
Robi Alan dan Yudha hanya bisa pasrah dan saling menatap satu sama lain setelah mendengar pernyataan dari Sang ketua sementara Mira yang dengan senang hati dan begitu antusias menemani via minum
...----------------...
Hari-hari telah berlalu begitu cepat, Via yang saat ini belum pernah kembali pulang sejak beberapa hari yang lalu karna ia bersama dengan anggota nya yang begitu di sibukkan dengan berbagai misi demi membalas kejahatan yang dilakukan oleh Dion dan anak buahnya
sementara Di kediaman keluarga 'Shin'
Sebuah mobil mewah yang beru saja memasuki pekarangan rumah yang luas itu dan di sambut oleh beberapa pelayan yang sudah menunggu,
terlihat seorang pria muda yang baru saja turun dari mobil dan membukakan pintu belakang untuk sang majikan
beberapa pelayan yang berjumlah sebanyak enam orang itu kini telah berdiri dan berjejer rapi serta Dengan kepala yang menunduk patuh dan hormat pada majikan mereka
"Tuan muda" Ucap David yang mempersilahkan Sang tuan muda untuk turun dari mobil
"Terima kasih David" ucap Guan dengan sangat tulus kemudian turun dari mobil seraya berjalan di tengah dan melalui para pelayan itu dengan santai yang di ikuti oleh David di belakang nya
Di ruang tengah
"Nyonya Tuan, Tuan muda sudah datang" ujar Seorang pria paruh baya yang bernama Yueling yang bertugas sebagai kepala pelayan di rumah keluarga 'Shin'
Tuan Heru dan nyonya Medina pun saling Tersenyum saat mengetahui kalau putra tunggal mereka kini telah kembali ke rumah setelah berhari-hari tidak pernah pulang dan bahkan tidak ada kabar sekali pun
"Papa mama, Guan pulang!" ucap Guan dengan setengah berteriak saat melihat Kedua orang tua nya yang kini tengah duduk di Ruang Keluarga
Nyonya Medina dan tuan Heru pun langsung berdiri untuk menyambut kedatangan sang anak satu-satunya itu, dengan perasaan yang bahagia Nyonya Medina menyambut putranya dengan pelukan yang hangat dan penuh kasih sayang
"Sayang akhirnya kamu pulang juga, mama sangat rindu" ujar nyonya Medina yang berkata dengan suara yang lembut seraya memeluk Guan
"Ma, mama ngomong gitu udah kaya gak ketemu selama bertahun-tahun aja sama Guan"
Mendengar perkataan putranya membuat nyonya Medina melerai pelukan nya dan menatap Guan dengan tatapan sendu
"Sssttttt, kamu tu gak ngertiin mama banget sih, kamu itu anak mama satu-satunya ya udah pasti mama kangen lah, lagian beberapa hari ini kamu kemana aja sih kenapa gak ngasih kabar sama sekali dan kenapa mama telpon gak bisa terus" tanya nyonya Medina yang membuat Guan tak bisa berkata apa-apa dan tentu saja reaksi nya yang tiba-tiba berubah itu membuat Sang papa menatap dengan penuh curiga
"Guan, papa ingin bicara sebentar " ujar tuan Heru yang tiba-tiba langsung berdiri dan berjalan menuju Ruang kerja pribadinya
Guan hanya bisa menurut dengan pasrah saat mendengar perintah dari sang papa, ia tau papa nya pasti merasa khawatir dengan keadaan Perusahaan saat ini
"Ma, Guan baik-baik saja mama gak perlu khawatir, sekarang Guan mau nyusul papa ke atas dan mama tunggu aja di sini ya" ujar Guan yang mengerti dengan maksud mama nya yang mengkhawatirkan keadaan nya
Medina yang khawatir pada sang putra bukan tanpa alasan, ia tau bahwa saat ini mungkin Guan sangat pandai menutupi masalah nya dengan keceriaan yang ia perlihatkan
Flashback on
Berita tentang perusahaan milik Keluarga 'Shin' yang mengalami masalah besar telah sampai ke telinga tuan Aditama yang merupakan ayah dari Lestari, tuan Aditama merupakan salah satu pebisnis hebat yang cukup di kenal di berbagai kalangan pebisnis lainnya dan beliau juga memiliki perusahaan serta harta kekayaan yang hampir sebanding dengan milik keluarga 'Shin'
Semula keadaan masih baik-baik saja sebelum Guan memperkenalkan Via sebagai pacarnya di hadapan Ibunya dan Lestari beberapa hari yang lalu, namun Rupanya peristiwa itu telah di anggap serius oleh Pihak keluarga Lestari
Melihat Putri nya yang terus menerus murung dan mogok makan akibat patah hati saat mengetahui fakta bahwa pria yang menjadi pujaan hati nya selama ini ternyata telah memiliki kekasih sehingga tuan Aditama pun merasa tak terima dengan itu semua sehingga ia pun memutuskan untuk mengakhiri kerja sama nya dengan perusahaan milik keluarga 'Shin'
Secara tidak langsung 'Group Shin' yang memang sudah memiliki masalah sebelum nya yang belum terselesaikan di tambah dengan pemutusan kontrak kerja sama oleh tuan aditama membuat 'Group Shin' semakin tertampar dengan keadaan
"Tuan, sesuai dengan perintah anda saya telah mengirim surat pemutusan kontrak dengan 'Group Shin' dan kini sesuai dengan harapan anda bahwa Tuan muda Shin saat ini tengah tidak berdaya untuk menyelamatkan perusahaan nya, saya rasa tidak lama lagi kita akan mendengar kabar bahwa perusahaan besar itu akan segera gulung tikar" ujar Salah seorang kepercayaan tuan Aditama yang bernama Frans
Sebuah senyum devil terukir di wajah pria paruh baya itu
"Bagus, Biarkan semuanya berjalan sesuai dengan rencana, Aku benar-benar tidak sabar lagi ingin melihat Si tuan muda sombong itu datang dan memohon untuk meminta bantuan ku kemudian aku akan memintanya berlutut di hadapan ku sambil membersihkan telapak kaki ku hingga benar-benar bersih" kata tuan Aditama seraya tersenyum penuh arti
Sementara Guan yang tak muncul selama dua hari di perusahaan nya, dan surat pemutusan kontrak kerja sama yang di kirim oleh pihak tuan Aditama sebelum nya kini telah Sampai ke tangan tuan Heru di kediaman keluarga 'Shin'
"Matheo, kenapa kau menyerahkan Amplop ini pada ku, memangnya di mana Guan?" tanya tuan Heru saat menerima Sebuah amplop besar berwarna coklat yang telah di berikan oleh salah satu pegawai perusahaan nya
"Tuan Presdir, maaf mengganggu ketenangan anda, saya terpaksa harus mengirim Surat ini kepada Tuan karna Tuan muda sedang tidak di kantor dan beliau sudah dua hari ini tidak masuk kantor" Ujar Matheo yang merupakan seorang manager di 'Group Shin'
"Apa? Guan tidak masuk kantor selama dua hari, memang nya kemana dia?" tanya Tuan Heru yang merasa terkejut saat mendengar kabar tentang putranya
"Maafkan saya tuan Presdir, tapi saya juga tidak tau di mana Tuan muda saat ini dan kami juga sudah mencoba menghubungi nya beberapa kali namun tidak bisa dan tidak ada kabar sama sekali dari beliau dan juga tuan David, saya pikir tuan muda sedang di apartemen nya tapi saat saya datang ke sana ternyata beliau juga tidak ada itu sebab nya saya datang kesini untuk menemui anda karna saya pikir anda tau dia mana tuan muda berada" ujar Matheo yang berkata jujur
.
.
.
BERSAMBUNG