My Girl Is Mafia

My Girl Is Mafia
Episode 39



Mira menyadari kalau saat ini Via tengah melamun, ia pun menebak bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan ketua nya itu


"Ketua, apa kau baik-baik saja?" Mira yang memberanikan diri untuk bertanya namun satu pertanyaan sepertinya tak membuat via bergeming dari tempatnya


"Ketua! Ketua kau baik-baik saja, ketua!" panggil Mira hingga berkali-kali


"Ka mir, seperti nya ka Vi lagi kesambet kali, makanya gak nyaut di panggil berkali-kali" ucap Yeyen yang menyahuti mira


Mira memutar bola mata malas menanggapi ucapan Yeyen yang menurut nya tak berfaedah


" VIA!!! "


Dengan satu tarikan nafas Mira memanggil Via dengan suara yang lantang sehingga mampu membuat ia terlonjak dan tersadar dari lamunannya


"Aa! I iya mir kenapa?" tanya Via yang seperti orang linglung


"Kenapa apa nya, kamu tuh yang kenapa, di panggil berkali-kali gak nyaut-nyaut, emang apa sih yang di pikirkan sampe melamun gitu" kata Mita yang bertanya dengan perasaan yang kesal atas respon Via


"Ee, eemm aku gak papa kok, Eee Mira Yeyen aku ada urusan di luar sebentar, kalian di rumah dulu ya, aku mau keluar sebentar saja " ucap via yang langsung bangkit meninggalkan Mira dan Yeyen begitu saja setelah menyelesaikan kata-katanya


"Aaehhh, , , Main nyelonong pergi aja tu orang, mana gak bilang mau pergi kemana pula, Daras mentang-mentang dia ketua main seenaknya pergi gitu aja, gak ngehargain orang banget" Ucap Mira yang kesal dengan sikap Via yang pergi begitu saja tanpa ada nya sebuah penjelasan


"Emang ka mir mau di hargai berapa?"


"Iiissshhh" Mira mendesis kesal seraya memutar bola mata malas menanggapi ucapan Yeyen yang sengaja mengejek nya


"Tapi ngomong-ngomong, ka Vi malam-malam begini mau kemana sih ka?" tanya Yeyen yang ternyata juga ikut-ikutan kepo


"Mana aku tau, kalau aku tau gak bakal aku kesal sama tuh orang"


"Ka mir jawab nya gak gitu juga kali, pake acara ngegas segala, ingat! orang emosian entar muka nya cepet keriput loh" ucap Yeyen yang bukan nya berkata lembut malah semakin memancing kemarahan mira


 


Beberapa jam kemudian


Suasana di dalam sebuah ruangan yang terletak di sudut salah satu apartemen


sepasang kekasih yang saat ini tengah berada tatap tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya


seperti nya tak ada yang berniat ingin memulai percakapan lebih dulu, kecanggungan menguasai keduanya hingga tak ada yang bisa memulai untuk sebuah pembicaraan


Namun setelah beberapa lama...


"Rani!"


"Ka guan"


Keduanya sama-sama buka suara dalam waktu yang bersamaan hingga lagi-lagi via dan Guan terjebak dalam situasi yang canggung


"Aku! Aku!" Lagi-lagi, tak ada yang bisa menghindar dari keadaan yang sebenarnya


"Tidak, ka Guan saja yang duluan" ucap Via yang merasa tak enak hati terhadap Guan


"Rani, Siapa yang berhutang penjelasan dengan siapa, harus kah aku mengulang kembali Perkataan ku" ucap Guan dengan nada tegas dan dingin


Via terdiam sejenak, ia mengerti dengan maksud dari perkataan Seorang lelaki yang ada di depan nya saat ini, Guan membutuhkan penjelasan dari nya


"Ka Guan maafkan aku, tapi seperti yang kamu lihat dan ketahui, aku adalah aku dengan segala kekurangan ku dan sesuatu yang ku kerjakan, untuk saat ini seharusnya tak ada penjelasan yang perlu ku perjelas dengan mu, jika kamu merasa keberatan dengan pekerjaan yang ku kerjakan, aku tidak akan keberatan jika kita memang harus berpisah, apapun yang menjadi keputusan mu aku akan terima"


Via berkata tanpa keraguan sedikitpun yang menggangu hatinya, kata-kata yang mengandung ketegasan dan keberanian sedikitpun tak membuat via merasa gentar atau ragu untuk mengucapkan nya


Karna satu prinsip seorang Via yang tak kan pernah bisa di ubah oleh apapun dan siapapun


Sekali ia berbuat ia akan siap menanggung semua akibatnya, sama seperti ketika ia telah memilih menjadi pemimpin dari kumpulan Mafia demi meneruskan profesi kedua orang tua nya


Guan menatap wajah sang kekasih dengan penuh tanda tanya, ia hanya merasa bingung dengan situasi yang ia hadapi saat ini, dalam hati Guan bertanya-tanya mengapa seorang wanita muda dan cantik seperti via bisa menjadi seorang pemimpin dari salah satu Gangster mafia ternama di kota itu dan yang paling di takuti


Entah saat ini pikiran Guan terlalu berkecamuk, antara senang dan sedih memikirkan bagaimana ia harus mengambil Sikap atas pernyataan sang kekasih


"Rani!" panggil Guan tiba-tiba


Via tak menjawab melainkan menatap Guan dengan penuh tanya


"Kau bilang tak masalah jika hubungan kita harus berakhir?" tanya Guan


"Jika Ka Guan ingin mengakhiri nya, aku akan terima dan aku juga tak ingin menyeret mu dalam kesulitan ku, jadi menurutku mengakhiri hubungan ini mungkin adalah keputusan yang terbaik" jawab via tanpa ragu


"Kau mengatakan semuanya seolah tanpa beban, tapi pernah kah kau berfikir apa yang sebenarnya ada dalam hati dan fikiran ku?" tanya Guan yang tiba-tiba membuat Via merasa Ragu dan mempertimbangkan kembali perkataan nya


"Ka Guan apa maksud mu?"


Guan tak bicara sepatah kata pun, tatapan matanya yang semakin dalam dan semakin dekat pada Via, hingga akhirnya via pun tak dapat menghindar dari keadaan, Tanpa aba-aba Guan langsung menghambur ke dalam pelukan nya dan mencium bibir kenyal nya hingga beberapa lama


Via tak bisa berbuat apapun kecuali pasrah dengan keadaan nya saat ini, meski dalam hatinya ada rasa tak terima dengan perlakuan Guan terhadap nya, namun ia tak ingin membuat Guan semakin merasa kecewa padanya jika ia menolak perlakuan itu


Untuk beberapa saat hanya ada Suasana hening yang menyelimuti seisi ruangan, ******* demi ******* hingga keduanya begitu terbawa akan suasana yang mulai memanas, namun entah mengapa tiba-tiba Via tersadar dan sontak membuat ia mendorong kecil Tubuh Guan hingga ciuman itu pun berakhir


Guan menatap Sepasang mata emerald yang ada di hadapan nya saat ini, tatapan yang di penuhi kabut gairah yang begitu sulit di jelaskan


"Rani, aku tidak peduli apapun kondisi mu dan apapun pekerjaan dan profesi mu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, kau adalah satu-satunya wanita yang mampu membuat hati dan dunia ku terguncang, aku tidak akan pernah meninggalkan mu meski seberapa keras kau memaksaku untuk melakukan nya, aku tidak akan membiarkan mu meninggalkan ku


.


.


.


BERSAMBUNG