My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 32



Beberapa saat kemudian Setelah pertemuan besar dengan seluruh anggota 'Tough brave' untuk mendiskusikan tentang masalah yang terjadi dan mencari jalan keluarnya bersama


Via Duduk Seorang diri di sudut Ruangan (kamar) yang hanya bisa di masuki oleh orang yang mendapatkan ijin dari nya saja


tatapan nya seolah terpaku pada sebuah Gambar yang ada di dalam sebuah album foto keluarga nya


"Pa, Ma, Rani Rindu kalian, papa mama bisakah kalian datang temui Rani walau hanya dalam mimpi, Rani sangat dan sangat rindu pada kalian, seandainya takdir mengijinkan Rani sangat ingin berhenti dari pekerjaan ini dan menjalani kehidupan yang normal seperti orang-orang pada umumnya"


Buliran Cairan bening yang menerobos begitu saja tanpa permisi dan membasahi pipi nya, Via menatap kedua telapak tangan nya dan menelisik setiap jari-jari lentik dan kuku-kuku yang putih bersih itu


"Aku tidak tau sudah berapa banyak nyawa yang telah ku renggut secara paksa dengan tangan ini, dosa ku sudah sangat banyak dan terlalu besar, setiap kali ada sebuah perkelahian yang melibatkan aku di dalam nya, pasti akan ada banyak nyawa yang tidak berdosa akan hilang di tangan ku, dan yang sebenarnya mereka semua hanyalah korban dari Keserakahan pemimpin nya, ya Tuhan aku sangat ingin berhenti dari kehidupan yang ku jalani saat ini"


Via menutup mata nya yang tiba-tiba saja muncul sebuah bayangan saat-saat ia bersama Guan dari sejak pertama kali ia di pertemukan hingga saat ini keduanya telah resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, Ia membiarkan cairan bening terus mengalir membasahi pipi nya dan menangis dalam diam


"Ma pa, kalian tau Kalau sekarang aku sudah menemukan seorang pria yang ku cintai, namun satu hal yang tidak ku ketahui, Aku tidak tau apakah dia juga tulus mencintai ku seperti aku mencintai nya, Jujur saat ini bahkan aku tidak memiliki keberanian untuk menghadapi nya,


Ka Guan, setelah ini aku tidak tau bagai mana aku harus bersikap untuk menghadapi mu nanti, jujur aku merasa takut, seumur hidup ku aku tidak pernah tau apa itu yang di namakan rasa takut tapi sekarang aku merasakan nya, aku benar-benar merasa Takut, takut jika kamu tidak mau menerima ku dengan profesi ku sebagai seorang mafia dan takut jika kau benar-benar akan meninggalkan ku karna keadaan ku yang begini"


Via hanya menangis dalam diam dan berusaha memendam hati nya yang serasa ingin menjerit melawan takdir yang begitu kejam terhadap dirinya


...----------------...


Sementara Di sudut lain (Masih di markas besar 'Tough brave')


Terlihat sekumpulan Pria muda yang rata-rata memiliki postur tubuh yang gagah dan wajah yang tampan sedang duduk mengobrol seraya mendiskusikan tentang rencana mereka untuk membalas kejahatan/kecurangan yang telah di lakukan oleh gangster 'Black klan' (Dion dan anggota nya)


"Mir, di mana ketua?" tanya Robi saat melihat Mira yang baru saja datang dengan membawa beberapa cemilan di tangan nya dan juga beberapa minuman yang memabukkan


"Aku tidak tau, sejak Rapat selesai aku sudah tidak melihat ketua di mana pun, ku pikir dia bersama kalian sejak tadi" Sahut Mira yang berkata sejujurnya seraya menaruh belanjaan nya di atas meja yang di bantu oleh alan


"Eh, bahkan aku juga tidak melihat nya sejak tadi" Timpal Alan


Robi terdiam sejenak, tiba-tiba Alan dan Mira juga ikut terdiam dan bertanya-tanya, saat menyadari tentang pemimpin mereka yang menghilang sejak rapat selesai, namun sesaat kemudian kebingungan mereka pun terjawab saat melihat pintu kamar Ketua mereka yang terbuka dan muncul dari balik pintu itu seorang wanita muda yang telah mereka cari


"Eh ketua ternyata kau ada di kamar, kami pikir ketua kemana" ucap Mira seraya tersenyum bahagia mengetahui kalau pemimpin mereka baik-baik saja


"Memang nya kau pikir aku kemana hah?" tanya Via seraya berjalan mendekat pada teman-teman nya dengan wajah yang tanpa ekspresi


"Eemm hehee, ku pikir kau akan menemui tuan muda Shin" ucap Mira yang berkata dengan suara lirih namun masih bisa di dengar oleh via dan yang lainnya


sementara teman-teman nya bisa melihat itu dan saling menebak kalau saat ini pemimpin mereka sedang tidak baik-baik saja


"Ketua ada apa? Apa kau punya masalah jika ia katakan saja pada kami, mungkin kami bisa membantumu untuk membereskan nya" Ujar Robi


"Iya ketua, katakan saja apa yang kau butuhkan mungkin kami bisa membantu" timpal Yudha


Via tersenyum hangat sekaligus merasa terharu dengan Sikap tulus para sahabat nya


"Bukan apa-apa, hanya saja aku ingin tinggal di markas untuk beberapa hari kedepan"


Via yang menjawab seolah tanpa beban namun semua Teman-teman nya bisa merasakan kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan ketua mereka yang dapat di lihat dari sikap nya yang terlihat datar dan dingin


Mira mengambil sebotol minuman dan menuangkan nya kedalam gelas Bir yang sudah tersedia lalu memberikan itu pada sang ketua


"Ketua minum lah, ini akan membuat mu bisa melupakan masalah untuk beberapa saat" Ucap Mira seraya menyodorkan gelas Bir itu pada Via


Via menatap getir melihat gelas yang terisi penuh Bir itu, ia mengambilnya tanpa ragu dan meminum nya di hadapan teman-temannya hanya dengan satu tegukan saja


"Ketua! (Teriak Robi sontak ingin menghentikan gerakan Via dan bahkan Yudha serta Alan juga merasa terkejut saat melihat Via yang menelan habis minuman keras itu, sedangkan Robi sendiri adalah yang paling tau kalau sebenarnya Via sama sekali tidak pernah meminum Minuman keras itu dan bahkan sebelum nya ia selalu menolak setiap kali ada yang menawarkan padanya berbagai macam jenis miras


"Mira apa yang kau lakukan, kau tau ketua tidak pernah minum ( miras ) sama sekali" ujar Robi yang marah dengan Mira


"Aa, eemmm Aku lupa, lagian biasanya ketua selalu menolak tapi sekarang dia justru meminum nya" Kata Mira tanpa merasa bersalah seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Kau, sssttt" Robi mendesis kesal karna ulah Mira


"Sudah sudah jangan berdebat, lagi pula aku juga tidak keberatan dan tidak menolak apa yang di berikan Mira pada ku jadi tidak perlu di permasalahkan lagi" ujar Via


"Tuh dengarkan, toh biarin aja ketua belajar sesekali buat minum, barang kali nanti aja rekan bisnis atau investor yang mengajak Ketua minum, kalo dia gak bisa kan bisa berabe urusan nya" kata Mira yang cukup masuk akal


.


.


.


BERSAMBUNG