My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 16



Keesokan harinya, saat matahari telah terbit dan jam sudah menunjukkan pukul 09:30 pagi menjelang siang, cahaya yang sudah mulai panas-panas nya dan mampu menyilaukan sepasang mata yang masih tertutup ketika tangan seseorang baru saja membuka tirai jendela dengan seutuhnya


Via yang baru saja terlelap pagi itu merasakan hangat di wajah nya akibat terkena pancaran sinar matahari


Merasakan tidur nya yang terganggu membuat via merasa Kesal dan marah


"Uuummmhh, siapa yang membuka jendela, aku masih ingin tidur" Ucap nya tanpa membuka mata dan masih betah berada dalam gulungan selimut


Sepasang kaki jenjang telah melangkah mendekati nya, tanpa via sadari Seseorang langsung saja menarik selimut dari tubuh nya hingga membuat via terguling dan


"Brukkh" Suara Via yang jatuh dari tempat tidur dan sontak membuat nya langsung bangun


"Aaww, Sakitttt" Ucap nya yang meringis menahan sakit seraya sesekali mengusap pinggulnya yang terkena benturan di lantai yang keras


Via membuka matanya dengan sempurna dan langsung menangkap sosok pria bertubuh kekar yang saat ini berdiri tepat di hadapan nya dengan mengenakan pakaian formal (kemeja dan Jas hitam)


"Ka Guan kau menganggu tidur ku, aku masih mengantuk" ucap kesal Via terhadap Guan


"Lihat sudah jam berapa sekarang, apa pantas bagi seorang wanita muda seperti mu bangun siang seperti ini, kau itu seorang CEO harusnya kau bisa memberi contoh yang baik untuk karyawan mu di kantor" ujar Guan yang masih berkata dengan sabar


"Ka Guan ini bukan kantor dan aku masih ingin tidur" ujar Via yang justru malah kembali ketempat tidur dan berniat ingin melanjutkan tidurnya namun lagi-lagi Guan menghentikan nya


"Rani kau harus bangun, jangan menjadi wanita pemalas seperti ini, aku tidak suka ada orang pemalas yang tinggal di rumah ku dan jika kau tidak ingin di usir dari sini maka sebaiknya kau cepat bangun" ucap Guan dengan tegas


"Ka Guan biarkan aku tidur 5 menit lagi, aku berjanji hanya 5 menit saja" kata via sambil menunjukkan dua jarinya pada Guan


Guan mendesah halus melihat tingkah laku Via yang seolah bertindak manja dan sulit untuk di bangun kan, namun Bukan Guan nama nya jika ia tak memiliki seribu satu cara untuk membuat via terbangun


"Bangun dan mandi sekarang, tidak lama lagi Calon mertuamu akan segera tiba"


Mendengar itu sontak membuat Via langsung duduk dan membuka matanya dengan sempurna


"Calon Mertua,? ka Guan kau jangan bercanda lagi pula siapa yang akan menikah, punya calon saja tidak ada masa sudah ada calon mertua sih, gila kau"ucap via yang kesal sambil mengucek matanya dan itu mampu membuat Guan tersenyum


Guan perlahan semakin mendekat pada via dan mengambil tempat duduk tepat di samping nya


"Ka Guan kau mau apa" tanya via yang memasang ekspresi kewaspadaan


"Rani bisakah aku meminta bantuan mu" tanya Guan yang tiba-tiba berkata dengan lembut dan sopan serta penuh harap


tentu saja ekspresi nya itu membuat via merasa heran


"Mi minta bantuan apa" tanya via ragu-ragu


"Eemm sebenarnya, sebenarnya"


"Ka Guan sebenarnya apa, katakan saja"


"Rani aku, aku ingin kau menjadi kekasihku"


DEG, perkataan itu langsung membuat Via tertegun dan tidak bisa berkata apa-apa


"Eemm Rani kau jangan salah faham dulu, maksud ku aku ingin meminta bantuan mu menjadi kekasih pura-pura untuk ku, SE sebenarnya"


Via kembali bernafas dengan lega saat mendengar apa yang di katakan oleh Guan, Sebelum nya ia merasa terkejut dan tak percaya saat Guan memintanya untuk menjadi kekasih nya namun entah mengapa ketika Guan kembali mengatakan ingin via bersandiwara menjadi kekasih nya, Via merasa kan hatinya bak tersayat dan Merakan perih begitu saja tanpa melihat lukanya


"Rani Biarkan aku menjelaskan nya dulu, Maafkan aku sebelum nya, aku tidak bermaksud untuk melibatkan mu dalam masalah ku tapi aku sudah tidak ada cara lain lagi dan aku terpaksa melakukan nya, sebenarnya mama ku memaksaku untuk menerima perjodohan dengan anak dari rekan bisnis papa ku dan aku sudah berulang kali menolaknya tapi dia tetap bersikukuh dengan pendirian nya, dan akhirnya aku tidak punya cara lain lagi Selain berbohong kalau aku sudah punya wanita yang ku cintai dan saat ini dia tinggal di apartemen ku"


untuk beberapa saat Via tak tau harus berbuat apa, jujur dalam hatinya ia masih terkejut dengan pernyataan itu namun sesaat kemudian ia pun kembali tersadar dan teringat beberapa hari yang lalu saat Guan pulang tengah malam dalam keadaan mabuk dan terus mengatakan kalau ia tidak mau di jodohkan


"Ta tapi mengapa harus aku, memangnya kenapa jika kau di jodohkan dengan anak dari rekan bisnis papa mu itu, tidak ada salah nya jika mencoba terlebih dahulu" kata Via


"Rani kau tidak faham keadaan nya, Wanita itu bukan wanita baik-baik dan aku sudah sering melihatnya bergaul dengan pria yang berbeda-beda setiap hari dan itu semua adalah bagian dari Ide ayah nya yang bajingan itu, seandainya kau mengenal mereka, setiap kali mereka ingin mendapatkan keuntungan yang Lebih besar dari sebuah bisnis atau perusahaan maka ayah nya akan menggunakan putri nya itu untuk menjerat Klien nya dan sudah sejak lama mereka telah bersekongkol untuk melakukan cara keji itu, bagai mana pun aku tidak akan membiarkan papa dan mama ku menyetujui perjodohan itu"


Mendengar penjelasan Guan membuat via merasa iba, ia menatap lekat sepasang mata pria yang ada di hadapan nya itu dan berusaha mencari kebohongan di sana namun ia tidak menemukan apapun kecuali sebuah kejujuran sehingga hatinya sedikit melunak dan mau mempercayai apa yang di ucapan Guan


"seperti nya dia memang benar-benar tidak menginginkan perjodohan itu, aku ingat beberapa waktu lalu dia sampai mabuk berat hingga mulut nya meracau tak karuan dan terus mengatakan kalau dia tidak ingin di jodohkan, ya Tuhan apa aku memang harus membantu nya"


Guan menatap nanar ke arah Via, ia sangat berharap via akan mau membantu nya


"Katakan pada ku berapa lama aku harus bersandiwara untuk menjadi kekasih mu" tanya via yang akhirnya mengatakan sebuah jawaban yang telah di nanti-nanti oleh Guan


"Kau setuju" tanya Guan dengan tatapan mata yang berbinar-binar


melihat ekspresi Guan Membuat Via tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban


.


.


.


BERSAMBUNG