My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 21



"Chihhhs, Pantesan aja dia selalu membelanya, gak tau nya diam-diam suka toh" Gumam David yang mendengus kesal saat tak sengaja mendengar pembicaraan sepasang insan itu


Entah mengapa jiwa kepo nya yang mulai meronta sehingga ia memutuskan untuk diam-diam melanjutkan menguping pembicaraan keduanya


...----------------...


Di kantor 'MahaRani Group'


Suasana di sore hari yang begitu indah saat matahari sebentar lagi akan meredup


begitu juga dengan jalan raya yang terlihat di padati oleh berbagai jenis kendaraan yang berlalu lalang di mana semua pejuang nafkah telah kembali dari kegiatan sehari-hari (Pekerjaan) mereka


Terlihat di sebuah gedung perkantoran 'MahaRani Group'


Mira yang saat ini tengah bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan pekerjaan nya begitu juga dengan Karyawan yang lainnya


Tok tok tok Bunyi seseorang yang mengetuk pintu ruangan sekretaris CEO


"Masuk" ucap Mira dengan suara yang sedikit keras


'Klek'


"Mir, kau sudah mau pulang?" tanya seseorang yang baru saja masuk yang tak lain adalah Robi si asisten CEO


"Seperti yang kau lihat, memangnya kenapa apa ada masalah?" kata Mira yang balik bertanya


"Bukan masalah Rumit, Bantu aku untuk mengecek kembali beberapa proposal ini Sebelum menyerahkan nya pada ketua" ujar Robi seraya membawa beberapa map di tangannya dan meletakkan nya di atas meja kerja Mira


"Loh! memangnya gak bisa besok apa, sekarang kan sudah waktunya buat pulang" ucap Mira yang merasa tak terima dengan tugas yang di berikan Robi padanya


"Besok gak bisa, barusan ketua menelpon ku dan dia bilang kalau besok dia akan Kembali kekantor"


"Apa! Kenapa Tiba-tiba Sekali" tanya Mira yang kaget mendengar apa yang di katakan robi


"Aku tidak tau pasti tapi yang jelas Ketua bilang persembunyian nya tidak bisa di lanjutkan lagi"


"Tapi kenapa?" tanya Mira lagi


'Pletakkk' Lagi-lagi Dahi Mira menjadi sasaran empuk oleh jari Tangan Robi


"Kau ini bagai mana sih, Jika ketua sudah mengatakan seperti itu ya kita turuti saja, lagi pula kita ini hanya bawahan yang melakukan apa-apa pun hanya berdasarkan perintah dari nya"


Mira mendengus kesah sambil sesekali mengusap keningnya yang baru saja mendapat sentilan Dari Robi


"aku tau yang kau katakan memang benar, eh tapi ngomong-ngomong kau sudah menyerahkan hasil penyelidikan tuan Hendra pada Ketua?" tanya Mira yang tiba-tiba berubah serius


"Belum, ku pikir sebelumnya aku berencana ingin memberikan hasil penyelidikan itu malam ini tapi berhubung besok ketua akan turun ke kantor maka sebaiknya tunggu besok saja biar sekalian" ujar Robi yang berkata dengan santai


'Kringgg' Suara panggilan telepon yang tiba-tiba mengagetkan Robi dan Mira


"Hallo" ucap Mira yang menerima panggilan telepon


"Mira ini aku Alan, apa kau sedang bersama Robi?" Tanya seorang pria yang bernama Alan yang juga merupakan anggota dari kelompok mafia 'Tough brave'


"Mira gawat, seseorang telah membuat kekacauan di daerah kekuasaan kita, mereka telah membocorkan informasi pada polisi dengan memberitahu pada mereka tentang penyeludupan barang Kita dan sekarang pengiriman barang kita telah di bekukan dan sebagian dari anggota kita telah di tahan oleh mereka"


"Apa! bagai mana bisa ada yang membocorkan informasi pada polisi, Aa" Sahut Mira yang tiba-tiba tak dapat melanjutkan kata-katanya saat telpon telah di rebut oleh Robi


"Alan ada apa, apa yang terjadi" tanya Robi saat telpon sudah berada di tangannya


"Robi sekarang situasi nya benar-benar gawat, Pengiriman barang kita menuju Selatan saat ini sedang di tahan oleh beberapa petugas kepolisian dan anggota kita juga ada yang ditahan oleh mereka, seseorang telah membocorkan informasi tentang Penyelundupan yang kita lakukan dan saat ini aku tidak bisa berbuat apa-apa karna semua barang bukti telah berada di tangan mereka" Kata Alan yang menjelaskan pada Robi tentang apa yang terjadi sebenarnya


"Tunggu aku, aku dan Mira akan segera tiba di markas satu jam lagi"


"Baiklah"


Tut Tut Tut (panggilan pun telah di akhiri oleh Robi setelah ia menyelesaikan Percakapan nya dengan Alan )


"Mira ayo berangkat"


"oke"


Keduanya pun bergegas meninggalkan kantor untuk datang ke markas 'Tough brave'


Tepat saat matahari telah terbenam dengan sempurna di ufuk barat, beberapa saat kemudian setelah menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan mobil serta kecepatan tinggi sehingga tepat satu jam berlalu Robi dan Mira telah tiba di markas 'Tough brave' yang terletak di tengah hutan belantara


"Robi, Mira, kalian sudah sampai" ucap Alan dan satu temannya lagi yang bernama Yudha


"Alan, Ceritakan padaku Secara Rinci bagaimana Bisa terjadinya kebocoran tentang Bisnis kita" kata Robi dengan tegas dan datar


"Robi, Aku dan Yudha baru saja mendiskusikan hal ini, kami pikir ini pasti perbuatan Dion dan anak buah nya, beberapa saat yang lalu sebelum kami kembali ke markas, Yudha menemukan Selembar Sapu tangan ini di sekitar tempat kejadian" kata Alan seraya menyerahkan selembar sapu tangan berwarna Hitam dengan garis merah Di pinggiran nya yang menunjukkan dua Huruf yang di singkat 'BK' di mana huruf itu memiliki kepanjangan 'Black klan' Yang di pimpin oleh Dion


Robi mengambil sapu tangan itu dari tangan Alan dan menelisik setiap bentuk segi dan ukuran nya, tiba-tiba ia tersadar akan satu hal


Flashback on


Di sebuah Restoran Tempat di mana ia dan Mira datang menemui klien sekaligus untuk makan siang Bersama beberapa Hari yang lalu


"Brukkh, , , Prangggghhhh" Suara seorang pria yang telah menabrak salah satu pelayang hingga memecahkan beberapa alat makan (Piring) yang ia baru


"Maaf, maaf kan saya, saya tidak sengaja tuan, maafkan saya" kata Pelayan itu yang merasa ketakutan dengan apa yang terjadi


"Tidak Nona, saya yang salah dan minta maaf untuk itu, saya akan mengganti kerugian anda, tapi sekarang saya sedang buru-buru dan ini kartu nama saya, jika anda mendapat masalah karna ini maka segera hubungi saya, saya akan datang tepat waktu tapi sekarang saya sudah tidak punya waktu banyak jadi saya harus buru-buru pergi, sekali lagi maafkan saya nona" ujar pria itu sambil buru-buru pergi dari restoran itu


Tanpa di sadari Sekilas Robi melihat sapu tangan yang sama yang terikat di pergelangan Tangan kanan pria itu namun Entah Mengapa ia sama sekali tak menaruh curiga sedikitpun sehingga ia tidak memberikan reaksi apapun terhadap nya


Flashback off


.


.


.


BERSAMBUNG