My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 7



Robi dan Mira yang merupakan Seorang kepercayaan oleh via, baik itu di dunia Kerja ( perkantoran ) ataupun di dunia Organisasi Bawah tanah ( Tough brave Mafia )


Jika di Dalam 'MahaRani Group' Robi menempati posisi sebagai Seorang asisten sekaligus orang kepercayaan bagi CEO ( Oktavia Maharani ) sedangkan Mira menempati posisi sebagai Sekretaris, keduanya memiliki tanggung jawab yang besar untuk 'MahaRani Group' apalagi di saat Sang pemimpin tidak ada seperti saat ini, kedua nya harus bisa saling bekerja sama untuk mengatasi kekacauan yang terjadi di 'MahaRani Group' saat ini


"Robi bagai mana ini, perusahaan tengah dalam masalah besar, jika ketua tidak segera muncul bisa-bisa perusahaan ini akan segera berakhir" kata Mira yang merasa cemas


"Mira seperti nya kita tidak ada cara lain selain berbohong kepada para karyawan, jangan sampai ada yang mengetahui kalau ketua saat ini tengah menghilang entah kemana dan jangan sampai ada yang tau siapa ketua sebenarnya, Katakan saja pada mereka kalau Ketua saat ini tengah dalam perjalanan bisnis dan mereka tidak perlu khawatir untuk urusan kantor karna ketua akan mempercayakan perusahaan pada kita berdua untuk sementara waktu"


"Tapi sampai kapan kita bisa menutupi semua ini dari Semua orang, apalagi kita tidak tau kapan ketua akan kembali dan bahkan kita tidak tau apakah saat ini dia masih hidup atau sebaliknya" ujar Mira yang merasa ragu dengan rencana Robi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari pukul 20:50


Via Merasakan perutnya yang lapar, ia pun pergi ke dapur dengan niat ingin makan, namun ketika sampai di Dapur


"Hemm, perutku lapar sekali sejak pulang dari rumah sakit bahkan sampai sekarang perut belum terisi Sedikit pun, tapi ngomong-ngomong mau masak apa ya, Ah Coba ku lihat di kulkas saja, barang kali ada Makanan di dalam nya" Ujar Via yang bergumam pada dirinya sendiri


Beberapa saat kemudian, betapa Via merasa dongkol saat melihat Isi kulkas yang tak ada makanan atau apapun yang ada di dalam nya


"Oh my Good, Ku rasa kulkas ini bahkan lebih bersih dari wajah Si Gangguan itu" gumam via yang kesal sehingga entah dari mana berasal tercipta nya Nama Si Gangguan yang ia maksud yang tak lain adalah Park Guan Shin


Ia pun kembali menutup kulkas itu dan Mencoba mencari di tempat lain seperti Lemari barang kali ia menemukan sesuatu yang bisa di makan, dan benar saja saat ia membuka Lemari yang terletak di atas nya ( kompor ) via menemukan beberapa Bungkus Mie instan dengan rasa yang berbeda-beda, via pun mengambil satu bungkus mie instan Rasa Soto ayam dan memandang nya dengan tatapan miris


"Huhh, Ku rasa Mie ini termasuk dalam daftar Makanan panjang umur" Gumam nya yang kemudian memasak mie itu dengan penuh kesabaran


Setelah beberapa saat Via pun membawa makanan nya ke ruang tamu dan memakan Mie instan itu dengan Lahap, namun saat beberapa suapan Baru saja masuk ke mulut nya, via Tak sengaja Melihat Di atas meja Ada sebuah bingkisan yang terlihat cukup Rapi, Via mengambil Bingkisan itu dan memeriksa apa yang ada di dalam nya, ia menemukan sebuah Ponsel keluaran terbaru, juga terdapat sebuah surat di dalam nya


( Pakai lah ponsel ini untuk memudahkan kita berkomunikasi, jika terjadi sesuatu telpon saja aku, aku sudah menyimpan nomor ponsel ku di ponsel itu )


Tiba-tiba sebuah senyuman terukir di wajah Via setelah membaca isi dari surat itu


"Hemm, Pria ini Cukup perhatian juga" gumam nya sambil sesekali kembali menyantap Mie instan nya


Setelah selesai makan dan via pun tak lupa untuk mencuci peralatan bekas ia setelah makan, via sangat bersemangat dan sudah tidak sabar untuk segera mencoba ponsel baru yang di berikan Guan padanya, hal pertama yang ia lakukan adalah memasukkan nomor ponsel milik Sang asisten dan ia pun Mencoba menelpon nya, setelah beberapa kali via mencoba menelpon dengan penuh kesabaran, sang pemilik nomor itu pun sebelum nya tidak mengangkat sama sekali karna melihat Nomor yang tertera di layar ponsel itu tanpa nama ( tidak di kenal ) namun karna ia sangat penasaran akhirnya ia pun menerima panggilan itu


"Hallo"


Robi yang berada di seberang telpon pun merasa bingung dengan kata-kata yang di ucapkan oleh lawan bicaranya


"Maaf, apa anda mengenal saya" tanya Robi datar


"Astaga Robi ini aku Via, kau tidak mengenal suaraku" kata via yang merasa kesal


Dan jawabannya itu tentu saja membuat Robi terkejut, Ia berusaha Meresapi dan mengingat Suara itu dan benar saja ia oun Menyadari bahwa itu benar-benar suara Via sang ketua mereka


"Ketua Benarkah ini anda, Ketua apa saya sedang bermimpi, ketua apa anda Baik-baik saja, di mana anda sekarang biar saya jemput, kirimkan lokasi anda" ujar Robi yang hampir tidak percaya dan melontarkan pertanyaan yang begitu banyak


"Sssttttt, Kau bertanya seperti Kereta api yang sangat panjang, aku tidak tau yang mana yang harus ku Jawab lebih dulu" ujar Via


"Hehee maafkan saya ketua, saya terlalu bahagia saat mengetahui kalau anda Baik-baik saja, Lalu Di mana anda berada sekarang biar saya menjemput anda"


"Robi, kau sedang di mana dan Apa ada orang lain bersama mu saat ini" tanya Via yang mulai serius


"Ketua, saya sedang berada di rumah dan seperti biasa saya seorang diri"


"Robi Aku hanya ingin mengatakan padamu kalau aku baik-baik saja dan kalian tidak perlu khawatir, tapi ada satu hal yang Harus ku sampaikan padamu"


"Katakan saja ketua, saya selalu siap untuk melaksanakan apa saja tugas yang anda berikan"


"Robi untuk sementara waktu Tolong rahasiakan dulu tentang keberadaan ku pada yang lain, beri perintah pada Mira dan yang lain nya agar menyebar kan berita tentang kematian ku dan pastikan berita itu sampai ke telinga pemimpin 'Black Klan' ingat jangan sampai ada yang tau keberadaan ku saat ini "


"Ketua apa maksud anda" tanya Robi yang belum mengerti


"Kau cukup lakukan saja apa yang ku perintah kan padamu, selanjutnya aku akan mencari waktu yang tepat untuk menemui mu dan Mira untuk menjelaskan detail rencana yang sebenarnya, yang pastinya kau dan Mira harus tetap bekerja sama untuk merahasiakan keberadaan ku saat ini, juga untuk Perusahaan aku butuh bantuan kalian berdua untuk mengatasi nya sementara waktu"


.


.


.


BERSAMBUNG