My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 28



"Tuan muda, menurut mu mengapa mereka malah menyelamatkan kita dan bahkan membawa kita kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan seperti ini?" tanya David pada Guan saat mereka hanya tinggal berdua di 4uwng perawatan itu


"Aku tidak tau, yang jelas setelah kita sudah keluar dari sini, aku ingin menemui ketua geng Mafia itu dan mengucapkan terima kasih padanya karna dia dan anak buah nya telah menyelamatkan kita dan membawa kita keluar dari bahaya"


"Eemm, iya Tuan muda, aku juga akan melakukan hal yang sama seperti mu, beruntung mereka datang dan menyelamatkan kita, kalau tidak aku tidak tau apakah kita akan berada di sini seperti saat ini yang dalam keadaan baik-baik saja" kata Ken Seraya memegang perlahan beberapa perban yang menutupi luka di bagian Wajah dan lengannya


Di luar ruangan


"Ketua kau sudah sampai" ucap Alan saat melihat Via yang baru saja datang bersama Mira dan Yudha


"Alan, bagai mana keadaan mereka?" tanya via pada Alan


"Dokter bilang tidak ada yang serius dari luka mereka dan hari ini juga mereka sudah bisa langsung pulang"


"Syukur lah kalau begitu, apa mereka sudah bisa di temui?"


"Ketua, apa kau yakin ingin menemui mereka sekarang?" Alan yang bertanya balik dan menatap via dengan keraguan akan keputusan yang akan di ambil nya


Namun Sekali lagi Via memberikan sebuah jawaban hanya melalui Tatapan mata nya yang sudah di penuhi dengan keyakinan dan membuat Alan tak bisa berbuat apa-apa lagi


Alan menatap ke arah Mira dan Yudha namun keduanya sama-sama memberikan jawaban melalui anggukan kecil untuk meyakinkan dirinya agar tidak menentang keputusan yang diambil oleh Ketua mereka


'Klek' suara pintu yang terbuka dan sontak membuat kedua pria penghuni kamar itu sama-sama melihat kearah pintu


Tiba-tiba muncul dari balik pintu sesosok wanita dengan pakaian formal (Serba hitam) serta topeng yang menutupi bagian wajah nya


Guan tertegun sejenak saat mengetahui yang datang itu ternyata sosok wanita yang telah menolong ia dan David beberapa saat yang lalu


Tap


tap


tap


Suara langkah kaki yang mendekat dengan perlahan ke arah Guan, sementara David hanya bisa terdiam tanpa adanya ekspresi apapun yang terlihat di wajah pria muda itu


"Ka Guan"


Ucap Via yang tiba-tiba memanggil Guan dengan nama panggilan sehari-hari nya, lagi-lagi Guan dan David Tercengang sejenak saat mendengar suara dan nama panggilan yang di gunakan wanita itu terdengar tidak asing di telinga nya


Namun kemudian Mira menyusul masuk kedalam dan menarik tangan David untuk membawanya keluar dari ruangan itu dan memberikan kesempatan kepada Guan dan Via untuk bisa berbicara dengan lebih leluasa


David sempat Kebingungan dengan Mira yang tiba-tiba membawanya keluar namun sesaat kemudian ia pun hanya bisa pasrah dan menurut dengan patuh pada Mira


sementara Sepasang kekasih yang kini dengan pandangan yang saling bertautan Satu sama lain


Via tau bahwa kini Guan sudah mengenalinya melalui tatapan matanya, perlahan ia membuka kain Penutup yang menutupi wajah nya sehingga kain penutup itu kini sepenuh nya terlepas


Guan tertegun sejenak, tatapan mata nya membulat dan mulutnya terbuka Hampir membentuk huruf O, ia hampir tak bisa mempercayai apa yang ia lihat saat ini di depan matanya, sebuah kejutan yang hampir membuat nya kehilangan kesadaran seandainya ia tak punya kekuatan diri (tubuh) mungkin saat ini ia sudah kembali di infus oleh petugas kesehatan


"Ka Guan!" panggil Via sekali lagi


"Ra rani, ap apa yang terjadi? ke kenapa kamu..."


Dengan susah payah Guan berusaha untuk bicara namun ia tetap tak bisa melanjutkan untuk menyelesaikan pertanyaannya pada Via


"Ka Guan maafkan aku, aku..."


"Tut tunggu, jangan bilang kkau, kau adalah seorang Mafia dan kau, kau adalah pemimpin Geng Mafia itu"


Via menundukkan kepala nya di hadapan Guan seraya menangkup kedua tangannya "Ka Guan maaf, Tolong maafkan aku aku tidak bermaksud membohongi mu, sejak awal aku tidak punya niat untuk menutupi Jati diriku yang sebenarnya pada mu, aku hanya terpaksa melakukan nya" ujar Via yang berkata dengan penuh penyesalan


Entah mengapa tiba-tiba Guan menatap dengan tatapan Yang seolah tak terima dengan apa yang di lakukan Via terhadap nya, Via menebak mungkin saat ini ia telah mengecewakan perasa Seorang pria yang belum lama ini menjadi kekasihnya


"Ka Guan" Via menatap Wajah sang kekasih dengan penuh harap begitu juga dengan Guan yang tak melepaskan tatapan nya sejak tadi


POV Park Guan Shin


"Aku tidak tau harus berbuat apa sekarang, aku tidak tau bagai mana memberi tanggapan atas pengakuan Rani saat ini, jujur aku merasa kecewa padanya, sejak awal aku sudah menaruh kepercayaan yang besar terhadapnya dan bahkan aku telah jatuh Cinta padanya meski pada awal nya hingga sekarang kami belum lama saling mengenal


Entah mengapa sejak awal aku merasa sangat yakin akan menambatkan hatiku pada hati nya, Namun belum lama tiba-tiba sebuah badai telah datang dan menerpa ku sehingga aku hampir saja goyah dan melayang


Hati ku berkata dan memintaku untuk memberinya kesempatan sekali lagi dengan membiarkan ia menjelaskan semuanya dan memberi asalan nya tentang mengapa ia menutupi siapa dirinya yang sebenarnya dariku selama ini,


Bukan aku tidak benar-benar mencintai nya, justru aku benar-benar sudah jatuh cinta pada gadis muda yang ada di hadapan ku saat ini, yang membuat aku kecewa juga bukan karna dia yang berprofesi sebagai seorang mafia, melainkan aku hanya merasa kan kesulitan untuk percaya dengan keputusan yang ia ambil tentang pekerjaan yang ia pilih, berprofesi sebagai seorang mafia itu bukan lah sebuah pekerjaan yang sepele dan salah sedikit nyawa yang menjadi taruhannya, Dia adalah seorang wanita dan bagi seorang wanita tidak seharusnya ia menghadapi bahaya yang besar seperti itu"


POV author


"Ka Guan, tolong dengarlah penjelasan Ku sebentar saja" Kata Via sekali lagi dengan nada bicara yang Memelas


"Rani, jujur aku sendiri bingung, mengapa rasanya sangat sulit untuk menerima sebuah kenyataan namun aku tidak bisa memberikan komentar apapun untuk saat ini selain membiarkan mu menjelaskan semuanya "


.


.


.


BERSAMBUNG