My Haters To Be My Wife

My Haters To Be My Wife
HW 62. Kehebohan Terjadi



Media sosial sungguh rame. Foto-foto Andra dan Zanita tersebar luas. Cuplikan-cuplikan video TCD yang memperlihatkan kedekatan mereka pun ikut tersebar luas. Komentar-komentar banyak sekali masuk ke kolom komentar youtube TCD maupun di media sosial Andra.


Ada dua kubu yang terbentuk. Kubu yang setuju Andra dekat dengan Za dan kubu yang menolak kedekatan keduanya. Bahkan mereka malah saling war. Andra memijit pangkal hidungnya merasakan pusing. Bukan karena komentar-komentar itu, tapi karena bingung bagaimana Zanita bisa pergi bekerja dengan nyaman.


" Sayang, nggak usah kerja ya. Libur dulu aja lagi."


" Yaaah bang, nggak bisa gitu dong. Kan udah cuti lama. Nggak enak lah bang."


Andra tentu paham, ia juga tidak mungkin melarang istrinya bekerja. Andra tidak mau mengekang Zanita. Toh dia lihat kedua kakak iparnya semua juga bekerja dan kakak serta mas nya tidak ada masalah.


Cuman ini yang sedikit berbeda adalah Zanita menjadi istri seorang Andra yang digandrungi para wanita. Andra tidak ingin kejadian cakaran semalam terulang lagi atau mungkin lebih parah.


" Bang, bang bos!"


Suara Juned begitu menggelegar sambil mengetuk pintu apartemen. Andra memang mengganti kata sandi apartemennya setelah kejadian Juned langsung trabas waktu itu. Zanita yang hendak membukakan pintu di tahan oleh Andra dan dia yang bejalan membukakan pintu.


" Kenapa sih Ned, berisik banget pagi-pagi gini."


" Bang, itu bang di lobi rame banget bang. Banyak awak media."


Pluk


Andra menepuk pelan keningnya. Sepertinya memang ini sudah waktunya. Waktunya mereka untuk memberitahu kepada public tentang pernikahan mereka.


Andra kembali masuk ke dalam diikuti oleh Juned. Zanita pun bertanya kepada Juned mengenai apa yang terjadi dan Juned pun menjelaskan apa yang sedang terjadi di lobi apartemen.


" Dit, gue boleh minta tolong nggak?


Andra menghubungi Adit. Bagaimana pun ia harus menyelesaikan semuanya dengan cepat. Setelah menghubungi Adit, kini ponsel Andra berbunyi. Tertampak kata bunda di layar ponsel tersebut.


" Ya bund."


" Awas ya kalau menantu bunda kenapa-napa."


" Buset deh, nggak ada khawatir-khawatirnya sama anak nya. Berasa anak tiri."


" Jangan drama deh, nggak cocok lebay gitu. Pokonya selesaikan secepatnya. Buset deh dari semalam ponsel bunda nggak berhenti tahu bunyi. Pada nanyain kenapa kali ini nikahan juga nggak ngundang-ngundang. Gue punya anak perasaan nggak ada ngadain pesta nikahan semua deh. Hadeeh."


Andra memutar bola matanya malas saat kalimat terakhir sang bunda selaku diucapkan setiap membahas pernikahan. Sudah jadi rahasia umum jika keluarga Aryo Dwilaga Susena tidak pernah mengadakan pesta pernikahan bagi anak-anak nya. Entah sejak kapan itu terjadi tapi semenjak putra kedua mereka menikah dengan sederhana, putra pertama mereka juga hanya menikah di rumah dan syukuran kecil-kecil an. Padahal keluarga Dwilaga adalah keluarga terpandang. Bahkan banyak dari mereka yang tidak tahu bahwa putra-putra mereka sudah menikah.


" Jadi bang, aku bisa tetep berangkat kerja nggak?"


" Bisa, buruan siap-siap ya."


Zanita tersenyum lebar, wanita itupun langsung berlalu ke kamar dan bersiap untuk kerja. Sedangkan Juned hanya menatap sang bos dengan tajam. Dalam tatapan Juned tersebut memiliki arti bahwa mengapa mengizinkan Zanita untuk berangkat.


" Tenang Ned, gue nggak akan biarin bini gue diserang fans. Gue udah siapin semuanya."


" Beneran bang bos?"


*


*


*


Rupanya bukan hanya lobi apartemen Andra saja yang ramai. Di depan kantor JDA beberapa awak media juga sudah ada di sana. Dian, Dio, dan Liam pun sedikit terkejut saat mereka baru saja datang melihat kerumunan tersebut.


Mereka jadi urung untuk turun dari mobil, tapi tidak dengan Dio. Nampaknya dia yang paling apes. Pasalnya Dio menggunakan motor, kedatangannya tentu langsung menarik awak media. Mereka mengenali Dio karena sesekali Dio muncul di TCD.


" Bang tolong dong komentarnya?"" Apa hubungan Andra denga host TCD?"


" Apa mereka adalah kekasih? Apa kalian sebenarnya sudah tahu hubungan keduanya?


" Weeeh sodara-sodara sekalian. Saya ini cuma MUA kagak ngarti urusan pribadi orang lain karena saya nggak suka kepo. Udah tanya sama orang nya langsung aja ya. Permisi. Saya udah telat nih."


Dio segera berlari masuk. Di dalam Bian dan Liam tampak tertawa cekikikan membuat Dio kesal. Dia serasa dijadikan umpan oleh dua orang itu.


" Wooooh kalian sengaja ya ngumpanin aku."


" Sorry Di, kamu kan masih muda, masih ada tenaga buat ngadepin nyang begituan. Kalau kita-kita mah udah pada kagak sanggup."


" Ya, ya. Emang udah pada kakek-kakek sih jadi maklum."


Tuk


Bian dan Liam mendaratkan keplakan tangan mereka ke kepala Dio yang hanya ditanggapi cengiran oleh pria tersebut. Tak lama Adit muncul di depan ketiganya. Semua langsung diam saat Adit mengatakan sesuatu. Liam dan Bian paham. Kedua orang tersebut berlari menuju ke pintu belakang. Rupanya di belakang sudah ada mobil Andra yang di dalamnya terdapat Juned, Andra dan Zanita. Mereka langsung keluar dan sedikit berlari. Kali ini bukan menuju ke ruangan tim TCD tapi ke ruangan Adit.


" Gila, berasa bodyguard artis gue. kayak di korea-korea gitu."


Ucapan Bian membuat semua orang tertawa. Rupanya di ruangan tersebut juga ada Lia. Sang istri presdir tersebut tampak cantik dan anggun dengan hijab nya. Lia langsung menghampiri Zanita dan membuat Zanita lebih tenang.


" Semua tidak akan ada apa-apa. Tenang saja."


" Terimakasih bu."


Andra tentu senang, Adit sebagai teman memang selalu bisa diandakan. Bahkan awak media sudah diarahkan oleh Adit untuk menuju ballroom JDA, dimana tempat itu biasanya digunakan untuk rapat besar atau pertemuan artis dan model yang bekerja utuk JDA.


Para awak media tentu masih belum paham mengapa mereka dikumpulkan di sini. Tapi satu hal yang jelas bahwa mereka pasti akan mendapatkan berita besar.


" Baiklah saya di sini bukanlah sebagai Presdir JD Advertising. Saya disini sebagai seorang teman dan sahabat dari seorang Raffandra Suma Dwilaga atau yang kalian kenal dengan Andra Suma. Saya harap kalian bisa tertib. Jika ada yang tidak tertib saya tidak segan mengeluarkan kalian deng paksa."


Tampak di beberapa titik terdapat bodyguard-bodyguard yang mengamankan kondisi di dalam ruangan tersebut. Para awak media pun yang tadinya sedikit ramai kini benar-benar diam. Adit juga menjelaskan sistem pertanyaan yang akan mereka lakukan. Setiap orang hanya akan di berikan satu kesempatan bertanya. Dan pertanyaan hanya akan dibatasi 10 pertanyaan saja. ( Berasa ulangan nggak sih hahaha)


Tak berselang lama setelah Adit menjelaskan peraturan tersebut. Datang dari sisi kanan Andra dan Zanita. Keduanya saling berpegangan tangan. Disusul oleh Lia, Bian, Liam dan Dio. Andra dan Zanita berdiri dan duduk di tengah. Sorot kamera mulai mengarak ke keduanya untuk mengambil gambar.


TBC