My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 47



"Ya Tuhan, sekaya apakah kekasih ku ini, aku tidak tau kalau tempat tinggal nya saja semewah ini, bahkan aku rasa Rumah mewah ku pun tidak bisa menandinginya" batin Guan


"Mas ayo turun!" kata Via yang mengagetkan Guan dari lamunannya


"Oh, eem iya ayo!" Sahut Guan dengan senang hati


Ketika memasuki mansion itu, Guan tercengang saat kedatangan nya di sambut oleh beberapa pelayan yang berjejer rapi dan menggunakan pakaian yang senada di antaranya seorang pria yang berumur


Aku tidak sedang memuji mu atau mansion ini tapi karna yang ku katakan


''sayang, tempat tinggal mu ini tidak layak di sebut mansion'' kata Guan


''Lalu...'' tanya Via


''ini lebih layak di sebut kastil yang di dalam nya tinggal seorang putri kerjaan bersama dengan beberapa pelayan'' ujar guan yang tak berhenti menatap kagum seluruh isi ruangan


Via tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh sang kekasih tersebut


''Mas, mas, kau berkata seolah kau adalah orang yang paling miskin di dunia ini padahal Rumah mu sendiri bahkan sangat besar dan mewah'' kata Via yang tidak habis pikir dengan sikap seorang guan yang lebih tidak terlihat seperti seorang tuan muda yang sangat kaya dan paling di hormati di berbagai penjuru


"Aku tidak sedang memuji mu atau mansion ini tapi karna yang ku katakan itu memang sebuah kebenaran" ujar Guan


Sampai di ruang tengah atau lebih tepat nya ruang tamu, guan menatap kagum seisi ruangan yang indah dan desain dengan sangat rapi dan Elegan


"Mas, kamu duduk dulu aku mau ke kamar sebentar" kata Via yang menyuruh Guan untuk duduk di sofa


"Oke saya b tapi Jangan lama-lama, nanti ku susul kamu ke kamar kalo lama" ujar Guan dengan senyum penuh arti


"Iya, iya, gak bakal lama kok" sahut Via seraya berlalu meninggalkan Guan seorang diri di ruang tamu


Sementara di sisi lain


Saat ini para pelayan tengah merasa terkejut sekaligus berbahagia, pasal nya ini adalah momen pertama yang pernah terjadi saat Via membawa seorang pria sebagai kekasih nya yang datang ke mansion itu,


Jika biasanya Banyak pria silih berganti yang datang ke mansion namun Rata-rata mereka semua adalah anggota dari 'Tough brave' yang berarti adalah bawahan Via sendiri


"Pak Nun, jadi benar yang di katakan Nona Mira, Nona muda kita sedang jatuh Cinta rupa nya, Aaaa bahagianya aku melihat Nona muda yang bahagia bersama dengan kekasih nya" kata seorang pelayan wanita yang bernama Rara


"Hush,,, sebaiknya kau diam saja, tau apa kau tentang jatuh Cinta, kau itu masih kecil fokus saja pada dirimu sendiri" ujar kepala pelayan yang bernama pak Nun itu


"Ra, Ra, lagian kamu ngapain ngomong sama pak Nun, dia mana tau soal Cinta Cintaan, secara dia kan udah Tua" sahut Mela si pelayan Senior oleh Rara


"Ka Mel bener, ngomong sama pak Nun gak asik" ujar Rara


"Sudah, sudah, jangan berdebat lagi, lebih baik kalian segera pergi ke dapur dan ambilkan minum dan cemilan untuk pacarnya Nona" kata Pak Nun dengan nada memerintah


Rara dan Mela hanya bisa mendengus kesal terhadap Pak Nun, namun mereka tetap dengan senang hati melakukan tugas mereka sebagai seorang pelayan di Untuk Via


Sementara itu Via sudah selesai mengganti Pakaian nya dengan pakaian santai ala Rumahan pada umum nya, Via yang memang terkenal sebagai wanita yang sederhana dan tidak Gengsi terhadap apapun dan siapapun, bahkan untuk pakaian nya saja ia tak memilih dan memakai merk apa saja 6ang bisa ia pakai karna menurutnya kenyamanan adalah yang paling di utamakan dalam setiap memakai sesuatu


Guan sempat terkejut saat melihat Via yang baru saja turun dari lantai atas (dari kamar) dengan mengenakan pakaian yang serba sederhana


Namun beberapa saat kemudian ia pun tersadar bahwa kekasihnya itu memang lah wanita yang tidak terlalu suka dengan kemewahan dan terbiasa dengan pakaian yang serba sederhana (Murah)


"Sayang, melihat dari pakaian mu apa kau tidak akan kembali ke kantor lagi?" tanya Guan


"Uumm, aku sudah mengirim pesan singkat pada Robi dan Mira untuk menangani kantor, lagi pula pekerjaan ku sudah selesai dan sore ini tidak ada hal yang lebih penting, karna hari ini aku akan meluangkan waktu secara Khusus untuk kekasih ku, hari ini aku ingin memasak kan makanan spesial untuk mu" ujar Via yang langsung mengambil Paha Guan sebagai tempat duduk nya


Dan tentu saja tindakan nya itu tak luput dari penglihatan para pelayan di sana, Guan dan Via yang terlihat acuh dan tak mempedulikan sekitar nya


"Aaa... Ya Ampun Nona Sangat Romantis, aku sudah bekerja di mansion ini selama tujuh tahun dan ini adalah yang pertama kali nya aku melihat Nona muda berbahagia" ucap Mela yang terharu melihat kebahagiaan Sang nona muda (Via)


"Mela benar, bahkan aku yang sudah bekerja selama 20 tahun di mansion ini sejak Tuan dan nyonya masih hidup Sampai mereka Wafat dalam waktu yang bersamaan, aku tidak pernah melihat Nona tersenyum bahagia seperti saat ini, semenjak Tuan dan Nyonya besar meninggal, kepulangan nona muda ke mansion ini hampir bisa di hitung, ia hanya lebih sering menghabiskan waktunya di markas atau di kantor bersama dengan teman-temannya, aku hanya berharap Tuan muda ini benar-benar bisa membuat nya bahagia dan melupakan masa lalu nya yang sangat kelam" kata Pak Nun seraya menatap kearah Via dan guan yang sedang bercanda di ruang tamu


Para pelayan yang telah menjadi saksi atas segala penderitaan yang di alami oleh Via selama ini Semenjak kepergian orang tuanya yang secara bersamaan, via yang di ketahui hampir tak pernah tersenyum dengan tulus lagi pada siapapun, Jika pun ia dapat tersenyum maka itu semua hanyalah sebagai hiasan belaka di bibir dan wajah nya namun tidak dengan hati dan fikiran nya yang selalu tidak sejalan


Namu kali ini semua orang dapat menyaksikan betapa bahagianya Via saat sedang bersama Guan dan semua orang dapat melihat bahwa senyuman itu adalah sebuah ketulusan dam alami yang tercipta dari hari dan bibirnya


"Intinya, kita hanya perlu berdo'a dan terus berdo'a untuk kebahagiaan Nona muda, semoga kali ini nona muda dan kekasihnya benar-benar berbahagia" kata Rara yang menyahuti sambil sesekali mengusap air mata nya yang sudah mengalir di pipi nya


.


.


.


BERSAMBUNG