gibson sudah memiliki perkumpulan artis sendiri sebelumnya jadi sedikit banyak ia mengetahui informasi pribadi rekan artisnya, terlebih jika itu hanya rumah.


" Kita lihat apa yang dia katakan nanti. Aku tidak menyangka wanita itu sunguh liar. kupikir dia yang tidak pernah menjamah club dan diskotik adalah wanita baik-baik saja. Rupanya Vanka melakukannya dengan rapi."


Gibson mulai menaiki lift apartemen vanka, hingga ke depan pintu apartemen dia mencoba menekan bel. Tidak ada jawaban di sana. Gibson kembali menekannya lagi tapi nihil. Tampaknya tuan rumah memang tidak ada di rumah saat ini.


" Permisi mas apa nyari mbak yang ada di sini?"


" Ya pak, kemana ya orangnya?"


" Setahu saya apartemen ini sudah di sewakan mas. Mbaknya ikut suaminya sekarang. Dulu cowoknya juga sering kesini. Tapi sekarang kayaknya mbak nya udah pindah."


Gibson mengangguk mengerti, setelah mengucapkan terimakasih pria itu berjalan kembali turun ke basemen. Saat hendak masuk mobil Gibson melihat Vanka yang sedang keluar dari mobil. Gibson menarik sudut bibirnya. Rupanya orang yang ia cari muncul sendiri di hadapannya.


" Van, jelaskan tentang pernikahanmu dan keguguran yang kau alami!"


" B-bang Gibson. Me-mengapa abang bisa ke sini?"


Vanka tentu sangat terkejut melihat Gibson yang berdiri di depannya bahkan wanita itu sampai memundurkan langkahnya. Vanka mencengkeram kunci mobil yang ia pegang dengan sangat erat. Jelas terlihat raut ketakutan dalam wajahnya.


" Jika kau tidak mau menjelaskan kepadamu maka kau sebaiknya keluar saja dari agency. Aku tidak mau artis yang berada dibawah naunganku memiliki skandal."


" Jangan bang, kalau aku keluar dari CA gimana nanti karirku."


" Kamu tahu itu, Kamu tahu karirmu sangat bergantung dengan CA tapi kamu selalu berbuat semaunya sendiri. bahkan apa, untuk casting serires saja mangkir. Apa kau tahu bahwa Riana mendapatkan peran pendukung wanita nya. Padahal tadinya dia hanya akan jadi cameo. tapi pihak produser, sutradara dan pemain inti yang melakukan casting tertarik pada kemampuan akting Riana. Kau akan semakin tertinggal juka kau tidak mau serius."


Sial, gadis ingusan itu berhasil. Padahal dia baru pertama kali syuting.


Vanka memaki dalam hatinya. Wanita ini benar-benar tidak pernah belajar dari kesalahan. Selalu memusuhi orang yang lebih berhasil dari pada dirinya. Bukannya intropeksi tapi malah membenci keberhasilan orang lain.


TBC