
Tok tok tok
" Za! Bangun Za! Za, kita mau pada sarapan nih."
Gedubrak
Andra yang terkejut dengan panggilan seseorang dari luar kamar Zanita itu langsung bangun dan terjatuh dari atas tempat tidur. Pun dengan Zanita, ia juga bangun dengan sangat terkejut. Jika Zanita memang sedang berhalang alias mendapat tamu bulanan, maka Andra tadi memilih tidur kembali setelah melaksanakan kewajiban 2 rakaat nya.
Keduanya sungguh bingung, bagai pasangan mesuum yang digrebek oleh Satpol PP, Andra dan Zanita kebingungan bagaimana menyembunyikan diri.
" Masuk!"
" Kemana?"
" Ke kamar mandi!"
Andra menurut dengan perintah Zanita. Pria itu berlari ke kamar mandi dan Zanita berjalan ke arah pintu. Namun saat Zanita hendak membuka pintu Andra kembali keluar kamar.
" Apa lagi?"
" Handphone sama sandal hotel lupa."
Zanita menepuk keningnya sendiri. Sungguh kelakuan keduanya sama-sama absudr. Setelah memastikan Andra masuk ke dalam toilet, Zanita pun mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia harus tetap tenang saat ini agar orang yang di luar kamar tidak curiga.
" Eh bang Bian, maaf baru bangun. Soalnya Za lagi tangal merah jadi nggak subuhan."
" Oalah gitu, pantes, biasanya kamu mah subuh dah ready we. Oh iya mau sarapan nggak. Kita mau nyobain pecel di sini nih enak kali. Mumpung masih jam 6 setelah itu kita langsung ke lokasi pertama. Tapi nggak tahu tuh Juned dari tadi manggilin Andra kok ngak keluar-keluar."
" Ooh gitu, aku ikut deh bang. Tunggu di bawah aja, aku mandi sebentar."
" Oke!"
Braak
Zanita kembali menutup pintu kamar hotelnya saat Bian melenggang pergi. Ia bersandar pada pintu dan mengatur debaran jantungnya yang berpacu akibat ulah Andra. Kenapa ulah andra, ya karena suaminya itu maksa banget buat tidur satu kamar diam-diam.
" Bang, Bang Bian nya udah keluar. Abang buruan keluar aku mau mandi. udah ditungguin soalnya. Oh iya kata Bang Bian abang dicariin Kak Juned."
Andra menangguk sambil keluar dari kamar mandi. Ia malah terkekeh geli dengan apa yang terjadi pagi ini. Bagaimana bisa pasangan resmi yang memiliki buku nikah itu malah kerepotan sendiri seperti pasangan non halal yang mau kena grebek.
" Udah bang ketawanya. Awas ya kalau gitu lagi. Abang kalau mau tidur di sini habis subuh tuh balik."
" Astaga, istriku pagi-pagi dah ngomel mulu. Aku kekepin juga nanti."
Zanita hanya menggeleng pelan. Setelah memutuskan untuk mencoba menerima Andra, kelakuan pria itu benar-benar tak terduga. Andra pun berjalan melewati Zanita dan hendak keluar kamar namun tiba-tiba Andra melakukan satu hal yang membuat Zanita kehilangan kata-katanya.
" Morning kiss, mayan buat memperkuat imun menghadapi hari ini."
Zanita membulatkan matanya. Andra benar-benar semakin frontal terhadap dirinya. Tidak ada yang salah sin toh mereka sah ini udah halal tapi Zanita masih belum bisa atau tepatnya belum terbiasa dengan semua itu.
" Kenapa jadi dikit-dikit nyosor sih. kek soang."
Setelah sekitar 15 menit Zanita turun ke loni hotel dan di susul dengan Andra dari belakang. Liam menatap keduanya dengan aneh. ya, Liam selalu memiliki perasan yang berbeda dengan interaksi antara Zanita dan Andra.
" yook cus, gue punya tempat rekomendasi enak nih buat sarapan. bang Liam bawa kamera nggak, kita bisa mulai ambil gambar saat sarapan nanti."
" Bawa An. Selalu."
Liam memperlihatkan kameranya kepada Andra. Andra tersenyum lalu mengangguk. Akhirnya mereka keluar dari hotel dengan berjalan bersama karena tempat yang akan dituju tidak jauh dari mereka menginap.
" Bang, tadi lagi ngapain sih kok Juned panggil-panggil, Juned gedor-gedor nggak dibukain."
" Ooh gue lagi pup tadi. Mules banget perut."
Sungguh jawaban Andra asal njeplak dari mulutnya. Pintar sekali ia mengeles pertanyaan Juned. Dan Juned yang kadang-kadang memang suka dikibulin oleh Andra hanya menggut-manggut.
Jauh di belakang Liam yang masih bisa mendengar jawaban Andra sedikit tidak mempercayai ucapan sang selebgram. Baginya jawaban Andra adalah nge-les yang terselubung. Kameramen tersebut langsung melirik sekilas ke arah Zanita.
" Za, jangan deket-deket ma Andra ya. Kan kamu udah nikah, jangan sampai kena skandal sama public figure."
Glek
Zanita menelan saliva nya dengan susah payah. Ucapan Liam benar-benar masuk dalam relung hati wanita itu. Zanita hanya menjawab iya pada Liam.
" Skandal? Giman ceritanay gue kena skandal sama suami gue sendiri. adeeh repot deh ini. Tapi apa yang dibilang kak Liam bener juga. Nggak ada yang tahu kita dah merried di sini kecuali Juned. Apa kabar kalau mereka semua tahu."
Zanita hanya membuang nafasnya kasar. daia memng benar-benar harus berhati hati. Ya mungkin dia bisa, tapi Andra? Pria itu malah semakin ingin menunjukkan ke orang-orang bahwa dia sudah menikah.
" Nah kita sampai nih di tempat makannya. Za dan Bang Liam bisa ambil gambar mulai dari kita masuk ke warung."
Liam mengangkat jempolnya dan Za mulai melakukan pengambilan gambar. Sebelumnya oleh Dio, Za di make up tipis agar lebih kelihatan fresh di kamera.
" Camera rolling action!" Liam menyalakan kameranya dan Za mulai opening wajib saat dimulainya konten TCD. Dari menjelaskan keberadaan mereka, apa yang mereka lakukan sekarang sampai makanan yang akan mereka makan.
" Nah guys lihat nih di sini ada Nasi pecel kawi sama rujak cingur. Asli in enak banget. Ya udah ya, kita mau sarapan dulu. Tuh lihat Bang Andra bener-bener lagi nikmati makanannya. Oke nanti kita sambung lagi ya, kita bakal ngajak kalian traveling virtua hehehe."
" Cut, done! Good Za, An!"
Liam mematikan kameranya. Mereka lalu sarapan dengan tenang. Semua sedang menikmati makanannya pagi itu.
" Habis ini kita langsung prepare buat ke Bromo ya. Meskipun nggak lihat sunrise kita bisa dapat banyak spot diantaranya bukit Teletubbies, pasir berbisik, kaldera Bromo dan lain sebagainya. Terlebih ini week day jadi gue jamin wisatawan nggak sebanyak kalau week end."
Semua mengangguk paham. Di situ satu-satunya yang paham mengenai lokasi yang mereka datangi ya hanya Andra. Jadi semua orang menurut pada apa yang Andra katakan. Ternyata orang traveling tuh nggak asal jalan. Mereka punya planning tersendiri. Ibaratnya rundown acara. Mungkin itu yang dilakukan kalau traveling berkelompok, jika solo traveling ya lebih bebas. Karena keinginan individu hanya diri sendiri yang tahu.
Akan tetapi jika traveling dilakukan secara berkelompok lebih enaknya dibuat rundown nya. Agar traveling lebih nyaman dan semua spot bisa didatangi.*
Banyak kejadian rombongan traveling atau wisata yang akhirnya pulang dengan kekecewaan karena banyak tempat yang tidak bisa di datangi karena waktu tidak cukup. Manajemen waktu lah di sini yang dibutuhkan serta ketua rombongan. Ketua rombongan harus bijak, tegas dan bisa mengatur waktu. Saat ini itu yang dilakukan oleh Andra. Ia memberikan batas waktu untuk setiap apa yang akan dilakukan.*
* pengalaman author nih hahaha.
TBC