
Guan menatap Remeh ke arah Dion dan Tuan Hendra, meski ia telah merasakan rasa sakit yang luar biasa akibat pukulan dan siksaan dari Anak buah Dion di sekujur tubuh nya
"Dasar kau memang iblis, Kau pikir dengan status mu sebagai ketua Mafia maka sudah bisa membuat aku takut dengan mu, heh meski aku harus berakhir disini, aku tidak akan pernah mengalah begitu saja karna Bagai mana pun apa yang menjadi hak ku akan aku dapatkan dan kalian tidak akan bisa merebutnya dari ku" kata Guan dengan Tegas dan penuh keberanian
Dion yang mendengar itu pun menjadi geram di buat nya, Tanpa aba-aba tangan nya langsung mencengkeram kedua belah pipi Guan dengan sangat keras hingga mampu membuat Guan meringis kesakitan
"Tuan Dion tolong Lepaskan Tuan Muda Shin, saya mohon jangan sakiti dia, biarkan saya saja yang menggantikan nya siksa lah saya sepuas kalian tapi saya mohon jangan sakiti Tuan Muda" Ujar David yang berkata dengan nada bicara yang terdengar bergetar dan tak berdaya
Dalam hati ia sangat menyesal atas apa yang terjadi terhadap ia dan Tuan muda Shin, David merasa bahwa dirinya telah gagal untuk menjaga dan memastikan keselamatan Tuannya dan bahkan saat ini pun mereka berdua telah di ambang batas kematian dan tak ada seorang pun yang bisa menolong mereka kecuali Allah SWT
"David jangan bicara sembarangan, Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kita" Sahut Guan
"Hahahaha,,, Tuan muda Shin bahkan kau sendiri pun sudah tidak bisa menolong dirimu tapi kau malah berlagak ingin melindungi Asisten mu ini, Hahaha,,, Ku rasa kau sekarang sudah mulai berhalusinasi" Kata Dion dengan suara yang menggelar menertawakan keadaan Guan dan David saat ini
Sementara Tuan Hendra hanya duduk diam sebagai penonton yang seolah menyaksikan sebuah drama yang sangat menarik di tempat nya sambil tersenyum Puas
"Bos, Haruskah kita membantunya untuk menyadarkan nya, barangkali dia bisa sadar dan gak Berhalusinasi lagi" timpal Rocky dengan senyuman meremehkan yang juga ikut serta dalam penyiksaan itu
"Seperti nya boleh juga Tuh, Rocky kau cukup bangunkan dia dengan satu Bogem mentah aja Ku rasa sudah cukup untuk membuat nya sadar" sahut Zhen
"Baiklah, kalau begitu aku akan dengan senang hati melakukan nya, tuan muda Shin bersiaplah untuk menyambut sebuah Bogem dariku" Kata Rocky sambil mengelus kepalan tangannya dan bersiap ingin memberikan tinju pada Guan
"Berani kalian sentuh dia akan ku patahkan tangan kalian!"
Tiba-tiba terdengar suara yang berteriak dari seseorang yang bahkan Tidak tau datang nya entah dari mana yang Sontak suara itu membuat semua orang di Ruangan itu terdiam terutama Dion dan Tuan Hendra
sementara Guan dan David hanya bisa saling menatap tanpa tau harus berbuat apa karna mereka sendiri tidak tau suara itu milik siapa dan dari mana
Tap Tap Tap (Suara langkah kaki seseorang yang baru saja datang dengan mengenakan pakaian serba hitam Serta Topeng yang menutupi bagian wajah nya)
Seorang wanita dengan tubuh yang terlihat Gagah dan perkasa telah menghentikan langkahnya tepat di hadapan Dion dan Tuan Hendra serta anak buahnya
dion yang Tertegun dan seketika langsung bisa mengenali siapa wanita itu yang bahkan tak ada yang berubah sedikitpun dari penampilan nya yang dapat di lihat sekilas dari Sepasang mata emerald yang tajam
Tuan Hendra langsung berdiri dari tempat nya dengan perasaan marah dan kesal yang berkecamuk menjadi satu
"Siapa kau? jangan coba-coba untuk ikut campur dengan urusan kami" kata Tuan Hendra yang berseru dengan suara yang lantang dan penuh amarah
"Ternyata kau masih hidup!" Gumam Dion saat melihat Via dan ucapan nya itu juga telah di dengar oleh via
Via tersenyum dan maju beberapa langkah dengan Santai mendekat pada Dion dan anggota nya hingga hanya menyisakan jarak beberapa meter
"Bo bos, did dia si Nyawa berantai" ucap Rocky yang hampir tercekat dan susah payah menyelesaikan ucapan nya, mendengar Rocky yang menyebutkan nama si Nyawa berantai, seketika tuan Hendra tertegun dan tak berkata sepatah kata pun
Siapa yang tak kenal Dengan si Nyawa berantai, dia adalah seorang pemimpin geng Mafia terbesar yang begitu di kenal dan sangat di takuti hampir di seluruh penjuru negeri karna kesadisan nya yang tak kenal Belas kasih jika hingga di sebut tak punya hati
Guan dan David saling menatap satu sama lain, Keduanya terlihat seperti orang yang Kebingungan dan menganggap apa yang terjadi di hadapan mereka saat ini adalah sebuah mimpi
Tiba-tiba seseorang dengan profesi sebagai ketua Mafia yang datang dan membantu (menyelamatkan) mereka dari kekejaman Dion dan Tuan Hendra
"Dav David, kau kenal dengan Si nyawa berantai tapi kenapa kau tak bilang padaku sebelumnya kalau kau meminta bantuannya untuk menyelamatkan kita disini?" tanya Guan dengan suara yang lirih dan samar-samar terdengar oleh David
"Tuan muda, aku tidak kenal sama sekali dengan nya dan aku juga tidak tau mengapa tiba-tiba dia datang untuk menyelamatkan kita" timpal David yang seketika membuat Guan terkejut
"Apa! Tapi bagai mana mungkin dia bisa tiba-tiba muncul dan menolong kita, jika bukan kau lalu siapa lagi yang membawanya hingga datang kemari?" tanya Guan yang masih tak percaya dan menganggap bahwa David lah yang meminta bantuan pada Si Nyawa berantai untuk menyelamatkan mereka
"Aku tidak tau Tuan, yang kupikir Tuan lah yang mengenalnya dan dia datang kesini karna tuan muda" sahut David yang masih menebak walau dengan keraguan
Via menatap Miris Wajah sang kekasih yang kini di penuhi dengan luka-luka di wajah nya, ia sangat ingin menolongnya dan membawanya kedalam pelukan nya akan tetapi ia sadar kalau sekarang bukan lah waktu yang tepat untuk ia menunjukan siapa dirinya yang sebenarnya di hadapan Guan,
Bukan tanpa alasan Via menyembunyikan tentang hubungan nya dengan Sang kekasih melainkan Via takut jika Tuan Hendra dan Dion tau kalau Guan adalah kekasih maka bukan tidak mungkin jika cepat atau lambat mereka pasti menggunakan Guan sebagai Kelemahan nya
ia benar-benar merasa sangat marah terhadap Dion dan anggota nya serta Tuan Hendra yang saat ini masih menatap nya dengan tatapan mata penuh kebencian
.
.
.
BERSAMBUNG