
"Kita harus benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang sesungguhnya dan ingatlah untuk memanggil ku dengan sebutan yang lebih intim saat berada di hadapan mereka nanti"
"Tapi!"
"Tapi apa lagi Rani, please jangan membuat kesalahan di saat genting seperti ini "
"Bukan itu maksudku Ka, tapi... ah baiklah aku akan mencoba yang terbaik untuk membantu mu "
Keduanya pun berjalan dengan bergandengan tangan layak nya sepasang kekasih yang sedang mesra-mesranya
Medina dan Lestari terdiam sejenak saat melihat sepasang manusia lawan jenis itu yang saat ini berjalan mendekat ke arah mereka
"Mama, Tari, maaf membuat kalian menunggu, aku harus menjemput pacar ku dulu di rumah nya jadi agak sedikit terlambat" ujar Guan seraya menarik sebuah kursi untuk via dan mempersilahkan via agar duduk, selanjutnya ia pun menarik Kursi untuk dirinya sendiri
Lestari Yang menatap lekat ke arah via yang saat ini duduk tepat di hadapan nya dan memperlihatkan tatapan kebencian terhadap Via
"Ma, Rati kenalin ini pacarku nama nya Rani" ujar Guan yang sengaja memperkenalkan Via sebagai pacarnya pada sang ibu dan Juga lestari
Via pun dengan ramah dan sopan menyapa Medina dan mengulurkan tangan nya untuk bersalaman sebagai perkenalan
"Tante kenalin, nama ku Maharani" ujar Via dengan ramah dan tersenyum tulus pada ibu guan
Medina pun menyambut Tangan via dan keduanya saling berjabat tangan untuk saling berkenalan
"Saya Medina, ibunya Guan" kata Medina yang juga membalas Senyuman via
Via beralih menatap Lestari yang ada di hadapan nya
"Ini pasti Nona lestari, Kalau saya tidak salah tebak Nona lestari ini putri nya tuan Jaya pemilik perusahaan 'Jaya Group' kan" kata via yang sengaja berbasa-basi
"Kau kenal dengan tuan Jaya?" tanya medina yang heran
"Oh, hehe iya Tante kebetulan saya sangat kenal dengan CEO dari 'Jaya Group' dan beliau adalah rekan bisnis saya"
"Tunggu maksud mu, tuan jaya adalah rekan bisnis mu, jadi kau seorang pebisnis juga?" tanya medina yang Semakin penasaran dengan Wanita yang saat ini merupakan kekasih putranya itu
"Eeuumm iya Tante, kebetulan saya juga seorang CEO dan saya adalah pemilik perusahaan 'MahaRani Group' yang bergerak di bidang yang sama Dengan perusahaan kalian"
Tiba-tiba Medina beralih menatap tajam ke arah putranya, ia terlihat sangat tidak senang dengan sebuah drama yang ada di hadapan nya saat ini
"Guan, kau tau apa akibatnya jika kau berani berbohong pada Mama, dan kau Nona Rani (beralih menatap tajam ke arah Via) Kau tau apa akibatnya jika kau berani berbohong dan mengaku-ngaku sebagai pemilik perusahaan 'MahaRani Group' kau pikir aku akan dengan mudah mempercayai ucapan mu itu, sampai saat ini tidak ada seorang pun yang tau siapa CEO dari perusahaan itu, bahkan suamiku pun sudah terjun di dunia bisnis selama puluhan tahun dan sekarang di lanjutkan oleh putraku, namun tak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dan bertatap muka dengan CEO dari 'MahaRani Group' itu dan sekarang bisa-bisa nya kau malah mengaku-ngaku sebagai Pemilik nya"
"Hei Nona, dari gaya bicara dan penampilan mu kau memang terlihat seperti orang yang berada namun jika kau mengaku diri mu sebagai pemilik perusahaan besar itu, kau pikir kau bisa membodohi Tante Medina dan aku, tidak mungkin" ucap Lestari dengan nada penuh penekanan
"Kau...!" Guan Hampir saja terpancing emosi dengan kata-kata sang ibu dan juga lestari namun Via segera menghentikan nya dan beberapa saat kemudian ia pun tersenyum menanggapi Perkataan Medina dan Lestari yang baru saja meremehkan nya
Via mengambil sebuah dompet kecil dari dalam tas nya dan mengeluarkan dua buah kartu identitas (Kartu Nama dan KTP) dan memperlihatkan itu pada Medina dan Lestari
"Tante, aku sangat menghormati mu sebagai orang tua dari pacar ku, dan aku juga tidak perlu menjelaskan secara detail tentang siapa aku yang sebenarnya, aku rasa Kedua kartu ini sudah cukup menjelaskan semuanya pada kalian" kata Via yang masih berbicara dengan sabar
Medina tercengang saat melihat kedua kartu identitas yang di perlihatkan oleh Via, di dalam nya (KTP) tertulis dengan sangat jelas tentang identitas via yang sebenarnya
Sesuai dengan apa yang di katakan oleh via kalau dia tidak ingin bersusah payah untuk menjelaskan pada Kedua wanita beda generasi itu tentang siapa dia sebenarnya, dua buah kartu identitas itu saja sudah mempu membungkam mulut Pedas Kedua wanita itu
Sejujurnya Guan juga merasa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Via, ia benar-benar tak menyangka kalau ternyata Via akan dengan mudah membongkar tentang identitas nya yang sebenarnya di hadapan sang ibu dan juga lestari
"Ma, jujur bukan ini yang ku harapkan dari pertemuan ini, kau benar-benar sudah membuat ku kecewa dan aku tidak mau lagi menunda waktu lebih banyak untuk sekedar berbasa-basi dengan kalian di sini dan kau Tari, dengarkan baik-baik, aku tidak akan pernah menerima di jodohkan dengan mu karna seperti yang kau lihat kalau aku sudah punya kekasih yang aku cintai dan mulai sekarang berhenti berharap kalau aku akan mau menerima perjodohan itu" Ucap Guan dengan tegas dan beranjak dari tempatnya nya seraya menggenggam tangan via dan bermaksud ingin meninggalkan tempat itu
"Guan tunggu " kata Medina yang menghentikan putranya yang hendak pergi
"Guan ma ma'afkan mama, mama tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan mu dan Nona Rani, Rani ma'af kan Tante, Tante tidak bermaksud untuk Menyinggung mu tapi Tante benar-benar tidak tau kalau kamu..."
"Tante sudah lah, lagi pula aku tidak merasa tersinggung sama sekali, aku mengerti mengapa kau bersikap demikian padaku, siapapun tidak akan mudah percaya dengan apa yang ku ucapkan, anggap saja aku memang sedang berbohong dan kau tidak perlu merasa bersalah untuk itu" ujar Via yang lagi-lagi membuat Medina semakin merasa bersalah
"Ma, aku hanya berharap setelah ini kau tidak akan melakukan kesalahan lagi yang bisa menyinggung perasaan Kekasih ku, hari ini mungkin memang bukan waktu yang tepat untuk kalian Bertemu"
.
.
.
BERSAMBUNG