My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 36



"Yudha, yud bangun yud kau tak apa-apa kan?" tanya Alan yang mengkhawatirkan keadaan temannya


Alan memapah kepala Yudha kedalam pangkuan nya dengan hati-hati


"Alan aku baik-baik saja" ucap Yudha dengan suara yang lirih dan sedikit lemah


Melihat sang sahabat yang tak berdaya membuat Alan sangat murka, ia meletakkan kembali tubuh Yudha di lantai dengan sangat hati-hati


"Yud, kau diam di sini dan jangan kemana-mana" ujar nya seraya kembali berdiri dan mulai menghajar musuh tanpa ragu


Di sisi lain, Mira bersama dengan salah seorang rekan nya kini tengah menyelinap masuk ke markas 'Black klan' dengan menyamar sebagai bagian dari 'Black klan'


"Bagai mana, apa sudah aman?" tanya Mira pada rekan nya yang bernama Yeni atau yang biasa di panggil Yeyen


"Aman, 1/3 dari pasukan 'Black klan'telah ikut bersama Dion dan yang lain, kita bisa bergerak sesua dengan rencana" ujar Yeyen


Yeyen adalah salah satu anggota 'Tough brave' yang menyamar sebagai bagian dari 'Black klan'untuk menjadi mata-mata


Di ruangan pribadi milik Dion (pimpinan 'Black klan')


"Apa yang kau temukan?" tanya Mira pada Yeyen


Yeyen menyerahkan pada mira sebuah map coklat yang di depannya bertuliskan kontrak kerja sama dengan perusahaan asing (Flora Jaya)


Mira pun telah melihat dan membaca sebagian isis dari surat kontrak itu


"Jadi ini alasan nya mengapa Dion mau bekerja sama dengan perusahaan asing" gumam Mira yang masih bisa di dengar oleh Yeyen


"Apa kita perlu mencari bukti lain lagi, mungkin masih ada beberapa yang lain yang bisa membantu" ucap Yeyen


"Tentu saja kita harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin, karna setelah ini kau juga harus ikut pulang bersamaku, aku yakin setelah ini 'Black klan' pasti akan ada kekacauan dan keberadaan mu disini tidak lah aman, sekarang cepat cari lagi sebelum ada yang menyadari keberadaan kita di sini" ujar Mira yang cukup masuk akal


Keduanya pun bergegas mencari di setiap sudut dan tak ada tempat yang terlewatkan sedikit pun


di sisi lain


Saat ini Via dan Robi telah tiba untuk membantu Alan dan yang lainnya, perkelahian terus berlangsung tanpa ada yang berniat mengakhiri nya, Via yang tanpa rasa takut saat ini telah bertarung sengit dengan Dion


"BUGH, Aaaa Sssttttt" Via meringis menahan rasa sakit saat Dion berhasil membuat satu serangan yang tepat mengenai punggung nya dan berhasil membekuk nya dari belakang


"Via menyerah lah, jangan membuat kesabaran ku habis, kau itu seorang wanita dan tidak seharusnya kau menjadi seorang pemimpin Mafia" ucap Dion yang berkata dengan nada mengejek


"Cuihhh,,, Jangan harap, karna sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan kau berkuasa dengan keserakahan mu" ujar Via tanpa rasa takut sedikitpun


Dion sangat murka saat mendengar jawaban via, namun ia masih tetap berusaha untuk bersikap tenang


"Kau itu satu-satunya adik perempuan ku, tapi kau malah tega-teganya melawan kakak mu sendiri, via tidak kah kau ingat saat kita melewati masa kecil kita dengan bermain bersama" ujar Dion yang sengaja menggunakan senjata pamungkasnya dengan mengungkit masa lalu nya bersama via karna ia yakin setiap kali perkelahian nya dengan via mulai memanas maka via akan segera luluh saat ia teringat tentan masa kecil mereka yang menyenangkan


"Dion, jika kau berfikir aku akan luluh lagi dengan bualan mu itu, maka jangan pernah berharap karna kali ini aku tidak akan sungkan lagi dengan mu" kata via dengan emosi yang masih ia tahan


"Benarkah? oh aku Sangat takut, hahahaaa" ucap Dion yang di sertai tawa nya yang menggelegar sehingga mengundang banyak perhatian dari masing-masing Pihak


Robi yang melihat sang ketua tengah di bekuk oleh Dion, ia pun mulai khawatir dan marah


sebuah senyum licik telah terukir di wajah dion


"Lihatlah, sekarang kau sudah berada di ambang kekalahan, aku sarankan agar sebaiknya kau menyerah saja, mungkin aku bisa mengampuni sedikit Nyawa mu" ujar Dion yang sengaja berbasa-basi


Via hanya tersenyum dalam hati saat mendengar perkataan Dion yang menurutnya sangat konyol, Tiba-tiba


"SET,,, Prakk"


"Aaaa" Dion meringis saat tulang bahu nya berbunyi ketika Via memutar tubuhnya kebelakang


Dengan satu gerakan Via berhasil membekuk balik Dion saat ia telah menemukan celah ketika Dion lengah dengan nya


"Hehhh, kau ingin aku menyerah bukan? ku pikir kau terlalu banyak membual, ku peringatkan pada mu Dion, jangan lupa kalau aku adalah si nyawa berantai dan aku tidak akan bisa di kalahkan dengan mudah"


"Krekk" Aaaaa. (Suara tulang bahu Dion yang semakin di tarik oleh via dan berhasil membuat sang empunya semakin meringis kesakitan )


Dion tak bisa berbuat apa-apa saat ini karna tubuhnya yang dalam keadaan di bekuk oleh Via, dengan beringas tanpa rasa iba Via kembali menghajar Dion hingga beberapa saat kemudian Via telah berhasil membuat Dion babak belur


Melihat Ketua mereka yang telah di kalahkan oleh pemimpin 'Tough brave' Rocky segera berlari menuju Ke arah Dion yang sudah tergeletak di tanah tanpa bisa berbuat apa


Rocky yang menyadari kalau saat ini posisi mereka telah kalah, ia pun berpikir tak ada cara lain lagi untuk bisa menyelamatkan diri kecuali menarik pasukan mereka agar mundur


"Semuanya, segera mundur!" teriak Rocky dengan suara lantang


Mendengar Teriakkan temannya yang memerintahkan untuk mundur membuat Zhen langsung menghentikan Pertempuran nya dengan Robi


ia berbalik dan terkejut saat melihat sang ketua yang sudah tak berdaya dan berhasil di kalahkan oleh pemimpin 'Tough brave' itu


"Rocky, Dion baik-baik saja?" Teriak nya seraya berlari kearah kedua teman nya itu


Melihat pihak musuh sudah tidak berdaya, via memerintahkan pada Alan dan Robi untuk menarik pasukan nya dan kembali ke markas mereka


Setelah beberapa jam kemudian


kini mereka telah berkumpul di markas besar 'Tough brave' bersamaan dengan Mira dan Yeyen yang baru saja tiba


tepat saat itu Yeyen yang melihat Alan tengah mengobati Yudha yang terluka cukup parah akibat sebuah pukulan yang mengenai leher belakang nya


"Ka yud, kau yud kenapa, apa yang terjadi?" tanya Yeyen yang sangat khawatir melihat Yudha yang terbaring lemah di tempat tidur


"Yudha terkena pukulan yang cukup keras di bagian leher nya, mungkin untuk beberapa saat ia tidak bisa menggerakkan kepalanya" ujar alan


.


.


.


BERSAMBUNG