
"Ka Guan tidak apa-apa, aku bisa mengerti dengan kewaspadaan David dan aku hanya ingin kalian tau satu hal yaitu, kita memiliki Musuh yang sama" ujar Via dengan tiba-tiba
seketika untuk sesaat David dan Guan saling melempar tatap dan bertanya-tanya tentang apa yang di maksud oleh Via dengan mengatakan bahwa mereka memiliki musuh yang sama
"Sebentar,! apa maksud mu mengatakan kalau kita punya musuh yang sama, apa kau juga punya masalah dengan tuan Hendra" kata Guan yang bertanya
Via tersenyum dan menggeleng "aku tidak punya masalah dengan tuan Hendra tapi aku punya masalah dengan Pemimpin 'Black klan' Gangster Mafia yang kalian sebut beberapa saat yang lalu" ujar via yang lagi-lagi membuat David dan Guan hampir tak bisa mempercayai apa yang mereka dengar
"Rani apa aku tidak salah dengar, Kau bermasalah dengan komplotan Mafia bawah tanah itu, yang benar saja Ran" kata Guan yang menolak untuk percaya
"Heh Nona Rani, kau jangan mengada-ada ya, jika benar kau punya masalah dengan Pemimpin 'Black klan' itu, yang ada kau hanya akan cari mati" Sahut David dengan nada mengejek dan memandang remeh wanita muda yang saat ini ada di hadapan nya
"Kau benar David, mungkin jika orang biasa yang menentang mereka itu bisa di katakan hanya akan cari mati, tapi satu hal yang kau harus tau bahwa ada seseorang yang sampai saat ini telah menjadi musuh bebuyutan 'Black klan' dan orang itu juga merupakan pemimpin Komplotan Mafia dengan beranggotakan Ribuan orang yang tidak bisa di kalahkan begitu saja" kata via yang
"mereka itu sama-sama ketua Mafia jadi wajar kalau mereka saling terlibat dalam masalah, sedangkan kau tak ada sangkut pautnya, kau hanya akan cari mati jika terlibat perselisihan dengan mereka, Nona Rani dengarkan baik-baik ya, sebagai seorang yang bijaksana aku hanya ingin mengingatkan pada mu, sebaiknya kau jangan berani-berani menyinggung para pemimpin Mafia itu jika kau tidak ingin mati"
"Rani, aku setuju dengan apa yang di katakan oleh David, jangan sampai kau terlibat masalah dengan mereka, Mereka itu orang-orang yang kejam dan tidak berperi-kemanusiaan, lagi pula aku sudah memikirkan semuanya dengan sangat jelas, aku akan memilih untuk mengalah dan merelakan proyek itu, lagi pula kehilangan satu proyek tidak akan membuat perusahaan ku bangkrut" sahut Guan dengan nada bicara yang pasrah
Via hanya bisa pasrah setelah mendengar perkataan dari kedua pria yang tidak mempercayai ucapan nya itu, ia menatap iba terhadap Guan yang terlihat sangat putus asa
"Mungkin belum saat nya mereka mengetahui siapa aku yang sebenarnya, jika memang di harus kan aku akan memilih untuk diam sementara waktu, biarkan aku akan melakukan sebuah tindakan terlebih dahulu untuk mereka, sekali pun ini tidak ada sangkut pautnya dengan ka Guan, perselisihan pun tetap akan terjadi, aku harus segera melakukan sesuatu sebelum Dion mengacau lebih jauh lagi" batin Via
Waktu terus berputar dengan begitu cepat, Kini matahari telah terbenam dan di gantikan dengan Bulan yang menghiasi langit cerah di malam hari, Via mengirimkan sebuah pesan singkat pada kedua teman nya yakni Robi dan Mira
(Temui aku di tempat Biasa) isi pesan dari Via
Setelah pesan itu terkirim, Via memutuskan untuk segera pergi dengan Penyamaran untuk berjaga-jaga dan menghindari kalau-kalau ada orang yang mengenalinya
di sisi lain
Hampir Secara bersamaan Suara notifikasi di ponsel milik Robi Dan mira berbunyi Menandakan adanya pesan masuk dari seseorang yang tak lain adalah pimpinan mereka
setelah membaca isi pesan itu, Robi dan Mira langsung bergerak dan bergegas menuju tempat biasa yang mana tempat itu hanya Mereka bertiga yang mengetahui nya dan khusus di gunakan untuk sebuah pertemuan rahasia Petinggi 'Tough brave'
setibanya di sana, Robi dan Mira langsung bisa mengenali ketua mereka yang sudah menunggu dengan mengenakan pakaian pria dan switer serta topi yang menutupi bagian wajah nya
"Ketua" panggil Robi dan Mira secara bersamaan
Ketiganya saling melempar senyum pada satu sama lain, Mira yang tak dapat menahan diri dan rasa rindu nya terhadap sang ketua yang merupakan sahabat nya, ia langsung berhambur memeluk Via dengan perasaan yang bahagia
"Ketua kau disini ketua aku sangat merindukan mu, Hiks hiks" kata Mira yang akhirnya menumpahkan air mata kerinduan
Via hanya tersenyum dan membalas pelukan Mira dengan lebih erat lagi, jika di tanya ia pun bahkan merasakan rindu yang teramat dalam pada temannya itu dan juga seluruh anggota 'Tough brave'
Robi melangkah semakin dekat pada Kedua wanita tangguh itu, ia pun juga tak dapat menyembunyikan rasa haru dan rindu nya terhadap sang ketua
"Ketua" panggil Robi tiba-tiba dan membuat Kedua wanita itu saling melonggarkan pelukan
"Robi" ucap Via seraya tersenyum
Mira melepaskan pelukannya dari sang ketua, ia pun menatap lekat wajah ayu nan cantik yang ada di hadapan nya saat ini
"Ketua aku benar-benar tidak menyangka kalau akhirnya sekarang kita bisa bertemu, aku sangat merindukan mu, bagai mana keadaan mu sekarang dan di mana kamu tinggal, apa tempat tinggal mu nyaman dan apa kamu tidur dengan nyenyak di sana"
Wajah Robi langsung berubah ekspresi ketika mendengar Mira yang mengajukan pertanyaan beruntun pada Ketua mereka hingga lagi-lagi tanpa permisi tangan nya langsung mendorong kecil (pelan) Kepala Mira
"Dasar bocah prikk, kalau kasih pertanyaan satu-satu dulu, ini malah nanya udah kaya kereta api yang panjang tak terkira, ketua jadi bingung tuh mau jawab yang mana dulu" Ujar Robi yang merasa kesal dan heran dengan kebiasaan Mira yang selalu mengajukan pertanyaan tanpa memikirkan terlebih dahulu
"Hehee, maaf ketua habis nya aku penasaran dan cuma pengen pastiin aja kalau ketua Baik-baik aja di tempat tinggal nya Sekarang" ujar Mira seraya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal akibat menyadari Kekonyolannya
Lagi-lagi perdebatan kedua manusia lawan jenis itu membuat via tersenyum namun sesaat kemudian ia pun kembali teringat dengan tujuan awalnya untuk menemui kedua temannya itu
"Udah ya, sekarang belum waktu nya buat berdebat, ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada kalian dan aku tidak memiliki waktu banyak untuk sekedar basa-basi untuk sementara waktu dan aku harap kalian mengerti dengan apa yang ku maksud"
.
.
.
BERSAMBUNG