My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 50



"Baiklah kalau begitu kamu hati-hati ya sayang, menginap lah di kantor untuk malam ini, cuaca di luar sangat tidak memungkin kan untuk kau pulang" kata Medina lagi yang mengingatkan sang anak


"Iya ma aku tau, mama tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja"


Beberapa saat kemudian, Panggilan pun telah berakhir dan Guan pun akhirnya merasa lega setelah mengabari kedua orang tua nya bahwa ia tak bisa pulang


...----------------...


Beberapa hari kemudian...


Saat ini Via tengah Bersiap ingin pergi ke luar untuk membeli sesuatu yang bisa di jadikan hadiah untuk Orang tua sang kekasih dalam rangka merayakan hari Anniversary pernikahan mereka


Beberapa hari yang lalu Via telah setuju untuk datang demi memenuhi undangan Dari tuan Heru dan nyonya Medina yang di sampai kan oleh Guan sendiri


"Ka Vi mau kemana, rapi banget...?" tanya Yeyen saat melihat Via yang sudah berpakaian rapi di kamarnya


"Aku mau keluar sebentar ada keperluan, apa kau mau ikut?" kata Via yang bertanya balik


"Gak ah, aku di rumah aja lagian lagi males banget keluar" sahut Yeyen seraya berlalu dari kamar Via setelah mengambil sesuatu yang ia pinjam tanpa sepengetahuan dari si pemilik


"Ya udah kalo gak mau ikut juga gak papa, eh tapi kamu ngapain ke kamar Kaka, jangan bilang kamu pinjam laptop lagi?" tanya via yang baru menyadari keberadaan Yeyen yang terlihat mencurigakan di kamar nya


Saat mendengar pernyataan Via, Seketika Yeyen menghentikan langkah nya yang ingin meninggalkan kamar itu


"Hehehe, ka Aku pinjam laptop mu bentar ya" ucap Yeyen yang cengengesan sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tak gatal sementara tangan kirinya memeluk erat laptop via yang baru saja ia pinjam


Via menatap dengan seksama seolah ia tengah menelisik setiap inci dari seorang gadis muda yang saat ini ada di hadapan nya tiba-tiba ia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan tingkah Yeyen saat ini


Akhir-akhir ini Yeyen terlihat sering mengurung diri di kamar nya, jika bukan memainkan Ponsel nya maka ia akan meminjam laptop milik Via


"Yeyen, katakan!" ucap Via tegas dan penuh selidik


"Apaan sih ka, katakan apa nya coba" sahut Yeyen yang mencoba mengelak


"Jangan berkilah, Kaka tau kau sedang menyembunyikan sesuatu dari Kaka"


"Apaan sih ka Vi, aku gak ada rahasia apapun yang di sembunyikan dari Kaka, lagian apa untungnya buatku main rahasia-rahasia an" Kata Yeyen yang masih berusaha untuk mengelak namun ekspresi wajah nya tak bisa berbuat Via tertipu


"Jika memang tidak ada, lalu untuk apa kau sering pinjam laptop Kaka dan lagi kalau tidak pinjam laptop Kaka kamu pasti mainin hp sampai lowbat " tanya Via lagi


"iih ka Vi mah gitu, masa pinjam laptop aja di curigai, emang gak boleh ya aku ada keperluan dikit" ucap Yeyen yang memasang wajah cemberutnya sehingga membuat Via merasa jengah


(Kayanya ini anak lagi gak beres keliatan banget dari tingkah nya, Nanti deh aku bakal minta bantuan Mira buat bujuk dia supaya mau ngomong) kata Via yang bergumam dalam hati


"Ya udah deh, buruan gih kamu keluar sekarang Kaka mau pergi dulu, kamu di rumah aja baik-baik dan jangan keluyuran, nanti kalau ada yang melihat mu Kaka tidak akan bisa menjamin bahwa kamu akan baik-baik saja selama Kaka tidak ada"


"Iya ka Vi, aku ngerti kok Ka Vi tenang aja" kata Yeyen yang berkata dengan yakin


Semenjak kejadian perkelahian itu, dan 'Tough brave' telah berhasil mendapatkan kelemahan 'Black klan' terutama Dion sebagai pemimpin, Dion menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan mereka tau bahwa Yeyen yang merupakan seorang kepercayaan dari 'Black klan' telah menghilang begitu saja tanpa jejak, selama dua tahun penuh Yeyen telah bergabung dengan 'Black klan' sebagai orang kepercayaan Dion dan yang lain nya namun tanpa sepengetahuan mereka Yeyen juga merupakan seorang mata-mata yang sengaja di kirim oleh 'Tough brave' untuk mengambil hati sang pemimpin 'Black klan' sehingga mampu membuat Dion dan yang lain sangat mempercayai nya


Saat ini keberadaan Yeyen tengah di buru oleh Dion dan anak buahnya, mereka telah mengetahui bahwa seorang gadis muda yang merupakan kepercayaan oleh 'Black klan' ternyata adalah mata-mata dari 'Tough brave' yang selama ini tidak mereka sadari


Setelah beberapa saat Via pun telah berangkat dengan tujuan awalnya yang ingin membeli sesuatu yang bisa ia jadikan hadiah untuk Orang tua sang kekasih


Di sisi lain...


Terlihat seorang pria dengan beberapa teman nya yang saat ini tengah berada di sebuah ruangan khusus...


"Apa sudah ada kabar tentang wanita bedebah?" tanya Dion dengan suara yang datar dan dingin pada kedua teman nya


"Belum!, sepertinya wanita itu telah di lindungi dengan sangat baik sehingga tak mudah bagi anak buah kita untuk menemukan nya atau bahkan hanya sekedar mendapatkan informasi saja" kata Zhen


Dion mengepalkan tangannya dalam diam dengan sangat kuat sehingga memperlihatkan urat-urat nya dengan sangat jelas, ia sangat marah saat mengetahui bahwa seorang gadis muda yang selama ini sangat ia percaya telah mengkhianati nya


"Yenni, bisa-bisa nya kau mengkhianati Ku setelah semua yang ku lakukan untuk mu selama ini, aku begitu mempercayaimu sampai-sampai aku rela mengatakan apa saja yang menjadi rahasia dalam 'Black klan' termasuk kelemahan ku, kau tau perasaan ku terhadap mu benar-benar nyata dan tulus tapi kau malah memanfaatkan nya dan kau telah mengecewakan ku" Kata Dion yang berbicara dalam hati nya sendiri yang secara diam-diam ternyata selama ini telah menyimpan sebuah perasaan untuk seorang wanita muda yang telah lama tinggal di samping nya yang ia kenal sebagai Yenni (Nama samaran Yeyen di 'Black klan')


Zhen dan Rocky saling melempar tatap satu sama lain ketika mereka melihat ekspresi wajah Dion yang tak dapat di tebak, Entah itu ekspresi marah atau pun sedih, mereka sama sekali tak mengerti dan tak berani untuk sekedar bertanya meski dalam hati sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya di pikirkan oleh lelaki itu


"Sebarkan anak buah kita di seluruh penjuru dan temukan wanita itu hidup-hidup, juga jangan lewatkan apapun informasi yang berkaitan dengan nya" ucap Dion yang memberi perintah dengan suara datar dan geram


"Baik Bos" sahut Rocky yang patuh


.


.


.


BERSAMBUNG