My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 11



Mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Mira langsung membuat Robi merasa jengkel dan naik darah sehingga tanpa ragu tangan nya Langsung saja menoyor kepala Mira hingga membuat Mira terjungkal Beberapa Senti kebelakang karna ia yang memang tak memiliki persiapan Sebelum nya hingga sulit untuk menyeimbangkan tubuhnya


"Dasar lu dodol lembek, itu otak jangan cuma pinter nyusun strategi pertempuran aja tapi di pake buat mikir juga, kalo kita ketemu sekarang sama ketua yang ada rencana yang udah kita susun rapi bakal ambyar dodol"


"Terus gimana dong" tanya Mira yang sok polos


"Ya gak gimana gimana, kita dengerin aja instruksi dari ketua dan jalan kan sesuai perintah nya, lagian kau ini kalau udah urusan nyabut nyawa orang aja paling ganas tapi masalah mikir rencana, otak paling lemot" ujar Robi yang kesal dengan Mira sehingga tanpa sadar percakapan keduanya membuat Via tersenyum sendiri


"Udah udah sekarang bukan waktunya buat berdebat, pokok nya aku cuma mau bilang ke kalian kalau kita akan membahas tentang rencana yang sudah aku siapkan sebelum nya dan kali ini aku benar-benar sudah memikirkan nya dengan sangat matang tapi sepertinya..."


"Sepertinya apa ketua" tanya Mira yang langsung memotong Pembicaraan Via


PLAKK 'Sekali lagi Mira mendapat sebuah Sentilan di kepalanya oleh Robi walaupun tidak terlalu keras namun mampu membuat Mira meringis kesakitan'


"Adduuhh, Robi aku salah apa sih sama kamu dari tadi kayak nya aku jadi sasaran empuk kamu Mulu" ujar Mira yang merengek kesal seraya mengusap kepala berkali-kali


"Lagian itu mulut gak bisa di rem apa, dengerin dulu ketua ngomong sampe selesai baru di jawab ini main langsung nyerocos aja udah kayak Toa Konslet" kata Robi yang semakin kesal dengan teman nya itu


Sementara Di sebrang panggilan video saat ini Robi dan Mira sedang sibuk berdebat tiba-tiba Via menyadari suara monitor dari seseorang yang menekan tombol sandi pintu apartemen yang menandakan seseorang telah datang


"Robi sebaiknya kau cari tempat yang aman di mana kita bisa bertemu dan nanti kabari aku jika sudah ada ide, sekarang aku tutup telpon dulu"


'Tep' Panggilan di akhiri oleh via secara sepihak dan ia pun bergegas keluar kamar untuk melihat siapa yang datang


"Ka Guan" ucap Via dengan suara lirih saat melihat yang datang itu rupanya park Guan yang tengah meletakkan beberapa kantong kresek yang terisi penuh dengan banyak makanan bahan-bahan keperluan dapur sesuai dengan apa yang di minta oleh via


Via menghampiri Guan yang saat ini tengah duduk di sofa seraya menyandarkan tubuh dan kepalanya yang terlihat kelelahan


"Ka Guan maafkan aku" kata via yang tiba-tiba membuat Guan Termangu


"Hah, maaf untuk apa?" tanya Guan yang kembali membenarkan posisi duduknya


"Maaf karna aku sudah menyusahkan mu, aku janji setelah masalahku selesai aku akan segera pergi dari sini" kata via yang merasa tak enak karena telah merepotkan Guan


belum sempat Guan menjawab kata-kata via, tiba-tiba ia terhenti saat ponsel nya berdering menandakan adanya sebuah panggilan dari seseorang, Guan pun menjeda pembicaraan nya dengan via dan merogoh ponsel di saku celana nya


"Tuan muda anda sekarang di mana, keadaan perusahaan sekarang sedang kacau sebaiknya tuan muda segera datang untuk melihatnya secara langsung" ujar David yang bicara dengan suara yang terdengar Panik


"Tunggu 15 menit lagi aku akan ke sana"


TEP! panggilan pun berakhir dan Guan bergegas meninggalkan via seorang diri di apartemen tanpa meninggalkan beberapa patah kata sebagai pemanis atau pertanda pamit untuk pergi


Via hanya bisa membuang nafas gusar melihat sikap Lelaki itu namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa karna sebagai sesama Pebisnis tentu nya ia sangat mengerti dengan situasi yang dimiliki oleh guan saat ini


"Huhh, beginilah jika hidup sebagai seorang pebisnis bahkan tidak memiliki waktu luang untuk diri sendiri walau hanya sekedar bersantai, seandainya 'MahaRani Group' bukan peninggalan dari orang tua ku mungkin saat ini aku lebih memilih untuk menjualnya dan manikmati uang nya selama sisa hidup ku" Kata via yang bergumam pada dirinya sendiri


Hari semakin cerah dan via sangat manikmati waktu luang nya ketika sendirian di apartemen, langit yang biru cerah dengan gumpalan awan yang menghiasi nya walaupun tidak terlalu panas namun juga tidak terlihat mendung dan menurut via cuaca seperti ini sangat cocok untuk bersantai dan manikmati keindahan alam semesta dengan penuh ketenangan


Via yang termangu Sesat kala melihat sebuah pemandangan jalan raya yang begitu padat dengan di penuhi kendaraan dengan berbagai macam jenis merk


Ia menatap jauh kedepannya seolah baru pertama kali merasakan sebuah kedamaian dalam hidup nya


"Seandainya aku punya kesempatan untuk terlahir kembali di kehidupan selanjutnya maka aku hanya ingin meminta satu hal pada Tuhan, aku hanya ingin terlahir dari keluarga yang sederhana dan hidup menjadi orang biasa yang bebas tanpa harus memikirkan tentang apa pun kecuali masa depan yang cerah, Sebenarnya aku sangat ingin mengeluh namun aku sadar meski aku menangis darah sekalipun itu tidak akan merubah kenyataan bahwa aku di ciptakan di dunia ini dengan tangan yang telah banyak melukai dan bahkan merenggut nyawa seseorang, ralat bahkan tangan ku ini sudah membunuh ribuan nyawa yang tidak seharusnya hanya karena mereka mengikuti perintah dari seorang pemimpin yang salah,


Ya Tuhan dengan banyaknya dosa yang telah ku perbuat dan bahkan mungkin sudah tidak bisa di hitung lagi, masihkah Engkau bisa memaafkan ku dan mengampuni semua dosa ku, aku sangat ingin menjalani hidup layaknya seorang yang normal dan jauh dari kata kekerasan dan ketidak Adilan,


aku sangat lelah dengan kehidupan ku saat ini akan tetapi aku sadar betapa kerasnya hidup ini, bagai manapun aku harus tetap berjuang demi bisa bertahan hidup tanpa orang tua ku yang menemani ku"


Via begitu larut dalam suasana hati yang terlihat tidak nyaman, ia berusaha keras untuk berfikir mencari jalan keluar agar bisa lepas dari kehidupan yang kelam dan penuh dengan kekerasan namun sekuat apapun ia berusaha, takdir takkan bisa di ubah walaupun nyawa sudah di ambang kematian karna sebenarnya manusia di ciptakan beserta takdir yang sudah di tetapkan oleh yang maha kuasa


Saat via begitu larut manikmati waktu Santai nya, tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar dari arah pintu


.


.


.


BERSAMBUNG