
"Tuan muda sekarang apa yang harus kita lakukan, jika kita diam saja maka mereka pasti akan meraja Lela dan menganggap Kalau kita sudah kalah" kata David
"Aku tidak tau David, yang jelas saat ini aku benar-benar tidak bisa memikirkan apa pun untuk melawan nya, kau tau dia bukan orang biasa dan yang aku dengar Dia juga telah bekerja sama dengan Gangster Mafia bawah tanah dengan tujuan untuk memperkuat pondasi nya agar tidak ada satupun yang berani melawannya, jika kita yang melawan nya maka kita hanya akan cari mati karna kita bukan lah apa-apa bagi mereka" ucap Guan yang merasa Frustasi dengan masalah yang di hadapi nya
"Lalu maksud tuan muda apakah kita harus merelakan proyek itu padanya, Tuan muda anda bahkan sudah bertahun-tahun menantikan proyek besar ini dan anda juga sudah bekerja keras untuk menyelesaikan proposal sendirian tapi mengapa dengan mudah nya anda menyerah begitu saja pada Lelaki tua Bangka bajingan itu, dan lagi bisa-bisa dia malah melibatkan Komplotan Mafia hanya untuk melindungi nya, emang dasar tua Bangka licik" ujar David yang benar-benar merasa marah karena Proposal milik tuan muda nya telah di curi oleh perusahaan pesaing milik seorang lelaki paruh baya yang bernama Hendra Gunawan
Via yang tak sengaja mendengar pembicaraan antara Guan dan David, ia merasa terkejut ketika mendengar Guan mengatakan seseorang telah bekerja sama dengan komplotan Gangster bawah tanah dengan tujuan untuk menakuti lawan agar tak ada satupun yang berani melawannya
"Dion dasar kau pria Bedebah, kau bahkan rela mengambil pekerjaan yang hina hanya karna demi uang dan keserakahan mu, tunggu dan lihat apa yang akan aku lakukan untuk membalas kau dan Black klan, kalian semua akan aku lenyapkan satu persatu, kali ini aku tidak akan berbelas kasih lagi, aku juga akan melupakan siapa dirimu yang sebenarnya dan sekarang kau benar-benar telah menjadi musuhku" batin Via yang serasa ingin memberontak namun sebisa mungkin ia berusaha mengendalikan akal sehatnya agar tidak terbawa oleh suasana
Via berjalan dengan santai kearah Guan dan David dan ia berusaha untuk tetap bersikap tenang seolah ia tidak mendengar apapun yang dikatakan oleh kedua Pria itu sebelum nya
"Eekhm, ka Guan David sejak kapan kalian datang" ucap via yang berpura-pura bertanya
"Rani tolong ambilkan aku air putih" kata Guan yang tiba-tiba langsung memerintah terhadap Via
"Oh oke, Eum apa David juga ingin minum" tanya via yang sengaja berbasa-basi
"Tidak perlu" sahut David dengan cepat
"Oh baiklah"
Via pun berlalu meninggalkan kedua Pria itu di ruang tamu untuk segera mengambil air putih seperti yang di perintahkan oleh Guan padanya
Setelah memberikan Segelas air putih serta beberapa cemilan untuk Guan dan David, Via memperhatikan raut wajah Guan yang terlihat putus asa begitu juga dengan David sang asisten pribadi
Via menatap kedua pria yang ada di hadapan nya itu namun tak ada satu pun dari mereka yang berniat ingin memberi tau pada via tentang apa yang terjadi, Via menatap David dengan penuh tanya namun bukan nya memberi jawaban David justru malah melihatnya dengan cara yang berbeda, Via tau David adalah tipe pria yang paling waspada dan sejak ia mengetahui kalau via berbohong sejak saat itu pula ia selalu melihat via dengan cara yang berbeda yakni memandang dengan sebelah mata atau lebih tepatnya ia tidak menyukai kehadiran via di apartemen bos nya itu
"Ka Guan, David aku tau mungkin sangat sulit bagi kalian untuk mempercayai diriku tapi aku hanya ingin mengingatkan satu hal pada kalian, aku juga seorang pebisnis dan pemilik salah satu perusahaan besar di kota ini tentunya kalian juga tau itu, sebagai rasa terima kasih ku karna kalian sudah menyelamatkan ku, jika kalian Mendapat masalah atau kendala yang menyangkut kehidupan bisnis atau perusahan sebaiknya jangan ragu untuk menceritakan padaku karna aku akan berada di pihak kalian dan aku akan selalu siap kapan pun dan di manapun kalian membutuhkan bantuan ku"
Guan terdiam sejenak memikirkan apa yang di katakan oleh Via, dalam hatinya dia tidak bermaksud untuk tidak mempercayai wanita itu, dia tau via adalah gadis yang baik karna Guan telah diam-diam mencari tau informasi lebih banyak tentang kehidupan pribadi gadis itu, walau pun ia tak mengetahui yang sebenarnya/sepenuh, Guan ingin menceritakan tentang musibah yang di alami perusahaan nya, hanya saja ia selalu mempertimbangkan segala hal dengan sangat baik sebelum bertindak, karna Menurutnya via tetaplah orang luar yang tidak berhak ikut campur dengan urusan pribadi atau perusahaan nya
"Nona bagai mana kami bisa mempercayai Ucapan mu itu, apa yang akan kau berikan sebagai jaminan pada kami kalau kau bukanlah mata-mata dari pihak musuh" sahut David yang langsung menyela ucapan via dengan tanpa ragu
"David" Ujar Guan yang langsung membuat David terdiam saat mendapat tatapan tajam dari Guan
Via tersenyum mendengar jawaban dari David, ia tau Zaman sekarang memang sulit membedakan antara kawan dan lawan, bahkan ia juga telah mengalami hal yang sama selama bertahun tahun ini, siapa sangka kalau ia dulunya telah memiliki seorang kakak sepupu yang sering bermain Dengan nya saat masih kecil dan selalu berbagi dan saling peduli di saat susah maupun senang, namun setelah mereka dewasa, mereka justru telah memiliki perbedaan pendapat sehingga menjadi musuh bebuyutan yang selalu tak pernah damai saat bertemu dan bahkan tak segan untuk mencoba saling membunuh
Ya,! Dion adalah satu-satunya kakak sepupu via, ayah Dion adalah kakak kandung ayah via, mereka kakak beradik yang dulunya saling menyayangi namun entah mengapa setelah ayah Dion meninggal, kakek mereka yakni Adjie Nugroho atau yang biasa di panggil tuan Aji, Telah menuliskan surat wasiat yang berisi tentang pembagian harta kekayaan keluarga Nugroho, Ayah Dion mendapat Hak harta warisan itu sebanyak 30% sedangkan sisanya diberikan kepada Ayah Via
dan Sejak saat itu tercipta lah 'Black klan' dengan pemberontakkan nya yang di pimpin oleh Dion, Dion serta ibunya merasa tidak terima dan menganggap bahwa tuan Aji tidak adil dan pilih kasih terhadap kedua putra nya, sehingga keserakahan pun telah menguasai hati dan pikiran mereka dan mereka selalu berambisi untuk mendapatkan/menguasai segalanya Termasuk Gangster 'Tough brave' yang saat ini telah dipimpin oleh Oktavia Maharani
.
.
.
BERSAMBUNG