
Guan dan Via pun segera berlalu meninggalkan Medina dan Lestari di Restoran itu
Selama di perjalanan pulang
"Rani Maafkan atas kata-kata mama ku yang Sudah menyinggung perasaan mu, dia memang seperti itu setiap kali Bertemu dengan orang baru" ujar Guan yang merasa bersalah pada via
"Ka Guan ini bukan salah mu, lagi pula aku mengerti mengapa Tante Medina bersikap seperti itu padaku, siapapun tidak akan dengan mudah mempercayai Ucapan ku" kata via Sambil menunjukkan senyuman termanis nya pada Guan
Guan merasa lega mendengar apa yang di katakan oleh Via, sejujurnya ia pun merasa sangat marah dengan ibunya karna telah membuat Malu dirinya di hadapan CEO dari 'MahaRani Group' itu
Mobil melaju di tengah keramaian kota, Namun tiba-tiba via terheran saat menyadari kalau jalan yang mereka lalui bukan jalan menuju pulang ke apartemen melainkan menuju sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu (Mall)
"Ka Guan kita mau kemana?"
"Kau pasti lapar kan? Kita belum sempat makan apapun di restoran tadi, sebelumnya kau juga tak sempat sarapan karna bangun kesiangan, aku akan membawa mu ke mall sekalian buat makan siang"
"Baiklah " Via hanya Menjawab singkat sambil sesekali mengangguk tanda setuju dengan apa yang di katakan oleh guan
saat mobil sudah tiba di halaman pusat perbelanjaan itu, Guan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu sebelum dan setelah.emastikan mobil sudah terparkir dengan rapi Mereka pun segera melangkah masuk ke dalam
Suasana di Mall itu sangat ramai, Guan mengajak Via langsung Menuju ke lantai dua tempat letaknya Restoran yang ingin mereka datangi
Via Merasa Bingung saat ia menyaksikan secara langsung ketika para petugas di mall itu menunduk dan memberi hormat pada mereka
"Ka Guan kenapa mereka menunduk seperti itu?" tanya via yang memang tidak tau kalau pusat perbelanjaan itu adalah milik keluarga 'Shin'
"Jangan pedulikan mereka, kau ikuti saja aku" kata Guan sambil tersenyum manis seraya menggenggam erat tangan via dan sontak membuat semua pegawai di sana merasa terkejut saat melihat nya, karna mereka tau Ini adalah pertama kalinya mereka melihat sang tuan muda Shin yang terkenal jarang tersenyum pada wanita namun kali ini ia malah tersenyum manis pada seorang wanita yang ia bawa bersamanya dan bahkan tak segan menggandeng mesra tangannya
"Ya tuhan tuan muda tampan sekali, melihat senyumnya seperti nya aku akan meleleh" kata seorang wanita yang bekerja di bagian kasir yang terpesona ketika melihat senyuman Guan
"Kalau ngomong gak usah lebay juga kali, emang nya elu mentega pake acara meleleh segala" sahut teman nya yang merasa geli melihat tingkah wanita itu
"Ish" Decak wanita itu yang tak terima dengan ucapan temannya
"Eh tapi ngomong-ngomong siapa wanita itu, mengapa dia cantik sekali dan kau lihat sepertinya tuan muda Shin sangat menyukainya" kata wanita itu lagi
"Benar sebelumnya dia tidak pernah tersenyum dengan wanita manapun bahkan dengan Nona lestari sekalipun tapi Dengan wanita itu kelihatan nya sangat berbeda, apa jangan-jangan wanita itu pacarnya tuan muda?" Sahut Temannya yang menebak
"Aaaa! pokok nya aku meng iri banget sama cewek itu"
berbagai macam dan banyak lagi kasak-kusuk dari para pegawai mall itu yang terdengar oleh Guan dan Via tentang mereka, Secara tidak langsung semua itu telah membuat Via merasa salah tingkah
Guan membawa via ke salah satu meja khusus pasangan di restoran itu, Guan menarik kan sebuah kursi untuk Via dan mempersilahkan via agar duduk
entah sebuah kebetulan terjadi saat via ingin duduk dan tepat Guan juga ikut menunduk tiba-tiba wajah mereka saling menyentuh dan terjadilah layaknya pasangan yang sedang berciuman
Untuk beberapa detik keduanya sama-sama tertegun dengan posisi mereka sehingga tanpa sadar keduanya kini telah menjadi bahan tontonan Para karyawan serta Tamu (Pembeli) di restoran itu
"Ya Ampuunnnn! So sweet" kata salah seorang wanita yang di Ketahui merupakan Pembeli di restoran itu juga
Guan dan Via seketika tersadar saat mendengar suara riuh Orang-orang yang menyaksikan adegan Mereka
Namun semuanya sangat jauh dari yang di harapkan, Suasana Makan siang itu justru Malah tidak berjalan dengan mulus, Setelah adegan Yang terjadi beberapa saat yang lalu telah menciptakan suasana Canggung di antara keduanya
"Ya Tuhan ada apa dengan otak dan jantung ku?!" Batin Via yang merutuki dirinya saat menyadari detak jantung nya yang lebih cepat dari biasanya dan pikiran nya terbayang-bayang tentang kejadian beberapa saat yang lalu
Deg deg deg
"Seperti nya Pulang dari sini aku harus segera ke dokter Spesialis Jantung, jika aku membiarkan nya takutnya malah semakin parah, aku tidak mau mati muda karena sakit Jantung" Batin Guan saat merasakan Jantungnya yang berdetak lebih cepat dan tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan juga jantung pikirannya yang tidak sejalan
...----------------...
Setelah selesai makan siang
Via dan Guan pun Segera meninggalkan Pusat perbelanjaan itu dan kini keduanya telah berada dalam perjalanan pulang
"Eemmm, ka Guan yang tadi itu..."
"Maaf, aku tidak bermaksud melakukan nya, aku benar-benar tidak sengaja" kata Guan yang langsung memotong ucapan Via
seketika Via merasakan Hati dan jiwa nya seolah Runtuh ketika mendengar Guan yang menyangkal Ucapan nya sehingga ia pun memilih untuk diam dan tidak lagi mengatakan apapun
suasana di dalam mobil kembali hening hingga sampai ke apartemen
di dalam apartemen Pribadi Park Guan Shin
"Ka Guan, Ku rasa lebih baik aku segera pindah dari sini" kata via tiba-tiba yang mengejutkan Guan
"Mengapa tiba-tiba, apakah tempat ini kurang nyaman untuk mu dan kau menjadi tidak betah tinggal di sini?" tanya Guan
"Bukan itu maksudku, hanya saja tidak baik jika sepasang pria dan wanita tinggal seatap tanpa ikatan apapun, takut nya nanti akan timbul fitnah jika ada yang melihatnya"
"Tapikan Aku tidak setiap saat tinggal di sini, aku hanya..."
"Ka Guan aku tau yang kau maksud, tapi bagai mana pun aku punya tempat tinggal ku sendiri dan mungkin aku akan segera pindah dari sini"
Via tetap bersikukuh dengan pendiriannya, keputusan nya yang ingin pindah dari apartemen Guan seperti nya sudah bulat
namun Guan merasa tidak terima dengan keputusan itu, entah mengapa ia merasa kalau hati nya tidak bisa merelakan Via meninggalkan nya
Guan menatap Via dengan perasaan yang berkecamuk dalam pikiran nya
.
.
.
BERSAMBUNG