My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 8



"Baik ketua, anda tidak perlu khawatir, saya dan Mira akan menjaga dan mengurus perusahaan dengan baik"


Ting tong, Ting tong ( Via di kejutkan dengan suara Bel yang berbunyi pertanda kedatangan seseorang )


"Robi seseorang telah datang sebaiknya aku tutup telpon dulu, nanti akan aku hubungi lagi saat ada waktu luang "


"Baik Ketua segera telpon saya jika terjadi sesuatu pada anda" ujar Robi


Via pun langsung memutuskan panggilan dan bergegas menuju pintu untuk memeriksa siapa yang datang bertamu saat sudah larut malam begini


"Siapa yang datang malam-malam begini, sebaiknya aku harus tetap berhati-hati" gumam Via seraya membuka pintu secara perlahan


Alangkah terkejutnya Via saat mendapati seorang pria yang berdiri di depan nya dalam keadaan mabuk berat, dia tak lain adalah 'Park Guan Shin' yang tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba datang dalam keadaan mabuk berat


"Gangguan eh maksudku Ka Guan, apa yang terjadi" tanya via yang keheranan melihat Lelaki itu


Guan tak menjawab langsung, ia malah mendorong kecil Tubuh Via dan melewati nya begitu saja tanpa bicara sedikitpun, tiba di ruang tamu Guan langsung melemparkan tubuhnya begitu saja ke atas Sofa dan sepertinya ia benar-benar telah kehilangan kesadaran nya


( Ada apa dengan pria ini, datang malam-malam malah mabok berat, lagian mana pulang nya kesini lagi, bisa-bisa gak nyenyak aku tidur malam ini ) gumam via yang Kesal melihat Guan yang mabuk


"eemmmhhh, Maaa aku sudah bilang, aku tidak mau di jodohkan mama tidak bisa memaksa ku, aku sudah memiliki pilihan ku sendiri mama tidak perlu mengaturku, Maaa jika kau memaksaku aku tidak mau pulang Mmmhhhhh dengar baik-baik, sampai kapan pun Park Guan tidak akan mau menerima perjodohan" Ujar Guan yang terus meracau tak karuan, meski cara bicara nya kurang jelas namun tak satu pun yang di lewatkan oleh via dan ia telah mengerti tentang semua yang di katakan oleh Guan


"Hemm, aku mengerti sekarang, baik lah tuan muda sebaiknya kau tetap di sini dan istirahat dengan baik, aku akan tidur di kamarku, bye bye" ujar via sambil sesekali tersenyum dan berlalu meninggalkan Guan yang masih di ruang tamu


Suasana malam hari yang terlihat begitu cerah dengan ribuan bintang yang berkilauan menghiasi langit biru, sepasang pria dan wanita yang saat ini tengah duduk di bangku di teras rumah sambil sesekali mengobrol dan bercanda dengan penuh semangat


setelah menerima kabar dari sang ketua, Robi langsung bergegas Pergi menuju Rumah sang sahabat yang tak lain adalah 'Mira' setibanya di rumah Mira keduanya terlihat saling mengobrol santai dan tak lupa Robi juga menyampaikan berita baik pada Mira bahwa sang ketua saat ini masih hidup dan baik-baik saja


"Robi menurut mu apa yang sedang di rencanakan oleh ketua sampai-sampai kita harus mengumumkan kabar tentang kematian nya" tanya Mira yang tak mengerti dengan maksud dari perkataan Via


"Sebenarnya aku juga gak tau sih, tapi gak ada salah nya juga kan kalau kita turuti perintah Ketua, Dia bilang secepatnya dia akan menemui kita, hanya saja saat ini aku pikir ketua sedang dalam kesulitan" ujar Robi


"Maksud mu"


"Coba saja kau pikir, jika ketua Baik-baik saja lalu mengapa dia mengatakan untuk menunggu dan mencari kesempatan yang tepat untuk keluar dari persembunyiannya, bukan kah itu jelas mengatakan bahwa saat ini ia tengah dalam pengawasan atau di awasi oleh seseorang"


"Kau benar, apa kita perlu mencari tau yang sebenarnya tanpa sepengetahuan ketua" usul Mira


"Sebaiknya jangan dulu tunggu sampai ketua memberi perintah baru kita bertindak, jika kita melakukan sedikit saja Kesalahan maka kau tau sendiri bagai mana kejam nya ketua saat ia sedang menghukum seseorang yang bersalah"


Mira pun mengangguk pertanda mengerti ( setuju ) dengan apa yang di katakan oleh Robi


"Baiklah kita akan tunggu perintah selanjutnya dari ketua, tapi ngomong-ngomong setelah aku pikir-pikir ternyata ketua kita ini memang sangat kejam ya, kalau dia begini terus kira-kira ada gak ya cowok yang mau nikahin dia" ujar Mira yang malah melantur ( menghayal ) tentang masa depan Ketua mereka


"Boro-boro nikahin dia, ngeliat dari jarak lima meter Pun cowok langsung kabur gegara ngeri liat kelakuan nya yang setengah manusia setengah setan, apalagi kalo mereka tau kalau ketua kita itu bahkan udah Ribuan kali makan Darah alias membunuh orang" ujar Robi yang merasa bergidik ngeri saat mengingat kekejaman ketua mereka yang bahkan tak segan membunuh siapa saja yang berani menyinggung nya


"Heh, kau benar Lama-lama aku turut Prihatin sama ketua, sejak kepergian Tuan dan Nyonya besar, dia terpaksa harus menjalani hidup yang tidak seharusnya ia berada di dalam nya, menurut ku dunia ini tidak adil dan terlalu kejam bagi seorang wanita seperti Ketua"


"Iya mir, aku juga ngerasa kayak gitu, aku sudah mengenal ketua sejak ia masih kecil, sebenarnya dia itu adalah gadis yang lembut hanya saja keadaan telah memaksanya untuk berubah menjadi wanita yang kejam dan berhati iblis yang bahkan tak memiliki belas kasihan pada siapapun"


Sementara sepasang Insan lawan jenis itu tengah sibuk melewati pemandangan malam di sertai obrolan hangat yang saling bertukar cerita tentang pemimpin mereka,


Malam yang terasa lebih cepat berlalu dari biasanya, kini Mentari pagi telah muncul dan siap menerangi seluruh alam dengan sinar nya, Guan membuka matanya secara perlahan saat hidung nya yang tak sengaja Mencium sebuah bau lezat dari makanan yang berasal dari Dapur


Ia berusaha bangun dan mengupayakan semua nyawanya hingga Utuh seperti sedia kala Namun beberapa saat kemudian ia pun tersadar kembali ketika Melihat sekeliling nya yang ternyata ia tenga berada di apartemen miliknya sendiri


"Sejak kapan aku ada disini" Gumam nya yang bertanya pada dirinya sendiri, Guan memegangi kepalanya yang terasa pusing, ia pun mengingat kejadian tadi malam saat ia pulang dan bertengkar hebat dengan sang ibu yang di sebabkan perjodohan yang telah di atur oleh ibu nya, Guan menolak keras perjodohan itu dan ia pun pergi meninggalkan rumah menuju satu-satunya tempat di mana ia bisa mengurangi rasa stress nya yaitu ( BAR ) Night club


Sampai saat ia telah mengalami mabuk berat, Guan ingat bahwa ia tengah dama perjalanan pulang dengan menaiki taksi tapi sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh nya bahwa ia akan pulang ke apartemen.


.


.


.


BERSAMBUNG