
"Mmm, begini saja biar kita sama-sama adil dan aku gak mau kamu merasa di rugi kan dalam hal ini, kita bisa membuat surat perjanjian kontrak selama satu bulan dan kamu bisa meminta apa saja sebagai imbalan atas bantuan mu padaku" kata Guan yang begitu bersemangat
"Tapi apa aku boleh meminta satu hal" tanya via yang ragu-ragu
"Katakan, aku akan memenuhi nya apapun itu"
"Kau bilang aku boleh meminta apa saja sebagai imbalan nya, untuk saat ini aku masih belum memikirkan nya dan bolehkah aku memintanya saat nanti jika aku perlukan?"
"Tidak masalah, kapan pun kau inginkan aku akan memenuhi nya untuk mu, kalau begitu sekarang sebaiknya kamu mandi dan bersiap-siap dulu, mungkin tidak lama lagi mama ku akan datang"
"Baiklah, Tapi ka Guan aku..."
Guan mengerti dengan maksud Via, ia tau mungkin semua ini terjadi sangat mendadak namun sekali lagi semua nya terjadi bukan atas kehendak Guan sendiri, ibu nya yang terus memaksa nya untuk segera memiliki istri (menikah) walau Guan sudah ratusan bahkan ribuan kali mengajukan penolakan namun sang itu teta kekeuh pada pendirian nya hingga akhirnya membuat Guan terpaksa Berbohong dengan mengatakan kalau ia sudah memiliki kekasih yang di cintai nya
Flashback on
Beberapa jam sebelum nya tepat pada jam 06:22 pagi tiba-tiba ponsel Guan berbunyi, Guan yang saat itu baru saja terbangun dengan perlahan dalam keadaan nyawa yang masih belum terkumpul dengan sepenuh nya, ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon sepagi itu
"Mama" Gumam Guan seraya menekan tombol ikon hijau untuk menerima panggilan
"Hallo ma"
"Guan Kamu di mana, kenapa semalaman tidak pulang, kau tau semua orang menunggumu untuk makan malam bersama dan kau bahkan tak pulang semalam, dan sekarang papa mu sedang marah besar padamu karna kau sudah membuat malu kami di hadapan Keluarga Lestari"
Guan menjauhkan ponselnya beberapa senti dari telinga nya saat baru saja menerima panggilan dan langsung mendapatkan Omelan dari sang ibu
"Ma bukan kah sudah ku bilang aku tidak mau di jodohkan dengan Lestari atau siapapun itu karna aku sudah memiliki pilihan ku sendiri" kata Guan yang sengaja berbohong pada sang ibu demi menolak untuk di jodohkan dengan wanita yang bernama Lestari yang merupakan putri dari rekan bisnis papa nya
"Jangan coba-coba membohongi mama lagi, kau hanya mencari alasan setiap kali mama membahas tentang perjodohan mu"
"Mau aku serius, aku tidak berbohong dan aku tegaskan sama mama kalau aku sudah punya pacar" Ujar Guan yang berbohong sekali lagi untuk meyakinkan sang ibu
Ibu Medina (Nama mama Guan) menghela nafasnya saat mendengar anak nya yang sekali lagi berusaha meyakinkan nya atas apa yang ia katakan
"Baiklah, jika kamu benar bersungguh sudah punya pacar, mama ingin bertemu dengan nya sekarang" kata Bu Medina yang langsung membuat guan bungkam Seketika
Sejujurnya bukan ini yang di harapkan oleh Guan, ia tidak menyangka bahwa sang ibu benar-benar tidak mudah untuk Di bohongi
"Eemm tapi ma, itu anu..."
"Apa anu anu, tidak ada tapi-tapian dan apapun itu pokok nya mama ingin bertemu dengan pacar mu itu sekarang/hari ini juga, katakan di mana kau sekarang, mama ingin menemui mu dan bawa mama ke tempat pacar mu itu"
Guan benar-benar sudah kehabisan akal, kali ini ia merasa kalau dirinya sudah berakhir dengan cara yang mengenaskan, Hingga ia terpaksa meng iya kan apa yang di katakan oleh ibu nya
"Baiklah terserah mama saja sekarang aku ada di apartemen" ujar Guan yang berbicara dengan nada pasrah
Flashback off
Via sudah selesai Mandi dan mengenakan gaun indah yang sudah di siapkan oleh Guan sebelum nya
saat ia baru keluar kamar dan melihat Guan yang saat ini duduk di ruang tamu sambil memainkan Ponsel nya, via pun berjalan menghampiri seraya memanggil nama nya
Mendengar nama nya di sebut kan membuat Guan berpaling dan menoleh ke arah sumber suara itu
untuk sesaat Guan Termangu melihat sebuah pemandangan yang indah di depan nya saat itu, seorang wanita yang sangat cantik dengan balutan gaun tanpa lengan yang berwarna merah muda selutut dengan di hiasi beberapa pita kecil di bagian ujung gaun itu
Via menyadari tatapan Guan yang terpaku terhadap nya dan ia pun tersenyum melihat ekspresi pria itu yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan baginya
"Eekhmmm, Eekhmmm"
Via yang sengaja berdehem dan sontak membuat Guan tersadar dari lamunannya
"Ee uummm, Ra Rani kau sangat cantik dengan gaun ini" kaya Guan yang memuji kecantikan Via melalui gaunnya yang sebagai alasan
"Terima kasih ka, Eemm tapi ngomong-ngomong di mana Mama nya ka Guan, katanya tadi udah mau sampai sini" ujar Via yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan sambil sesekali celingak-celinguk melihat sekeliling nya
"Eeuumm, Tadi mama mengirim ku pesan dan dia bilang dia akan menunggu kita di Restoran Culinary yang berada tidak jauh dari apartemen ini"
"Kalau begitu kita kesana sekarang, gak enak nanti bikin mama ka Guan nunggu lama" ujar Via
"Ayok"
...----------------...
Setiba nya di Restoran yang sudah ji Katakan sebelumnya
"Eeuumm, ka Guan Gimana Nanti caranya aku ngadepin mama kamu, kalau dia ga suka sama aku atau Ngajuin pertanyaan macam-macam, aku harus jawab apa" tanya Via yang merasa ragu sekaligus merasa gugup untuk berhadapan langsung dengan ibu nya Guan
"Kau tenang saja, kau hanya perlu menjawab apa yang bisa kau jawab dan selebihnya bisa aku yang mengatasi nya"
"Tapi bagai mana jika aku mengacau kan semuanya"
"Tidak perlu khawatir lagi pula aku percaya sama kamu, kamu kan seorang CEO yang profesional dan sangat pintar, kamu juga sudah pernah berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan orang Berpendidikan, masa ngadepin mama aku aja kamu ga bisa" ujar Guan yang berusaha untuk meyakinkan Via agar tidak merasa gugup dan grogi
"Huhhh, baiklah akan aku coba, Bismillahirrahmanirrahim " Ucap Via dengan perasaan yang sangat yakin
(di meja Nomor 13) Guan melihat dua orang Wanita yang sedang duduk berdampingan, sekali lirik Guan langsung mengenali kalau wanita itu tak lain adalah ibu nya dan Lestari (Wanita yang ingin di jodohkan dengan Guan)
dengan gerakan cepat Guan mengambil tangan kanan Via Yang membiarkan nya memeluk lengannya (Lengan kiri Guan)
"Eh Ka ngapain?" tanya via yang terkejut dengan perlakuan Guan terhadap nya
.
.
.
BERSAMBUNG