
"Tuan muda shin, anda jangan berpikir bahwa Saya datang kemari untuk menyelamatkan kalian berdua, Saya berada di sini karna memang saya punya urusan dengan pemimpin 'Black klan' ini (Menunjukkan kearah Dion), jadi sebaiknya kalian bersyukur lah karna sebuah kebetulan kedatangan saya kesini bisa membantu kalian untuk keluar dari sini" ujar Via yang berkata dengan suara tegas
"Beraninya kau ikut campur dengan urusan ku (Membentak Via), Dion Cepat beri mereka pelajaran dan jangan diam saja" bentak tuan Hendra terhadap Dion yang tak bergerak di tempat nya
Dion tak berkata sepatah kata pun namun kemudian Zhen dan Rocky menghampiri nya
"Dion, Seperti nya Dia hanya datang seorang diri kesini, kita bisa mengambil kesempatan ini untuk memberinya pelajaran" kata Zhen dengan suara yang sengaja di pelankan
Dion terdiam sejenak untuk mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Zhen, sesaat kemudian sebuah senyum devil terukir di wajah nya yang penuh dengan kelicikan
"Via, dengarkan aku baik-baik, kita ini saudara dan kau adalah adik ku yang paling aku sayangi, tidak seharusnya kau memusuhi ku dan menentang apa yang kulakukan karna bagai mana pun aku adalah kakak mu" Dion berkata dengan senyum devil dan sengaja mengungkit hubungan persaudaraan nya dan via dengan maksud tertentu
"Aku punya pertanyaan padamu, jika aku adalah adik mu lalu apa pantas seorang Kakak sepertimu mau membunuh adik mu sendiri demi keserakahan mu dan bahkan tidak hanya sekali tapi sudah berulangkali kau melakukan nya" kata Via yang mampu membuat Dion dan yang lain nya seketika bungkam begitu juga dengan Guan dan David yang ikut Tercengang saat mengetahui fakta tentang dua pemimpin Mafia yang saling bermusuhan ternyata adalah adik dan kakak
"Tuan muda, jadi Si Nyawa berantai dan Pemimpin 'Black klan' itu ternyata bersaudara tapi mengapa mereka malah bermusuhan?"
"Aku tidak tau sebaiknya cukup lihat dan dengarkan saja" Sahut Guan
Meski keduanya dalam keadaan masih terikat namun tak menutup kemungkinan Mereka juga mendengar dan menyaksikan langsung apa yang terjadi di hadapan mereka
"Dion, kenapa diam saja, apa pertanyaan ku barusan terlalu lancang bagi mu atau kah aku telah menyinggung perasaan mu, oh iya aku lupa, Ka Dion kita ini adik kakak dan kau adalah satu-satunya kakakku yang paling aku sayangi, tidak seharusnya kau memusuhi ku dan menentang apa yang akan aku lakukan " ujar Via yang sengaja menirukan apa yang di ucapkan oleh Dion sebelumnya
Suasana seketika berubah menjadi tegang dan kaku, Tak ada yang berani berbicara sepatah kata pun saat melihat Ekspresi Dion yang sudah mulai berubah
Amarah dan dendam dalam hatinya kini mulai tersulut oleh Kata-kata Via beberapa saat yang lalu
"Baiklah, kau yang memaksaku untuk tidak perlu sungkan dengan mu maka aku tegaskan sekali lagi, selamanya kau akan menjadi musuh ku dan aku akan melenyapkan mu" Ujar Dion yang bicara datar dan penuh emosi
"Dion jangan lupa, aku juga tidak akan sungkan lagi dengan mu, kali ini aku tidak akan memandang siapa diri mu yang sebenarnya dan aku juga akan menganggap bahwa dalam hidup ku, aku tidak pernah memiliki seorang kakak sepertimu dan aku akan membuat mu segera menyesali perbuatan dan semua kejahatan yang kau lakukan seumur hidup mu" ucap Via yang tak kalau Tegas
Tatapan demi tatapan mata yang tajam saling bertaut antara Via dan Dion
Hingga akhirnya tanpa aba-aba Dion langsung mengambil tindakan dan menyerang Via tanpa ragu dan di kuasai oleh Emosi yang Membara
Perkelahian pun tak dapat di elakkan lagi, sementara Beberapa Anggota 'Tough brave' yang baru saja datang kemudian mereka melihat Sang Ketua yang kini telah bertarung dengan Pemimpin 'Black klan' Mereka pun juga tanpa berfikir langsung ikut menyerang anggota 'Black klan' dengan sangat Brutal
Di sela perkelahian tiba-tiba Mira melihat Dua orang Pria yang dalam keadaan Terikat di sebuah Kursi, Ia langsung bisa mengenali kalau kedua pria itu adalah Tuan muda Shin dan asisten nya
"Nona, terima kasih sudah membatu kami melepaskan tali nya" ujar Guan yang berkata Tulus
"Tuan Muda, Berterima kasih lah pada Ketua kami, karna Demi kalian dia rela melakukan Ini semua" ujar Mira yang tanpa sengaja telah membuat Guan dan David kebingungan dan bertanya-tanya dengan maksud dari perkataan yang di katakan oleh Mira
"Apa maksudmu, memangnya siapa ketuamu yang sebenarnya?" tanya Guan
"Anda akan segera mengetahuinya tapi tidak sekarang karna memang bukan waktunya yang tepat, sebaiknya kalian segera pergi dari sini untuk menyelamatkan diri kalian karna berada di sini terlalu lama tidak akan aman untuk kalian" kata Mira sambil mendorong Guan dan David untuk keluar
"Tapi bagai mana dengan anda sendiri " tanya David pada Mira
"Anda tidak perlu khawatir, saya bisa mengatasi dan melindungi diri saya sendiri, yang terpenting adalah keselamatan kalian, pergi keluar dan berjalan lurus sekitar 50 meter dari sini maka kalian akan menemukan seseorang yang sudah menunggu di sana dengan mobilnya, salah satu dari anggota kami telah menunggu untuk menjemput kalian demi keamanan dan keselamatan, cepatlah pergi dan jangan mengecewakan ketua kami"
Hingga berbagai macam cara yang di lontarkan oleh Mira untuk meyakinkan kedua pria itu agar segera pergi meninggalkan tempat yang saat ini telah terjadi perkelahian besar itu, Akhirnya Guan dan David pun mau pergi dari sana
Terlihat Via yang dengan Lihainya memblokir semua serangan lawan yang bahkan melawannya dengan menggunakan senjata sedangkan via sendiri hanya bergerak dengan tangan Kosong tanpa senjata apapun yang menjadi perisai nya
Suara Tembakan dan Tinju yang saling melayang satu sama lain, terlihat Darah segar yang mengalir dari beberapa anggota dari masing-masing Pihak yang telah berserakan di mana-mana
"Bukh!, Krekk" Suara Tinju dan Tulang belulang yang tak segan dipatahkan oleh beberapa anggota 'Tough brave' yang membasmi anggota dari 'Black klan'
Dion terlihat kewalahan dan was was saat melihat Anggota nya hanya bersisa beberapa orang saja dan itupun termasuk Zhen dan Rocky
Sementara Tuan Hendra Sudah tidak terlihat lagi di mana-mana setelah beberapa saat yang lalu saat perkelahian itu di mulai dan ia pun kabur tanpa mempedulikan yang lain ya g tertinggal
"Zhen, Perintahkan pada yang lain untuk mundur sekarang" Seru Dion di sela serangan yang di berikan oleh Via tanpa ampun
.
.
.
BERSAMBUNG