
Sementara percakapan antara anak dan ayah sedang berlangsung
di sudut lain (Ruang keluarga) di kediaman keluarga 'Shin'
"David sebenarnya apa yang terjadi pada Guan selama beberapa hari ini, mengapa kalian tidak memberi kabar sama sekali dan bahkan sangat sulit untuk di hubungi?" tanya Medina yang berharap David bisa menjelaskan tentang Kondisi yang sebenarnya
"Nyonya mohon maaf saya, bukan saya tidak sopan pada anda tapi saya harap anda bisa mengerti dengan posisi saya saat ini" ujar David yang berkata dengan tegas dan penuh keberanian
"David, kau tau aku ini siapa dan kau juga tau posisi mu di mana, aku adalah ibu dari tuan muda mu dan aku berhak tau apa yang sebenarnya terjadi pada anak ku, tolong katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi, aku tau saat ini putraku sedang tidak baik-baik saja"
"Nyonya, sekali lagi maafkan saya, saya sudah berjanji pada tuan muda untuk tidak mengatakan apapun tentang kejadian beberapa hari terakhir kepada siapapun termasuk anda, kecuali...." entah apa yang ada di fikiran David sehingga ia menghentikan ucapan nya untuk sesaat
"Kecuali apa David, katakan!" tanya Medina yang semakin penasaran dan kekhawatiran Terlihat jelas di matanya
"Kecuali jika tuan muda sendiri yang mengatakan nya atau dia telah memberikan ijin pada saya untuk mengatakan nya"
Medina hanya bisa terdiam pasrah setelah mendengar kelanjutan Ucapan dari David, ia hanya bisa termenung setelah berusaha keras dengan berbagai macam cara yang ia lakukan untuk membujuk agar David mau menceritakan tentang masalah yang telah di hadapi oleh Guan saat ini
meski dalam hati ia merasa marah dengan sikap asisten pribadi putranya yang sangat keras kepala itu namun bagai mana pun ia tetap tidak bisa memaksa nya untuk mengatakan yang sebenarnya karna Medina tau kalau David adalah salah seorang profesional dan kepercayaan putranya, ia selalu menepati setiap kali ia telah berjanji pada Guan tentang apapun itu
...----------------...
Di markas 'Black klan'
Terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian ala gangster tengah berlari menghampiri tuannya dengan nafas yang terengah-engah serta tubuh yang di penuhi darah dan penampilan yang acak-acakan
"Ketua, , ,Ketua, , ,hahh huuhhh, ketua!" panggil nya dengan suara yang bergetar menahan sakit di seluruh tubuh nya yang di penuhi luka-luka
'Brukkh' pria itu Langsung tersungkur tepat saat berada di hadapan Dion yang tengah duduk santai sambil memainkan gelas Bir yang ada di tangan nya
Sesaat sebelum nya ia masih tak tau apa yang terjadi, namun setelah ia memalingkan pandangan nya dan melihat langsung dengan mata kepalanya,salah seorang anggota nya yang datang menghadap dengan banyak luka yang memenuhi tubuh nya
"Apa yang terjadi, mengapa kau bisa terluka sebanyak ini?" tanya nya dengan wajah yang terlihat di penuhi rasa keterkejutan
"Ketua, Me-mereka tet-telah menyerang pep-perbatasan kit ta"
BRUKK,,, Pria itu langsung terdampar di lantai tanpa nyawa setelah dengan susah payah menyelesaikan ucapan nya
seketika Dion sangat murka saat mengetahui apa yang telah terjadi
"Via, kau benar-benar telah menguji kesabaran ku, tunggu dan lihat apa yang bisa ku lakukan untuk membalas mu, kau benar-benar membuat ku semakin membenci mu, sampai kapan pun aku tidak akan pernah berdamai dengan mu" batin Dion
"ROCKY...! Zhen...!" Dengan Rasa geram dan amarah yang sudah memuncak, Dion berteriak dengan cukup keras untuk memanggil kedua teman nya sehingga saat Mendengar teriakan dari pimpinan mereka membuat Rocky dan Zhen berlarian menghampiri di mana Dion berada (Di Ruangan khususnya)
"Bos ada apa, kenapa kau teriak-teriak seperti itu? Huh, huh" tanya Rocky dengan nafas yang terengah-engah
"Dion ada apa?" Tanya Zhen yang menyadari sesuatu telah terjadi saat melihat mayat salah satu dari anggota mereka yang tergeletak tak jauh dari tempat Dion berdiri
"Siapkan anggota kita dan hancur 'Tough brave' hingga tak tersisa" titah Dion pada kedua teman nya
"Tapi..."
Semula Rocky ingin bertanya tentang mengapa alasan nya mereka harus menyerang, namun segera Zhen menghentikan nya dengan memegang tangan nya serta mengisyaratkan dengan matanya menunjuk ke arah tubuh yang tergeletak di lantai dalam keadaan sudah tak bernyawa itu sehingga membuat Rocky tersadar dan membatalkan niat nya untuk bertanya
"Siap bos, Perintah akan segera kami laksanakan" ujar Rocky yang berkata dengan suara yang lantang
sementara di perbatasan wilayah kekuasaan 'Black klan'
Alan dan Yudha beserta anggota nya telah menyerang dengan sangat beringas tanpa ada keraguan sedikit pun dalam hati mereka
korban demi korban telah berjatuhan dari masing-masing Pihak dan tak sedikit dari mereka yang tak bersalah juga ikut menjadi korban dari keegoisan pemimpin mereka masing-masing
Saat pagi hari menjelang siang dan cahaya matahari yang mulai panas menyengat, namun tak sedikitpun dari 'Tough brave' dan 'Black klan' berinisiatif untuk saling mengalah lebih dulu untuk mengakhiri pertempuran
Dion dan anggota nya telah sampai di perbatasan dan melihat secara langsung batang tubuh yang berserakan dengan berlumuran darah serta tanpa nyawa, Rasa amarah yang begitu memuncak membuat Dion dan seluruh Pasukan 'Black klan' murka
sementara di tengah perkelahian yang cukup sengit, Alan dapat melihat bahwa saat ini Dion telah datang bersama anggota nya
Dalam hati ia pun tersenyum saat mengetahui kalau rencana awal mereka telah berjalan dengan sukses, di mana mereka telah berhasil memancing agar Dion keluar dari sarang nya meski kenyataannya harus mengorbankan banyak nyawa
kemudian Alan pun berusaha mencari celah untuk bisa menghampiri Yudha yang saat ini tengah bertarung dengan beberapa dari anggota musuh yang menyerang nya secara bersamaan
"Yudha! Yud" panggil Alan di sela suara ricuh
Mendengar nama nya di sebutkan membuat Yudha menghentikan aksi nya dengan niat ingin menghampiri teman nya itu, namun tanpa di duga dari arah yang tidak di ketahui
"BUGH" 'Brukh"
"Yudhaaaaaa!" teriak Alan saat melihat Yudha yang telah tergeletak tak berdaya setelah mendapat pukulan yang cukup keras dari musuh yang telah berhasil mencuri kesempatan untuk membalas nya saat Yudha sedang lengah
Dengan langkah lebar Alan langsung berlari tanpa melihat di sekeliling nya untuk mengejar Yudha yang telah di kalahkan oleh beberapa anggota 'Black klan'
"Yudha, yud bangun yud, kau tidak apa-apa kan?" tanya Alan yang sangat panik saat mendapati teman nya yang tak berdaya namun masih sadar kan diri
.
.
.
BERSAMBUNG