
"Mama mana tau kalau papa mau ikutan juga, Tapi pa, nanti kita lanjut bahas ini lagi, sebaiknya sekarang papa bantu mama cari cara supaya bisa menghubungi Rani, mama sangat ingin bertemu dengan nya sekalian biar papa juga kenalan sama dia" ujar Nyonya Medina yang berkata dengan suara lirih namun masih penuh semangat
"Oke kalau gitu mama Diam di sini dulu dan jangan ngapa-ngapain, papa akan cari cara supaya bisa menghubungi pacarnya Guan"
Tuan Heru segera pergi untuk melakukan sebuah tugas yang baru saja di berikan oleh Sang istri padanya
...----------------...
Di markas besar 'Tough brave'
Di sebuah ruangan yang hanya ada beberapa pria dan wanita yang memiliki posisi penting di dalam 'Tough brave' salah satunya tak lain adalah pimpinan dari mereka 'Oktavia maharani'
Via menatap tajam satu persatu wajah para bawahan nya, sementara tak ada yang berani membuka suara sedikitpun dan dalam keadaan kepala yang menunduk tak benari untuk melihat kearah pimpinan mereka
Semua anggota 'Tough brave' tak ada yang bisa berkutik setelah berhasil membuat pemimpin mereka murka
TAP
TAP
TAP
langkah demi langkah serta tatapan mata yang tajam yang tak kendur sedikitpun
"Lihat! Sekarang ku tanya pada kalian sebenarnya aku ini masih pemimpin kalian atau bukan hah?" Bentak Via dengan suara yang keras sehingga tak ada satu pun yang benari berkutik dengan kemarahan nya
"Ke ketua, ma maaf kan sa saya, sebenarnya saya yang, yang..." Robi berusaha untuk menjelaskan semuanya namun kerongkongan nya serasa tercekat dan tak bisa menyelesaikan kata-katanya
Via menatap tajam ke arah pria muda itu, menyadari akan tatapan tajam dari sang ketua terhadap nya, Robi bisa merasakan sebuah aura kemarahan yang sangat besar sama diri Sang ketua sehingga ia pun semakin menundukkan kepalanya dengan perasaan takut dan Kacau
"Bahkan untuk mengambil keputusan yang besar sekalipun kalian tak membutuhkan persetujuan dari ku lagi, kalian juga tak memberi tau kan padaku kalau terjadi masalah dalam bisnis yang di jalan kan 'Tough brave' jika sekiranya aku sudah tidak di butuhkan lagi, alangkah baiknya kalian saja yang meneruskan dan mengurusi gangster ini dengan begitu aku tidak perlu repot-repot untuk mengotori tangan ku lagi dalam hal ini" ucap Via dengan nada dingin yang menusuk dan penuh kemarahan serta tatapan mata yang tak beralih dari Seorang Robi
"Ketua tolong jangan salahkan Robi, dia hanya melaksanakan tugas nya dan aku lah yang telah menyarankan agar tidak melibatkan ketua dalam masalah ini, jika ketua ingin menghukum maka hukum lah aku" kata Mira yang berkata dengan penuh keberanian
"Mira apa yang kau katakan, Ketua tolong jangan dengarkan dia, ini salahku dan aku akan bertanggung jawab atas kesalahan yang ku lakukan, mohon ketua berikan hukuman untuk ku, aku akan menerimanya" sahut Robi
Alan dan Yudha menatap Robi secara bersamaan, keduanya sama-sama terkejut dan merasa tak terima dengan pengakuan Yang di katakan oleh Robi
"Robi, kau jangan membual, kita melakukan kesalahan ini bersama dan kita juga harus menanggung akibatnya bersama" sahut alan
"Robi kita ini saudara dan tidak seharusnya kau mengorbankan dirimu sendiri demi melindungi kami" timpal Yudha
Sementara Via merasa muak menyaksikan Perdebatan yang terjadi di hadapan nya saat ini
"Diam!" Teriak Via yang sontak membuat semua orang terdiam
"Prok prok Prok" Suara tepuk tangan dari seorang Via yang seketika langsung membuat Semua orang terdiam dan tidak ada yang berani membuka suara bahkan walau sedikit pun
"Hebat! sangat Hebat! Heh bahkan kalian bersedia menerima hukuman bersama demi memuaskan ke marahan ku?"
"Dengarkan baik-baik, Apakah aku adalah seorang pemimpin yang sangat kejam di mata kalian sampai kalian harus menerima hukuman, ku tanya jika kalian menerima hukuman lalu siapa yang menghukum nya? siapa yang bersalah dan siapa yang menyalahkan?"
Alan, Yudha, Robi, mira, semuanya tertegun sejenak dan saling melempar tatapan penuh tanya Satu sama lain setelah mendengar apa yang di katakan oleh pimpinan mereka
"Ke ketua, ap apa maksud mu, kak kau Bu bukan kah kau sedang marah pada kami?" mewakili pertanyaan para rekan nya, Robi memberanikan diri untuk bertanya meski dengan suara yang sedikit bergetar dan Ragu
Via tersenyum Getir mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Robi terhadap nya
"Kapan aku pernah melemparkan Batu dan bersembunyi setelahnya? (tanya Via seraya tersenyum Getir dan menatap ke arah Robi)
"Bodoh! dasar Bodoh! Tidak ada yang menyalahkan kalian di sini karna semuanya bersalah, jika pun ada yang paling bersalah dan berhak menanggung hukuman nya itu aku (menunjuk dirinya sendiri), Jika aku tidak bersembunyi maka Dion tidak akan berulah untuk memancing agar aku keluar dari persembunyian ku, kalian sudah mengambil keputusan yang besar demi melindungi aku, apakah kalian pikir aku akan menghukum kalian karna itu, Heh,,, Dasar Dungu, tentu saja aku tidak akan melakukan nya karna itu sangat bertentangan prinsip ku"
"Ke ketua, jadi it itu tadi?" Alan bertanya dengan tampang yang terlihat kebingungan, ia merasa seperti orang yang Linglung karna tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Via
Jika sebelum nya (beberapa saat yang lalu) Mereka telah berada dalam situasi yang menegangkan, wajah dan aura kemurkaan dari seorang Via tak dapat di pungkiri dengan apapun, mereka dapat merasakan betapa Via sangat marah pada mereka, namun terkadang Realita yang sesungguhnya sangat jauh berbeda dengan Ekspektasi, yang mereka pikir Kemarahan Via di sebabkan karna masalah yang semakin besar yang terjadi pada bisnis mereka
namun ternyata mereka salah besar, Via marah bukan karna hal itu melainkan kemarahan nya terjadi karna anak buahnya tak membiarkan ia terlibat dalam masalah yang mereka hadapi, Via sangat kesal dengan sikap anak buah nya, ia telah menganggap semua anggota 'Tough brave' adalah keluarga nya dan dia yang merupakan seorang pemimpin yang seharusnya memiliki tanggung jawab yang besar di dalam nya Namun ia justru malah bersembunyi dan membiarkan Anak buahnya yang menangani masalah
Tentu saja hal itu sangat jauh dari prinsip seorang Via, karna Via yang sebenarnya adalah Via yang bahkan Rela mengorbankan nyawa nya demi melindungi seluruh keluarga besar 'Tough brave' dan 'MahaRani Group'
"Robi, Mira, kalian berdua adalah yang paling dekat dengan ku di antara yang lain, ku pikir selama bertahun-tahun saling mengenal, kalian sudah hafal dengan sifat ku"
.
.
.
BERSAMBUNG