My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 41



Mira dan Yeyen saling melempar tatap dan memutar bola mata malas, keduanya begitu kompak seolah mereka tengah mengejek pembicaraan antara sepasang kekasih itu


"Sayang, Aaaaa..." ucap Guan seraya menyodorkan potongan roti dengan menggunakan garpu ke mulut via


dengan patuh via pun membuka mulut nya dan melahap roti itu dengan penuh semangat


"Kaka juga makan ya, jangan aku aja yang di suapin Mulu nanti malah abis roti nya" ucap via yang bicara dengan mulut yang dalam keadaan penuh (Sambil sesekali mengunyah)


Tiba-tiba Guan kembali meletakkan pisau garpu nya kedalam piring dan memasang ekspresi wajah yang cemberut dan itu membuat via merasa bingung


"Ka Guan kenapa, apa makanan nya gak enak, atau Kaka gak suka sarapan roti, biar ku bikinkan yang lain lagi" ucap via seraya hendak beranjak dari tempat duduk nya


Via yang bertanya dengan bersungguh-sungguh namun dengan cepat ji jawab dengan gelengan kepala oleh guan sehingga jawaban itu kembali membuat Via bertanya-tanya


"Tapi kenapa?" tanya Via lagi


"Rani, aku ini kekasih mu apa pantas kau masih memanggilku dengan sebutan Kaka seperti itu, nanti yang ada orang lain akan mengira kau benar-benar adikku"


"Lalu aku harus memanggil mu dengan sebutan apa?" tanya Via yang bersikap sok polos


"iissttttt, ya ampun bisa-bisa aku punya kekasih yang modelan begini, giliran di jebak sama musuh aja dia langsung peka tapi pas sama pacar sendiri kok ga ada mesra-mesranya" ucap Guan seraya mendesis kesal


di sebrang panggilan telpon


dua manusia yang saat ini tengah mendengarkan sambil menekan perut dan berusaha menahan tawa agar tidak pecah dan mengacaukan segalanya ketika mendengar perkataan Guan yang menahan kesal akibat ketidak peka an Ketuanya perihal nama panggilan yang mesra untuk pasangan kekasih


"Hihihi, ka Vi mah ada-ada aja" kata Yeyen dengan suara yang lirih


"Ssttt, diam nanti bisa-bisa ketua malah nyadar lagi" tegur Mira


Kembali ke Via dan guan


Saat ini Keduanya tengah berada dalam suasana yang canggung, Via yang tiba-tiba mengerti dengan maksud Guan yang memintanya untuk mengubah nama panggilan nya terhadap Guan seperti Guan yang kini telah memanggilnya dengan sebutan sayang


"K ka, ee eemm Sa, tapi gi gimana kalau aku panggil nya, M mas aja?" tanya Via dalam keadaan gugup dan ragu untuk mengatakan nya


Guan berfikir sejenak, Menurut nya nama panggilan itu tidak terlalu buruk, hanya saja masih ada yang kurang dari nya, mungkin terdengar aneh atau kurang mesra gitu


"Eemm, terserah kamu saja lah yang penting jangan panggil Kaka lagi" ujar Guan yang akhirnya pasrah dan setuju dengan nama panggilan yang di berikan via padanya


"I iya ka eh Mas" ucap Via di sertai sebuah senyuman yang terukir di wajah nya sehingga membuat Guan merasa tergoda dan dengan gesit sebuah ciuman mendarat begitu saja di bibir kenyal milik Via


Spontan setelah ciuman itu membuat via menyentuh bibir nya yang baru saja mendapat ciuman sekilas dari sang kekasih sehingga membuat ia mengulum senyum sendiri


Di balik telpon


"Ka ada apa sih emang nya, kok gak kedengaran apa-apa, atau mereka udah selesai sarapan"


"Aduh Yeyen kamu bisa diam gak sih, cukup denger aja gak perlu ngomong dulu ngapa"


"Tapi kan ka, aku juga penasaran tau, kok tiba-tiba jadi sunyi gini suaranya, atau jangan-jangan...!"


Tanpa mereka sadari kini Via telah kembali memegang Ponsel nya dan menyadari kalau panggilan itu masih tersambung sehingga tanpa sengaja Guan juga telah mengetahui bahwa saat ini ada orang lain yang tengah mendengarkan pembicaraan antara ia dan sang kekasih


Guan mengambil ponsel itu dari tangan via dan melihat nama panggilan yang tersambung adalah Mira


Guan menatap Via seorang bertanya melalui isyarat, Via pun langsung peka dan mengatakan dengan berbisik bahwa itu panggilan dari teman nya Mira


"Eekhmm, Eekhmm, Hallo apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Guan dengan bahasa formal dalam panggilan itu sehingga sontak membuat Mira dan yeyen terlonjak


"Ee eemm it itu, eee,,, " 'Tep' Tut Tut Tut


panggilan pun langsung berakhir tanpa aba-aba, Guan dan Via Saling menatap satu sama lain dan tak lama kemudian keduanya sama-sama tersenyum menanggapi kejadian sebelum nya


...----------------...


"Sayang kamu mau di antar kemana?" tanya Guan saat sudah berada di dalam mobil bersama dengan Via


"aku sedang ada janji dengan klien jam 10 nanti, kamu antar aku ke kantor aja sekalian"


"Oke, kalau gitu kita berangkat sekarang"


Guan pun menancap Pedal gas dan melaju di tengah keramaian kota membelah jalan raya yang di padati dengan berbagai macam jenis kendaraan yang melintas di sekitar nya


hingga beberapa saat kemudian Mobil Guan pun telah tiba di halaman gedung perkantoran 'MahaRani Group'


sebelum nya Penjaga yang sedang berjaga di sana tak ada pergerakan untuk membukakan pintu gerbang karna ia yang memang tak mengenali mobil yang baru pertama kali ia lihat dan baru pertamakali datang ke kantor itu


namun dengan cepat Via menurunkan Kaca mobil dan menonjol kan sedikit kepalanya keluar untuk memberikan perintah


"Pak, ini aku, buka pintunya" kata via dengan suara yang setengah berteriak


Mendengar perintah itu pun penjaga Langsung dengan patuh membukakan pintu, saat mobil sudah terparkir dengan rapi, penjaga pun membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Via turu


"Nona anda datang, ma'af kan atas ketidak Tahuan saya, karna mobil yang anda tumpangi agak asing jadi saya tidak berani sembarangan memberi jalan" jelas penjaga itu seraya merasa takut dan menundukkan kepalanya terhadap Via, ia merasa khawatir akan kemarahan nya karna telah salah sangka dengan Atasan nya itu


"Pak tidak perlu menjelaskan apapun, aku mengerti kewaspadaan mu, lain kali ingat baik-baik mobil ini milik Tuan Muda Shin dari 'Group Shin' Beliau datang ke untuk mengantar ku"


Via menjelaskan pada penjaga tentang siapa pemilik mobil itu dan memperkenalkan Guan yang baru saja turun dari mobil


"Mas, maaf sudah membuat mu tak nyaman"


"Sayang tak apa, justru aku malah salut dengan keamanan di perusahaan mu, penjaga ini sangat profesional dan memiliki daya ingat yang kuat, sampai-sampai dia sudah kenal dengan setiap mobil dan kendaraan yang datang kesini"


"Uumm, dia memang sudah terlatih


.


.


.


BERSAMBUNG