My Haters To Be My Wife

My Haters To Be My Wife
HW 40. Ngefans



Perjalanan menuju Jatim dimulai dari pukul 06.00. Mereka terlihat begitu antusias. Jalan-jalan tapi kerja, woaaah nikmat mana lagi yang kau ingkari. Seprti itulah perasaan mereka kalai ini. lagi-lagi Zanita menjadi wanita satu-satunya di rombongan itu. Tapi tentunya dia tidak khawatir, terlebih ia bersama sang suami.


Aiiih suami nggak tuh. Zanita sedikit malu saat Andra duduk disampingnya. Ia mengingat kejadian tadi pagi, dimana Za bangun dengan posisi memeluk Andra. Kebiasaanya tidur dengan memeluk guling menjadikan ia melakukan hal tersebut.


" Gimana, lebih nyaman guling hidup kan.Selamat pagi istriku."


Blusssss


Wajah Zanita memerah saat Andra mengatakan hal tersebut tadi. Ia pun langsung berlari ke kamarnya tanpa mengatakan apapun.


Andra hanya bergumam pelan, ia akan membuat seluruh pakaian dan perlengkapan Zanita berpindah ke kamarnya sebelum pulang dari Jatim. Tentu saja hal itu sudah ia katakan kepada sang bunda. Ya, Andra meminta bantuan bundanya untuk melakukan hal tersebut.


" Dasar anak kurang ajar. Mak nya aja belum ketemu sama menantu sudah disuruh-suruh begini," gerutu Sekar yang saat ini berada di apartemen Andra bersama beberapa orang untuk mengabulkan permintaan sang putra.


Di dalam mobil Andra terkekeh geli. Ia bisa membayangkan bagaiamana reaksi bundanya. Hal itu membuat Zanita mengerutkan keningnya. Ia merasa sungguh aneh dengan tingkah Andra.


" Ada yang lucu?"


" Eh enggak aku inget kartun bocah kembar yang kepalanya botak. Lucu."


Zanita menggelengkan kepalanya pelan. Tingkah Andra benar-benar absurd.


Tring


Sebuah pesan masuk ke ponsel Zanita. Ia melihatnya sekilas. Sama sekali tidak ingin membukanya, Zanita memasukkan ponsel tersebut ke dalam tas. Namun detik berikutnya Posnel Zanita berbunyi lagi, sebuah panggilan masuk rupanya.


" Siapa?"


Zanita memperlihatakan ponsel miliknya itu ke arah Andra. Andra ingin menjawabnya tapi urung.


" Matikan saja."


Zanita mengangguk patuh. Ia menolak panggilan dari Raffan tersebut lalu mematikan ponselnya sesuaid engan perintah Andra.


" Sial, Za tidak mau menjawab panggilanku. Sebenarnya siapa yang menikahi Zanita. Argggh aku tidak bisa mendatangi rumah Zanita untuk bertanya."


Raffan mengomel kesal, ingin sekali ia bisa mendatangi kediaman Zanita dan bertanya mengenai pernikahan Zanita. Tapi pria itu tak cukup punya nyali. Aneh, mungkin satu kata itu yang mewakili sikap Raffan sekarang. Kemarin dia mengatakan bahwa akan menerima pernikahannya dengan Vanka dan melepaskan Zanita. Tapi saat mengetahui Zanita menikah, entah mengapa membuat pria itu seakan-akan kalang kabut.


" Raff, kamu kenapa?'


" Apakah sudah sehat? Apakah sudah akan kembai beraktifitas."


" Ya, aku ingin secepatnya kembali beraktifitas agar rasa sedihku ini bisa secepatnya hilang."


Drama queen, sungguh pandai sekali Vanka menampilkan mimik wajah sedih dan kehilangan di hadapan Raffan.Seketka Raffan pun iba dengan apa yang diucapkan oleh Vanka. Pria itu lantas memeluk Vanka dengan erat.


" Sudahlah, ikhlaskan. Kita akan memilikinya lagi nanti."


Di balik punggung Raffan, wanita itu mengangkat kedua sudut bibirnya hingga membuat satu lengkungan senyuman. Ia tentu tidak benar-benar merasa sedih.


" Iya Raff, aku tahu itu."


" Van, ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu. Apa kamu dan Zanita perah kenal sebelumnya? dan apakah kamu tahu bahwa aku adalah tunangan Zanita saat itu?"


Vanka menjawab dengan penuh keyakinan. Raffan pun hanya mengangguk paham hingga pria itu mengatakan bahwa tidak perlu lagi hal tersebut dipikirkan.


Hampir saja ketahuan kalau aku memang sengaja mengacaukan hubungan keduanya. Haish, bagaimanapun aku adalah pemenangnya.


*


*


*


Kantor CA, Restu tampak sedang mengerjakan sesuatu di ruangannya. Ya di CA, Gibson memberi Restu ruangan tersendiri. Gibson berharap Restu semakin bisa fokus dengan setiap apa yang dikerjakan. Dan saat ini Restu sedang memanggil Vanka. Mengetahui Vanka sudah datang, ia langsung meminta wanita itu ke ruangannya.


" Apa kamu siap untuk casting lagi?"


" Iya siap."


Patuh, tentu Vanka harus patuh. Giibson sudah mengultimatum wanita itu. Jika Vanka tidak mau mengikuti setiap apa yang diaturkan oleh Restu kepada nya maka Gibson tidak segan mengeluarkan Vanka dari agensi nya.


Tapi, vanka tetaplah Vanka. Meskipun dia mengatakan ya di mulutnya, Tapi dihatinya ia terus merutuk. Dia begitu amat kesal dengan Restu yang seolah-olah memiliki kendali penuh akan dirinya.


" Memangnya dia siapa, sok-sok an ngatur. Anak kemarin sore di CA aja berlagak sepri bos," omel Vanka saat mengemudikan mobilnya.


Tia sang asisten hanya menggeleng pelan. Vanka sama sekali tidak pernah mau intropeksi diri. Bukannya memperbaiki kualitas dirinya, dia malah semakin membenci orang-orang yang sebenarnya sedang membantu dirinya.


" Ini tempatnya dimana sih Tia?"


" Di XX production house. Kita harus kesana cepat Van agar tidak terlambat."


Tia benar-benar sabar menghadapi Vanka. Jika orang lain mungkin sudah mundur untuk jadi asisten Vanka.


Wanita itu kemudian menaikkan laju kendaraannya agar segera sampai di PH XX. Seperti yang dikatakan oleh Tia tadi bahwa ia tidak ingin telat datang untuk casting.


Ciiiit


Vanka memarkirkan mobilnya di basemen. Ia da Tia langsung turun dari mobil dan berjalan cepat menuju tempat Casting. Setibanya di sana rupanya tempat itu sangat ramai. Mungkin ada sekitar 100 orang yang akan menjalani casting dengan peran yang berbeda-beda.


" Tia, apa memang sebanyak ini?"


" Mungkin saja, Ini yang akan jadi sutradara adalah Hunang Tyobrahma. Kamu tahu dia sutradara terkenal. Banyak yang ingin main di filmnya meskipun hanya sebatas peran kecil."


Vanka seketika tersenyum, jika ia berhasil mendapatkan peran ini maka namanya akan melambung naik. Vanka pun bertekad untuk dapat peran tersebut meskipun hanya peran pendukung.


" Eh Van, kalau nggak salah film Mendadak Traveling ini akan ada spesial performer dari traveler terkenal Andra Suma. Kamu tahu kan Andra paling susah buat diajakin main film, tapi katanya kalai ini dia bakalan mau jadi cameo."


" Apa, are you serious? Waah Andra Suma. Gilaa, gue ngefans banget sama dia. Gue harus dapat peran itu. Kapan lagi ketemu dia. Asli, dia adalah salah satu public figure yang paling susah ditemui."


Tia tersenyum, meskipun dengan pancingan akhirnya Vanka benar-benar semangat kali ini. Tapi apa yang dikatakan olehnya itu bukan hanya gosip yang digosok makin sip. Film Mendadak Traveling ini akan memunculkan Andra sebagai spesial guest. Semua tentu tahu Andra adalah seorang traveler, apa saja yang di unggah ke laman sosial medianya selalu mendapat tanggapan yang luar biasa. Tapi tidak ada seorang pun yang berhasil membawa Andra untuk bermain film karena pria itu menolaknya. Meskpun kali ini Andra belum mengeluarkan pernyataan ataupun konferesni pers, kabar itu sudah heboh di dunia maya.


TBC