
"????" Via menatap dengan Ekspresi kebingungan sekaligus bertanya-tanya tentang apa yang di maksud oleh Robi, ia menatap nanar pada Robi seolah bertanya dan Robi pun dengan tanggap menjawab nya dengan anggukan kecil.
Robi tersenyum seraya mengangguk dengan penuh keyakinan tanpa rasa ragu sedikitpun pun sedangkan yang lainnya hanya terdiam untuk sesaat
"Robi.? jangan ngadi-Ngadi kamu ya" ucap Via yang tak setuju dengan pendapat Robi
"Ketua,! tidak ada alasan untuk anda menolak, lagi pula semua persyaratan dan segala hal yang di miliki oleh seorang model, kamu juga memiliki nya, hitung-hitung kita bisa nambah keuntungan dalam hal ini, Juga bisa lebih menghemat biaya dan tak perlu membuang uang hanya untuk sekedar membayar gaji untuk model"
"Lalu apa kau pikir aku akan melakukan nya dengan suka rela?" tanya Via dengan nada bicara yang datar
Robi tak bisa berkata apa-apa untuk menjawab pertanyaan Tersebut, sementara yang lain terlihat sedang berfikir keras atas apa yang di usulkan oleh robi
Tiba-tiba tuan Ronal memberanikan diri untuk bicara mengenai pendapat nya serta mewakili pendapat para petinggi perusahaan yang lainnya untuk menjawab
"Ketua, saya setuju dengan pendapat tuan robi, ada baiknya jika anda sendiri yang bisa menjadi model untuk produk kita, menurut saya, kita butuh sesuatu yang berbeda dari sebelumnya yang bisa menarik perhatian para konsumen, dan jika para model sebelum nya sudah tak asing lagi di mata publik dan tak ada pengecualian jika mereka juga bosan melihat yang tak ada perubahan, mungkin dengan hadir nya anda sebagai model untuk produk HUAYAN cosmetic bisa menarik perhatian mereka"
"Ketua, saya juga setuju dengan apa yang di katakan tuan robi dan tuan ronal, Saya harap anda dapat mempertimbangkan kembali keputusan anda dan mau menjadi model untuk HUAYAN cosmetic kita" ucap salah satu petinggi perusahaan yang lain
"Ketua, benar yang di katakan mereka, semakin cepat anda memutuskan makan akan semakin baik, dengan begitu kita bisa segera melaksanakan peluncuran HUAYAN cosmetic secara resmi" sahut Mira yang juga ikut setuju dengan pendapat semua orang
Via terdiam sejenak berpikir keras dan berusaha untuk mencerna setiap usulan dari para rekan nya, dalam hatinya juga merasa bimbang dan ragu pada dirinya sendiri
"Begini saja!, biarkan aku memikirkan nya terlebih dahulu, untuk saat ini aku masih belum yakin dengan diriku sendiri, menjadi model bukan lah hal yang mudah dan di butuhkan profesional dalam hal ini, aku tidak bisa memastikan bahwa aku bisa melakukan nya dengan benar hingga akhir, aku benar-benar harus mempertimbangkan kembali masalah ini, tapi kalian tenang saja, aku hanya butuh beberapa waktu untuk berfikir, setelah itu aku akan mengatakan keputusan ku pada kalian"
"Baiklah ketua, kami setuju dan akan membiarkan Anda untuk memikirkan nya terlebih dahulu, lagi pula kami sangat mengerti apa yang ada di pikiran anda, benar yang anda katakan sebelum nya, menjadi model memang tidak mudah, jika anda sudah terjun maka anda harus siap menjadi konsumsi publik di dunia nyata maupun dunia Maya, kehidupan sehari-hari pun akan menjadi buronan para wartawan, tak terkecuali jika anda merupakan pendatang baru di dunia permodelan " kata Tuan Ronal yang memahami pemikiran Via
"ketua, menurut ku tidak ada yang perlu anda pikirkan lagi, karna tanpa menjadi model pun anda sudah cukup terkenal di mana-mana, semua orang tau tentang anda" kata Robi
"Tapi kali ini berbeda Robi, publik hanya mengenalku sebagai CEO termuda di seluruh penjuru, bukan sebagai model" sahut via dengan cepat
Semua orang Terdiam untuk sesaat, namun tak berselang lama akhirnya via memutuskan untuk mengakhiri rapat untuk sementara sampai nanti ia bisa membuat keputusan nya sendiri terkait dengan kepentingan perusahaan dan projects yang sedang mereka jalani
di sisi lain, saat ini Guan terlihat tengah sibuk dengan pekerjaan nya yang sudah menumpuk, masalah yang di alami perusahaan baru-baru ini masih belum terselesaikan dengan sempurna, meski bisa di katakan saat ini musuh telah berhasil di kalahkan namun kerugian yang di alami perusahaan cukup besar sehingga membuat Guan harus berusaha lebih keras untuk mencari cara agar bisa mendapatkan suntikan dana untuk perusahaan secepat mungkin agar bisa memulihkan keadaan seperti sedia kala
"Tok tok tok" suara ketukan pintu di ruangan CEO
"Masuk!" ucap Guan tanpa mengalihkan pandangan nya dari komputer yang ada di hadapan nya saat ini
"tuan, seseorang ingin bertemu dengan anda"
"Jika penting suruh saja dia masuk, jika tidak maka sebaiknya suruh saja dia kembali" ujar Guan yang berkata datar
"Tuan, tapi dia..."
"Dia siapa?" tanya Guan dengan cepat
"Nona Lestari" ucap David dengan cepat
mendengar nama itu, tanpa berfikir panjang Guan langsung menolak nya dan memerintahkan pada David untuk langsung mengusirnya, namun tanpa di duga
"Guan!" Panggil seseorang dengan nada bicara yang marah dan suara yang cukup keras sehingga berhasil membuat Guan dan David terlonjak
"Tari? mengapa kamu disini" tanya Guan dengan tatapan dingin nya
Mendengar pertanyaan itu membuat lestari semakin kesal dan marah
"Guan tidak bisakah kau tidak menatap ku seperti itu, aku ini calon tunangan mu dan kita akan segera menikah tapi kau masih saja menatapku seolah aku adalah orang asing bagi mu"
"Kau bilang aku calon tunangan mu? benar tapi itu dulu, dan kini aku sudah membatalkan nya" ucap Guan tanpa rasa bersalah dan tanpa menatap sedikit pun ke arah lestari
Lestari benar-benar merasa marah mendengar Jawaban yang keluar dari mulut Guan barusan, ia tiba-tiba teringat saat belum lama ini Guan telah memperkenalkan kekasihnya kepada Nyonya Medina dan dirinya di restoran Tempo hari
"Guan sampai kapan pun kau akan tetap menjadi tunangan ku dan kita akan segera menikah, aku akan mengatakan hal ini pada papa agar dia mempercepat pernikahan kita, aku tidak akan membiarkan kamu dimiliki oleh siapapun selain aku, jika pun ada yang berani maka aku tidak akan segan untuk menyingkirkan nya termasuk wanita itu" ucap lestari dengan nada penuh penekanan
Sebuah senyum devil tersungging di wajah Guan saat setelah mendengar pernyataan seorang Wanita muda yang saat ini tengah berdiri tepat di depan nya
"Kau ingin menyingkirkan nya, aku tidak akan menghalangi mu karna aku yakin setelah sekali kau mencoba mengganggu nya maka jangan salah kan aku kalau kau bahkan tak akan berani melihatnya lagi"
.
.
.
BERSAMBUNG