My Haters To Be My Wife

My Haters To Be My Wife
HW 43. Gelombang Kecil



Liam benar-benar dibuat curiga oleh kelakuan Andra yang selalu menempel pada Zanita. Ia merasa Andra mencoba mendekati Zanita. Perasaan Liam semakin tidak enak saat ia mengingat Andra menggenggam erat tangan Zanita. Meskipun itu hanya sebatas menuntun Zanita saat hendak menuruni tangga ketika kembali dari puncak Bromo. Tapi menurut Liam sungguh sangat berbeda dengan bantuan dari seorang teman.


" Ini nggak bisa dibiarin. Jangan sampe TCD ini jadi acara yang ngerusak rumah tangga orang. Jangan sampe Andra jadi pebinor. Gue harus bilang ke Bian."


Bian langsung menuju ke kamar setelah hari ini acara selesai. Beberapa spot wisata di Bromo dan sekitarnya bisa di datangi oleh Tim dan saat ini sekitar pukul 04.00 sore mereka bebas melakukan apapun.


" Bi! Lo dimana! Gue mau ngomong."


" Bentar gue lagi di kamar mandi."


Saking tidak sabarnya, Liam bahkan berdiri di kamar mandi menunggu Bian keluar. Bian tentu terkejut melihat rekan sekaligus sohib nya itu di depan pintu.


" Buseet deh lo Li, bikin gue kaget aja. Ada apa sih. Kek nya penting banget."


" Gue mau ngomongin sola Za sama Andra. Lo ngerasa nggak sih kalau dua orang itu deket banget. Terlebih setelah Za sakit, mereka kayak orang pacaran."


Bian terdiam, sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama. Perhatian Andra ke Zanita itu memang bukan hanya sekedar perhatian biasa. Lebih ke bentuk perhatian terhadap pasangan. Padahal yang mereka ketahui, Zanita sudah menikah. Masa sih Zanita main hati? Atau malah Andra yang berusaha jadi pebinor?


" Kau lo diem bae sih Bi."


" Tck, sabar napa. Jujur sebenarnya gue juga berpikiran sama kayak elo. Tapi gue milih diem. Gue takut gue salah kalau seandainya negur mereka. Toh itu urusan pribadi mereka. Gitu nggak sih?"


" Iya bener, gue ngerti itu urusan personal. Tapi gue mau acara yang kita bikin ini ngerusak rumah tangga orang. Lo tahu kan beberapa kasus selebriti yang terkena skandal sama lawan mainnya dan akhirnya malah ngerusak hubungan suami istri di real life. Nah gue nggak mau kayak gitu Bi."


Bian mengangguk setuju. Saat itu berita tersebut banyak sekali beredar baik di dunia maya atau pun di layar kaca. Meskipun itu belum jelas kebenaranya, akan tetapi banyak statement yang mengatakan bahwa peran mereka berasa samapi real life. Ngeri sih saat para pendukung menjodohkan aktor dan aktris favoritnya untuk jadi pasangan padahal di dunia nyata mereka sudah berpasangan.


" Terus kita musti ngapain, kita nggak mungkin kan nembak mereka berdua dan ngomong, ' eh kalian berdua punya hubungan ya?' asli nggak etis banget deh Liam."


" Iya juga ya, gini aja kita nunggu momen buat memergoki mereka berdua. Kalau Za sama Andra punya hubungan pasti mereka berdua akan berduaan. Gue berani jamin itu."


Bian setuju dengan ide Liam. Mereka akan mencari momentum yang pas untuk menanyakan hal tersebut kepada Andra dan Zanita. Seperti yang Liam katakan tadi, dia tidak ingin acaranya menjadi tidak berkah karena membuat hubungan asli menjadi hancur berantakan.


Rupanya apa yang dipikirkan Liam soal Zanita dan Andra berduaan benar adanya. Saat ini Andra sedang membawa Zanita menikmati Sunset di Bromo. Sepertinya Andra menyiapkan acara sunset tersebut khusus untuk Zanita. Sunset akan terjadi sekitar pukul 5 lebih 20 menit sore ini. Dan sekarang masih pukul 16.30. Masih ada beberapa waktu menuju momen tersebut.


" Bang, kalau ada yang nyariin gimana?"


Zanita menjawab suka, pasalnya ia belum pernah bepergian begini sebelumnya. Selama sekolah dan kuliah, waktunya ia habiskan untuk berkegiatan. Di kampus lebih-lebih, dia banyak sekali kegiatan. Bisa dibilang Zanita adalah mahasiswa yang aktif di kampus.


" Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"


" Pantai, aku pengen banget ke pantai."


Zanita menjawab dengan mata menatap lurus ke depan. Hamparan pasir dan gunung yang kokoh di depannya sungguh mengagumkan. Terlebih semburat oranye mulai nampak. Matahari yang mulai kembali ke peraduannya akan membentuk garis lagi yang cantik. Zanita ingin melihat itu di pantai. Ia ingin melihat matahari yang tenggelam di garis air laut.


" Next, Insyaallah aku akan membawa mu ke sana. Zanita Yufarani, apakah kau mau menjadi istriku? mendampingiku hingga akhir hayat, menjadi penenang marah ku. Menjadi sumber kebahagiaanku."


Deg


Zanita terkejut saat matahari terbenam tersebut Andra seketika berjongkok dan memberikan cincin padanya. Ia sungguh tidak menyangka akan mendapat kejutan seperti itu. Sesaat ia bertanya pada hatinya, apakah ini adalah awal mula kehidupan berumah tangganya? Apakah ini adalah salah satu jalan mereka untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang diawali dengan dadakan.


" Tapi bang, kita kan memang sudah menikah?'


" Aku tahu, tapi kan aku belum pernah memintamu degan benar. Jadi momen ini aku meminta mu. Gimana, jawab dong, pegel nih."


Zanita tergelak. Momen romantis yang terbentuk itu ambyar sudah gara-gara kata ' pegel'. Namun tak lama kemudian Zanita mengangguk, ia menyetujui apa yang Andra katakan. Andra pun lalu memasangkan cincin tersebut ke jari manis Zanita yang sebelah kanan. Padahal belum lama Andra sudah memberi Zanita cincin. Ia langsung memeluk Zanita erat.


" Bantu aku untuk bisa menerima mu. Harap sabar dalam menghadapi ku nanti, maaf jika aku masih banyak bertingkah seperti anak kecil."


" Aku akan berusaha untuk itu, istriku."


Andra mencium kening Zanita sedikit lebih lama. Sebenarnya ia ingin sekali mencium bibir Zanita, tapi lokasi tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Rasanya Andra pengen cepat-cepat membawa Zanita pulang ke hotel. tanpa mereka tahu momen keduanya itu diabadikan oleh seseorang. Orang tersebut tentu tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Meskipun berjarak lumayan jauh tentu orang tersebut sangat yakin bahwa pasangan yang ia lihat itu adalah Andra dan Zanita.


" Itu benar mereka kan? Tapi sayang gue nggak denger apa yang mereka omongin. Tapi sumpah, itu mereka. Kalau dilihat, Andra kayak lagi ngelamar gitu. Lha Zanita kan udah nikah. Ini gimana ceritanya bisa begini. Ini nggak bisa dibiarin."


Orang tersebut pun berjalan cepat agar bisa segera sampai di hotel. Ia merasa harus segera melaporkan hal tersebut kepada tim.


lain orang itu lain pula Zanita dan Andra. Andra benar-benar sedang menikmati momen sunset tersebut dengan memeluk Zanita erat. Zanita merasa nyaman berada di pelukan sang suami. Padahal di depan mereka saat ini tengah ada gelombang kecil yang akan menghantam mereka. sepertinya mereka harus menyiapkan jawaban terbaik keduanya. Yakinlah Zanita dan Andra akan disidang malam ini.


TBC